
Di tengah peperangan antara Aquilla, Virgo, mantan anggota Chemia, serta Mistyx, terjadi gencatan senjata dari seluruh pihak terkait. Oleh karena itu, mereka semua berusaha tiba di Duskmere Point untuk membujuk kedua pimpinan Aquilla dan Mistyx saat ini.
“Itu mereka!”
“Tunggu! Mengapa mereka terlihat seperti—”
“*Dor! Dor! Dor!”
Dalbert langsung menggunakan senapan jitu miliknya dan menembak titik kelemahan dari unit Gazobot yang hendak menyerang mereka.
“Gazobot itu udah nggak bisa bergerak! Serang sekarang juga!”
((Sirena: Ráfaga))
“*BWUSH!!!”
““Aaaa—””
““*Boom!””
Delolliah langsung menyerang dua unit Gazobot tersebut, setelah mendengar arahan dari Dalbert.
“*Koaaakk! Koaaak!”
“Cih! Mengapa ada sangat banyak gagak yang menutup pandangan kita?!”
“Gue juga nggak tau!”
Beberapa unit Gazobot tidak bisa melihat apa-apa setelah ada sangat banyak burung gagak milik Angela yang mengaburkan pandangan mereka.
“Zhivreeg! Tahan mereka!”
“Ya!”
““*Cyut…””
Dengan benang lengket miliknya, Zhivreeg langsung merekatkan lengan beberapa Gazobot ke tanah agar mereka tidak bisa bergerak.
“Mereka udah nggak bisa gerak! Serang sekarang!”
““Ya!””
““*Vwumm!””
““Aaaargh!””
Beberapa Mistyx yang dipimpin oleh Devania langsung menghancurkan seluruh Gazobot yang terjebak oleh sihir Zhivreeg.
“Serang mereka, sekarang juga!”
““*Boom! Boom! Boom!””
Beberapa unit Gazobot menembakkan meriam ke arah Aquilla dan aliansi mereka.
“Biar aku aja yang urus ini!”
Seru Gia yang siap menghadang bola-bola meriam tersebut.
“Nyonya Maevin! Hati-hati dengan—”
“*Boom! Boom! Boom!”
“Nyonya Maevin!”
Teriak Angela dengan khawatir setelah melihat Gia yang tertembak oleh beberapa unit Gazobot. Namun pada kenyataannya, Gia tidak terlihat seperti yang ia kira.
“Tenang aja, Angela…”
“!!!”
“Kalo bukan serangan sihir… aku masih bisa tahan serangannya…!”
Balas Gia, walaupun terlihat luka bakar di sekujur tubuhnya.
“Tunggu apa lagi?! Serang unit Gazobot itu!”
““Siap, Ketua Devania!””
Seru beberapa Mistyx atas perintah Devania, yang kemudian menyerang unit Gazobot tersebut.
“*Bruk…”
“T-Ternyata… aku masih belom kuat!”
Pikir Gia dengan kesal, setelah ia berlutut kesakitan karena menahan serangan unit Gazobot.
“Et, Teh Gia! Hati-hati, atuh! Sini biar aing sembuhkeun!”
“Ya. Makasih ya, Garry.”
Balas Gia sambil disembuhkan oleh Garry.
“Cih! Mereka masih banyak, ya?!”
“Alangkah baiknya jika kita secepatnya menuju Duskmere Point!”
Seru Angela kepada Dalbert.
Bersama-sama, aliansi yang dibentuk oleh Angela bertahan sebisa mungkin menuju Duskmere Point dari serangan militer milik Gazomatron.
“Itu pintu gerbang menuju Duskmere Point! Sebentar lagi kita akan tiba!”
“Bagus deh kalo gi—”
“*BRUK!!!”
““!!!””
Mereka semua dikejutkan dengan Djinn yang terpental dari balik tembok Duskemere Point, dengan tidak menggunakan topeng dan tubuh yang terluka parah.
“Djinn?! Kok kamu ada di sini?!
Kamu nggak apa-a—”
“Gia, maafin gue sebelumnya. Tapi, tolong minggir sebentar!”
Sahut Djinn dengan tatapan yang sangat tajam menatap Styx dengan tajam.
“Bella! Kok lo—”
“*Tup…”
“Minggir lo, Devania!”
“Bella! Tunggu! Denger gue du—”
“*Zhum!”
““!!!””
Bella dan Mistyx lainnya terkejut dengan aura mengerikan yang dikeluarkan oleh Styx. Karena aura tersebut, beberapa Mistyx pun tersungkur dengan ketakutan.
Sedangkan Djinn…
“*Dhum!”
““!!!””
…juga mengeluarkan aura miliknya, sebelum menghadapi Styx.
““*Swush!””
Mereka berlari menghampiri satu sama lain untuk saling beradu serangan.
“*Swushwushwush!”
“…”
Styx menyerang dengan sangat cepat, bahkan serangannya tidak bisa diikuti oleh mata pada umumnya. Namun Djinn dengan mudah menghindari serangannya.
“Dasar brengsek! Jauh-jauh lo dari gue! Gue nggak butuh adanya lo atau Myllo! Sekarang prioritas utama gue itu klan gue! Jangan berani-beraninya lo—”
“*DHUK!!!”
“Urgh…”
“*Swush…”
“*Bruk, bruk, bruk…”
Djinn yang terus menghindari semua serangan Styx langsung menendangnya dengan sangat keras, hingga ia terpental kembali ke Duskmere Point.
“*Swush!”
Ia pun berlari menghampiri Styx dengan niat untuk menyerangnya kembali. Akan tetapi, Styx mengetahui hal tersebut.
((Dark Flame: Extermicia…
“*Vwum!”
((Judgement—
…Versa))
“*Vwum!”
Seketika api hitam milik Styx berputar kembali dan berhasil menyentuh Djinn dengan sangat cepat.
“Cih! Anjing!”
Seru Djinn dengan kesal karena tertipu oleh sihir milik Styx.
“*Swush!”
Karena Djinn yang berhasil ia serang dengan api hitam miliknya, Styx pun berlari menujunya dengan kepalan tangan yang diselimuti kekuatan miliknya.
“Hraaaa—”
“Heaaagh!”
“*Dhuk!”
“…”
Ketika Styx ada di depan matanya, Djinn langsung menendangnya ke atas, hingga ia berada di atas udara.
Melihat keduanya yang masih bertarung, aliansi yang dibentuk oleh Angela pun menjadi bingung karena tidak tahu harus berbuat apa.
“D-Dalbert… gimana cara kita berhentiin mereka?!”
“Gue juga… nggak tau…”
Balas Dalbert yang merasa buntu.
Kebuntuan yang ia rasakan juga dirasakan oleh beberapa pihak aliansi lainnya. Angela sebagai pencetus aliansi tidak begitu mengenali Djinn dan Styx, oleh karena itu ia juga tidak tahu harus berbuat apa.
Tambah lagi…
“**Bhuk! Dhuk! Swush! Bhuk!*”
“Styx?! Bukankah ia merupakan Observer Kasta Jingga?! Bagaimana ia bisa bertarung seperti itu?! Tambah lagi pria bernama Djinn Dracorion itu merupakan Rounder Kasta Kuning?! Bahkan bukan Kasta Merah pun, mereka berdua sangatlah kuat! Mustahil bagi kami untuk menghentikan mereka!”*
…menyaksikan pertarungan antara mereka berdua membuatnya gemetar ketakutan.
“B-Bella…”
“A-Apa kita selemah itu, sampai nggak bisa tahan Kapten Bella…?”
Pikir Devania dan Mistyx lainnya.
“*Bhuk! Dhuk!”
“Hraaaagh!”
“*Vwumm!”
Styx memukul dan menendang Djinn dengan sangat cepat. Lalu ia menggunakan api hitamnya untuk memukul wajah Djinn hingga terbakar.
Walaupun ia berhasil melancarkan serangannya, namun ada satu hal yang membuatnya merinding.
“…”
“!!!”
Ia merasakan tatapan yang begitu mengerikan dari Djinn, yang wajahnya terbakar oleh api hitamnya.
“K-Kenapa gue kesannya ngerasain tatapan orang lain dari dia?!”
Pikir Styx dengan heran, sambil menjaga jarak darinya. Karena hal tersebut, Styx pun hendak menanyakan sesuatu kepadanya.
“S-Siapa lo sebener—”
“*SWUSH!!!”
“*DHUK!!!”
“*BRUK!!!”
Ketika Styx bertanya kepadanya, Djinn langsung melompat dengan sangat cepat ke arahnya. Ketika ia berada di atas udara, ia memutarkan tubuhnya secara vertikal, lalu menendang kepala Styx dengan sangat keras ke tanah, hingga tanah pun menjadi pipih.
“B-Brengsek…”
Bisik Styx dengan kesal karena merasa dikalahkan olehnya.
Melihat hal tersebut, semua aliansi mulai bergerak untuk menghentikannya.
“Djinn! Tunggu dulu!”
“Jangan bunuh dia, Djinn!”
“Djinn! Tenangkanlah diri—”
“*DHUM!!!” “*ZHUM!!!”
““!!!””
Namun nyatanya mereka tidak sanggup menghentikannya, setelah merasakan dua aura yang sangat keras dan aura yang mengerikan secara bersamaan, yang berasal dari orang yang sama.
“Ulang apa yang lo bilang tadi, cewek brengsek!”
“A-Apa maksud—”
“*BRUK!!!”
“…”
Djinn menghantam kepala Styx dengan sangat keras ke tanah, walaupun Styx terlihat sudah tidak sanggup menghadapinya.
“Bilang apa lo tadi?! Bodo amat sama Myllo, bahkan kalo dia mati?!”
“*BRUK!!!”
“Dia temen lama lo, brengsek! Setiap momen dia kangen sama lo! Kangen sama Sylvia! Tambah lagi…”
“*BRUK!!!”
“Apa tadi yang lo bilang?! Nggak kenal Meldek?! Nggak peduli sama orang lemah kayak dia?!”
“*BRUK!!!”
“Mana janji lo, Styx?! Bukannya lo seharusnya nyari dia?!”
“*BRUK!!!”
“Jangan berani-beraninya lo hina temen pertama gue!”
“*BRUK!!!”
“APA SALAHNYA KALO DIA LEMAH, BANGSAT?!?!”
“…”
Styx hampir hilang kesadarannya, setelah Djinn terus menghantam kepalanya ke tanah. Namun, bukan berarti ia tidak ada perlawanan.
“*Shruk…”
Di tengah dirinya yang sudah lemah, ia menusuk Djinn.
Karena aksinya tersebut…
“*Chrrrrkkk…”
…Djinn menjadi tidak ragu untuk membunuhnya. Ia kemudian menyiapkan petir yang menyelimuti tangannya.
“DJINN!!! JANGAN BUNUH DIA!!!”
Teriak Gia dengan khawatir.
Tidak hanya dirinya saja. Semua aliansi juga berlari untuk menghentikannya, tanpa memikirkan rasa takut yang mereka rasakan.
Akan tetapi, dii tengah-tengah momen tersebut…
“Woy, Djinn!”
“*Tung!”
“Aduh! Siapa yang mukul kepala
gu—”
“Kangen sama Styx nggak kayak gitu juga, kali!”
“Hah?! Myllo?!”
…Myllo datang bersama Mistyx yang
tertangkap Chemia Guild.