Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 415. Rematch of Lion and Bull



Leonard telah tiba bersama Myllo dan Tarruc, setelah mereka melewati pertarungan besar antara mereka.


Namun kali ini adalah beberapa saat yang lalu, ketika pertarungan besar antara mereka baru saja dimulai.


“Tuan Leonard, apakah hamba harus membantu-Mu?”


“…”


Leonard memandang Zophiel, yang bertanya kepadanya. Ia kemudian memandang Myllo dan Tarruc yang ada di hadapannya.


“Nggak sekarang, Zophiel!”


“Baiklah, Tuan Leonard. Hamba tidak akan mencampuri pertarungan-Mu.”


Balas Zophiel, sebelum ia mundur dari hadapan tuannya.


“Myllo. Gue tanya sama lo sekali lagi.”


“Hah? Lo mau tanya a—”


“Lo serius mau ikut gue lawan Leonard—”


“Jangan lo tanya lagi! Gue ini Kapten Aquilla! Gue berhak balas apa yang udah dia buat ke anggota gue!”


Balas Myllo kepada Tarruc dengan yakin. Ia pun menjawab dengan kasar karena merasa bahwa Tarruc meragukannya.


Namun tidak hanya Tarruc saja yang meragukannya.


“Myllo. Saran Gue, mending lo ikutin kata-kata dia aja.”


“Lo nggak usah ikut-ikutan, Zegin! Karena kalo gue belom bisa kalahin dia, gue nggak akan bisa lewatin batas yang dicapai Kak Sylv!”


Balas Myllo dengan berbisik, agar tidak terdengar oleh Tarruc dan Leonard.


“Yaudah kalo itu emang yang lo mau. Semoga lo nggak nyesel.”


“Haaah?!”


“…”


Myllo merasa heran dengan apa yang Zegin katakan, sementara Zegin sendiri langsung terdiam dan menyaksikan


pertarungan antara Saint pilihannya dengan Leonard.


Namun, ia juga sangat khawatir dengan pertarungannya melawan Leonard.


“Myllo, kalo lo tau siapa diri lo yang sebenernya di sini juga, kira-kira apa tindakan lo selanjutnya?”


Pikir Zegin akan Myllo.


“Ayo! Tunggu apa lagi kalian semua—”


“*SWUSH!!!”


“*TUK!!!”


“…”


Leonard menatap Myllo dengan tajam, setelah pria yang ia hadapi mengambil inisiasi untuk menyerang dengan tongkatnya.


“Myllo! Jangan gegabah!”


Seru Tarruc kepada Myllo, yang menyerang Leonard secara mendadak.


{Kazedoryū: Haku—


“*CYUT!!!”


“…”


Myllo hendak menyerang Leonard dengan teknik senjata Kitsune. Tetapi Leonard telah merubah struktur Tubuh-nya menjadi bintang, sehingga ia mampu bergerak dengan cepat ke belakang Myllo.


“Humph!”


“*BRUK!!!”


“!!!”


Setelah bergerak ke belakang Myllo, Leonard berusaha memukulnya dengan pukulan bintang miliknya. Namun


Tarruc tiba untuk menghadang pukulannya, dengan struktur Tubuh-nya yang menyerupai magma.


“*Vwumm…”


“Keuk…!”


Walaupun dengan Star-Form yang ia gunakan, nyatanya kepalan tangan Leonard tetap terbakar dengan Tubuh Tarruc yang berbentuk magma, berkat Union Utuh miliknya.


“Hmph! Masa lo lupa sama Magma-Form gue, Leonard?! Kan wujud ini yang kalahin lo!”


Seru Tarruc yang sudah menjadi Mahluk Magma, sambil mencemooh Leonard.


“…”


Leonard pun mundur ke belakang dan hendak mempersiapkan serangan berikutnya. Tetapi di saat itu juga ia menyesali keputusannya.


{Kazedoryū: Seishi}


“*Dhuk!”


“!!!”


Ia terkejut dengan Myllo yang menendangnya.


Dengan tongkatnya, Myllo melontarkan dirinya untuk menendang Leonard.


“*Swush!”


Myllo kemudian menarik tongkatnya dengan kekuatan Zegin, sebelum dirinya kembali menyerang Leonard.


{Kazedoryū: Haku}


“*TUK!!!”


“Urghh…”


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”


Dengan teknik senjata milik Kitsune, Myllo memukul Leonard dengan sangat keras, hingga menghempaskan


Leonard keluar ke arena pertarungan di Lapisan Atas.


“…”


Tarruc menyaksikan serangan Myllo dengan tidak percaya, sementara Myllo mengejar Leonard menuju Lapisan Atas.


“{Kazedoryū}?! Itu bukannya teknik khusus Kitsune?! Kok dia bisa pake itu?! Kan Jiwa dia udah mati!”


Pikir Tarruc dengan heran, sebelum ia menyusul Myllo ke Lapisan Atas.


Tetapi sebelum ia bergerak, ia didahului oleh Zophiel, yang mengeluarkan sayap Malaikat miliknya.


“*FWUSH…”


“!!!”


Myllo, yang sedang melompat-lompat menuju Lapisan Atas, dikejutkan dengan Zophiel yang terbang mendahuluinya.


“M-Malaikat?!”


Bisik Myllo dengan tidak percaya.


“Tuan Leonard! Apakah—”


“Tunggu, Zophiel…! Belom waktunya…!”


Balas Leonard, sambil menyembuhkan memar di wajahnya karena pukulan tongkat Myllo.


““…””


Myllo pun datang, dengan Tarruc yang menyusulnya dari belakang.


Oleh karena itu, kini mereka semua telah berkumpul di tengah-tengah arena pertarungan Chaoseum yang sepi


tanpa adanya penonton.


“Grahahahaha! Kenapa?! Lo kaget?! Tenang aja, Myllo! Baru segini a—”


“Kaget karena dia Malaikat? Nggak! Gue nggak kaget karena itu! Lagian dia juga bukan Malaikat pertama yang gue lawan!”


““!!!””


Tarruc, Leonard, serta Zophiel, sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Myllo.


“Myllo… apa mungkin lo udah temuin—”


“Ya! Karena di Erviga Kingdom, ada Malaikat yang manipulasi semuanya dari belakang! Mungkin gue sama Aquilla dipuji karena kalahin Kaum Naga, tapi yang kita kalahin itu sebenernya Malaikat yang—”


“Oh, ternyata lo cuma temuin mereka yang palsu, ya?”


Tanya Leonard, yang mengerti dengan apa yang diceritakan oleh Myllo.


“A-Apa maksud lo—”


“Yaudah lah, itu semua ngggak penting! Karena yang lebih penting itu pertarungan kita sekarang, Myllo!”


Seru Leonard, agar Myllo, Tarruc, bahkan Zophiel, tetap fokus dengan pertarungan antara mereka.


“Lo bisa pukul gue sekeras itu! Padahal gue lagi pake Union Utuh! Sekarang gue tanya sama lo, Myllo!”


“…”


“Selama gue pake Union, seharusnya lo nggak akan bisa serang gue! Kalo gue inget dari cerita Sylv sama


Orvo, Jiwa lo udah mati! Karena itu lo seharusnya nggak bisa serang gue!”


“…”


“Tapi lo tiba-tiba bisa nyerang gue?! Apa mungkin Jiwa lo tiba-tiba aktif lagi?! Atau mungkin karena energi kehidupan lo—”


“*BOOM!!!”


“…”


Tarruc tiba-tiba menyerang Leonard dengan kekuatan sihirnya, ketika ia sedang berbicara kepada Myllo.


Namun Leonard tetap berdiri dengan tegap, sambil berjalan melewati kobaran lahar panas dari Tarruc.


“Ada apa, Tarruc?! Kenapa tiba-tiba serangan lo jadi lebih lemah?! Apa mungkin lo takut kalo Myllo—”


“Diem lo, Leonard! Jangan berani-beraninya lo pengaruhin Myllo!”


Seru Tarruc dengan marah besar kepada Leonard.


“…”


Zegin terus menyaksikan apa yang sedang terjadi.


“Beastman itu…! Ya! Dia juga tau siapa Myllo yang sebenernya!”


Pikir Zegin dari dalam pikiran Myllo, setelah mengetahui tujuan Tarruc.


Walaupun mereka sama-sama membicarakan tentang Myllo, nyatanya Myllo tidak terpengaruhi oleh mereka


semua.


“Hyaaat!”


“*Swush!”


“…”


Myllo hendak mengayunkan tongkatnya kepada Leonard. Tetapi tongkatnya hanya menembus melewati Leonard yang sedang menggunakan Star Form.


“Myllo! Kita nggak boleh serang dia sendiri-sendiri!”


“OK, Tarruc!”


Balas Myllo kepada Tarruc.


Sementara Leonard merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh Tarruc.


“Tarruc ngomong kayak gitu, tanpa bahas apa-apa ke Myllo? Terus gimana cara mereka serang gue bareng-bareng?”


Pikirnya dengan heran.


“Kalo dipikir baik-baik, Tarruc itu Frontliner. Harusnya dia yang jadi pengecoh. Nantinya Myllo langsung serang gue yang lagi lengah—”


“*SWUSH!!!”


Myllo kembali mengayunkan tongkatnya kepada Leonard.


((Zegin Bahorok))


“*FWUSSSSHH!!!”


“…”


Ia kemudian menggunakan kekuatan Zegin untuk menghempaskan Leonard. Tetapi Leonard dapat berdiri dengan tegap, tanpa terbawa oleh angin yang Myllo gunakan.


“*CYUT!!!”


Kali ini Leonard yang menyerang Myllo. Ia menunjuk Myllo dengan jarinya, lalu menembakkan bintang kepadanya.


“*CYUT!!! CYUT!!! CYUT!!!”


Myllo terus menghindari tembakan bintang dari Leonard.


“*BOOM!!! BOOM!!! BOOM!!!”


Sementara tembakan bintang dari Leonard menghancurkan beberapa kursi penonton.


Ketika Leonard sedang difokuskan oleh Myllo…


{((Magma Zona: Magma Burst))}


“*BOOM!!!”


“Urgh…!”


…Tarruc memanfaatkan keadaan dengan menyerang Leonard, dengan menggunakan Union Zona miliknya.


“Sialan! Ternyata Myllo yang jadi pengecohnya!”


Pikir Leonard karena salah memprediksikan duet antara Myllo dan Tarruc.


“*SWUSH!!!”


Myllo kemudian berlari dengan kencang untuk menyerang Leonard.


{Kazedoryū: Hansha—


“Lo kira lo bisa serang gue, Myllo?!”


“*CYUT!!!”


“*TUNG……!!!”


Myllo hendak menggunakan teknik senjata Kitsune, dengan harapan ia mampu menghancurkan Jiwa Leonard. Tetapi Leonard mampu menyerangnya terlebih dahulu, dengan menembakkan bintang kepada Myllo, yang menahannya dengan tongkat besi yang ia gunakan.


Tetapi…


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!!”


“Akh!”


…laju dari bintang milik Leonard sangatlah cepat dan keras, sehingga Myllo terhempas ke tribun penonton.


“Grahahaha! Pinter juga lo kadalin gue, Tarruc! Tapi sekarang udah nggak ada Myllo! Harusnya—”


“Hmph! Lo lupa, kalo gue bisa ngalahin lo sendirian?! Jangan lo pikir gue nyerah karena gue mau, Leonard!


Kalo lo nggak kayak banci yang ngancem gue pake 3 anak buah lo itu, mungkin gue udah bunuh lo, waktu itu juga!”


“…”


Leonard hanya tersenyum mendengar kata-kata Tarruc, sebelum mereka memulai babak kedua pertarungan mereka.