SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 206



"Apa yang terjadi disini??" Tanya Ariel.


Semua orang lalu berdiri dan memandang Ariel dengan diam. Danist melangkah ke arah Ariel sambil tersenyum. "Aku menikah dengan Elea, bukankah dulu Elea sudah pernah mengatakannya padamu bahwa kami akan menikah setelah dia melahirkan dan aku melakukannya sekarang, apa yang ingin kau lakukan sekarang? Kau tidak akan bisa lagi menghina dan mengancam Elea, sekarang dia istriku, aku akan jadi yang terdepan untuk menjaganya, mengenai Gienka aku akan mengijinkanmu menemuinya tetapi semua dalam pengawasanku dan Elea, kau juga tidak perlu khawatir, Gienka akan kupastikan mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dariku karena aku yang selalu menjaga dia dan ibunya selama hamil, untuk fasilitas aku juga akan memastikan yang terbaik untuknya nanti walaupun aku tidak sekaya dirimu" Ucap Danist.


Mendengar itu wajah Ariel langsung berubah menjadi marah, kesal dan ada juga kesedihan disana. Dia langsung menjatuhkan semua barang yang dibawanya lalu pergi meninggalkan rumah Elea dengan perasaan campur aduk tanpa sepatah kata pun yang terucap dari mulutnya.


Suasana menjadi hening setelah kedatangan dan kepergian Ariel meninggalkan rumah itu. Elea merasa lega karena memang benar bahwa hal yang dia lakukan ini membuat Ariel menyerah.


Setelah makan bersama dihalaman belakang rumah Elea, Aditya dan Randy mengobrol bersama Danist. Aditya menyuruh Danist agar tinggal dirumah ini saja, mengingat ini juga salah satu rumah fasilitas dari perkebunan. Selain itu juga agar memudahkannya untuk segera pulang karena lebih dekat dengan kantor dibanding rumah yang ditempatinya sekarang. Danist pun setuju dengan apa yang diucapkan atasannya itu tetapi karena pernikahan ini terjadi hanya dalam hitungan hari, dia pun juga tidak terpikirkan tentang hal ini.


Semua sudah selesai, Randy dan Chitra berpamitan untuk pulang, sementara Cahya dan Aditya serta Mama dan ibu mertuanya kembali ke villa mereka. Danist juga akan kengantar Mama dan om tantenya untuk pulang sambil mengambil pakaiannya, karena semua masih ada disana.


*****


Sesampainya dirumah, Danist langsung masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya. Lalu mulai mengemasi pakaiannya, hingga beberapa saat kemudian sang Mama mengetuk pintu kamarnya dan meminta ijin untuk masuk. Terlihat sangat jelas diwajah sang Mama, bahwa wanita itu sedang khawatir tetapi tetap mencoba tersenyum dan membantu Danist mengemasi pakaiannya. Setelah semua siap, Danist membawa kopernya keluar dari kamarnya lalu duduk diruang tamu untuk berbincang dengan Om dan juga tantenya yang ada disana.


Danist pun menerima banyak saran dari Om nya, dinasehati dan diberi petuah agar bisa menjadi pemimpin keluarga yang baik dan bijaksana. Mengingat Danist menikahi seorang perempuan yang sudah memiliki anak, menganggap dan mencintai anak dari istrinya adalah sebuah kewajiban yang harus benar-benar Danist jalankan. Danist juga diingatkan agar bisa bersikap dengan bijak serta tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan jangan sampai melakukan hal yang sama yang pernah dilakukan oleh Ayahnya dulu pada Mamanya.


"Dan, mama minta padamu agar kau berhenti bersitegang dengan Ariel, mengingat dia itu adalah Ayah dari Gienka, mama tidak mau mendengar kau ribut dengannya, kau mau kan???" Ucap Mama Danist.


"Selama dia bersikap baik dan sopan aku tidak akan melakukan apapun Ma, tetapi jika dia masih saja bersikap arogan tentu aku tidak bisa hanya diam saja" Gumam Danist dengan memegang jenari sang Mama, tetapi kemudian dia teringat akan sesuatu yang belum dia sampaikan kepada sang Mama katena selalu lupa.


"Astaga, aku lupa mengatakan ini pada Mama"


"Mengatakan apa Dan?" Tanya Mamanya.


"Jadi begini, beberapa waktu yang lalu pak Andi Ayahnya si Ariel datang menemuiku dikantor Ma, dia memintaku untuk mengantarnya menemui Mama"


"Andi???" Seru Om nya terkejut.


"Iya, pak Andi yang waktu itu bertemu dengan Mama di pernikahan Randy dan Chitra, tapi Mama bilang bahwa Mama tidak mengenalnya kenapa dia ingin menemui Mama??? Memangnya Om mengenal Lelaki bernama Andi itu?"


"Tidak mungkin Om mu mengenalnya, Mama saja tidak kenal dengannya, Mama baru pertama kali bertemu dengannya di pernikahan Randy kemarin itu, tapi kenapa dia malah ingin menemui Mama?" Sahut Mama Danist dengan cepat.


*****


Setelah Danist pergi, Om nya itu langsung bertanya kepada adik sepupunya itu tentang Andi yang dimaksud oleh Danist. "Andi, apa yang dimaksud Danist tadi adalah Andi mantan suamimu dulu Sar? Kau bertemu dengannya?"


Mama Danist mengangguk dengan sedih kemudian menceritakan pertemuannya dengan Andi di pernikahan Randy dan Chitra beberapa waktu yang lalu. Tidak ada obrolan apapun dengan lelaki itu karena langsung mengajak Danist untuk segera pergi dari tempat itu.


"Kenapa kau tidak mengatakan padanya kalau kau punya anak darinya??"


"Untuk apa aku harus mengatakannya, selama ini aku sudah hidup tenang dengan Danist, aku sudah tidak membutuhkannya lagi, tetapi aku mohon kepada kakak untuk jangan mengatakan tentang hal ini pada Danist, biarkan saja selamanya dia tidak mengetahui siapa ayahnya"


Mama Danist juga menceritakan bahwa lelaki yang datang tadi adalah anak dari Andi yang artinya dia adalah adik dari tiri dari Danist.


Saat itu juga Om Danist dibuat terkejut, dan saat melihat Ariel memang ada perasaan yang mengusiknya karena merasa seperti tidak asing dengan wajahnya, dan benar saja ternyata dia adalah anak dari Andi.


******


Danist sudah sampai dirumah Elea dan Mama Elea langsung mengantarnya ke kamar Elea. Ternyata Elea sedang mengobrol bersama Chika sambil menggendong Gienka. Chika memilih pergi meninggalkan pengantin baru itu.


Danist mulai mengeluarkan pakaiannya dan menaruhnya di lemari. Sementara Elea dilingkupi perasaan yang canggung luar biasa karena kini dia dihadapkan dengan kenyataan bahwa Danist sekarang adalah suaminya. Ketakutan juga mulai datang menghampirinya, apa yang akan terjadi nanti pada mereka, sementara Elea selama ini tidak memiliki perasaan apapun pada lelaki itu selain perasaan sebagai sahabat. Dan kini dia terjebak dengan keadaan seperti ini karena ulah Ariel. Elea benar-benar dibuat pusing dengan apa yang terjadi di hidupnya sekarang.


Melihat Elea termenung dan sibuk dengan pikirannya sendiri, Danist tampaknya mengerti dengan apa yang dirasakan Elea saat ini. Perempuan itu pasti sedang disibukkan dengan memikirkan berbagai kekhawatiran yang ada dikepalanya. Danist kemudian duduk ditempat tidur dan menatap Elea sambil tersenyum. "Apa yang sedang kau pikirkan???" Tanya Danist.


"Ah tidak aku tidak memikirkan apapun"


"Sangat jelas diwajahmu bahwa kau sepertinya sedang kalut, El, aku tahu kau pasti tidak nyaman dengan keadaan ini, aku minta maaf, tetapi aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan pernah memanfaatkan keadaan ini dengan mencari keuntungan untuk diriku sendiri, aku hanya akan melakukan tugasku untuk melindungimu dan Gienka juga keluargamu, jadi kau jangan khawatir El, aku janji"


Danist kemudian meminta Elea untuk memberikan Gienka padanya karena dia ingin sekali menggendong bayi itu. Elea pun memberikannya dan Danist langsung menciumi Gienka dengan penuh kasih sayang, membuat Elea tersenyum melihatnya. Ya lelaki inilah yang selalu membantunya selama ini bahkan dia juga yang mengumandangkan adzan dengan suara merdunya ditelinga Gienka, Danist memang lelaki yang sangat baik, Elea bisa memegang janji Danist tadi.


Disisi lain, Ariel kini sudah sampai dirumahnya dan langsung masuk ke kamarnya dengan membanting pintu kamarnya dengan keras. Ariel berteriak dengan sangat keras meluapkan emosinya tetapi sedetik kemudian dia menangis. Tangisannya terdengar begitu pilu hingga siapapun yang mendengarnya akan merasa ikut bersedih. Kini Elea nya sudah menjadi milik orang lain, perempuan yang sangat dia cintai. Sebuah kesalahan yang dilakukannya ternyata membawa dampak yang besar dikehidupannya, kini dia merasa bahwa Tuhan sedang menertawakannya.


"Elea........!!!! Aku sudah berusaha menebus kesalahanku tetapi kenapa kau tidak mau kembali denganku???? Kenapa El.......!!!!!" Teriak Ariel frustasi sambil menangis.