SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 98



Aditya dan Cahya sudah sampai rumah dan langsung dihujani pertanyaan oleh Mamanya tentang kondisi Cahya. Tetapi Aditya mengaakan jika Cahya baik-baik saja dan hanya mengalami sakit kepala biasa. Aditya memohon maaf pada Tuhan dalam hatinya karena telah membohongi Mamanya, dia lalu mengajak Cahya untuk ke kamar dan bersiap packing.


Cahya mengambil pakaian untuk Aditya dan untuknya sendiri, Aditya memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya membuat Cahya merasa geli. "Hentikan Aditya, kita harus berkemas dengan cepat"


Aditya membungkukkan sedikit kepalanya dan dagunya bertumpu dipundak Cahya "Terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan untukku, kau yang berulang tahun tapi kau justru yang memberi kami hadiah, aku akan menjagamu tapi kau juga harus menjaga dirimu dan bayi kita"


Suara ketukan pintu kamar membuat Aditya mengangkat dagunya dari pundak Cahya, lalu Cahya pu membalikkan badannya dan mengecup bibir Aditya "Aku juga mencintaimu" Ucapnya lalu berlalu untuk membuka pintu. Aditya pun mengikutinya dari belakang.


Cahya membuka pintu dan mbak Tina sedang berdiri didepannya, dia ingin mengambil pakaian kotor untuk dicuci, Cahya pun mempersilahkannya. Tampaknya Aditya teringat akan suatu hal, dia pun mengikuti Art nya.


"Mbak, tunggu sebentar aku ingin mengambil sesuatu yang ada di jasku" Ucap Aditya sedikit panik, yang kemudian mulai memilah mencari jas yang dipakainya kemarin. Dia menemukannya dan mengambil permen pemberian Ariel kemarin. Setelah mengambilnya, Aditya mempersilahkan mbak Tina untuk membawa seluruh pakaian kotornya.


Cahya muncul membuuat Aditya terkejut dan langsung mengantongi permen ditangannya.


"Ada apa? Kenapa kau tadi mengejar mbak Tina?" Tanya Cahya.


"Ada barang yang tertinggal dikantong jasku, aku mengambilnya"


"Barang apa??"


"Itu eh itu.... Flashdisk flashdisk, flashdisk ku tertinggal, kau pergi mandi dulu dan bersiaplah, aku akan membereskan koper kita, pergilah"


Cahya akhirnya pergi ke kamar mandi, dan Aditya menghembuskan napas panjang merasa lega. Lagi-lagi Ariel merepotkannya saja, jangan sampai Cahya mengetahui jika Ariel telah memberikannya permen. Kemarin Aditya sempat berpikir untuk membawa permen itu diliburannya kali ini, tetapi mendengar istrinya sedang hamil dia pun mengurungkan niatnya. Aditya membuka laci meja paling bawah dan menaruh permen itu disana.


****


Akhirnya sampailah mereka ditempat tujuan, sebuah pulau pribadi dengan puluhan Villa mewah. Aditya memilih Villa dengan 6 kamar tidur untuk keluarganya sedangkan Ariel dan Elea akan tinggal di Villa yang terpisah tetapi bersebelahan dengan Villa yang akan ditinggali Aditya dan keluarganya.


Ariel benar-benar memilih dengan sangat tepat tempat ini, Aditya tidak meragukan kemampuan sahabatnya itu, seluruh keluarganya sangat menyukai tempat ini. Villa dengan kolam renang yang viewnya langsung menghadap laut berwarna biru yang sangat cantik dengan pasir putih.


"Ariel sangat pandai memilih tempat ini, aku sangat menyukainya, aku jadi teringat saat kita honeymoon di maldives" Ucap Cahya dalam rangkulan Aditya.


"Jika si brengsekk itu tidak pandai dalam memilih tempat sseperti ini tentu saja dia tidak akan bisa memiliki banyak hotel dan resort dibanyak tempat"


"Kau ini, jahat sekali menyebut Ariel seperti itu, ayo kita bereskan barang-barang kita"


Cahya dan Aditya masuk dan menuju kamar mereka. Mereka berdua menempati kamar utama di Villa ini dengan jendela kaca yang langsung menghadap ke arah laut. Aditya membongkar kopernya dan membiarkan Cahya duduk menikmati pemandangan diluar lewat jendela. Sampai akhirnya Cahya mengatakan pada Aditya jika dia sangat mengantuk dan ingin tidur. Aditya mengerti jika memang sudah menjadi kebiasaan Cahya jika merasa lelah pasti endingnya akan mudah mengantuk dan tertidur, dia pun mengiyakan.


****


Aditya keluar kamar, dan suasana terlihat sepi, entah kemana perginya semua orang. Aditya berjalan menuju kolam renang, ternyata Papanya sedang duduk di kursi menikmati pemandangan, dia pun menghampirinya.


"Mamamu, ibu mertuamu serta adik adikmu sedang berjalan jalan, itu lihatlah mereka disana, tadi mereka berniat mengajakmu dan Cahya tetapi tidak berani mengetuk pintu kamarmu"


"Ada ada saja, kenapa tidak berani memangnya mereka mengira kamarku kandang harimau"


"Mungkin mereka tidak mau mengganggumu, dan kemana Cahya, ajaklah dia jalan-jalan sebentar"


"Dia sejak tadi tidur Pa, sudah menjadi kebiasaannya jika merasa lelah setelah perjalanan pasti akan mudah tertidur, aku juga tadi sedang memeriksa pekerjaan yang dikirim lewat email"


Aditya dan Papanya membahas tentang pekerjaa dan proyek yang akan ditangani oleh perusahaannya. Sampai akhirnya Tuan Harry menyuruh putranya untuk membangunkan Cahya, karena hari mulai memasuki senja dan menyuruh untuk membawa Cahya melihat sunset dan bergabung bersama yang lainnya.


Aditya membangunkan Cahya dan menyuruhnya untuk bersiap dan pergi melihat sunset.


***


Malam pun tiba, semua berkumpul termasuk Ariel dan Elea direstoran untuk makan malam bersama. Cahya dan Aditya sudah menyiapkan kejutan untuk memberitahu semua orang tentang kabar bahagia yang kini tengah ia dan istrinya rasakan.


Suasana makan malam yang hangat dan dipenuhi kebahagiaan semua orang. Adri dan Chika banyak berbagi cerita suka duka tentang perkuliahan mereka dan rencana mereka setelah wisuda.


Sampai akhirnya makan malam pun selesai, dan kini waktunya kejutan dari Cahya dan Aditya untuk mereka akan segera dimulai. Aditya mengedipkan matanya ketika seluruh hidangan, piring kotor serta meja sudah dibersihkan.


"Saatnya untuk yang paling istimewa" Seru Aditya, membuat semua orang penasaran dibuatnya.


Seorang pelayang membawa kue berwarna biru dan hiasan berwarna pink. Semua orang mengira jika itu adalah kue yang disiapkan Aditya untuk Cahya. "Tiup Lilin lagi nih??" Ucap Adri.


Pelayan menaruh kue itu tepat ditengah meja dihadapan semua orang. Tetapi tidak ada tulisan Hapoy Birthday disana, membuat semua orang bingung.


"Kok tulisannya We're going to be parents bukan Happy birthday??" Tanya Chika bingung, tetapi sedetik kemudian semua orang mengarahkan pandangan mereka pada Cahya dan Aditya.


"Are you pregnant??" Tanya Elea tidak percaya.


Cahya mengangguk sambil tersenyum, dan Aditya merangkul pundaknya. Kemudian Cahya mengambil foto hasil Usg tadi pagi di tasnya dan memberikannya pada Mama mertuanya.


"Cahya hamil bayi kembar, aku ingin kalian mendoakannya agar dia dan bayi kami selalu diberi kesehatan dan keselamatan sampai hari kelahirannya tiba"


Semua orang memberi ucapan selamat pada Cahya dan Aditya. Ariel memeluk Aditya turut berbahagia atas kehamilan Cahya. "Kurasa permenku yang kau makan akhirnya membawakan hasil yang luar biasa, tidak hanya satu tapi langsung 2, kau tidak rugi sempat sakit pinggang" Bisik Ariel.


"Brengsekk kau selalu saja membahas tentang permen itu" Gerutu Aditya lalu melepaskan pelukan Ariel.


Nyonya Harry menangis bahagia mendengar kabar bahagia ini, dia memeluk erat menantunya seraya terus bersyukur, akhirnya Tuhan menjawab doanya. Malam ini kebahagiaan sangat dirasakan oleh semua orang, mereka juga mendoakan Cahya agar dihindarkan dari hal yang buruk dan diberi kelancaran dikehamilannya kali ini. Setelah makan malam, mereka kembali ke Villa untuk beristirahat dan melanjutkan liburannya esok hari.