
Yongki mengantar makan malam untuk Cahya dikamarnya, adiknya itu tidak keluar untuk makan malam bersama karena harus menunggui bayi nya. Sementara Aditya pergi ke ruang kerja nya untuk mengecek email yang baru saja diterima nya.
Yongki masuk membawa nampan berisi makanan serta tidak lupa membawa minuman yang adiknya pesan dan belum sempat diminum karena kejadian tadi sore. Yongki masuk karena pintu kamar itu terbuka dan terlihat Cahya sedang bermain bersama Kyra, sementara Kyros tampak sudah tertidur lelap.
Cahya terkejut melihat Yongki membawa nampan berisi makanan untuknya, karena biasanya jika tidak Aditya atau asisten rumah tangganya. "Kakak? Kenapa kakak yang membawa makanannya kesini? Adit mana?"
"Adit sedang ke ruang kerjanya karena dia baru saja menerima email pekerjaan, hanya sebentar katanya, aku juga membawa minuman pesananmu tadi soy matcha latte faforitmu, aku membelikan 2 untukmu, tadi aku sudah menyuruh mbak Tina menyimpannya di freezer jadi sekarang ini kembali dingin, minum dan makanlah, aku yang akan bermain dengan Kyra"
Yongki menaruh nampan diatas meja lalu mengambil minuman milik Cahya dan memberikannya lalu duduk diatas tempat tidur dan langsung mengangkat Kyra. Sedangkan Cahya mulai menikmati minuman pemberian sang Kakak.
Karena dilanda rasa penasaran yang luar biasa tentang siapa perempuan yang tadi datang dan sempatembuat keributan, Yongki pun menanyakannya pada Cahya. Adiknya itu kemudian mulai menjelaskan siapa itu Erica dan bagaimana dulu Erica juga pernah melakukan hal yang membuatnya merasa terguncang yaitu teror paket yang dilakukan perempuan cantik itu kepadanya, dan bagaimana Elea telah menyelamatkannya dari teror-teror itu.
"Lalu bagaimana kau tahu jika pelakunya dia?" Tanya Yongki.
"Adit dibantu Ariel juga Randy mulai melacak siapa pengirimnya dan pelakunya mengaku disuruh oleh Erica, tetapi saat kedoknya terungkap, Erica kabur entah kemana dan setelah sekian lama dia sekarang datang lagi"
"Pantas saja suami mu terlihat sangat marah kepadanya, wajah cantik ternyata tidak menjamin kepribadiannya juga cantik"
Disaat sedang mengobrol, tiba-tiba Cahya dikejutkan dengan kedatangan Olivia yang berdiri ditengah pintu kamarnya. Perempuan itu tampak menutup mulutnya dengan jari telunjuknya mengisyaratkan agar Cahya tidak memberitahu kehadirannya kepada laki-laki yang ada didepannya.
Perlahan Olivia berjalan denagn menjinjit dan saat sudah dekat dengan cepat dia langsung melompat dan memeluk Yongki yang sedang duduk bersila diatas tempat tidur Cahya. "Dede......!!!!" Teriak Olivia ditelinga Yongki mengira Yongki adalah Aditya.
Sedangkan Cahya juga tidak kalah terkejut dengan ucapan Olivia, karena tadi dia berpikir bahwa Olivia tahu kalau itu Yongki bukan Aditya. Dan ternyata salah sasaran. Cahya pun ingin tertawa tetapi mencoba menahannya dan dia juga langsung melihat ke arah kakaknya yang juga tidak kalah terkejut dengan ulah Olivia. Sampai akhirnya Olivia menyadari bahwa yang dipeluknya ternyata bukan Aditya melainkan Yongki, karena lelaki itu menengok ke arahnya dengan pandangan terkejut. Saat itu juga Olivia langsung melepaskan pelukannya dan memundurkan langkahnya.
"Sorry sorry aku pikir Dede" Ucap Olivia dengan wajah memerah karena malu.
Sementara Cahya mencoba menahan tawa nya, sedangkan Yongki tersenyum tipis seraya mengatakan tidak apa-apa. Cahya kemudian melihat kedua ekspresi orang yang ada didepannya itu tampak canggung dan salah tingkah. Hingga akhirnya Aditya muncul dari luar kamar dan dikejutkan dengan kehadiran Olivia.
"Olu....??? Kau? Kapan datang?"
"Ehhh tadi siang"
"Kenapa tidak memberitahuku, aku kan bisa menjemputmu di airport"
"Aku ingin memberi kejutan padamu, jadi aku tidak memberitahu siapapun, aku juga membawa banyak hadiah untuk keponakanku, bolehkah aku menggendongnya?"
"Tentu saja" Jawab Cahya cepat kemudian menyuruh Yongki untuk memberikan Kyra pada Olivia. Yongki pun memberikan bayi perempuan itu kepada Olivia, dan dari wajah kedua nya terlihat sangat canggung.
"Sayang, bisakah kau menemaniku makan malam dibawah, biar mereka yang menjaga Anak-anak disini" Ucap Cahya sambil mengedipkan matanya ke arah Aditya, dan suaminya itu langsung menjawab mau.
Cahya mwngambil nampan dimeja lalu mengajak Aditya meninggalkan Yongki dan Olivia dikamar bersama Kyra dan Kyros.
Sampai diruang makan Cahya mulai menceritakan kejadian yang baru saja dilihatnya kepada Aditya dan keduanya tertawa. "Olivia memang konyol dan ceroboh, ada-ada saja anak itu" Gumam Aditya.
*****
Mereka juga menikmati makan malam bersama dan Chitra bercerita tentang perjalanannya dan sang suami kepada orangtuanya. Dan merasa sangat senang mendengar cerita dari putrinya yang terlihat begitu bahagia. Hingga akhirnya mereka semua sudah menyelesaikan makan malamnya.
Ada yang mengganjal dihati kedua orangtua Chitra setelah acara pernikahan putrinya itu, saat itu mereka ingin sekali menanyakannya kepada Randy tetapi niat itu mereka urungkan karena situasi dan kondisi yang tidak tepat. "Ran, Mama ingin menanyakan sesuatu padamu?"
Randy langsung menatap Mama mertuanya dengan tatapan sedikit takut. "Ya Ma, mah bertanya tentang apa? Serius sekali sepertinya!"
"Apa yang datang waktu itu benar ayahnya Ariel?"
Randy mencoba mengingat tapi kemudian tersenyum "Oh yang itu, om Andi maksud Mama?"
Mama mertuanya menjawab dengan satu anggukkan kepalanya kemudian menggeser piringnya dan menumpu kan kedua tangannya diatas meja makan.
"Iya Ma, om Andi memang Ayahnya Ariel, Mama dan Papa kenal dia, dan kalian sempat mengobrol dan terlihat sangat akrab, memangnya kenapa dengan om Andi Ma?"
"Dia dulu tetangga Mama dan Papa, dia mantan suami nya Sari"
"Oh iya" Sahut Randy dengan cepat. Kemarin baru saja Aditya mengatakannya padaku, om Andi pernah datang ke kantor perkebunannya disana om Andi menemui Danist dan meminta diantar ke rumahnya katanya ingin ketemu Tante Sari, Adit juga bilang kalau om Andi mengaku padanya bahwa Tante Sari itu adalah mantan istrinya yang pertama sebelum menikahi almh tante Irma, Mama nya Ariel"
"Jadi Andi mengatakan pada Adit bahwa Sari adalah mantan istrinya, berarti Adit juga tahu kalau Danist adalah darah dagingnya?" Seru Mama Chitra yang seketika membuat Randy terbatuk-batuk karena tersedak saat minum.
"Apa....!!!!? Danist anak om Andi!!!!???" Seru Randy terkejut, begitu juga dengan Chitra yang langsung menatap sang Mama.
"Iya Ran, Mama kan sudah pernah menceritakan kepada kalian tentang Sari dan Danist anaknya, bagaimana dulu dia ditinggalkan oleh suaminya saat sedang hamil, dan suaminya itu ya Andi yang kamu bilang kalau dia ayahnya Ariel, maka nya saat Mama melihatnya dipernikahan kalian dan kau mengenalkannya sebagai ayahnya Ariel, Mama terkejut saat itu"
"Berarti Danist adalah kakaknya Ariel??" Sahut Chitra kemudian.
"Ya bisa jadi, itu sebabnya Mama menanyakan kejelasannya pada Randy, apa benar Ariel adalah anaknya Andi dan memang benar, ya sudah dipastikan Ariel dan Danist adalah saudara 1 ayah"
Randy hanya terdiam mendengar fakta mengejutkan ini, dan ini benar-benar diluar dari bayangannya. Dia tidak menyangka jika ternyata cerita Mama mertuanya beberapa waktu yang lalu tentang Mamanya Danist justru itu terhubung dengan Ayahnya Ariel. Dan kini kedua lelaki itu terlibat permusuhan dan Ariel justru sudah menghina kakaknya sendiri. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya jika keduanya mengetahui tentang fakta itu, walaupun Aditya kemarin mengatakan padanya agar tidak memberitahu Ariel jika ayahnya pernah menikah sebelum menikahi ibunya, tetapi tetap saja suatu saat fakta itu pasti akan terbingkar juga.
"Kalau memang itu faktanya ya mau bagaimana lagi, emmmm tetapi kemarin Aditya berpesan padaku agar tidak memberitahu Ariel tentang permasalahan Ayahnya sebelum menikahi Mama nya dulu, ya tahu sendiri kan bagaimana hubungan Ariel dan Om Andi, pasti akan semakin memburuk, lebih baik kita semua diam saja tentang hal ini" Tutur Randy.
*****
Keesokan harinya, Ariel lagi-lagi datang menemui Elea. Elea sebenarnya ingin sekali menolak Ariel tetapi dia tidak bisa begitu saja melakukannya karena dia tahu Ariel adalah orang yang gigih dan tidak mudah menyerah. Dia menerima nya hanya demi kesopanan.
"Kenapa kau datang lagi kesini? Tidak bisakah kau berhenti menggangguku?" Terdengar dari suaranya Elea merasa tidak nyaman dan kesal kepada Ariel.
"Aku hanya ingin memastikan kau dan bayi kita baik-baik saja, dan ya aku ingin menawarkan sesuatu padamu"
"Menawarkan apa lagi?" Elea mendengus kesal.
"Setelah melahirkan kau tinggal dirumahku saja ya agar kau merasa lebih nyaman, disana ada banyak pelayan jadi kau pasti akan merasa nyaman dan terbantu, kau mau kan tinggal dirumahku?"