SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 141



Cahya terus meronta tetapi dia tidak bisa berbuat banyak karena kaki dan kedua tangannya terikat. Cheryl berjalan mendekatinya dan mengambil kain lalu menutupkan kain itu di tubuh Cahya. Cahya terus memberontak dan akhirnya membuat Cheryl sangat marah kepadanya.


"Diamlah.......!!!! Kalau kau terus bersikap seperti ini aki akan meembunuh bayimu dengan ini....." Cheryl berteriak tepat didepan wajah Cahya dan tangannya mengeluarkan sebuah pistol.


Cheryl kemudian melepas ikatan dikedua kaki Cahya tetapi tetap membiarkan kedua tangan Cahya terikat. Cahya kini merasa hidupnya seperti diujung tanduk, dan sudah tidak bisa melakukan apapun, dia hanya berharap ada seseorang yang datang menolongnya terutama Aditya.


*****


Aditya, Adri dan Rama akhirnya sampai dititik dimana maps ponsel Cahya terhenti. Melihat ada 2 pria yang menjaga didepan bangunan itu, Aditya menyuruh Adri dan Rama untuk membereskan mereka sedangkan dia akan masuk dan mencari keberadaan Cahya.


"Sambil menunggu kedatangan polisi, aku yakin kalian berdua bisa membereskan berandalan itu, aku akan masuk dan mencari Cahya semoga tidak ada hal buruk yang terjadi padanya, jika kalian ingin menyusulku ke dalam kuharap kalian berhati-hati dan jangan menimbulkan suara, aku takut mereka membawa senjata yang justru akan bisa memperburuk keadaan" Ucap Aditya lalu mereka bertiga turun dari mobil.


Benar saja kedua penjahat itu langsung menyerang mereka. Adri dan Rama mencoba mengalihkan mereka agar Aditya bisa masuk. Aditya langsung masuk dan mencoba mencari Cahya tetapi tida mengeluarkan suara agar para penjahat yang menculik istrinya itu tidak menyakitinya. Aditya sangat berhati-hati saat berjalan dan waspada melihat kanan-kiri berharap semoga Cahya benar-benar ada ditempat ini.


Cheryl memaksa Cahya untuk menekuk lututnya agar posisinya nyaman saat ia akan memijat perut Cahya untuk mengeluarkan bayinya.


"Cheryl, aku mohon jangan lakukan ini, bayiku belum saatnya lahir, aku mohon tunggu saja sampai lahir setelah itu kau bisa melakukan apapun, oke?" Cahya mencoba untuk menghentikan Cheryl.


"Tidak......!!!! Aku akan mengeluarkannya sekarang setelah itu kita akan bebas"


"Jangan Cheryl tolong jangan lakukan ini....." Cahya berteriak sambil menangis.


Sayup-sayup Aditya mendengar suara seseorang dan tangisan, dia pun langsung berlari menuju sumber suara itu. Betapa terkejutnya Aditya saat melihat Cahya sedang terbaring dan tangannya terikat dan Cheryl ada disana sedang memegang perut Cahya.


"Cheryl, apa yang ingin kau lakukan pada istriku??"


Teriakan Aditya itu membuat Cheryl kaget dan melihat kearah kedatangan Aditya. Cheryl menatap tajam ke arah Aditya. Aditya mencoba mendekat tetapi Cheryl justru menodongkan pistolnya dan mengancam Aditya.


"Kalau kau berani mendekat, aku akan menembak perutnya, kau diam disitu...." Gertak Cheryl dengan tatapan tajam seolah ingin membunuh Aditya.


"Cheryl kau jangan berani-berani menyakiti istri dan bayiku atau aku yang akan berbalik menyakitimu, hentikan Cheryl"


"Shut Up......!!!! Kali kau tidak akan bisa lagi memisahkanku dari kekasihku ini, sudah cukup selama ini kau membawanya pergi jauh dariku, aku akan mengeluarkan bayimu yang ada diperut kekasihku ini lalu akan ku lempar dihadapanmu, kau bisa membawa bayimu dan aku akan membawa Cahya bersamaku, kali ini kau tidak akan bisa menghentikanku"


Aditya melirik ke arah Cahya, dia melihat Cahya memandang kearahnya sambil menangis dan terlihat sangat ketakutan. Aditya harus memikirkan cara agar dia bisa segera melepaskan Cahya dan membawa istrinya itu pulang. Sekali lagi Cahya harus mengalami hal buruk seperti ini disaat dia sedang hamil, Aditya benar-benar takut dengan kesehatan mental Cahya istrinya itu pasti saat ini benar-benar ketakutan. Cahya menatao Aditya dengan tatapan sedih, seolah mengatakan jika dia ingin segera pergi dari tempat ini.


Aditya memejamkan matanya memberi kode pada Cahya agar tenang dan tidak panik. Sedangkan Cheryl masing mengarahkan pistolnya ke arah Aditya.


****


Adri dan Rama akhirnya berhasil mengatasi dengan baik 2 pria itu. Ilmu beladiri yang dimiliki Adri ternyata mampu membuatnya mengalahkan mereka. Adri menyuruh Rama untuk menjaga 2 pria itu yang sudah mereka ikat sambil menunggu polisi datang sdangkan Adri akan masuk untuk melihat keadaan kakaknya didalam.


Adri masuk dan mencoba mencari keberadaan Aditya. Adri melihat kakaknya sedang berdiri ditengah pintu sambil mengangkat kedua tangannya, seolah mengerti bahwa kakaknya sedang ditodong senjata api, Adri pun berjalan dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. "Ssssstttt..... Ssstttt...." Adri memberi kode kepada Aditya.


Aditya mendengar kode dari Adri dan mencoba memberi kode balik dengan mengusapkan telapak tangannya ke rambutnya. Cheryl masih menatap Aditya dengan tatapan membunuhnya, Cheryl berpikir jika dia tidak segera bertindak Aditya bisa saja menggagalkan lagi rencananya dan dia harus waspada dan berhati-hati. Cheryl mengarahkan pandangannya ke arah Cahya sambil tersenyum padanya, tubuhnya pun membungkuk tepat dihadapan wajah Cahya dengan tangan masih menodongkan pistol ke Aditya.


"Cahya sayang, aku harus membereskan pria itu karena dia akan menghalangi cinta kita kau tunggu disini ya?" Gumam Cheryl dengan suara lemah lembut lalu mendaratkan ciuman dikening Cahya lalu mengecup bibir Cahya membuat Cahya menggelengkan kepalanya mencoba menghindar.


Disaat itulah Aditya menengok ke belakang dan melihat Adri, lalu memberinya kode agar bersembunyi. Adri langsung bersembunyi dibalik tiang besar bangunan itu sambil membaca situasi. Aditya kembali mengarahkan pandangan dan merasa jijik melihat Cheryl seperti tidak memiliki urat malu, Aditya mengutuk perbuatan Cheryl. "Shiiitt berani-beraninya kau memaksa mencium istriku" Gumamnya dalam hati.


Setelah mencium Cahya, pandnagan Cheryl kembali lagi ke Aditya. Kini Cheryl berjalan ke arah Aditya dengan tetap mengancungkan pistolnya. "Ikuti perintahku atau aku akan membunuhmu dan bayi sialan yang ada diperut kekasihku itu, mundur........ Dan ikuti perintahku Cepaaaaatttt" Teriak Cheryl dengan penuh amarah.


Aditya kembali melirik ke arah Cahya yang masih menangis karena ketakutan. Aditya memundurkan langkahnya mengikuti arahan Cheryl. Bagi Aditya ini kesempatan untuk menyelamatkan Cahya, dia harus membuat perhatian Cheryl fokus kepadanya jadi Adri bisa menolong Cahya dengan segera.


Cheryl terus menyuruh Aditya untuk mundur hingga akhirnya langkah Aditya terhenti karena tiang. Cheryl memberi perintah ke Aditya untuk duduk dikursi yang ada disebelahnya. "Kalau kau berani melawanku aku akan langsung membunuhmu dan bayimu, jadi kau turuti perintahku duduk diam disini"


Cheryl mengambil tali yang tergeletak dibawah kursi itu, tali yang tadi dia gunakan untuk mengikat Cahya dikursi yang sama. Cheryl pun mengikat Aditya dikursi itu dan menyatukan ikatan itu ditiang. Saat Cheryl sibuk mengikat Aditya disitulah Adri dengan langkah penuh ke hati-hatian masuk keruangan dimana Cahya disekap disana.


Adri berhasil masuk dan langsung menghampiri Cahya yang terbaring disana. Perlahan dia meminta kakak iparnya itu untuk tetap tenang dan tidak mengeluarkan suara. Adri melepas satu persatu ikatan ditangan Cahya, tangan kakak iparnya itu memerah akibat tali yang mengikatnya.


Cheryl yang sudah berhasil mengikat Aditya pun kembali berjalan ke tempat dimana dia menyekap Cahya. Melihat itu Aditya menjadi khawatir kepada Adri yang ada disana.


Adri sudah berhasil melepaskan ikatan Cahya lalu membantu kakak iparnya itu untuk bangun. Saat ini Adri harus memikirkan bagaimana cara membawa Cahya keluar dari tempat ini setelah itu dia akan menyelamatkan Kakaknya. Saat Cahya sudah bangkit tiba-tiba Adri melihat Cheryl masuk ke ruangan itu. Karena terkejut melihat keberadaan Adri, Cheryl melepaskan tembakannya ke arah Cahya yang membelakanginya dna sedang berhadapan dengan Adri. Dengan spontanitas Adri memeluk Cahya lalu membalikkan badannya.


"Dooooooorrrr......!!!!"


Bunyi tembakan itu sangat keras diikuti suara teriakan Adri. "Aaaarrrrggghhhh....."


Cahya yang berada dalam pelukan Adri pun terkejut dan kini dia melihat Cheryl mengarahkan pistol ke arah Adri. Sepersekian detik Cahya menyadari jika telah terjadi sesuatu dengan Adri, lalu beberapa detik kemudian pelukan Adri melemah dan langsung terkapar dihadapan Cahya.


"Adriiiiii...........!!!!" Cahya berteriak histeris.