Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 449. Back With Divinity



Pertarungan di Chaoseum masih berlanjut. Saat ini, hanya Djinn saja yang mampu berdiri untuk menghadapi


Leonard, setelah Ollie tidak sadarkan diri, serta Zorlyan, Paul, dan Daphine yang terkena dampak dari Union Domi milik Penakluk yang mereka hadapi itu.


Karena Leonard yang menggunakan (({Star-Wrecker})), Djinn pun terpaksa untuk membuka serangan rahasia miliknya, yang berupa teknik bela diri yang ia dapatkan dari Cheon-Ma.


Beberapa hari sebelumnya, ketika Djinn masih berlatih untuk menggunakan Pernapasan miliknya di dalam Chamber of Ancient Armament.


“Cih! Gagal lagi!”


Kala itu, ia meluangkan waktu untuk mempelajari teknik yang digunakan Cheon-Ma. Namun ia terus menemui


kebuntuan dalam menguasai teknik tersebut.


“Apa mungkin… pake kekuata kayak gitu harus punya Union, ya?”


Pikirnya dengan heran, sebelum mencoba kembali.


Hingga akhirnya ia berhasil. Walaupun ada suatu kejanggalan yang ia rasakan dalam keberhasilannya menguasai


teknik tersebut.


“Hmm… Kok tiba-tiba berhasil? Bukannya—”


“B-Bilang makasih lo ke gue… lemah…!”


“!!!”


Djinn terkejut ketika mendengar suara dari Zaghemin, yang bersemayam di dalam dirinya.


“Apa maksud lo, bajingan?!”


“…”


“Woy! Bajingan!”


Seru Djinn kepada Zaghemin, yang tiba-tiba tidak bersuara kembali.


“Cih! Kalo tau gue bisa pake teknik ini karena bajingan itu, harusnya sih nggak gue pake lagi! Tapi nggak tau kenapa gue ngerasa butuh teknik ini untuk lawan Leonard!”


Pikir Djinn, yang menyesali adanya pengaruh dari Zaghemin dalam menguasai teknik tersebut.


Hingga akhirnya, pada saat ini, ia menggunakan teknik tersebut untuk melawan Leonard.


“*CHRING, CHRING, CHRING…”


Kali ini, Djinn dan Leonard saling menggunakan kekuatan mereka, yang dalam rupa senjata.


“Graaaagh!”


“*SHRAK!!!”


“Keuk…!”


Leonard berhasil memotong lengan kanan Djinn.


“*SHRAK!!!”


“Cih!”


Tetapi Djinn mampu membalasnya dengan memotong kaki kiri Leonard.


“*CHRING, CHRING, CHRING…”


Mereka terus melanjutkan pertarungan mereka, sambil meregenerasi lengan mereka masing-masing.


Hingga akhirnya, Djinn mundur beberapa langkah.


“*SWUSH!!!”


“Jangan mundur lo, Djinn Dracorion!”


Seru Leonard, sambil mengayunkan pedangnya kepada Djinn.


“*SWUSH, SWUSH, SWUSH…”


Leonard terus mengayunkan pedangnya. Akan tetapi Djinn mampu menghindarinya.


Semenjak saat itu, Djinn baru saja menyadari sesuatu pada Leonard.


“Ternyata anak anjing satu ini nggak bisa pake pedang! Dia cuma ngasal ayunin pedangnya!”


Pikir Djinn, sebelum melakukan serangan balasan kepada Leonard.


“*BRUK!!!”


“!!!”


Leonard dikejutkan dengan Djinn, yang menendang tangannya hingga Star-Wrecker tertancap pada tanah.


{Kitsujutsu}


“*Shrak, shrak, shrak…”


“Keuk…!”


Sambil menggunakan {Heaven Slaying Sword}, Djinn juga menggunakan {Kitsujutsu}, dengan melompat dan


mengayunkan pedang petir pada lengannya.


Karena aksinya itu, terdapat banyak luka tusukan pada Tubuh Leonard.


“*Chrrkkchrrkkk…”


Leonard juga merasakan aliran petir pada Tubuh-nya, sehingga ia kesulitan untuk bergerak.


{Kapak Terbang}


“*DHUK!”


Setelah itu Djinn menggunakan teknik {Pencak Silat}, dengan memutarkan Tubuh-nya dan menendang wajah Leonard, hingga mematahkan rahangnya.


“*SHRING…!”


“*SWUSH!!!”


“…”


Leonard berhasil menarik kembali Star-Wrecker ciptaannya. Ia mengayunkan pedangnya untuk memotong Djinn pada perutnya. Namun Djinn berhasil melentingkan Tubuh-nya ke belakang, untuk menghindari ayunan pedang tersebut.


Walaupun Djinn berhasil menghindari serangannya, bukan berarti Leonard berhenti sampai situ saja.


“*DHUK!!!”


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!!”


Dalam kondisinya yang masih melentingkan Tubuh-nya, Djinn harus menerima tendangan Leonard yang sangat


keras, hingga menghempaskannya menuju kursi penonton.


“Dia yang paling bahaya! Gue harus bunuh dia secepetnya!”


Seru Leonard, sambil mempersiapkan sihirnya.


{((Star Zona…


“*CHRINGG…”


…Death—))}


“*DOR!!! DOR!!! DOR!!!”


Namun ketika ia menciptakan bintang-bintang di udara, Daphine berhasil menghancurkan seluruh bintang itu


dengan senapan jitunya.


((Needle Magic…


““*Jlub…””


…Painful Feel; Maximum))


“Cih…! L-Lagi-lagi… sihir ini…!”


Seru Leonard, setelah menerima rasa sakit yang luar biasa dari duri-duri milik Zorlyan.


“(Gyehehehe!)”


“*CHRINGG…!”


“(Bagus, Penakluk! Karena lo udah hajar bocah topeng sialan itu, gue bisa bunuh lo sekarang juga!)”


Seru Paul, yang datang dan menyerang Leonard, walaupun kapaknya masih bisa ditahan dengan Star-Wrecker.


“*Shruk…!”


“(Keuk…!)”


“Dasar Orc sialan!”


“*SWUSH!!!”


“Jangan ganggu gue!”


Seru Leonard, sambil menusuk Paul dan melemparnya dari pedang yang ia gunakan.


“*DOR!!! DOR!!! DOR!!!”


“*Crat, crat, crat…”


Daphine terus menembak Leonard dengan senapan jitunya, hingga sebagian Tubuh-nya berlubang.


“*Bruk…”


“Cih…! Karena duri-duri sialan ini… luka tembak dari cewek itu jadi sakit banget…!”


Bisik Leonard, setelah terjatuh karena serangan dari Zorlyan dan Daphine.


Sementara Djinn…


“Duh…! Pusing juga kepala gue…!”


…baru saja terbangun karena tendangan keras dari Leonard.


“…”


Dari kursi penonton, ia menyaksikan Leonard yang terjatuh. Tetapi ia merasakan sesuatu yang berbeda


pada dirinya.


“Kok… gue makin kuat ya…? Padahal gue udah lebih kuat karena kekuatan aneh ini. Tapi kok tendangan Leonard tadi justru bikin gue lebih kuat lagi?”


Pikirnya dengan heran, sebelum kembali ke pertarungan.


Kembali ke tengah arena pertarungan.


“*DOR!!! DOR!!! DOR!!!”


Daphine terus menembak Leonard tanpa henti.


“Keuk…!”


Zorlyan juga berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan rasa sakit yang diderita Leonard.


“Jangan nyerah… Daphine…! Terus tembak dia…!”


“Gue juga tau! Tapi kalo Mana gue abis—”


“Jangan khawatir…! Gue ada di sini… untuk isi Mana lo!”


“Tapi kalo Mana lo abis gimana?! Nanti—”


“Gue bilang… jangan khawatir…! Lo cuma perlu… percaya sama gue…!”


Seru Zorlyan kepada Daphine, yang mengkhawatirkannya.


“*DOR!!! DOR!!! DOR!!!”


“…”


Daphine terus menembak Leonard, sementara Zorlyan terus mempertahankan sihirnya pada Penakluk tersebut.


Karena aksi mereka berdua, Leonard menjadi murka.


“GRAAAAAGH!!!”


“*SWUSH!!!”


““Aaaargh…!””


Leonard pun mengayunkan pedangnya kembali, untuk membunuh mereka yang ada di hadapannya.


Namun mereka berdua tidak terbunuh olehnya.


“U-U-Untung aja… gue berhasil… jaga kalian…”


“Z-Zorlyan…?”


Bisik Daphine, sebelum ia juga


ikut kehilangan kesadaran bersama Zorlyan, Ollie, dan Petualang lainnya,


beserta Tetsuo dan Ryūhime.


Itu semua karena satu hal.


Sebelum ayunan pedang Leonard menaklukan mereka semua, Zorlyan berhasil merapal sihirnya kepada mereka,


sehingga mereka langsung sembuh sebelum terbunuh oleh Leonard.


“Grahahahaha! Mau gimana pun, gue tetep yang paling kuat!”


Seru Leonard, sebelum mempersiapkan serangan jitunya.


((Star Magic: Meteor Strike))


“*CYUTTT!!!”


Leonard menciptakan bintang raksasa, yang kemudian ia hempaskan menuju mereka semua.


Karena aksinya tersebut…


“*BOOOOOOMMMM!!!!!!”


…Chaoseum pun hancur.


“E-Eh?! Ada apa di sana?!”


“K-Kenapa tiba-tiba ada ledakan sebesar itu?!”


“Kok… Chaoseum hancur…?”


“B-Bukannya… masih ada orang di sana…?”


Sahut Mahadia, Winona, Molly, serta Sonda, setelah menyaksikan kehancuran Chaoseum.


Sementara Luvast yang menyaksikan kondisi arena pertarungan tersebut…


“Djinn…! Myllo…! Garry…! Dalbert…!”


…mengkhawatirkan saudara beserta rekan-rekannya.


“…”


Chaoseum sudah hancur karena Leonard. Kabut tebal menyelimuti arena yang telah dihancurkan oleh pendirinya


sendiri, sehingga pandangan seseorang akan tertutup oleh kabut tebal itu.


Namun Leonard mampu merasakan tatapan seseorang yang tajam.


Setelah kabut tebal itu menghilang…


“!!!”


…Leonard terkejut dengan Djinn, yang berdiri dengan teguh di depan rekan-rekannya, yang berhasil ia selamatkan


dari serangan maut Leonard.


Walaupun ada sesuatu yang terlihat berbeda pada dirinya.


“I-Itu…”


“(Demigod Form yang gue punya.)”


Balas Djinn kepada Leonard, dengan Tubuh yang berbeda dan berukuran lebih besar, serta suara yang berbeda.


Ia juga berhasil menyelamatkan rekan-rekannya, termasuk Dalbert, Tetsuo, dan Ryūhime.


“K-Kenapa… Kenapa lo bisa pake wujud itu…?”


“(Karena gue bisa serap Mana dalam bentuk apapun!)”


Jelas Djinn kepada Leonard.


“(Andai gue bisa bilang makasih ke lo. Karena kalo nggak terima tendangan keras lo, mungkin gue nggak akan tau


tentang kekuatan lo. Tapi lo musuh gue! Gue nggak akan bilang makasih ke musuh gue sendiri!)”


“Grahahaha! Mau lo pake Demigod Form, gue nggak akan peduli! Yang penting, kita bisa lanjutin pertarungan kita


tanpa ada yang ganggu!”


Seru Leonard kepada Djinn, sebelum mereka melanjutkan pertarungan mereka.


Namun yang ada di dalam pikiran Djinn hanya satu.


“Mil, lo satu-satunya yang bisa gue harapin untuk kalahin anak anjing satu ini! Makanya itu, semoga lo bisa dateng ke sini, sebelum gue kenapa-kenapa, Mil!”


Ia memikirkan satu-satunya pria yang ia yakini mampu mengalahkan Leonard.