Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 439-1. The Rounder



Beberapa bulan yang lalu di Calmisiu Village, sebelum Luvast pergi bersama para High Elf menuju Vamulran


Kingdom dan berpisah dengan Djinn dan Myllo.


“Mimpi saya? Mengapa anda menanyakan hal itu kepada saya?”


“Nggak apa-apa! Karena di mata lo gue bisa liat, kalo lo itu orang yang punya mimpi besar!”


Jelas Myllo kepada Luvast terkait pertanyaannya.


“M-Mungkin ini terdengar klise bagi anda. Tetapi saya ingin menjadi Swordsmage Terkuat di Dunia, hingga


nama saya tercatat di Hall of Swordsmage.”


“Hehe!”


“Hm?”


Luvast merasa heran dengan respon tawa Myllo yang mendengar jawabannya.


“M-Mengapa anda tertawa—”


“Swordsmage Terbaik di Dunia, ya?! Keliatannya Calon Petualang Nomor Satu di Dunia juga butuh Calon Swordsmage Terbaik di Dunia di sampingnya!”


“!!!”


Luvast terkejut dengan apa yang dikatakan Myllo.


Hingga akhirnya…


“Jadi, lo masih sendirian, kan?”


“Untuk sementara, ya. Saya masih belum bergabung dalam sebuah—”


“Ayo gabung ke Party gue!”


“Haha! Sudah saya duga, Myllo.”


“Gimana, gimana, gimana?!”


“Dengan senang hati, Myllo!”


…sisanya menjadi cerita baginya sebagai seorang anggota Aquilla Party.


……………


Luvast teringat akan hal itu karena mendengar perkataan Djinn yang menyebut nama Myllo.


“Diamlah anda, Djinnardio Vamulran…! Jangan anda—”


“Lo yang diem, tolol! Mau gimanapun juga, dia itu anggota Aquilla! Seenggaknya dia harus bilang sesuatu ke Kapten-nya!”


“Hmph! Apakah itu sebagai bukti kehormatan bagi pria itu?!”


“Ya iyalah—”


“Petualang adalah pekerjaan rendahan! Untuk apa orang-orang seperti kalian membutuhkan kehormatan—”


“Bacot lo! Seenggaknya kita lebih terhormat dibanding pangeran yang ngiri sama kakaknya sendiri!”


“Maksud anda—”


“Ya bapak lo lah!”


““…””


Luvast hanya mampu menatap perdebatan antara Djinn dan Rivrith kakaknya.


Akan tetapi ia sudah menentukan pilihannya.


“Maaf, Kakak Rivrith.”


“Hm?!”


“Saya akan melanjutkan petualangan saya bersama Aquilla—”


“*DHUUUMMMMMMMMM………”


““!!!””


Seketika Djinn dan Luvast kembali dikejutkan oleh Union Domi dari Rivrith.


“*Tap!”


“Argh—”


“Anda… akan kembali bersama saya…!”


Perintah Rivrith kepada Luvast, sambil menggenggam dan menarik tangan Luvast yang terbakar.


“L-Luvast—”


“*Vwumm…”


“Jangan mendekat… Djinnardio Vamulran…!”


Seru Rivrith kepada Djinn, sambil mengarahkan jarinya yang berapi pada leher Luvast.


“T-T-Tidak…! Apa yang harus kulakukan…!”


Pikir Luvast dengan resah, sebelum…


[1]“M-Maafkan saya, Reubenn…!”


“Hm?! Apa yang anda katakan—”


“S-Saya adalah… Keeper dari Taurus! Anda tidak punya hak untuk memerintah saya!”


…ia teringat akan aksi dari Kritach kepada mantan rekannya.


“*Tap…”


“Pergilah dari hadapan saya… Rivrith Vamulran…!”


“!!!”


Rivrith terkejut dengan aksi adiknya yang mendorongnya.


Namun bukan itu yang paling mengejutkannya.


“…”


Tatapan dari Luvast yang penuh keyakinan adalah hal terbesar yang mengejutkannya. Tatapan itu juga meragukan hatinya untuk membawa adiknya kembali bersamanya ke Vamulran Kingdom.


“Saya… adalah Vast…! Saya adalah Rounder dari Aquilla Party…! Jika anda ada urusan dengan saya… bicaralah dengan Myllo Olfret…! Karena ia adalah Kapten saya… yang akan menjadi Petualang Nomor Satu di Dunia…!”


“…”


Rivrith terdiam ketika mendengar keteguhan Luvast.


Karena itu…


“Baiklah jika itu mau anda, Luvast Vamulran. Jika memang saya tidak bisa meyakinkan anda…”


“*Vwumm…”


“…lebih baik anda menanggung risiko besar yang akan anda hadapi kedepannya.”


…ia hendak pergi meninggalkan Luvast, dengan terurai menjadi percikan api.


“Ya…! Anda tidak perlu khawatir…! Karena selama Aquilla Party bersatu… tidak akan ada yang mampu menghentikan kita…! Bukankah begitu, Djinn…?”


“…”


Djinn hanya tersenyum. Ia merasa jika tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari saudari sepupunya itu terkait


kedatangan kakaknya.


“…”


Rivrith mendengar apa yang dikatakan Luvast sebelum pergi meninggalkannya.


Karena itu ia berpikir…


“Semoga aku tidak perlu mengkhawatirkanmu lagi, Luvast. Karena kamu adalah satu-satunya permata yang ibu titipkan kepadaku.”


____________________


[1]Dialog antara Kritach dan Reubenn Nibley, ketika mereka bertemu kembali di Lapisan Bawah Chaoseum (Chapter 413).