Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 71. Soul Devourer



Di tempat lain, saat Bedrock


sedang menginvestigasi wilayah Utara Marklett dengan grupnya.


“Aneh, kok tiba-tiba Tyler nggak


ada suara ya?”


“Bo...Bos, jangan-jangan—”


“Tenang. Mereka nggak akan


kenapa-kenapa. Gue yakin mereka aman dipimpin Dragonewt kayak Erkstern.”


Kata Bedrock membalas Shawn yang


juga memegang Orb Call khusus darinya, sambil mereka bersembunyi dari Gia dan


Zorlyan.


“Ada apa Bedrock?”


“Nggak. Nggak ada apa-apa.”


““...””


Zorlyan dan Gia merasa ada yang


aneh dari Bedrock dan Shawn. Mereka merasa dirinya menutup-nutupi sesuatu.


Mereka pun melanjutkan


investigasinya.


Sambil melanjutkan investigasi,


Bedrock berpikir...


“Ada Dragonewt? Ada Sniper?


Maksudnya apa—”


“...”


Sambil berpikir, Bedrock


merasakan bahaya yang akan datang.


Namun…


“Bedrock, ada apa?”


“Nggak ada apa-apa, cuma perasaan


aja.”


…Bedrock tidak mempermasalahkan


apa yang ia rasakan. Oleh karena itu ia Zorlyan berkata seperti itu kepadanya.


Melihat respon dari Bedrock,


Zorlyan semakin merasa curiga terhadap Bedrock. Ia pun dengan terpaksa


melakukan gertakan kepadanya.


“Bedrock.”


“Apa?”


“Lo keliatannya nyembunyiin


sesuatu.”


“Nutup-nutupin sesuatu?


Maksudnya?”


“Coba jelasin apa yang lo obrolin


lewat Orb Call itu!”


“Apa gunanya lo tau obrolan gu—”


“...”


Zorlyan tiba-tiba memetik duri yang


ia miliki sebagai senjata dan mengarahkan duri tersebut ke arah leher Bedrock.


“Lo ngancem gue?!”


“Bukan gue yang ngancem! Cara lo


diem-dieman kayak gitu juga bisa jadi ancaman buat kita semua!”


Melihat perdebatan antar Bedrock


dan Zorlyan, Gia memanfaatkan waktu untuk menanyakan beberapa hal kepada Shawn.


“Shawn, tadi kalian bahas apa aja


sih?”


“...”


Dari cara Shawn menatap Bedrock,


ia pun takut untuk angkat bicara.


Namun Gia menyadari akan hal


tersebut. Kemudian ia pun menggoda Shawn dengan mendekatkan tubuhnya ke Shawn.


“Ahhh, Shawn... Masa kamu mau


tutupin sesuatu sih sama aku...”


“E...Eeeehhh...”


“Jangan tertutup gitu ah, sayang.


Kalo kamu tertutup, apa mungkin aku harus buka pakaian—”


“He...Hentikan!”


“Hentikan? Nggak usah malu-malu,


sayang—”


“Cu…Cu…Cukup! Jangan goda saya


lagi!”


“Hihi!”


Tawa Gia karena berhasil menggoda


Shawn.


Karena tidak tahan dengan godaan


Gia, Shawn pun menjelaskan laporan Tyler kepada Bedrock.


“Tunggu! Bukan artinya itu—”


“SHAWN!!! DASAR PENGKHIANAT!!!”


Dengan amarah yang meluap,


Bedrock pun merapal sihir dengan niat membunuh Shawn ketika Gia mendengar semua


penjelasan darinya.


“Bo…Bos! Tunggu, Bos—”


“Ring Armament: Ranger!”


“…”


Seketika, muncul sebuah dua


pistol dari cincin Bedrock.


“Mati lo, brengsek!”


“*Dor! (suara tembakan pistol)”


“*Shrang! (suara tangkisan pedang


besar)”


Ketika Bedrock menembak Shawn,


Gia bergerak dengan cepat ke depan Shawn untuk menangkis tembakannya.


“Ngapain lo?! Minggir sana—”


“Pimpinan macem apa yang mau coba


bunuh rekannya sendiri!”


“Diam lo, Jablay! Kalo nggak


karena lo, mungkin gue nggak perlu bunuh orang yang lemah mentalnya kayak—”


“Heh, brengsek!”


“…”


Kesal dengan pernyataan Bedrock,


Zorlyan kembali mengarahkan durinya ke kepalanya.


Merasa terancam dari Zorlyan,


serta merasa kesal dengan Shawn, Bedrock pun mengarahkan kedua pistolnya ke


arah Zorlyan dan Shawn yang dijaga oleh Gia.


“Heh, Bantet! Denger ya! Kalo


sampe sekali lagi lo bicara kayak gitu ke perempuan, jangan lo pikir lo bisa


mati tenang, brengsek!”


“Diem lo, binatang!”


“Apa lo bilang?! Cari mati lo…”


“Hm?”


Zorlyan heran dengan Bedrock yang


ekspresinya tiba-tiba terkejut.


“Semua, nunduk!”


“Vwumm… (suara semburan api)”


Mendengar seruan Bedrock,


seketika semua menunduk dan menghindari kobaran api yang datang dengan


tiba-tiba.


“*Fwup, fwup, fwup… (suara


kepakan sayap)”


Dari atas mereka, tiba-tiba


terlihat seseorang dengan topeng Naga dan sayap seekor Naga yang terbang di


atas mereka berempat.


“A…A…Apa itu—”


“*Shrak! (suara tebasan pedang)”


“…”


Dengan gerakannya yang sangat


cepat, Dragonewt misterius itu menebas kepala Shawn yang terkejut melihat Dragonewt


misterius itu.


“…”


“Heh! Lo ngapa—”


“Laporan untuk semua ketua grup!


Kita diserang Dragonewt! Ada satu anggota yang tum—”


“*Prang! (suara tangkisan pedang


besar)”


“Keuk!”


Zorlyan mencuri Orb Call khusus


ketua grup dan memberi laporan kepada ketua grup lainnya terkait kondisi


mereka.


Namun Dragonewt misterius itu


tidak tinggal diam saja. Ia langsung mencoba untuk membunuh Zorlyan. Beruntung


ada Gia yang dengan sigap menjaga Zorlyan.


“Nggak akan aku biarin lagi ada


yang mati lagi!”


Tegas Gia dengan perasaan menyesal


karena gagal menjaga Shawn.


“*Dor! Dor! Dor! (suara tembakan


pistol)”


“…”


Tidak tinggal diam, Bedrock pun


menembak Dragonewt misterius itu dengan kedua pistolnya. Namun Dragonewt


bergerak dengan cepat ke arah Bedrock.


“Iron Crusher!”


“*Swung… (suara ayunan pedang


besar)”


“Cih!”


Dengan sihir fisiknya, Gia


berusaha menyerang Dragonewt misterius itu yang hendak menyerangnya. Akan


tetapi Dragonewt misterius itu berhasil menghindari serangannya.


Di sisi lain, Zorlyan masih


berusaha untuk memberi laporan kepada ketua grup lainnya terkait serangan


Dragonewt yang sedang berhadapan dengan Gia dan Bedrock.


“Ada Dragonewt?!”


“Ya! Nggak cuma grup kita aja,


mungkin ada masalah juga dari grupnya Erkstern!”


“OK! Tim Barat ke sana untuk


bantu kalian!”


Jawab Morri lewat Orb Call.


“Maha, gimana kabar di Timur?”


“Tim Timur lagi ketemu sama Marquis


Verde tentang kejadian yang nyerang kota ini.”


“Yaudah, kalo gitu Tim Barat


dibagi dua untuk pergi bantu Tim Utara sama cek keadaan Tim Selatan.”


Jelas Morri kepada Mahadia dan


Zorlyan.


“Zorlyan, gue nggak tau kenapa


lo bisa punya Orb Call ketua, tapi gue harap kalian tetap bertahan sebelum kita


dateng!”


“Ya!”


Jawab Zorlyan.


Kembali ke petarungan antara Gia


dan Bedrock melawan Dragonewt misterius itu.


Setelah berhasil menghindari


serangan Gia, Dragonewt misterius itu kemudian menyerangnya kembali dengan


sihir api-nya.


“*Boom! (suara bola api)”


“Urgh!”


Karena tidak bisa menahan


serangan sihir, Gia pun menerima luka bakar ketika Dragonewt misterius itu


membakar dengan sihirnya.


“*Jlub (suara tertusuk duri)”


“Eh?! Apa i—”


“Healing Needle. Duri itu


sihir gue! Jangan lo angkat!”


“Fokus!”


“*Prang! (suara pedang beradu)”


Gia dengan sigap menahan serangan


Dragonewt misterius itu setelah mendengar peringatan Bedrock.


“Hap!”


“!!!”


“Heaaaagh!”


“Brak! (suara membanting)”


“Urgh!”


Dragonewt misterius itu hendak


terbang ke atas setelah ia saling beradu pedang dengan Gia, akan tetapi Gia


menarik dan membantingnya ke tanah.


Setelah itu, Gia juga menahan


gerakan Dragonewt itu yang hendak mengambil pedangnya.


“Weapon Magic: Long Melee!”


“Poison Needle!”


Dengan sihirnya masing-masing, Bedrock dan


Zorlyan bergerak ke arah Dragonewt yang sedang ditahan oleh Gia.


“*Vwummm… (suara semburan api)”


““Argh!””


Karena terdesak, Dragonewt


misterius itu menyembur api ke arah mereka bertiga.


Mau tak mau, mereka pun


menghindari api tersebut.


“…”


“Eh?! Cepet bang—”


“*Dhuk! (suara tendangan)”


“*Bruk! Bruk! Bruk! (suara


menabrak beberapa bangunan)”


“Argh!”


Gia terpental jauh hingga


menembus beberapa puing-puing bangunan kota setelah menerima tendangan keras


dari Dragonewt misterius itu.


“Hraaagh!”


“*Cring! Cring! Cring! (suara


senjata beradu)”


Zorlyan langsung menyerang Dragonewt


misterius itu dengan duri-durinya.


“*Jlub! (suara menusuk)”


Awalnya Zorlyan berhasil melucut


senjata Dragonewt misterius itu dengan durinya, akan tetapi…


“Akkkh—”


“*Brak! (suara membanting


kepala)”


…Dragonewt misterius itu bergerak


agresif dengan memegang kepala Zorlyan dengan sangat keras dan membantingnya ke


tanah.


“*Dor! Dor! Dor! (suara pistol)”


“Urgh!”


Bedrock berhasil melukainya


dengan pistolnya.


Merasa kesal, Dragonewt misterius


itu pun berlari mengambil pedangnya, lalu ia menuju Bedrock dengan cepat.


“Weapon Magic: Dual Aggression!”


Dengan sihirnya, Bedrock


menciptakan dua kapak kecil. Ia pun juga bergerak ke arah Dragonewt misterius


itu.


“*Cring, cring, cring… (suara


senjata tajam beradu)”


“*Shrak, shrak, shrak… (suara


banyak tebasan)”


“Cih!”


“…”


Keduanya saling menyerang satu


sama lain. Ada beberapa serangan yang berhasil mereka tepis, namun ada juga


serangan yang melukai mereka masing-masing.


“*Shrak! (suara tebasan)”


“Argh—”


“*Shrak! (suara tebasan)”


“…”


Dragonewt misterius itu bergerak


dengan lebih agresif lagi setelah terluka banyak akibat serangan Bedrock.


Hingga akhirnya, ia berhasil memotong kedua tangannya dan menyelesaikan


pertarungan dengan memenggal kepalanya.


Kematian Bedrock pun disaksikan


oleh Zorlyan.


Tidak cukup membunuh Bedrock saja.


Dragonewt misterius itu juga hendak melakakuan sesuatu kepada jasadnya.


“So…Soul Devourer?! Bukannya


itu alat yang pake hati Iblis untuk makan Jiwa orang?!”


Pikir Zorlyan setelah ia melihat Dragonewt


misterius itu mengeluarkan suatu benda yang ia letakkan di atas jantung


Bedrock.


“…”


Setelah mengambil Jiwa Bedrock,


Dragonewt misterius itu berjalan menuju Zorlyan untuk melakukan hal yang sama


kepada Bedrock.


“Lo…Lo siapa?! Bu…Buat apa lo


pake alat itu—”


“Nggak ada gunanya untuk ngomong


sama orang yang mau mati.”


Kata Dragonewt misterius itu


sambil berjalan ke arah Zorlyan.


“Ha…Haha…”


“…”


“Mungkin…gue mau mati…tapi…lo


lupa sama satu orang…”


“Hm?”


“IRON CRUSHER!”


“*PRANG! (suara serangan keras


pedang besar)”


“Argh!”


“*Bruk, bruk, bruk… (suara


menabrak banyak bangunan)”


Seketika Gia datang dan berhasil


menyerang dengan sihirnya sebelum Dragonewt misterius itu membunuh Zorlyan.


“Zorlyan, maaf aku telat—”


“Nggak. Gue yang telat untuk


sembuhin lo. Untung nggak lo lepas duri gue, jadinya lo masih sempet gue


sembuhin.”


“Ya. Makasih, ya—”


“Ja…Jangan gegabah! Liat itu!”


“…”


Pertarungan mereka belum berakhir.


Dragonewt misterius itu masih berdiri, walaupun agak tidak stabil karena


serangan World Quaker milik Gia.


“*Vwumm… (suara kobaran api)”


“Huff…huff… Aku


udah kehabisan Mana…”


“Cih! Nggak mempan, ya?! Andai


gue masih punya sedikit tenaga la—”


“*Fwush! (suara terbang cepat)”


Dragonewt misterius itu kembali


menyerang mereka. Dengan api yang menyala-nyala pada kepalan tangannya, ia


bersiap untuk mengakhir pertarungan antar mereka.


Namun, tanpa ia sadari…


“*Tuk! (suara pukulan tongkat)”


“Maaf gue telat Gia!”


“My…Myllo!”


…Myllo datang dan langsung


memukul dengan tongkatnya.


“Cih—”


“*Shrak! (suara sayap terkoyak)”


“Argh!”


“Maafkan saya juga karena


terlambat, nyonya-nyonya anggun dan manis sekalian!”


Urlant juga datang dan berhasil


melempar pisau ke arah sayap Dragonewt misterius itu, hingga sayapnya


berlubang.


“*Boom! (suara bola api besar)”


“A…Api itu…”


“Zegin Blow!”


“*Fwuuushhh… (suara hempasan


angin)”


Dengan kekuatan Zegin, Myllo


menghempaskan bola api besar dari mulut Dragonewt misterius itu. Akan tetapi…


“Kemana Dragonewt misterius itu?!”


“Cih! Dia kabur!”


…Dragonewt misterius itu berhasil


melarikan diri dari pertarungan.


“I…Itu Shawn, kah?”


“…”


Myllo dan Urlant sama-sama


berjalan menghampiri Gia dan Zorlyan. Mereka menyaksikan jasad dari Shawn dan


melewati jasad Bedrock begitu saja, seolah tidak memperdulikannya.


“My…Myllo… Maafin aku—”


“Nggak apa-apa. Ini resiko kita


sebagai Petualang. Lo nggak akan bisa jagain semua orang, Gia. Selama lo nyesel


karena gagal, seenggaknya itu bukti kalo lo udah berusaha untuk jagain mereka.”


“Hiks… Ya.”


Gia menangis sambil memeluk


Myllo. Ia merasa gagal sebagai Frontliner karena tidak bisa melindungi


rekannya.


“N…Nggak sepenuhnya salah kita…


Andai Dwarf brengsek itu nggak nutup-nutupin informasi, pasti nggak akan kayak


gini kejadiannya…”


Sahut Zorlyan yang juga berniat


mengurangi rasa penyesalan Gia.


“Ha…Halo?! Untuk semua ketua


grup. Gu…Gue ada kabar buruk.”


Kata Morri yang berbicara lewat


Orb Call khusus ketua grup, yang dipegang oleh Zorlyan. Ia berada di wilayah


selatan Marklett bersama dengan Royce sebagai bala bantuan untuk tim utara.


“Ti…Tim Selatan…udah nggak ada


sisa…termasuk Erkstern…”


“Ng…Nggak ada sisa?! Maksud lo—”


“Maafin gue, Zorlyan. Tim


ini…mati semua…”


“Ha…Hah?! Jadi…Yorech sama


Pippa…”


Mendengar kabar tersebut, air


mata Zorlyan pun mengalir terus tanpa henti.


“Myllo, aku jadi khawatir sama


Djinn…”


“Ya, semoga aja dia nggak


kenapa-kenapa…”


Sahut Myllo terkait kekhawatiran


Gia.