Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 302. The Center Approaches



Djinn dan Dalbert berhasil mengalahkan Iblis yang dipanggil oleh Chico, yang juga merupakan seorang Summoner seperti Charlie, kakaknya.


Namun ketika mereka mengalahkan Iblis tersebut, mereka dikejutkan dengan adanya ledakan dahsyat yang tiba di wilayah lain yang berada di Dreaded Borderland.


Kali ini merupakan beberapa saat yang lalu, ketika Myllo dan rekan-rekannya hendak menuju Beckbuck Post dengan menunggangi Cacang, setelah mereka berhasil menyelesaikan pertarungan melawan anggota dari Klemens Kembar.


Di antara mereka semua, terdapat satu orang yang dibawa secara paksa oleh pemimpin Dreaded Band.


“*Bhuk!”


“…”


“Kalo gue inget-inget lagi, lo dulu gue kejar-kejar karena ngambil barang gue kan? Gimana rasanya pukulan gue,


Zerron?!”


Tanya Benjie dengan tegas setelah ia memukul Zerron dengan keras.


“Eh! Kok kalian main pukul-pukul—”


“Jangan ikut campur, Gia!”


Seru Myllo kepada Gia, yang mengkhawatirkan Zerron, yang sejatinya merupakan teman-teman dari Naomi, Bill, dan Benjie.


“Myllo! Tapi kan—”


“Itu urusan mereka berempat. Kita ini cuma sekutu sementara aja. Makanya itu, kita nggak berhak ikut campur urusan mereka!”


Jelas Myllo kepada Gia, yang mengkhawatirkan konflik internal pemimpin Dreaded Band.


“Tunggu, Benjie. Kita nggak boleh—”


“Diem lo, Bill!”


“…”


“Waktu tau dia berkhianat… gue udah nahan sabar! Sekarang waktunya gue lampiasin amarah gu—”


“Terus gue bisa apa, Benjie?!”


Potong Zerron kepada Benjie, yang sedang melampiaskan amarahnya.


“Hidup gue… terancam! Gue liat Chester yang mati dibunuh mereka berdua! Gue takut kalo gue jadi target


selanjutnya!”


“Seenggaknya lo bisa ceritain ke kita tentang i—”


“Mereka berdua selalu pantau kita, Benjie! Sekali ngelapor, nyawa gue pasti hilang!”


Jelas Zerron kepada Benjie dan rekan-rekannya.


“Zerron…”


“…”


“M-Maafin gue karena selama ini curiga sama lo. Dengan itu aja… gue udah ngelanggar kode etik kita, bukan…?”


Sahut Naomi kepada rekan-rekannya.


Karena dirinya, mereka semua mulai meminta maaf satu sama lain.


“Gue juga. Gue sebenernya… udah ngerasa masa bodo sama kalian semua. Artinya… gue juga ngelanggar kode etik kita.”


Sahut Bill.


“Gue juga benci sama Zerron. Itu juga ngelanggar kode etik dari Chester. Maafin gue, semuanya.”


Sahut Benjie.


““Chester…””


Karena Benjie menyebut nama Chester, mereka berempat mulai berduka atas kehilangannya Chester, yang merupakan salah satu bagian dari mereka semua.


“Woy, semuanya!”


““…””


“Kita udah mau sampe Beckbuck! Siap-siap, semuanya!”


Seru Myllo, sambil bersama-sama menyaksikan puluhan Sandworm yang hendak menghancurkan kaktus raksasa yang mengelilingi Beckbuck Post.


““Aaaaargh!””


“Kenapa tiba-tiba ada banyak Sandworm yang mau nyerang kota i—”


“*FWUZZZ…”


““Gryaaaar!””


““Aaaargh!””


Beberapa warga Beckbuck dikejutkan dengan adanya cacing raksasa yang datang dari bawah tanah Beckbuck.


“*Dor! Dor! Dor!”


“*Vwumm, wumm, wumm…”


““Gryaaar…””


Sementara Sheriff Malt berusaha membunuh semua Sandworm bersama dengan Fierly.


Sheriff Malt menembak para Sandworm dengan pistol besar miliknya. Sedangkan Fierly menembakan para


Sandworm dengan bola-bola api.


“Gryaar!”


“Myllo…”


“Apa, Machinno?!”


“Kata Cacang… Cacang takut untuk tiba di Kota Kaktus.”


Jelas Machinno yang menerjemahkan raungan Cacang.


“OK! Kita turun sini aja!”


““Ya!””


Bersama dengan rekan-rekannya, Myllo pun turun dari balik punggung Cacang.


“Cacang! Makasih banyak ya! Mending sekarang lo pergi aja dari sini! Biar kita yang urus mereka semua!”


“Gryar!”


“Kata Cacang… terima kasih banyak untuk bantuannya, Myllo.”


“Ahahaha!”


““…””


Sebagian besar dari rekan-rekan Myllo hanya menyaksikan interaksi antara Myllo, Machinno, dan Cacang.


“Mahluk kerdil itu…”


“Beneran terjemahin apa yang dibilang Sandworm cilik itu…?”


“Beneran diterjemahin atau bisa-bisanya dia aja sih?!”


Pikir beberapa di antara mereka, sebelum pergi menuju Beckbuck Post.


““Aaaargh!””


“*Fwuzzz…”


““Gryaaaar!””


Dari jarak yang tidak begitu jauh, mereka mendengar apapun yang sedang terjadi di Beckbuck Post. Mulai dari teriakan para warga, suara pasir, hingga raungan beberapa Sandworm.


“Waduh! Udah segawat itu ya kondisinya?!”


Bisik Myllo yang mengkhawatirkan Beckbuck Post.


Oleh karena itu, ia pun memulai rencananya.


“Semuanya! Kalian susul gue ya?!”


“Susul kamu?! Maksud kamu apa, My—”


“*Fwush…”


“Gue langsung ke sana sekarang juga!”


“*FWUSH!!!”


“M-Myllo!!!”


Teriak Gia, setelah Myllo langsung menggunakan kekuatan Zegin untuk terbang dengan cepat menuju Beckbuck Post.


((Zegin Blow))


“*Fwush! Fwush! Fwush!”


““Gryaaar!””


Dengan kekuatan Zegin, Myllo menghempaskan angin dari atas udara dengan tongkatnya, hingga beberapa Sandworm terpukul mundur.


“I-Itu bukannya…”


“Petualang yang diundang Chuck Kelvins?!”


“Untung aja dia datang untuk bantu kita!”


Sahut beberapa warga, yang menyaksikan kedatangan Myllo.


“Gryaaa—”


((Iron Crusher))


“*Prang!”


“Gryaar!”


Gia, yang datang menyusul Myllo, langsung menggunakan World Quaker miliknya.


((Spirit Call))


“*Ngunggg…”


“Eh?! Kok kita tiba-tiba sembuh?!”


“I-Iya, ya! Padahal tadi luka gue cukup gede!”


Sahut beberapa warga yang sebelumnya terluka, setelah Garry datang dan menyembuhkan mereka semua.


““Gryaaar!””


“*Bwung, bwung, bwung…”


Machinno juga menggunakan sihirnya untuk mencegah serangan beberapa Sandworm.


Karena aksi dari Aquilla, para warga Beckbuck pun merasa senang.


“Horeee! Akhirnya dateng juga Petualang ini!”


“Kirain kita bener-bener dilupain warga dunia! Ternyata masih ada juga Petualang yang dateng di saat kita semua lagi susah!”


Namun tidak semua disambut baik oleh mereka.


“*BRUK!!!”


“*Cplash! Cplash! Cplash!”


““*Shrak, shrak, shrak…””


Keempat pemimpin Dreaded Band datang membantu Beckbuck Post.


Namun reaksi warga tidak lain adalah…


“Eh?! Bukannya mereka pimpinan


bandit-bandit di luar Beckbuck?!”


“Idih! Kenapa mereka berani-beraninya ke sini?!”


“L-Lari aja yuk!”


…rasa takut dan jijik akan mereka.


“Gryaaar!”


“Myllo.”


“Apa, Machinno?!”


“Kata Cucung… mereka terpaksa serang Kota Kaktus karena takut dengan Kembar.”


Jelas Machinno, setelah ia menerjemahkan salah satu Sandworm.


“Machinno! Bilang ke mereka!”


“…”


“Kalo mereka masih mau nyerang kota ini…”


“…”


“…gue bakal hajar mereka tanpa rasa ampun!”


““!!!””


Tanpa diberitahukan oleh Machinno, seluruh Sandworm menjadi takut akan Myllo. Oleh karena itu, serangan


mereka terhadap Beckbuck Post pun berhenti.


““Gryaaar!””


Bersama-sama, semua Sandworm pun pergi meninggalkan Beckbuck Post.


“M-Mereka pergi!”


“Artinya…”


“Kita selamat!”


““Horeee!””


“Puji Dewa dan Dewi di atas sana!”


Sahut beberapa warga Beckbuck, setelah mereka menyaksikan kepergian para Sandworm.


Akan tetapi, masih ada beberapa warga yang merasa takut.


“Woy! Kita nggak ada niatan jahat untuk—”


“P-Pergi dari sini!”


“J-Jangan bunuh kita semua!”


Mereka merasa bahwa Dreaded Band di Beckbuck Post adalah sesuatu yang berbahaya. Oleh karena itu mereka berjaga-jaga dari empat pimpinan kelompok bandit tersebut.


“…”


Myllo menyaksikan cacian warga terhadap para pemimpin Dreaded Band.


Karena menganggap mereka semua sebagai temannya, Myllo pun berusaha membantu mereka.


“Semuanya! Tunggu sini ya! Sekalian tolong liatin semua Sandworm itu!”


“M-Myllo! Sia teh—”


“Tenang aja! Semoga semuanya baik-baik aja! Hehe!”


““…””


Gia, Garry, dan Machinno hanya menatap Myllo yang pergi meninggalkan mereka, dengan berdiri membelakangi semua Sandworm yang menyerang Beckbuck, yang menundukkan kepala mereka.


“…”


Sementara itu, Sheriff Malt menyaksikan keributan di dalam kota. Hingga akhirnya ia menyaksikan adanya para pemimpin Dreaded Band.


“*Dor!”


Ia pun menembak salah satu dari antara mereka berempat.


Akan tetapi…


{Hansha}


“*Tung!”


…Myllo membelokkan peluru dari tembakan Sheriff Malt ke atas udara, dengan teknik tongkatnya.


“Eh?! Itu kan Petualang yang hajar Sandworm tadi!”


“Kenapa dia cegah tembakan Pak Sheriff?!”


Sahut beberapa warga yang heran dengan aksi Myllo.


“Myllo Olfret, ya? Apa maksud lo tadi? Lo mau jagain mereka semua? Mereka itu kriminal yang paling bahaya, setelah Bandit Legendaris, loh.”


Sahut Sheriff Malt yang mempertanyakan aksi Myllo.


Oleh karena itu…


“Bener banget!”


“Lo itu kerja sama bareng bandit-bandit itu ya?!”


“Kalo sampe beneran, apa bedanya Petualang sama bandit?!”


“…”


Myllo menerima cemoohan dari para warga.


“DIEM SEMUANYAAA!!!”


““!!!””


Semua terkejut dengan teriakan Myllo. Kemudian mereka semua terdiam karenanya.


“Woy, Pak Topi Bundar! Coba jawab jujur!”


“…”


“Lo itu… orang kiriman Centra Geoterra, ya?”


““!!!””


Semua warga yang mendengar pertanyaan Myllo kembali terkejut. Namun Sheriff Malt berusaha untuk tetap tenang.


“Apa bukti yang lo punya?”


“Nih!”


“!!!”


Sheriff Malt terkejut ketika Myllo menunjukkan racun yang ia gunakan untuk membunuh Bapa Stephanus


secara perlahan-lahan.


“Awalnya gue curiga sama minuman yang ada di dalem tempat lo! Mungkin karena gue ini peminum, gue jadi tau apa bedanya bau alkohol sama bau racun!


Terus Pastor yang ada di dalem kapel itu juga cerita khusus ke gue tentang cerita dia sebagai Petualang! Sampe akhirnya gue tau lo itu orang kiriman Centra Geoterra, gue jadi yakin tentang racun ini lo buat untuk siapa!”


““!!!””


Lagi, warga Beckbuck terkejut dengan apa yang Myllo ucapkan. Bahkan Sheriff Malt juga sama terkejut dengannya.


Namun, bukan itulah puncak kejutan bagi mereka.


“*TUUUUUUTTT!!! TUUUUUUTTTT!!!”


“S-Suara apa tuh?!”


“Kok kayak ada suara yang kenceng banget, dari belakang Beckbuck?!”


Beberapa warga Beckbuck tidak mengenali suara tersebut, yang menderu dengan sangat lantang.


Namun Myllo dan rekan-rekannya mengetahui suara tersebut.


“Itu bukannya…”


“Suara kapal?!”


“Tapi suaranya teh kenceng pisan!”


Sahut Gia, Myllo dan Garry.


Ketika mendengar suara tersebut…


“Hmph!”


…Sheriff Malt tersenyum lega.


“Woy, Pak Topi Bundar! Lo tau suara kapal i—”


““**Chaaaaak!”*”


““!!!””


Myllo dan semua warga yang berada di Beckbuck begitu terkejut ketika mendengar adanya suara elang yang berada dari atas langit.


Akan tetapi, alih-alih seekor elang, mereka semua dikejutkan dengan adanya beberapa Griffin yang datang dan mendarat di kota tersebut.


“Myllo Olfret.”


“…”


“Kalo pun lo tau gue ini orang kiriman dari Centra Geoterra, emangnya lo bisa apa, selain diem doang?”


Cemooh Sheriff Malt, sambil meninggalkan Myllo dan warga lainnya untuk menyambut tamu-tamu yang datang menemuinya.


“Selamat datang, Tuan Dustream.”


“Tuan Malt, kah? Apakah kita semua bisa memulai pemurnian pulau hina ini?”


“Ya. Semua sudah siap, Tuan Dustream.”


Balas Sheriff Malt kepada Druettus Dustream, Kepala dari Control Unit.