
Maysa mengendarai mobilnya dalam diam, kesakitan itu masih jelas dia rasakan. Dia masih tidak menyangka Ariel melakukan hal sekejam itu padanya padahal dia sangat mempercayai lelaki itu. Ariel seolah melupakan semua janji-janjinya. Apa yang terjadi saat ini lebih buruk dari apa yang terjadi saat dia masih dengan mantan kekasihnya dulu. Karena setidaknya mantan kekasihnya itu tidak pernah mempermalukannya di depan orang lain juga tidak pernah mengatakan hal buruk kepada Mamanya.
Mama Maysa menoleh ke arah putrinya yang sedang mengendari mobil tetapi terlihat sangat jelas kesedihannya. Yang baru saja terjadi pada mereka adalah karena murni kesalahannya di masa lalu dan membuat Maysa harus menanggung semua ini. Hati putrinya itu pasti sangat hancur hingga tidak mengatakan apapun padanya sejak tadi.
"May.....!!!! Maafkan Mama" Gumam Mama Maysa, membuat putrinya itu menoleh ke arahnya.
"Maaf??? Kenapa Mama meminta maaf, ini bukan salah Mama, aku yang salah karena seharusnya aku bisa selektif saat memilih pasangan, ku pikir dia yang terbaik tetapi ternyata dia memang seburuk itu"
"Apa yang dikatakan Ariel tentang Mama memang benar, Mama telah melakukan kesalahan yang membuatnya begitu membenci Mama"
Maysa menepikan mobilnya lalu mengerem mendadak membuat Mamanya terkejut, dan menanyakan apa yang sudah Mamanya lakukan dulu sehingga membuat Ariel sangat marah. Lalu cerita itupun mulai mengalir dan Maysa tampak memperhatikan dengan seksama.
Kisah itu terjadi sekitar 9 tahun yang lalu dimana saat dia menjadi sekretaris dari pak Andi, Ayah Ariel. Sebelumnya memang dia sudah beberapa kali bekerja di berbagai perusahaan besar menjadi sekretaris hingga terakhir itu dia bekerja dinperusahaan Ayah Ariel. Semua berjalan normal awalnya hingga akhirnya ada waktu dimana Maysa mengeluh padanya bahwa dia telah mengikuti test di sebuah universitas bergengsi dan dinyatakan lulus, tentu semua itu butuh persiapan banyak biaya mengingat Maysa sangat ingin berkuliah disana sejak lama.
Ditengah ke gundahannya memikirkan biaya masuk kuliah Maysa dan keuangannya sedang tidak begitu baik, datanglah Ayah Ariel memberikan sebuah solusi untuk menyelesaikan semua permasalahan keuangannya yaitu jika dia mau melayani hasrat dari pak Andi maka dia akan mendapatkan uang sesuai dengan yang diinginkan. Saat itu memang kondisi Mama Ariel sudah mulai kurang baik dan sering bepergian ke luar negeri untuk berobat, mungkin itu yang membuat Pak Andi merasa terabaikan dan tidak mendapatkan yang diinginkannya dari istrinya.
Karena terhimpit permasalahan keuangan akhirnya Mama Maysa menyetujui untuk melakukannya dengan Ayah Ariel. Benar saja setelah melakukannya, Pak Andi memberinya uang 100juta bersama dengan berbagai barang-barang branded lainnya. Mama Maysa semakin kecanduan seolah gelap mata dan melupakan bahwa bosnya itu memiliki istri. Dia semakin menggila melupakan nuraninya sebagai sesama wanita. Hingar-bingar materi yang diberikan pak Andi membuatnya tidak bisa mengontrol dirinya. Hubungan itu ternyata berhasil mereka sembunyikan selama lebih dari 1 tahun hingga puncaknnya adalah mereka berdua mabuk berat dan pak Andi membawanya ke rumahnya dimana disana ada istri pak Andi atau Mama dari Ariel yang sedang terbaring lemah karena kondisinya semakin memburuk, juga tentu ada Ariel yang baru saja datang dari Amerika setelah menyelesaikan pendidikannya disana.
Tidak peduli dengan adanya Ibu dan Anak itu, justru Mama Maysa dan Pak Andi malah menunjukkan kemesraan mereka berdua di depan Ariel dan Mamanya. Bahkan pak Andi menyuruh Ariel agar membawa Almh. Mamanya keluar dari kamar itu karena dia ingin beristirahat disana bersama Mama Maysa. Dengan perasaan marah, sedih serta kecewa Ariel menuruti apa yang diperintahkan Ayahnya, saat itu Ariel sudah menolaknya tetapi Almh. Mamanya memintanya agar membawanya keluar dari kamar itu. Ariel akhirnya menggendong Mamanya dan membawanya keluar, setelah itu pintu kamar itu di tutup oleh Ayahnya.
Hingga esok harinya, Pak Andi dan Mama Maysa baru keluar dari kamar itu setelah hari sudah siang. Keluar dengan kondisi yang sudah sadar dan tidak mabuk seperti semalam. Bukannya meminta maaf akan hal itu, mereka justru masih tidak peduli dengan adanya Ariel dan Mamanya. Sejak saat itu kondisi Mama Ariel semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Tetap tidak menyesali apa yang terjadi, selepas kepergian Mama Ariel, pak Andi justru langsung menikahi Mama Maysa dan membawanya pulang ke rumah itu lagi. Ariel semakin marah, kebenciannya semakin memuncak kemudian memutuskan pergi meninggalkan rumah itu dengan berbagai sumpah serapah dan kutukan yang dilontarkan Ariel kepadanya. Benar saja selama pernikahannya dengan pak Andi, Mama Maysa semakin dilingkupi penyesalan, ketakutan serta selalu dibayang-bayangi oleh wajah Almh. Irma Mama Ariel. Dia menjadi tidak tenang, selalu dihantui rasa bersalah dan kutukan Ariel selalu terngiang-ngiang di telinganya, dimana Ariel mengatakan bahwa dia dan keluarganya tidak akan pernah bahagia, bahkan penderitaan akan selalu dia dan anaknya rasakan dan nanti akan mengalami banyak penolakan dari orang-orang.
Semua ucapan Ariel itu membuatnya mengalami ketakutan tersendiri dan memutuskan untuk berpisah saja dengan pak Andi. Kemudian menyuruh pria itu agar memperbaiki hubungannya dengan Ariel, meminta maaf dan mengakui semua kekhilafan yang sudah dilakukannya lalu membawa putranya itu untuk pulang. Sebenarnya setelah bercerai dengan pak Andi, Mama Maysa sempat mendatangi Ariel untuk meminta maaf tetapi tentu saja Ariel tidak mau menemuinya sama sekali. Setelahnya dia pun memilih untuk kembali ke kota kelahirannya dan memulai hidup baru, meninggalkan semua kenangan buruk itu. Tetapi tentu saja tidak bisa begitu saja dilupakan karena setiap detiknya dia masih dilingkupi perasaan bersalah karena menghancurkan ketentraman keluarga Ariel.
"Kenapa bisa mama melakukan hal serendah itu???" Tanya Maysa dengan raut wajah tidak menyangka.
"Setiap detiknha Mama selalu menyesali semua itu May, itu sebabnya Mama selalu mengingatkanmu agar kau tidak melakukan hal semacam itu, karena Mama tidak mau kau melakukan kesalahan yang sama seperti apa yang sudah Mama lakukan dulu. Maafkan Mama, setelah melihat apa yang terjadi tadi Mam menyadari bahwa kutukan Ariel pada Mama sekarang jadi kenyataan, kau mengalami penolakan yang begitu kejamnya dari orang yang kau cintai, maafkan Mama" Ucap Mama Maysa sambil terisak.
*****
Aditya mengejar Ariel, dan sahabatnya itu duduk di sebuah kursi di area outdoor restorannya. Aditya mendekatinya, Ariel terlihat sangat kalut sekali. Sedangkan sambil menyusul Aditya dan Ariel, Cahya menjelaskan secara singkat pada Randy dan Chitra bahwa ternyata Maysa adalah anak dari wanita yang dulu menjadi sekretaris pak Andi dan berselingkuh di depan almh. Mama Ariel, membuat Ariel murka saat tadi melihatnya.
"Iel, aku tahu bagaimana perasaanmu tetapi harusnya kau tidak bersikap seperti itu pada Maysa, kesalahan ada pada Mamanya bukan pada dia, kau mengakhiri hubungan kalian dengan begitu buruknya, harusnya kau bisa berbicara baik-baik dengan Maysa"
"Aku sengaja melakukannya agar wanita itu bisa merasakan bagaimana rasanya anaknya dihancurkan didepannya" Ujar Ariel.
"Kau sangat mencintai Maysa, tetapi kau justru menjadikannya korban, itu sangat tidak benar Iel? "
"Lalu jika aku mencintainya, apa menurutmu kami akan tetap bersatu???? Tidak Dit.....!!! Aku tidak bisa berhubungan dengan perempuan yang adalah anak dari wanita jal*ng itu, tidak akan bisa.....!" Teria k Ariel.
"Tetapi seharusnya kau bisa mengakhirinya dengan baik-baik, bukan merendahkannya, semarah apapun kau dengan ibunya" Cahya menyahut tiba-tiba.
"Kalian memulai karena saling menyukai, apapun yang sudah kalian lewati selama ini murni adalah karena kalian saling menyukai tetapi bukan hal baik kalau kau mengungkitnya didepan orang banyak dengan tujuan menyakiti Ibunya yang sudah meninggalkan luka di keluargamu, sikap burukmu itu kenapa tidak bisa kau ubah padahal kau sudah berjanji akan berubah, Maysa, Elea, Danist kenapa kau jadikan korban dari keegoisanmu padahal mereka tidak tahu apapun tentang permasalahan keluargamu, sorry sorry to say Iel, bukannya aku ingin ikut campur, harusnya kau meminta semua penjelasannya dari Ayahmu, marahlah padanya tetapi jangan hanya marah-marah, kau juga harus minta penjelasannya, kau melampiaskan kemarahanmu selalu pada orang yang tidak tahu apapun, lalu dimana letak kecerdasanmu?" Ucapan Cahya terdengar begitu marah kepada Ariel.
Ariel diam dan menatap istri sahabatnya itu dengan tatapan tajam. Aditya mencoba memberi kode pada Cahya agar diam dan tidak membuat Ariel semakin marah. Tetapi Cahya tidak memperrdulikannya sekali-kali Ariel harus diingatkan akan kesalahannya agar tidak selalu berbuat semena-mena kepada orang lain. Sikap buruknya itu harus segera diubah agar tidak semakin menjadi-jadi.
"Lalu bagaimana bisa kau merendahkan Maysa seperti itu? Dia perempuan yang harga dirinya harus kau jaga, kau merendahkannya seperti itu tapi kau lupa bahwa kau juga menikmatinya dan tidak menolaknya, sebuah pemikiran yang sangat picik darimu Iel??? Kau selalu saja melakukan hal yang sama setiap kau tidak menyukai seseorang, dulu Danist sekarang Maysa yang keduanya jelas tidak tahu apapun yang terjadi antara orangtuanya dan Ayahmu tetapi kau tidak peduli itu dan menghina mereka, kalau kau memiliki otak setidaknya gunakan otakmu itu untuk berpikir! Kau dulu menyalahkan kami semua karena sudah membohongimu tentang keberadaan Elea, tetapi kau tidak berpikir akan seperti apa nasib Elea jika kami berempat tidak lekas menolongnya, kau mungkin tidak akan pernah bisa melihat Gienka seumur hidupmu, kau tinggalkan luka begitu dalam kepada sahabatku itu hingga senyum yang dulu selalu aku lihat setiap hari tidak lagi pernah terlihat sampai akhirnya dia menikahi laki-laki yang dengan segala kebaikan hatinya mau menerima Elea tanpa melihat masalalunya dan melengkapi hidul Elea yang sudah kau hancurkan sebelumnya tetapi kau justru menghina Danist karena dia tidak setara dengan dirimu!"
Cahya berbicara cukup keras sebagai bentuk kemarahannya pada Ariel. Selama ini dia merasa sudah cukup menjadi penonton dari semua drama kehidupan Ariel dan bagaimana lelaki itu bersikap kepada orang-orang yang tidak disukainya. Bagi Cahya ini sudah cukup, laki-laki seperti Ariel harus segera disadarkan. Dia selama ini sudah mencoba menahan semua kekesalannya pada Ariel karena masih menghargai bahwa lelaki itu adalah sahabat Aditya dan tidak ingin merusaknya, juga mengingat bahwa Ariel juga sering membantu mereka saat mengalami kesulitan. Akan tetapi sisi lain Ariel yang buruk itu harus segera dihilangkan dan menjadi pribadi yang benar-benar baik, mau menghormati orang lain.
Cahya melangkah mendekati Ariel masih tidak memperdulikan Aditya yang coba menghentikannya agar tidak banyak berbicara lagi. Tetapi Cahya harus melakukan ini, setidaknya nanti Ariel bisa membuka lagi cara berpikirnya yang kuno itu.
"Iel, apa kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan dulu?? Kau berselingkuh dengan perempuan lain didepannya, membawanya pulang dan tidur dikamar kalian, itu jugalah yang dulu dilakukan oleh Ayahmu pada ibumu, tetapi sayangnya kau tidak tahu apa yang terjadi sebelum itu, saat kau mengetahuinya nanti aku yakin kau akan semakin hancur dan orang-orang yang pernah kau hina, diam-diam mereka akan menertawakanmu, bukan akan tetapi mungkin sudah menertawakanmu sekarang. Kesalahan jelas bukan pada Maysa dan Danist jadi berhentilah merendahkan mereka berdua, semua kesalahan itu diawali dari keluargamu sendiri!!" Ucap Cahya dengan penuh kekesalan, kecewa dan kemarahan pada Ariel, kemudian menarik Aditya dan mengajak suaminya itu untuk pulang dan meninggalkan Ariel sahabatnya yang egois itu.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Chitra, dia mengajak Randy untuk pulang dengan alasan dia lelah dan ingin beristirahat.