
Kembali ke pertempuran antara
Para Petualang dan Monster melawan pasukan yang dipimpin oleh Siegfried.
“Kita semua harus jaga Garry!”
““Ya!””
“…”
Garry sedang bersemedi untuk
mempersiapkan sihirnya melawan pasukan Siegfried.
Karena ia bersemedi di tempat
terbuka, maka beberapa Monster lainnya hendak menjaganya.
“Serang mereka!”
““Hraaagh!””
Beberapa pasukan hendak menyerang
Garry dan Monster yang menjaganya.
“*Crocodile Kick!”
“*Dhuk! (suara tendangan)”
“Urgh!”
Seorang Goblin yang menjaganya
menendang salah satu pasukan hingga terpental jauh.
“Monster Punch!”
“*Bhuk! (suara pukulan)”
““Aaargh!””
Seorang Ogre memukul dengan
sangat keras, hingga beberapa pasukan terpukul karena tangan besarnya itu.
“Cih! Dasar pasukan lemah!”
Seru salah seorang Ksatria yang
maju untuk menyerang Monster-Monster itu.
“Jangan biarin Manusia itu
nyentuh Garry!”
““Ya!!!””
Monster-Monster itu maju untuk
menghadang Ksatria yang hendak menyerang Garry, namun…
“*Shrak! (suara tebasan pedang)”
““Aaargh…””
…hanya dengan sekali ayunan
pedang, Monster-Monster itu menerima luka yang berat.
“Duh! Kok nggak mau sembuh luka
ini?!”
“Hmph! Kalian pikir kalian bisa
regenerasi setelah terkena pedang sihir saya?!”
Sahut ksatria itu dengan angkuh.
Namun, alih-alih merasa kesal dan
takut, mereka justru tertawa.
““Ahahaha!””
“Hey, Monster! Saya baru saja
melukai kalian! Mengapa kalian malah tertawa seperti itu?!”
Tanya ksatria itu dengan heran.
“Ah, luka gini doang!”
“Liat nih! Sembuh, kan?!”
“!!!”
Ksatria itu terkejut dan merasa
heran.
“Seharusnya mereka tidak bisa selamat dari serangan saya! Serangan
saya, Painful Sword, seharusnya membuat mereka tidak bisa regenerasi! Kecuali…”
Sambil berpikir, ia menengok ke
arah Garry dan telat menyadari bahwa ia adalah pria dibalik kesembuhan
Monster-Monster itu.
“Sial! Ternyata ia adalah Healer! Saya harus membunuh—”
“Hey, anda mau ke mana,
Manusia?!”
“*Bhuk! Dhuk! Bhuk! Dhuk! (suara
banyak pukulan dan tendangan)”
“Aaargh!”
Ksatria itu langsung diserang
secara habis-habisan oleh Monster-Monster itu.
Tidak hanya Monster-Monster itu
saja yang Garry sembuhkan.
“Eh?! Kok aku nggak ngerasa capek
sama sekali?!”
“Uwooooh! Keren! Luka-luka gue
ilang!”
“Gila! Padahal gue luka-luka!
Sekarang gue ngerasa sehat-sehat aja?!”
“Siapa yang pake sihir ini?!
Nggak mungkin anggota gue yang pake sihir penyembuh ini!”
Gia, Myllo, serta semua yang berada di pihak
Monster pun dipulihkan oleh sihirnya.
Luka disembuhkan, serta stamina yang kembali terisi,
mereka semua kembali dalam keadaan prima.
“Garry…”
Bisik Kepala Suku, yang mengkhawatirkan Garry
dari jauh, sambil menghadapi beberapa pasukan.
“Dia ketua dari Monster-Monster
ini! Serang di—”
“Sleepy Flower: Arnoldii!”
“*Fwuuuushh… (suara semburan
bunga)”
““Ah…””
Dengan sihirnya, Kepala Suku menumbuhkan
sebuah bunga bangkai raksasa dan membuat beberapa pasukan yang ada di hadapanya
tertidur karena bunga itu.
Melihat kejadian ini, Bismont
merasa tertekan karena harus melihat semua pasukannya terbunuh sia-sia.
Ia pun hendak turun ke medan
perang, akan tetapi…
“*Tap! (suara menepuk pundak)”
“Apa yang akan anda lakukan,
Louisson?”
…ia ditahan oleh Sebastian.
“Sebastian…gue nggak bisa liat
pasukan gue dibunuh begitu a—”
“Belum giliran anda.”
“Tapi—”
“Mereka hanya pasukan yang bisa digantikan kapanpun kita mau! Janganlah berhati lembek seperti—”
“*Bhuk! (suara pukulan)”
“Urgh…”
Bismont langsung memukul
Sebastian karena merasa kesal dengan apa yang ia katakan.
“Jaga mulut lo baik-baik,
Sebastian! Kesabaran gue ada batesnya! Lo nggak berhak untuk hina pasukan gu—”
“Apakah anda mau mereka mati, Louisson?!”
“!!!”
Bismont pun teringat kembali akan
ancaman yang Sebastian.
“Dengar baik-baik, Louisson. Saya
berikan anda kesempatan sekali lagi untuk membuktikan kesetiaan anda dengan
tugas ini.”
“…”
“Jangan berani-beraninya anda
berbuat seperti itu lagi kepada saya. Terlebih lagi, anda lagi-lagi memotong
omongan saya, Louisson.”
Bisik Sebastian di depan wajah
Bismont.
Ketika ia sedang mengancam
Bismont, Sebastian menerima sebuah laporan yang ia tunggu.
“Lapor, Yang Mulia!”
“Laporan apa?! Jelaskan kepada
saya!”
“Jumlah kita semakin berkurang! Mereka terlihat mustahil dikalahkan!”
Lapor salah seorang Pasukan Terbang lewat
telepati, sambil menghindari serangan dari Padomus.
“Jika hanya itu saja laporan kalian, saya pun juga tahu! Dasar tumbal
perang!”
Pikir Sebastian setelah mendengar
laporan itu.
“Ada lagi yang hendak anda
laporkan?!”
“Kami menemukannya, Yang Mulia!”
“Hm…”
Mendengar laporan itu, Sebastian
menyeringai dengan sinis.
“Louisson, saya pergi dulu.”
“Lo mau ke mana?”
“Perhatikan saja, karena anda
adalah orang yang harus mengawasi saya dari ancaman-ancaman besar!”
Seru Sebastian, sambil turun dari
kudanya.
Setelah itu, ia mengeluarkan
sayap yang cukup besar, serta tanduk seorang Dragonewt.
“*Fwush! (suara terbang cepat)”
Ia pun terbang dengan cepat ke
tengah medan pertempuran.
“Blazing Wings!”
“*Vwummm… (suara kobaran api)”
““Aaargh…””
Ketika terbang, ia merapal sihir
yang mengeluarkan api dari kedua sayapnya, hingga membakar beberapa bagian
hutan.
Sambil ia terbang, ia melihat
target yang ia buru.
“Ja…Jagain—”
“*Vwumm… (suara kobaran api)”
““Uarrgh!””
Ia membakar beberapa Monster,
lalu…
“*Hap! (suara tangkapan)”
“Akh!”
…ia mencekik Garry, lalu membawanya pergi dari medan pertempuran.
Beberapa Monster hanya bisa
menyaksikan Garry yang dibawa begitu saja oleh Sebastian.
Namun, ada juga beberapa orang
yang menyadari hal itu ketika sedang bertarung.
Mereka pun hendak menyelesaikan
pertarungan mereka untuk mengejar Garry.
……………
“*Brak! (suara menghantam pohon)”
“Argh!”
Garry dilempar begitu saja oleh
Sebastian di lokasi hutan yang cukup sepi.
“Sianying! *Sia*teh seenak
jidat kitu lempar aing, anying!”
Seru Garry, dengan darah yang
mengucur dari mulutnya.
“Hmph! Tidak saya sangka, bahwa
orang yang saya cari adalah Manusia Hina seperti anda!”
“Hah?! Ngapain sia teh nyari-nyari aing, an—”
“Ho…ini kah pria yang harus saya
selesaikan?! Tidak saya sangka ternyata yang beliau inginkan hanyalah sampah!”
“…”
Garry hanya diam saja karena
merasa kesal dengan Sebastian.
“Katakan kepada saya, Manusia
Monster.”
“Hah?! Manusia Mons—”
“Dari mana anda belajar sihir
seperti itu?”
Tanya Sebastian kepada Garry.
Namun, Garry kembali terdiam. Ia
merasa ada sesuatu yang harus ia sembunyikan.
“Shamanism, ya. Setahu saya…sihir
tersebut salah satu praktik sihir terlarang di dunia ini dan sangat kuno,
karena bermain-main dengan Roh yang tidak bisa masuk ke Sirkulasi Roh.”
“Cih! *Sia*teh nggak usah
sok tau—”
“Usia anda sepertinya masih
remaja. Tambah lagi, anda tinggal di Dungeon of Beasts, tempat tinggal Para
Monster, yang menjadi ajang Para Petualang untuk ditaklukan. Oh, kasihan sekali
nasib anda—”
“Sia teh kalo ngomong langsung ke inti wae, anying!”
Potong Garry ketika Sebastian
berbicara, yang membuat dirinya kesal.
“*Dhuk! (suara tendangan)”
“Urgh…”
“Dasar najis! Berani-beraninya
Manusia Hina seperti anda memotong omongan saya?!”
Tegas Sebastian setelah ia
menendang Garry.
“Baiklah! Anda ingin ke intinya,
bukan?! Maka saya akan ke intinya!”
“Uhok!”
Garry batuk berdarah karena tendangan dari Sebastian.
“Anda belajar sihir tersebut dari salah satu buronan****yang paling dicari di
Geoterra, benar?!”
“Hah…? Maksud sia teh…apa?”
“Hmm…sepertinya anda tidak tahu
fakta bahwa Apostle dari Demon God, Wilfred Whitterose, adalah salah satu buronan yang paling dicari di
Geoterra!”
“!!!”
Garry begitu terkejut dengan
fakta yang keluar dari mulut Wilfred.
Fakta bahwa orang yang berada di
hadapannya mengetahui tentang Wilfred Whitterose, guru yang sangat ia kagumi
dan hormati.
Dan juga fakta bahwa orang
tersebut adalah buronan besar di dunia ini.
“Ke…Kenapa sia tau tentang Kang Wilfred—Tunggu, tunggu, tunggu! Apa maksud sia kalo Kang Wilfred itu buronan?!”
“Tentu saja buronan. Ia adalah orang****kepercayaan dari sumber masalah
di dunia ini, yakni Demon God!”
Balas Sebastian kepada Garry.
“Jadi…”
“*Krrrk… (suara mencekik)”
“…di manakah pria itu
bersembunyi, Murid Apostle?”
Tanya Sebastian sambil mencekik
Garry.
“Ma…Mana aing tau, anying!
Dia teh pergi…waktu aing masih ke…kecil! La…Lagian…mana mungkin…aing ngejual…orang kesayangan X?!”
Balas Garry, sambil tercekik.
Merasa Garry menjawab dengan
jujur, Sebastian pun melemparnya ke pohon.
“*Brak! (suara menghantam pohon)”
“Uhuk, uhuk, uhuk!”
“Sial! Ternyata sudah lama ia
pergi, ya?!”
Kata Sebastian dengan kesal.
“Takut…aing teh *takut!
Kang Wilfred! Kepala Suku! Myllo! Aing takut…!”*
Pikir Garry dengan tangan gemetar
dan menahan tangisan.
“Hmm…sepertinya Monster-Monster
pasti mengetahui tentang Apostle itu. Namun, apakah Para Petualang yang
menolong anda mengetahui tentang itu?”
“!!!”
Tanya Sebastian, sambil menengok
ke arah Lupherius dan Myllo, yang datang dan mendengar fakta yang dikeluarkan
olehnya.
“Lupherius Nighteeth dan Myllo
Olfret, dua Petualang yang memiliki sejarah panjang dengan Iblis. Bagaimana
jika kalian mengetahui pria ini memiliki kaitan dengan Demon God?”
Tanya Sebastian kepada Lupherius
dan Myllo.
Melihat mereka mengetahui tentang
Wilfred, Garry merasa hubungannya dengan mereka berdua akan hancur begitu saja.
“Dasar anying*! Karena orang*
ini, pertemanan aing sama Myllo teh langsung kandas, kitu*!”*
Pikir Garry.
Namun, keadaan justru berbeda
dari yang ia pikir.
“Myllo, lo tau kan harus apa?”
“Hmph! Akhirnya lo bener nyebut
nama gue!”
“Gue cuma hargain orang-orang
yang kuat aja, karena nama itu salah
satu simbol harga diri seseorang.”
Balas Lupherius kepada Myllo.
“Zegin.”
“*Fwush… (suara hembusan angin)”
“*Chranggg… (suara cakar keluar)”
Myllo dan Lupherius mempersiapkan
diri mereka untuk menyerang.
“Hmph. Sepertinya anda akan mati
di si—”
“*Chraaw! (suara ayunan cakar)”
Sebastian berpikir bahwa mereka
berdua akan menyerang Garry.
Namun Lupherius justru
menyerangnya, walaupun ia berhasil menghindarinya.
“Keterlaluan! Mengapa anda—”
“*Tuk! (suara pukulan tongkat)”
“Urgh!”
Myllo tidak tinggal diam.
Ia langsung memukul Sebastian
yang lengah.
“Ku…Kurang ajar! Mengapa kalian
berdua menyerang saya! Orang ini adalah sisa-sisa dari—”
“Gue punya temen Klan Mistyx, brengsek!”
“!!!”
“Tambah lagi, perlakuan Monster-Monster
ini lebih baik daripada kalian, Manusia!”
Tegas Myllo kepada Sebastian.
“Garry! Lo temen gue! Siapapun lo
atau orang yang lo hormatin, gue yakin kalian itu orang yang baik! Inget itu,
Garry!”
“My…Myllo…hiks! Nuhun, Myllo!”
Balas Garry yang menangis kepada
Myllo.
Dengan angka yang unggul, Myllo
dan Lupherius hendak menyerang Sebastian.
Namun…
“*SWUSH! (suara bilah besar)”
““!!!””
…mereka tidak menyangka adanya
bantuan untuk Sebastian.
“Woy, Sebastian.”
“Bismont! Mengapa anda datang
sekarang?!”
“Biar gue yang lawan Bang Myllo.”
“Baiklah! Saya akan membunuh
Petualang Nomor Sembilan itu!”
Sahut Sebastian kepada Bismont.
“Bismont…”
“Ba…Bang Myllo…maafin gue, bang.”
Balas Bismont kepada Myllo,
sebelum mereka mulai bertarung.