SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 442



Axel menjauh dan langsung berdiri di dekat Kyra. "Kita makan di tempat lain saja ya??"


Kyra hanya diam. Sementara Celia dan Mamanya memandangi Axel, hingga kemudian Celia mendekati Axel dan memegang tangan Axel. "Kau mau kembali lagi kan denganku??? Lihatlah Mama sudah setuju, dan yang juga pasti setuju, please Axel sayang aku masih sangat mencintaimu...!" Ujar Celia.


Axel mengabaikannya kemudian memanggil pelayan. Seorang pelayan setengah berlari menghampirinya. Axel mengeluarkan dompetnya dan memberi beberapa lembar uangnya ke pelayan itu. "Kita tidak jadi makan, ini uang pembayarannya, ambil saja kembaliannya!" Ujar Axel pada pelayan itu.


Axel kemudian menggandeng tangan Kyra dan mengajaknya untuk pergi. Tetapi dengan cepat Celia menghalangi jalan mereka. "Kau mau pergi kemana? Kau belum menjawab ajakanku? Dan siapa dia???" Tanya Celia sambil menunjuk ke arah Kyra.


"Kita sudah berakhir, dan aku juga sudah lama sekali melupakanmu, Im so sorry!"


"Tunggu Axel....! Apa karena dia kau tidak mau kembali lagi denganku..???" Celia menatap tajam Kyra.


"Please Celia....! Jangan berteriak dan bersikap seperti ini kau tidak lihat kita ada dimana sekarang??? Orang-orang memandangimu! Aku sudah memulai kehidupan baruku, keluargamu yang dulu menolakku, mereka yang memintaku menjauhi dirimu, aku sudah melakukan yang mereka inginkan, jadi jika saat ini kau memintaku kembali, Im so sorry, aku tidak bisa, aku sudah punya kehidupan sendiri sekarang! Ayo sayang kita pergi!"


Axel manggandeng Kyra dan mempercepat langkahnya meninggalkan Celia dan Mamanya. Tidak mau menyerah, Celia tetap mengejar Axel hingga sampai di tempat parkir. Celia kembali berlari dan menghadang jalan Axel dan Kyra. Wajah Celia terlihat sedih dan ada airmata disana. Celia selama ini masih berharap Axel bisa kembali lagi dengannya. Dia masih sangat mencintai Axel, dan berharap juga Axel mau melupakan yang sudah terjadi di masalalu karena itu adalah sebuah kesalahan dari keluarganya.


"Apa lagi???" Tanya Axel.


"Kau masih marah ya dengan apa yang sudah terjadi, aku minta maaf tentang hal itu, keluargaku memang bersalah tapi mereka juga ingin meminta maaf padamu, iya kan Ma???" Celia mengarahkan pandangannya kepada Mamanya yang baru saja sampai dan kini berdiri di belakang Axel dan Kyra.


"Benar Axel...! Celia masih mencintaimu dan karena melihat cintanya yang begitu besar kepadamu, kami pun mencoba memahaminya dan memberinya ijin untuk berhubungan denganmu lagi...!" Ucap Mama Celia.


Axel melemparkan senyumnya. "Sayangnya itu sudah terlambat tante, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Celia, aku sudah mengejar kebahagiaanku saat ini seperti yang dulu tante pernah katakan kepadaku bahwa Celia juga akan mengejar kebahagiaannya dengan laki-laki yang pantas untuk mendampinginya, bukan aku lagi...! Permisi...!"


Axel kembali menggandeng Kyra dan membawanya menuju mobil milik Kyra. Setelah sampai Axel membuka pintu dan Kyra masuk begitu juga dengan dirinya. Sayup-sayup Axel mendengar suara Celia memanggil namanya, tetapi Axel mengabaikannya. Baginya semua itu sudah berakhir sejak lama, dan saat ini dia sama sekali tidak memiliki pikiran untuk kembali kepada Celia meskipun perempuan itu mengatakan baha keluarganya sudah berubah pikiran. Tetapi Axel bisa melihat dengan jelas wajah Mama Celia yang hanya berpura-pura baik kepada dirinya.


Celia menangis dan memeluk Mamanya. Dia sesenggukkan dan ingin sekali Axel kembali lagi kepadanya, dia tidak bisa hidup tanpa Axel. Celia pun di tenangkan oleh sang Mama.


"Sudah jangan menangis! Axel pasti ingin kembali denganmu, tadi dia hanya takut saja dengan perempuan yang bersamanya, itu sebabnya dia memilih menghindar, kau masih bisa menemuinya lagi nanti, dan Mama yakin dia pasti akan mau kembali denganmu!"


"Lalu bagaimana dengan perempuan itu Ma???"


"Kau tidak perlu khawatir, Mama akan membantumu untuk menyingkirkan perempuan itu dari Axel, itu bukan hal yang sulit, sekarang kita pergi dan mama akan pikirkan langkah yang harus kita ambil nanti"


★★★★★★


Axel menoleh, Kyra sejak tadi hanya diam saja. Axel merasa sangat bersalah sekali, Kyra saat ini pasti sedang bingung dengan keadaan yang baru saja terjadi. Axel benar-benar merasa kesal sekali, kenapa harus bertemu dengan Celia lagi dan waktunya juga tidak tepat, dimana dia saat ini sedang bersama dengan Kyra. Dan kenapa juga harus ada Mama Celia yang membuat keadaan semakin buruk saja. Axel yakin Kyra sepertinya sekarang sedang benar-benar marah kepadanya.


"Sayang...! Kok dari tadi diam saja??? Maaf ya!" Gumam Axel.


"Aku bisa melihat kebenaran dimatanya bahwa dia sangat mencintaimu, dia ingin kembali padamu, kenapa kau menolak keinginannya? Bukankah dulu kau....!"


Belum selesai berbicara, tiba-tiba Axel memotong ucapan Kyra.


"Masa lalu....! Itu sudah berlalu, tidak ada lagi Celia dihatiku saat ini! Ucapan keluarganya dulu sudah meninggalkan luka begitu dalam dihatiku, sejak itu hatiku sudah aku tutup untuk Celia. Aku memang butuh waktu lama untuk sembuh tetapi bukan berarti aku masih menyimpannya di hatiku, sama sekali tidak! Sekarang aku hanya ingin fokus pada karirku dan dirimu saja, aku ingin menepati janjiku pada kedua orangtuamu bahwa aku layak untuk dirimu, please sayang...! Trust me??? Aku sudah melupakan semua tentang Celia....!"


"Entahlah ...! Saat ini aku ingin pulang saja, kembali ke tempat latihanmu, dan aku akan langsung pulang..!"


"Pulang? Kau belum makan siang, kita cari makan dulu...!"


Kyra menggelengkan kepalanya. Apa yang terjadi tadi merusak moodnya. Dia bertemu pertama kalinya dengan Celia, dan gadis itu menangis karena ingin kembali bersama Axel. Wanita yang dipanggil Mama oleh Celia juga membuat Kyra terkejut bukan main, pasalnya perempuan itu pernah berulah dengan keluarganya dulu. Bagi Kyra, hari ini bukanlah harinya karena hal tak terduga justru merusak hari yang harusnya membahagiakan dimana dia dan Axel ingin mengisinya dengan kebersamaan tetapi justru ini yang terjadi sekarang.


"Aku ingin pulang....!" Ujar Kyra lagi.


Axel menoleh dengan sedih. Dalam keadaan seperti ini dia tidak akan bisa tenang jika melihat Kyra pergi dalam keadaan muram. Axel tidak akan bisa tenang. "Oke jika itu mau mu, aku akan mengantarmu pulang!"


"Jangan bercanda...! Kau harus latihan lagi besok, sudahlah aku hanya butuh waktu sendiri dulu, lagipula kan aku bersama supir!"


"Tidak....! Aku akan ikut pulang denganmu, aku tidak bisa membiarkanmu dalam keadaan seperti ini, aku tidak akan tenang, besok aku latihan sore jadi aku hisa kembali pagi, sekarang kita makan dulu, aku tidak mau kau sakit, kau punya penyakit Maag kan?? Kau boleh marah ataupun mengumpatku tetapi kau harus tetap makan..!" Axel kemudian menghentikan mobilnya di depan sebuah tempat makan yang menjual bakso.


Axel keluar dan membuka pintu untuk Kyra. Axel tahu jika Kyra sangat menyukai bakso, itu sebabnya dia menghentikannya. "Ayo makan dan kau bisa melampiaskan kemarahanmu itu dengan makan bakso...!" Ujar Axel.


Melihat ada makanan kesukaannya, Kyra tersenyum, dia tidak bisa merasa jengkel lagi dengan Axel. Karena lelaki itu selalu saja menemukan ide bagus untuk meredam kemarahannya.


Kyra pun keluar dari mobil dan masuk bersama dengan Axel lalu memesan. Setelah itu, Axel menghubungi supir Kyra agar menyusul mereka karena Kyra ingin pulang.


Bakso sudah datang, Kyra tersenyum dan tidak sabar untuk memakannya. Aromanya sangat menggugah selera. Tiba-tiba saja Axel menyendok bakso dari mangkuknya lalu sedikit meniupnya kemudian menyuapkan bakso itu ke Kyra, membuat Kyra terkejut tetapi dia langsung membuka mulutnya. "Enak???" Tanya Axel.


Kyra mengangguk. "Kau selalu punya banyak akal agar aku tidak marah padamu...!"


"Aku tidak suka jika orang yang aku cintai memasang wajah jutek dan marah padaku....! Kau lebih cantik jika tersenyum...!" Puji Axel.


Kyra hanya menimpali dengan senyuman saja. Mereka berdua kemudian melanjutkan makan siangnya sambil menunggu supir datang.


Suasana hati Kyra sudah sedikit membaik, Axel tidak ingin membuat perempuan itu menjadi kembali bad mood, jadi Axel tidak akan membahas hal yang tadi lagi. Itu hal yang yang harus dilakukannya saat ini, kecuali Kyra sendiri yang membahasnya.


★★★★★★★


Akhirnya mobil masuk ke halaman rumah Kyra. Mereka baru sampai sore hari karena perjalanan cukup jauh. Terlihat juga mobil Aditya sudah berada di depan garasi, yang artinya Aditya juga sudah kembali dari kantornya. Axel bergegas keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Kyra. "Thanks...!" Ucap Kyra pada Axel sambil tersenyum.


Kyra keluar dan mendapati Aditya dan Cahya sedang berada di area kolam koi yang ada di halaman depan rumah mereka. Kyra langsung mengajak Axel untuk menemui mereka lebih dulu sebelum masuk ke rumah. Aditya sedang memberi makan ikan koi sementara Cahya tampak sedang memegang gunting untuk memetik bunga mawar. "Sore Mam, Pap..." Sapa Kyra lalu mencium punggung tangan kedua orangtuanya serta mencium pipi mereka.


"Sore sayang...! Kau baru sampai ya? Loh Axel ikut juga!" Tanya Cahya dengan ekspresi terkejut ketika melihat Axel datang bersama Kyra.


Axel tersenyum menganggukkan kepalanya lalu menyalami keduanya dan mencium punggung tangan mereka. "Iya Tante, besok pagi kembali lagi karena jadwal latihannya sore jadi sedikit renggang waktunya, lumayan bisa pulang sebentar!"


Aditya melirik ke wajah Kyra, dan dia bisa melihat ada yang berbeda dari wajah putrinya itu, tidak seperti biasanya. Aditya kemudian beralih ke Axel, dan wajah Axel juga terlihat bingung. Aditya menyimpulkan bahwa keduanya sepertinya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aditya heran karena seharusnya mereka berdua terlihat bahagia karena sudah bertemu, tetapi sepertinya mereka sekarang sedang memiliki masalah.


"Ra...! Masuk dan ambilkan Axel minum!" Pinta Aditya.


Kyra tersenyum tipis dan mengangguk. Dia berbalik badan dan hendak masuk tetapi langkahnya terhenti dan kembali menghadap ke arah Apap dan Amamnya.


"Oh iya lupa...! Pap, Mam, tadi aku bertemu dengan wanita yang dulu pernah Apap ceritakan padaku, itu wanita yang dulu pernah menculik Ky, Apap kan pernah menunjukkan koran tentang berita itu dan wajah wanita itu ada disana, siapa itu namanya, eh Cyntia...! Aku yakin itu dia...! Wajahnya ketus dan cara dia berbicara juga terdengar sombong, sama seperti yang dulu Apap pernah ceritakan padaku" Ujar Kyra yang langsung membuat ekspresi dari wajah Aditya dan Cahya berubah seketika. Begitu juga dengan ekspresi Axel, dia tidak menyangka ternyata dugaannya tadi benar bahwa Cyntia serta Theo yang dimaksud Kyra adalah orangtua Celia.


"Apa....??? Bertemu Cyntia??? Dimana???" Seru Aditya terkejut.


"Tadi waktu akan makan siang dengan Axel, si wanita bernama Cyntia itu ternyata ibu dari Celia, mantannya Axel, dan mereka berdua meminta Axel agar mau kembali lagi dengan Celia, sampai si Celia menangis...!" Ujar Kyra kemudian dia berbalik badan lagi dan masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan Axel minum.


Aditya langsung menatap tajam Axel, begitu juga dengan Cahya yang tidak menyangka jika kali ini Kyra justru bertemu dengan Cyntia. Sudah lama sekali Cyntia dan keluarganya menghilang, dan kenapa mereka saat ini harus terlihat lagi. Mendapatkan tatapan tajam dari Aditya, Axel bergidik ngeri dan dia menelan ludahnya ddengan susah payah sebagai ekspresi dari ketakutannya melihat Aditya. Ini adalah pertanda buruk sekali. Untuk menutupi kegugupan dan ketakutannya, Axel mencoba tersenyum pada Aditya.