Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 452. Always an Eternal Rival



Pertarungan di tengah Chaoseum yang hancur telah berakhir. Myllo menjadi satu-satunya Petualang yang tersisa


untuk mengalahkan Leonard, dengan pengorbanan rekan-rekannya sebelum ia tiba di arena pertarungan tersebut.


Setelah itu ia berteriak dan mengumumkan kemenangannya atas Leonard. Karena itu semua orang yang masih berada di Chaos Island mendengarnya.


“M-Myllo…!”


Seru Luvast, yang langsung berlari menuju Chaoseum.


“E-Eh! Tunggu dulu—”


“Y-Yaudahlah…! Mending kita… nyusul High Elf itu…!”


“I-Iya juga, sih—”


Balas Winona kepada Evri, setelah ia berhasil menyembuhkannya bersama Machinno dan Slasher.


“Eh! Si mahluk jelek itu ke mana?! Kok nggak ada?!”


Tanya Hakuya kepada Evri dan Winona.


“Lah! Dia kok tiba-tiba ada di kepala High Elf itu?!”


“Y-Yaudah deh…! Kita langsung nyusul mereka aja…!”


Mereka pun bersama-sama pergi menyusul Luvast dan Machinno, ketika mendapati Machinno yang berada di atas


kepala Luvast.


Sementara itu, di sisi lain Chaos Island.


“M-Myllo… berhasil kalahin… Leonard…?”


“B-Beneran…? Kok tiba-tiba dia bisa…?”


Tanya Sonda dan Molly, yang sama-sama terkejut ketika mendengar berita yang dikumandangkan oleh Myllo.


“W-Woy…! Kita nggak ada waktu lagi…! Mending kita… ke sana untuk bawa mereka berdua…!”


“O-Oh iya! Yaudah deh, kita bawa mereka!”


Balas Molly kepada Mahadia yang sudah bangun dan bangkit berdiri. Bersama-sama mereka berusaha mengangkat Gia dan Royce yang tidak sadarkan diri.


“Uhm…”


“Gue ada di mana…?”


Bisik Zorlyan dan Ollie yang terbangun, sambil mendapati adanya Garry yang sedang menyembuhkan mereka dan


para Petualang lainnya, termasuk Dalbert, Tetsuo, serta Ryūhime.


“L-Lo itu… Garry, kan?”


“Muehehehe! Seneng pisan euy bisa diinget teteh geulis—”


“Woy…! K-Kemana Leonard…?!”


“Aing teh nggak tau, euy! Tadi teh Myllo hajar eta sianying, sampe keluar Chaoseum!”


Jawab Garry kepada Zorlyan dan Ollie.


“A-Artinya…”


“Ya! Myllo teh berhasil kalahkeun Leonard!”


““…””


Zorlyan dan Ollie terdiam saja ketika mendengar jawaban Garry.


“Yaudah deh. Seenggaknya udah selesai.”


“Lagian kalo dia (Myllo) yang kalahin Leonard, gue juga nggak kaget dengernya.”


Sahut Zorlyan dan Ollie, tanpa meragukan berita yang disampaikan oleh Garry.


Sementara itu, di pelabuhan yang berada di beberapa tepi Chaos Island.


“Kepala Unit, semuanya sudah selesai. Para mantan bangsawan dan anggota Black Guild telah kami tangkap.


“Baiklah. Sepertinya kondisi di Trisoil Island juga sudah membaik. Untung saja kita datang ketika kekacauan di


pulau ini sudah menyentuh konklusinya.”


Druettus datang bersama Control Unit. Kedatangannya berhasil menumpas semua tamu undangan yang tersisa


di Chaos Island, yang hendak melarikan diri dari pulau tersebut.


“Kepala Unit, sepertinya ada juga beberapa kepala negara di pulau ini. Ada pula beberapa kepala negara, yang mana negara yang mereka pimpin memiliki hubungan dengan Centra Geoterra. Apa yang harus kita lakukan terhadap mereka?”


“Untuk saat ini, kita hanya perlu menangkap saja kepala negara yang menentang Centra Geoterra. Tetapi bagi kepala negara yang memiliki hubungan dengan Centra Geoterra, alangkah baiknya jika dibunuh saja, sebelum unit lainnya merancang skenario kehancuran negara mereka.”


Jelas Druettus kepada salah seorang anggotanya.


“Kalian semua, pergi dan amati pulau ini! Sementara saya hendak menuju pusat pulau ini!”


““Baik, Kepala Unit!””


Jawab beberapa anggota Control Unit kepada Druettus, sebelum mereka sama-sama pergi menggunakan Griffin mereka masing-masing.


Tetapi ada satu orang saja yang tidak langsung melaksanakan perintahnya.


“Ada apa, Vinntez?”


Tanya Druettus kepada seorang anggota yang bernama Vinntez.


“B-Bagaimana dengan Velka, Kepala Unit? Apakah kita tidak—”


“Apakah anda juga mau saya penjarakan juga seperti saya memenjarakannya?!”


“T-Tidak, Kepala Unit!”


“Maka pergilah sekarang juga!”


Perintah Druettus kepada Vinntez, yang langsung terbang dengan Grifinn yang ia tunggangi dengan tergesa-gesa.


……………


Sementara itu, di wilayah paling utara di Chaos Island.


“*Chrang…”


“*Shrush…”


Seseorang berhasil menghancurkan Jiwa Leonard, yang terhempas sangat jauh dari Chaoseum karena Myllo.


“S-S-Siapa lo… sebenernya…?!”


“Nama saya adalah Cassidian Arnault, Striker dari—”


“Nggak…! Gue kenal Cassidian Arnault yang asli…! Karena Cassidian Arnault yang asli… nggak kayak gitu ngomongnya…!”


Bisik Leonard kepada Cassidian, setelah Jiwa-nya hancur.


Hingga akhirnya, seseorang datang di belakang Cassidian.


“Shen Yin. Sepertinya kau tidak perlu menyembunyikan identitasmu lagi. Lagipula, Cassidian Arnault yang asli berhasil kita kembalikan kepada Rosalba Guild.”


Kata seorang wanita, yang tiba di belakang Shen Yin, yang merupakan identitas asli dari Cassidian Arnault palsu di Chaoseum.


Sementara itu Leonard mengenali dengan jelas siapa wanita yang baru saja tiba itu.


“Maleviel…! B-Berani-beraninya lo dateng ke sini…!”


“Fufu…! Lihatlah penampilanmu saat ini, Penakluk! Tidakkah kau malu dengan dirimu yang lemah dengan tidak ada


Jiwa—”


“S-Seenggaknya… gue nggak tinggalin ibu gue sendiri…! Nggak kayak lo… yang tinggalin… Zophiel… ibu


lo…!”


“…”


Maleviel hanya menatap Leonard dengan tajam. Shen Yin mengetahui apa yang akan Maleviel lakukan. Oleh karena itu ia berusaha untuk menghentikannya.


“*Tap…”


“Jangan sampai anda mengeluarkan aura anda, Maleviel. Kita tidak perlu menarik perhatian di pulau ini.”


“…”


“Lagipula sepertinya sudah ada banyak anggota Control Unit di tempat ini.”


Bisik Shen Yin untuk meyakinkan Maleviel.


“Fufufu. Kau ada benarnya, Shen Yin. Jika tidak ada dirimu yang harus kujemput kembali, mungkin pulau ini sudah


hancur. Karena jika hal tersebut terjadi, aku hanya akan menarik perhatian buruk kepada Guildmaster kita.”


Balas Zophiel yang berusaha untuk menenangkan dirinya.


Tidak lama kemudian, seorang wanita datang menghampiri mereka semua. Ia datang untuk berbicara dengan Leonard yang sudah kritis.


“Oi. Kalian berdua tuh anggota Serpentis, kan?”


““…””


“Bisa tinggalin gue, nggak? Gue mau bicara sama Leonard.”


“H-Hah…? Lo itu kan—”


“Baiklah, Sylvia Starfell. Kami akan pergi meninggalkan pulau ini.”


“*Vwrungg…”


Maleviel dan Shen Yin hendak pergi dari Chaos Island, dengan menggunakan portal. Sedangkan Leonard terkejut


dengan kedatangan wanita yang pernah menjadi rival abadinya.


Tetapi sebelum memasuki portal tersebut, Maleviel menanyakan sesuatu kepada Sylvia.


“Sylvia Starfell, apakah ada yang perlu kusampaikan kepada Klavak?”


“Hmm… Oh ya! Kabarin aja kalo—Eh! Sialan lo! Kan Klavak nggak boleh tau tentang keberadaan gue yang masih hidup! Lo mau godain gue, ya?!”


“Fufufu… apakah aku terlihat seperti menggodamu—”


Tanya Sylvia kepada Maleviel.


“Apa maksudmu, Sylvia Starfell?”


“Emang gue ini kakak asuhnya Myllo. Tapi mau gimanapun juga, lo itu juga kakak tiri kandung dari adek gue, kan? Emangnya lo nggak mau temuin dia dulu?”


“…”


Seketika Maleviel teringat akan pertemuan pertamanya dengan Myllo, adik tirinya, ketika mereka menghadapi


Children of Purgatory di Gazomatron Federation.


“Hmm. Memang kau ada benarnya. Tetapi sepertinya aku memiliki alasan yang sama denganmu, Sylvia Starfell.”


“Hm? Apa maksud lo?”


“Belum waktunya dirinya bertemu dengan kita. Bukankah begitu?”


““*Vwrung…””


Maleviel pun pergi dari Chaos Island bersama Shen Yin. Kini hanya tersisa Leonard dan Sylvia saja.


“…”


Di hadapan mereka berdua, terdapat kuburan dari mantan anggota Leo Party.


Namun tidak ada isi dari kuburan tersebut. Itu semua kuburan-kuburan itu tidak lebih dari sekedar simbol


kerinduan Leonard akan mantan anggotanya di Leo Party.


Namun berbeda dengan satu kuburan yang paling kiri, yang terisi dengan jasad seseorang.


“Ini kuburannya Tarruc, kan?”


“Y-Ya…”


Balas Leonard kepada Sylvia.


“…”


Sylvia pun menghampiri kuburan Tarruc.


“Andai gue bisa bantu lo sebagai sesama Kapten, mungkin gue udah bantuin lo, Tar. Tapi kalo gue bantuin


lo karena kasian sama lo, pasti lo nggak mau, kan? Karena kalo gue buat begitu, gue sama aja nggak peduliin harga diri lo sebagai Kapten.”


Bisik Sylvia di hadapan kuburan Tarruc.


“…”


Sylvia kemudian menghampiriLeonard. Melihat kedatangan mantan Pahlawan tersebut, Leonard khawatir jika


Sylvia akan membunuhnya, demi membalaskan dendam akan kematian Tarruc, mantan anggotanya.


Tetapi kenyataan justru tidak sesuai dengan ekspektasinya.


“*Ngunggg…”


“!!!”


Leonard justru terkejut karena Sylvia yang menyembuhkan luka dari pertarungan dengan Myllo, serta luka tusukan


yang ia terima dari Shen Yin.


“Oh ya, Leonard! Nih minuman untuk lo! Namanya Bir Xia! Enak loh ini! Apalagi ini buatan asli dari desa


anggotanya adek gue! Hihihi!”


“…”


Leonard hanya terdiam. Ia tidak percaya dengan Sylvia yang dengan bersahabat menawarkan minuman beralkohol dari desa asal Gia.


““*Gluk, gluk, gluk…””


““Puaahhh…””


Mereka pun minum bersama, sambil bercengkerama bersama.


“Sylv, lo nggak marah sama gue? Gue udah—”


“Pastinya gue marah! Karena Tarruc juga sahabat gue!”


“Kalo gitu—”


“Tapi gue nggak marah karena lo bunuh Tarruc. Mungkin Tarruc mantan anggota gue. Tapi dia lawan lo sebagai


Kapten Taurus, bukan anggota Aquilla. Lagian, Aquilla sekarang udah ada di tangan adek gue, kan? Hehe!”


Jawab Sylvia, dengan ditutup tawa.


“Sylv…”


“Hm?”


“Apa gue… selama ini salah…? Gue ngelakuin ini… demi lo—”


“Jangan bilang demi gue, Leon! Lo ngelakuin ini semua demi Dox, yang ngajarin ((Star Magic)) ke lo, kan?!”


“…”


Leonard terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan Sylvia.


“Gue yakin, kalo lo juga mau bales dendam karena kematian anggota lo. Lo sebut nama gue supaya Myllo mau


ikut lo, kan? Ya mungkin aja sih lo juga ngelakuin ini semua untuk gue. Tapi gue yakin, yang ada di pikiran lo itu cuma Dox, guru lo.”


“Ya. Gue ngelakuin ini semua… karena kalian. Makanya gue mau bales dendam… ke Centra Geoterra.”


Balas Leonard kepada Sylvia.


“Tapi lo nggak perlu khawatir, Leon.”


“Ng-Nggak perlu khawatir…?”


“Mungkin rencana lo gagal. Tapi insting gue bilang, kalo sebentar lagi Centra Geoterra bakal hancur, kalo mereka berani macem-macem sama Aquilla, yang dipimpin adek gue.”


Jelas Sylvia kepada Leonard.


Karena mendengar jawabannya…


“…”


…Leonard hanya tersenyum.


“Justru gue khawatir sama lo, Leonard. Sekarang Jiwa lo udah hancur—”


“Nggak apa-apa.”


“Ng-Nggak apa-apa…?”


“Jiwa gue ini… Jiwa Malaikat… yang gue punya sebelum lahir jadi Leonard. Seenggaknya… kalo gue mati… gue mati sebagai Leonard Si Manusia… tanpa ada pengaruh Caldriel… Si Malaikat yang hidup dari sebelum Hari Penghakiman…!”


Jawab Leonard kepada Sylvia yang mengkhawatirkannya.


“…”


Sylvia hanya membalas perkataan Leonard dengan senyuman.


Namun cengkerama mereka tidak berlangsung dengan lama.


“…”


Seketika Sylvia merasakan kedatangan beberapa orang yang akan hadir di antara dirinya dan Leonard.


Melihat ekspresi rival abadinya itu, Leonard memahami kondisinya.


“Pergi aja, Sylv.”


“Emang harusnya gue pergi! Tapi lo gimana, Le—”


“Jangan khawatirin gue…! Gue… nggak akan kenapa-kenapa… karena gue pasti dieksekusi…! Tapi nasib gue beda sama lo… yang masih harus sembunyi… dari dunia… sebagai salah satu… orang paling dicari… di dunia…!”


“Yaudah. Gue pergi dulu, Leon.”


“Ya…! Makasih banyak… untuk Bir Xia ini…! Salam… buat Dox… guru gue… Sylv…!”


“…”


Sylvia kembali membalas Leonard dengan senyuman, sementara Leonard berusaha menahan air matanya.


“Apapun yang lo lakuin, Leon…”


“*Tap…”


“…gue nggak akan pernah ngelupain lo! Karena kita itu pasti selalu jadi rival abadi! Ya, kan?!”


“Ya…! Gue setuju…!”


Balas Leonard kepada Sylvia, sambil berjabat tangan dengannya.


“*Vwumm…”


Sylvia pun merubah dirinya menjadi api, yang kemudian terurai di udara. Dengan begitu, ia telah melarikan


diri dari Chaos Island.


Setelah kepergian Sylvia, salah seorang anggota Control Unit datang.


“Kepala Unit. Saya menemukan Leonard Rochdale, Sang Penakluk!”


“Baiklah! Tangkap dirinya! Pastikan ia tidak bisa menggunakan Mana sekecil apapun!”


“Baik, Kepala Unit!”


Balas anggota Control Unit tersebut, sambil menangkap Leonard dan memasangkan Mana-Restrictions


kepadanya.


Sementara Leonard yang tertangkap hanya bisa berpikir…


“Selamat tinggal, Sylv. Selamat tinggal, Dox. Gue pergi duluan untuk ketemu keluarga gue, juga sahabat-sahabat


gue di Leo Party.”