
Di tempat lain, saat Bedrock
sedang menginvestigasi wilayah Utara Marklett dengan grupnya.
“Aneh, kok tiba-tiba Tyler nggak
ada suara ya?”
“Bo...Bos, jangan-jangan—”
“Tenang. Mereka nggak akan
kenapa-kenapa. Gue yakin mereka aman dipimpin Dragonewt kayak Erkstern.”
Kata Bedrock membalas Shawn yang
juga memegang Orb Call khusus darinya, sambil mereka bersembunyi dari Gia dan
Zorlyan.
“Ada apa Bedrock?”
“Nggak. Nggak ada apa-apa.”
““...””
Zorlyan dan Gia merasa ada yang
aneh dari Bedrock dan Shawn. Mereka merasa dirinya menutup-nutupi sesuatu.
Mereka pun melanjutkan
investigasinya.
Sambil melanjutkan investigasi,
Bedrock berpikir...
“Ada Dragonewt? Ada Sniper?
Maksudnya apa—”
“...”
Sambil berpikir, Bedrock
merasakan bahaya yang akan datang.
Namun…
“Bedrock, ada apa?”
“Nggak ada apa-apa, cuma perasaan
aja.”
…Bedrock tidak mempermasalahkan
apa yang ia rasakan. Oleh karena itu ia Zorlyan berkata seperti itu kepadanya.
Melihat respon dari Bedrock,
Zorlyan semakin merasa curiga terhadap Bedrock. Ia pun dengan terpaksa
melakukan gertakan kepadanya.
“Bedrock.”
“Apa?”
“Lo keliatannya nyembunyiin
sesuatu.”
“Nutup-nutupin sesuatu?
Maksudnya?”
“Coba jelasin apa yang lo obrolin
lewat Orb Call itu!”
“Apa gunanya lo tau obrolan gu—”
“...”
Zorlyan tiba-tiba memetik duri yang
ia miliki sebagai senjata dan mengarahkan duri tersebut ke arah leher Bedrock.
“Lo ngancem gue?!”
“Bukan gue yang ngancem! Cara lo
diem-dieman kayak gitu juga bisa jadi ancaman buat kita semua!”
Melihat perdebatan antar Bedrock
dan Zorlyan, Gia memanfaatkan waktu untuk menanyakan beberapa hal kepada Shawn.
“Shawn, tadi kalian bahas apa aja
sih?”
“...”
Dari cara Shawn menatap Bedrock,
ia pun takut untuk angkat bicara.
Namun Gia menyadari akan hal
tersebut. Kemudian ia pun menggoda Shawn dengan mendekatkan tubuhnya ke Shawn.
“Ahhh, Shawn... Masa kamu mau
tutupin sesuatu sih sama aku...”
“E...Eeeehhh...”
“Jangan tertutup gitu ah, sayang.
Kalo kamu tertutup, apa mungkin aku harus buka pakaian—”
“He...Hentikan!”
“Hentikan? Nggak usah malu-malu,
sayang—”
“Cu…Cu…Cukup! Jangan goda saya
lagi!”
“Hihi!”
Tawa Gia karena berhasil menggoda
Shawn.
Karena tidak tahan dengan godaan
Gia, Shawn pun menjelaskan laporan Tyler kepada Bedrock.
“Tunggu! Bukan artinya itu—”
“SHAWN!!! DASAR PENGKHIANAT!!!”
Dengan amarah yang meluap,
Bedrock pun merapal sihir dengan niat membunuh Shawn ketika Gia mendengar semua
penjelasan darinya.
“Bo…Bos! Tunggu, Bos—”
“Ring Armament: Ranger!”
“…”
Seketika, muncul sebuah dua
pistol dari cincin Bedrock.
“Mati lo, brengsek!”
“*Dor! (suara tembakan pistol)”
“*Shrang! (suara tangkisan pedang
besar)”
Ketika Bedrock menembak Shawn,
Gia bergerak dengan cepat ke depan Shawn untuk menangkis tembakannya.
“Ngapain lo?! Minggir sana—”
“Pimpinan macem apa yang mau coba
bunuh rekannya sendiri!”
“Diam lo, Jablay! Kalo nggak
karena lo, mungkin gue nggak perlu bunuh orang yang lemah mentalnya kayak—”
“Heh, brengsek!”
“…”
Kesal dengan pernyataan Bedrock,
Zorlyan kembali mengarahkan durinya ke kepalanya.
Merasa terancam dari Zorlyan,
serta merasa kesal dengan Shawn, Bedrock pun mengarahkan kedua pistolnya ke
arah Zorlyan dan Shawn yang dijaga oleh Gia.
“Heh, Bantet! Denger ya! Kalo
sampe sekali lagi lo bicara kayak gitu ke perempuan, jangan lo pikir lo bisa
mati tenang, brengsek!”
“Diem lo, binatang!”
“Apa lo bilang?! Cari mati lo…”
“Hm?”
Zorlyan heran dengan Bedrock yang
ekspresinya tiba-tiba terkejut.
“Semua, nunduk!”
“Vwumm… (suara semburan api)”
Mendengar seruan Bedrock,
seketika semua menunduk dan menghindari kobaran api yang datang dengan
tiba-tiba.
“*Fwup, fwup, fwup… (suara
kepakan sayap)”
Dari atas mereka, tiba-tiba
terlihat seseorang dengan topeng Naga dan sayap seekor Naga yang terbang di
atas mereka berempat.
“A…A…Apa itu—”
“*Shrak! (suara tebasan pedang)”
“…”
Dengan gerakannya yang sangat
cepat, Dragonewt misterius itu menebas kepala Shawn yang terkejut melihat Dragonewt
misterius itu.
“…”
“Heh! Lo ngapa—”
“Laporan untuk semua ketua grup!
Kita diserang Dragonewt! Ada satu anggota yang tum—”
“*Prang! (suara tangkisan pedang
besar)”
“Keuk!”
Zorlyan mencuri Orb Call khusus
ketua grup dan memberi laporan kepada ketua grup lainnya terkait kondisi
mereka.
Namun Dragonewt misterius itu
tidak tinggal diam saja. Ia langsung mencoba untuk membunuh Zorlyan. Beruntung
ada Gia yang dengan sigap menjaga Zorlyan.
“Nggak akan aku biarin lagi ada
yang mati lagi!”
Tegas Gia dengan perasaan menyesal
karena gagal menjaga Shawn.
“*Dor! Dor! Dor! (suara tembakan
pistol)”
“…”
Tidak tinggal diam, Bedrock pun
menembak Dragonewt misterius itu dengan kedua pistolnya. Namun Dragonewt
bergerak dengan cepat ke arah Bedrock.
“Iron Crusher!”
“*Swung… (suara ayunan pedang
besar)”
“Cih!”
Dengan sihir fisiknya, Gia
berusaha menyerang Dragonewt misterius itu yang hendak menyerangnya. Akan
tetapi Dragonewt misterius itu berhasil menghindari serangannya.
Di sisi lain, Zorlyan masih
berusaha untuk memberi laporan kepada ketua grup lainnya terkait serangan
Dragonewt yang sedang berhadapan dengan Gia dan Bedrock.
“Ada Dragonewt?!”
“Ya! Nggak cuma grup kita aja,
mungkin ada masalah juga dari grupnya Erkstern!”
“OK! Tim Barat ke sana untuk
bantu kalian!”
Jawab Morri lewat Orb Call.
“Maha, gimana kabar di Timur?”
“Tim Timur lagi ketemu sama Marquis
Verde tentang kejadian yang nyerang kota ini.”
“Yaudah, kalo gitu Tim Barat
dibagi dua untuk pergi bantu Tim Utara sama cek keadaan Tim Selatan.”
Jelas Morri kepada Mahadia dan
Zorlyan.
“Zorlyan, gue nggak tau kenapa
lo bisa punya Orb Call ketua, tapi gue harap kalian tetap bertahan sebelum kita
dateng!”
“Ya!”
Jawab Zorlyan.
Kembali ke petarungan antara Gia
dan Bedrock melawan Dragonewt misterius itu.
Setelah berhasil menghindari
serangan Gia, Dragonewt misterius itu kemudian menyerangnya kembali dengan
sihir api-nya.
“*Boom! (suara bola api)”
“Urgh!”
Karena tidak bisa menahan
serangan sihir, Gia pun menerima luka bakar ketika Dragonewt misterius itu
membakar dengan sihirnya.
“*Jlub (suara tertusuk duri)”
“Eh?! Apa i—”
“Healing Needle. Duri itu
sihir gue! Jangan lo angkat!”
“Fokus!”
“*Prang! (suara pedang beradu)”
Gia dengan sigap menahan serangan
Dragonewt misterius itu setelah mendengar peringatan Bedrock.
“Hap!”
“!!!”
“Heaaaagh!”
“Brak! (suara membanting)”
“Urgh!”
Dragonewt misterius itu hendak
terbang ke atas setelah ia saling beradu pedang dengan Gia, akan tetapi Gia
menarik dan membantingnya ke tanah.
Setelah itu, Gia juga menahan
gerakan Dragonewt itu yang hendak mengambil pedangnya.
“Weapon Magic: Long Melee!”
“Poison Needle!”
Dengan sihirnya masing-masing, Bedrock dan
Zorlyan bergerak ke arah Dragonewt yang sedang ditahan oleh Gia.
“*Vwummm… (suara semburan api)”
““Argh!””
Karena terdesak, Dragonewt
misterius itu menyembur api ke arah mereka bertiga.
Mau tak mau, mereka pun
menghindari api tersebut.
“…”
“Eh?! Cepet bang—”
“*Dhuk! (suara tendangan)”
“*Bruk! Bruk! Bruk! (suara
menabrak beberapa bangunan)”
“Argh!”
Gia terpental jauh hingga
menembus beberapa puing-puing bangunan kota setelah menerima tendangan keras
dari Dragonewt misterius itu.
“Hraaagh!”
“*Cring! Cring! Cring! (suara
senjata beradu)”
Zorlyan langsung menyerang Dragonewt
misterius itu dengan duri-durinya.
“*Jlub! (suara menusuk)”
Awalnya Zorlyan berhasil melucut
senjata Dragonewt misterius itu dengan durinya, akan tetapi…
“Akkkh—”
“*Brak! (suara membanting
kepala)”
…Dragonewt misterius itu bergerak
agresif dengan memegang kepala Zorlyan dengan sangat keras dan membantingnya ke
tanah.
“*Dor! Dor! Dor! (suara pistol)”
“Urgh!”
Bedrock berhasil melukainya
dengan pistolnya.
Merasa kesal, Dragonewt misterius
itu pun berlari mengambil pedangnya, lalu ia menuju Bedrock dengan cepat.
“Weapon Magic: Dual Aggression!”
Dengan sihirnya, Bedrock
menciptakan dua kapak kecil. Ia pun juga bergerak ke arah Dragonewt misterius
itu.
“*Cring, cring, cring… (suara
senjata tajam beradu)”
“*Shrak, shrak, shrak… (suara
banyak tebasan)”
“Cih!”
“…”
Keduanya saling menyerang satu
sama lain. Ada beberapa serangan yang berhasil mereka tepis, namun ada juga
serangan yang melukai mereka masing-masing.
“*Shrak! (suara tebasan)”
“Argh—”
“*Shrak! (suara tebasan)”
“…”
Dragonewt misterius itu bergerak
dengan lebih agresif lagi setelah terluka banyak akibat serangan Bedrock.
Hingga akhirnya, ia berhasil memotong kedua tangannya dan menyelesaikan
pertarungan dengan memenggal kepalanya.
Kematian Bedrock pun disaksikan
oleh Zorlyan.
Tidak cukup membunuh Bedrock saja.
Dragonewt misterius itu juga hendak melakakuan sesuatu kepada jasadnya.
“So…Soul Devourer?! Bukannya
itu alat yang pake hati Iblis untuk makan Jiwa orang?!”
Pikir Zorlyan setelah ia melihat Dragonewt
misterius itu mengeluarkan suatu benda yang ia letakkan di atas jantung
Bedrock.
“…”
Setelah mengambil Jiwa Bedrock,
Dragonewt misterius itu berjalan menuju Zorlyan untuk melakukan hal yang sama
kepada Bedrock.
“Lo…Lo siapa?! Bu…Buat apa lo
pake alat itu—”
“Nggak ada gunanya untuk ngomong
sama orang yang mau mati.”
Kata Dragonewt misterius itu
sambil berjalan ke arah Zorlyan.
“Ha…Haha…”
“…”
“Mungkin…gue mau mati…tapi…lo
lupa sama satu orang…”
“Hm?”
“IRON CRUSHER!”
“*PRANG! (suara serangan keras
pedang besar)”
“Argh!”
“*Bruk, bruk, bruk… (suara
menabrak banyak bangunan)”
Seketika Gia datang dan berhasil
menyerang dengan sihirnya sebelum Dragonewt misterius itu membunuh Zorlyan.
“Zorlyan, maaf aku telat—”
“Nggak. Gue yang telat untuk
sembuhin lo. Untung nggak lo lepas duri gue, jadinya lo masih sempet gue
sembuhin.”
“Ya. Makasih, ya—”
“Ja…Jangan gegabah! Liat itu!”
“…”
Pertarungan mereka belum berakhir.
Dragonewt misterius itu masih berdiri, walaupun agak tidak stabil karena
serangan World Quaker milik Gia.
“*Vwumm… (suara kobaran api)”
“Huff…huff… Aku
udah kehabisan Mana…”
“Cih! Nggak mempan, ya?! Andai
gue masih punya sedikit tenaga la—”
“*Fwush! (suara terbang cepat)”
Dragonewt misterius itu kembali
menyerang mereka. Dengan api yang menyala-nyala pada kepalan tangannya, ia
bersiap untuk mengakhir pertarungan antar mereka.
Namun, tanpa ia sadari…
“*Tuk! (suara pukulan tongkat)”
“Maaf gue telat Gia!”
“My…Myllo!”
…Myllo datang dan langsung
memukul dengan tongkatnya.
“Cih—”
“*Shrak! (suara sayap terkoyak)”
“Argh!”
“Maafkan saya juga karena
terlambat, nyonya-nyonya anggun dan manis sekalian!”
Urlant juga datang dan berhasil
melempar pisau ke arah sayap Dragonewt misterius itu, hingga sayapnya
berlubang.
“*Boom! (suara bola api besar)”
“A…Api itu…”
“Zegin Blow!”
“*Fwuuushhh… (suara hempasan
angin)”
Dengan kekuatan Zegin, Myllo
menghempaskan bola api besar dari mulut Dragonewt misterius itu. Akan tetapi…
“Kemana Dragonewt misterius itu?!”
“Cih! Dia kabur!”
…Dragonewt misterius itu berhasil
melarikan diri dari pertarungan.
“I…Itu Shawn, kah?”
“…”
Myllo dan Urlant sama-sama
berjalan menghampiri Gia dan Zorlyan. Mereka menyaksikan jasad dari Shawn dan
melewati jasad Bedrock begitu saja, seolah tidak memperdulikannya.
“My…Myllo… Maafin aku—”
“Nggak apa-apa. Ini resiko kita
sebagai Petualang. Lo nggak akan bisa jagain semua orang, Gia. Selama lo nyesel
karena gagal, seenggaknya itu bukti kalo lo udah berusaha untuk jagain mereka.”
“Hiks… Ya.”
Gia menangis sambil memeluk
Myllo. Ia merasa gagal sebagai Frontliner karena tidak bisa melindungi
rekannya.
“N…Nggak sepenuhnya salah kita…
Andai Dwarf brengsek itu nggak nutup-nutupin informasi, pasti nggak akan kayak
gini kejadiannya…”
Sahut Zorlyan yang juga berniat
mengurangi rasa penyesalan Gia.
“Ha…Halo?! Untuk semua ketua
grup. Gu…Gue ada kabar buruk.”
Kata Morri yang berbicara lewat
Orb Call khusus ketua grup, yang dipegang oleh Zorlyan. Ia berada di wilayah
selatan Marklett bersama dengan Royce sebagai bala bantuan untuk tim utara.
“Ti…Tim Selatan…udah nggak ada
sisa…termasuk Erkstern…”
“Ng…Nggak ada sisa?! Maksud lo—”
“Maafin gue, Zorlyan. Tim
ini…mati semua…”
“Ha…Hah?! Jadi…Yorech sama
Pippa…”
Mendengar kabar tersebut, air
mata Zorlyan pun mengalir terus tanpa henti.
“Myllo, aku jadi khawatir sama
Djinn…”
“Ya, semoga aja dia nggak
kenapa-kenapa…”
Sahut Myllo terkait kekhawatiran
Gia.