
Ariel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Maysa duduk dan hanya diam, merasa sedikit canggung karena ini pertama kalinya dia semobil dengan Ariel yang notabennya adalah rekan bisnis serta sahabat dekat atasannya. Selama ini mereka sering bertemu tetapi hanya sekedar menyapa saat Ariel datang untuk menemui Aditya.
Ariel menoleh ke arah Maysa yang duduk di sampingnya, perempuan itu terlihat tegang dan hanya diam, membuat Ariel tersenyum. Maysa ternyata sangat cantik saat dilihat lebih dekat, siluet perempuan itu begitu sempurna. Tetapi dengan buru-buru Ariel menampik pemikiran spontanitasnya kepada Maysa.
"Bagaimana rasanya memiliki atasan seperti Aditya? Apa dia sering menyulitkanmu May??" Tanya Ariel mencoba membuka obrolan agar suasana di mobil tidak tegang.
"Tidak pak, anda tahu sendiri bahwa pak Aditya sangat baik dan sering membimbing saya jika saya mengalami kesulitan"
"Adit sering memuji hasil kerjamu, kau bekerja dengan sangat baik, kau sudah cukup lama ya menjadi sekretaris Adit, lebih tepatnya sudah berapa tahun May?"
"Sudah hampir 4 tahun pak!"
"Wow....!!! Cukup lama juga ya, kau benar-benar luar biasa"
Agar suasana tidak menjadi canggung, Ariel mengajak Maysa mengobrol berbagai hal mulai dari pekerjaan hingga obrolan ringan lainnya. Dan akhirnya Maysa sudah mulai terlihat tidak canggung lagi kepadanya. Ariel mencoba memakluminya kaarena Maysa mungkin merasa tidak enak atau yang lainnya jadi dia tadi dia terlihat canggung.
"Kau tinggal dimana May??" Tanya Ariel lagi.
"Saya tinggal di Golden apartemen pak"
"Golden apartemen??? Aku juga memiliki unit disana, sempat tinggal disana sebelumnya, lalu kau berasal dari mana?"
"Aku berasal dari Surabaya"
"Wow jauh juga ya....?"
"Iya pak, saya anak perempuan satu-satunya, Mama saya awalnya tidak menyetujui saya bekerja di Jakarta tetapi lama-kelamaan saya bisa meyakinkannya"
"Itu hal wajar, tetapi kau memiliki karir yang bagus, pertahankan dan orangtuamu pasti bangga denganmu"
Maysa tersenyum mendengar perkataan Ariel, ya tentu saja tujuannya memang hanya satu yaitu membahagiakan sang Mama yang sangat dia sayangi yang kini tinggal jauh darinya. Dan dia sangat merindukannya karena sudah lama tidak pulang.
******
Dan sampailah mereka di kantor Aditya, Ariel menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk, kemudian turun dan seorang petugas menghampirinya menyapa dengan sopan lalu Ariel memberikan kunci mobilnya agar petugas itu memarkirkan mobilnya. Maysa juga turun dari mobil Ariel, dan tidak di duga bersamaan dengan itu mobil Aditya juga baru tiba.
Aditya di buat terkejut saat melihat sekretarisnya turun dari mobil Ariel. "Kau baru tiba Iel??? Well, kenapa Maysa datang bersamamu??? Apa kalian.....????" Gumam Aditya sambil menahan senyumnya dan menaruh kecurigaan dengan kedua orang itu.
"Ah tidak pak! Tadi mobil saya mogok di jalan dan kebetulan pak Ariel lewat jadi beliau menawari saya untuk pergi bersama" Jawab Maysa dengan cepat agar tidak menimbulkan prasangka yang tidak-tidak dari bosnya.
"Apa kau yakin dia hanya sekedar ingin menolongmu May???" Aditya terkekeh dan memandang Ariel dengan pandangan mengejek tetapi kemudian mengajak keduanya untuk masuk.
Tak berapa lama Maysa datang membawa berkas-berkas hasil pertemuannya tadi dengan klien, untuk menyerahkannya pada Aditya. "Permisi pak Aditya" Ucap Maysa sambil mengetuk pintu besar ruangan itu.
"Masuk May!" Jawab Aditya lalu berjalan menuju meja kerjanya.
Maysa menyodorkan nerkas-berkas itu pada Aditya. "Ini laporan hasil pertemuan tadi pagi pak, dan ini berkas-berkas dari perusahaan subkontraktor kita yang bisa bapak pelajari sebelum besok siang melakukan pertemuan dengan mereka, ini juga schedule bapak selama sepekan nanti yang sudah saya atur"
Aditya memeriksa berkas-berkas itu, tetapi kemudian lirikan matanya mengarah ke Ariel yang duduk sambil meminum softdrink, tetapi anehnya pandangan Ariel justru terfokus ke sekretarisnya. Aditya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Apakah kau sudah atur pertemuanku dengan para GM yang ku kirim ke Swiss kemarin?"
"Sudah pak, hari jumat nanti, saya juga sudah menghubungi mereka agar datang tepat waktu"
"Bagus, segera atur semua yang akan kita berikan untuk mereka, sekarang kau bisa pergi dari ruangan ini, karena jika tidak, sudah ada ular besar disini yang siap memangsamu" Gumam Aditya yang langsung membuat Ariel tersedak dan batuk-batuk.
Ariel ternyata langsung sadar dengan sindiran Aditya dan langsung mengarahkan pandangannya ke depan tidak lagi ke Maysa. Sedangkan Maysa bingung dengan apa yang dikatakan oleh bosnya, bagaimana bisa di ruangan seperti ini ada ular, mungkin bosnya hanya bercanda. Maysa mengucap permisi dan meninggalkan ruangan Aditya, ternyata disaat yang bersamaan Randy sudah datang.
Ariel masih batuk-batuk karena tersedak tadi dan memutuskan berdiri untuk mengambil air putih.
"Kenapa si brengs*k ini batuk-batuk Dit? Apa kau memberinya racun tikus di minumannya" Gumam Randy mengejek.
"Bukan racun, dialah yang sebentar lagi akan menebarkan racun di kantorku, kau tahu Ran, bahwa tadi dia datang kesini bersama dengan sekretarisku, aku tidak percaya dengan alasan Maysa bahwa mobilnya mogok, karena kurasa Ariel sengaja menjemputnya tadi hahaha"
"Maksudmu si Maysa???"
"Ya tentu saja, memang sekretarisku yang mana lagi"
" Wooowww" Ujar Randy kemudian melangkah mendekati Ariel dan bertepuk tangan.
Sedangkan Ariel terlihat bingung dan bergumam kesal karena ejekan Aditya. "Shiiit... Aku hanya memberinya tumpangan karena mobilnya mogok kenapa sejak tadi kau mempermasalahkannya, sialan kau Dit" Gumamnya jengkel.
Randy mengambil paksa botol air mineral dari tangan Ariel dan langsung meminumnya. "Bagus kawan, kau harus mulai move on dan memulai hubungan yang baru, aku setuju jika kau dengan Maysa, dia perempuan yang baik dan sangat cerdas, jangan sampai kau terjerat lagi dengan ratu sihir seperti Viona itu, aku mendukungmu, kau sendiri bagaimana Dit?"
"Why not??? Aku oke oke saja jika memang si brengs*k ini menjalin hubungan dengannya, dan Randy benar, Maysa memang perempuan yang baik dan polos tetapi sangat cerdas"
Ariel mendengus kesal sambil melangkah menuju sofa lalu melemparkan tubuhnya di sofa. Bagaimana bisa kedua sahabatnya itu bergumam tidak jelas tentangnya dan Maysa. Hubungan apa yang mereka bahas, dia hanya memberi tumpangan kepada Maysa karena perempuan itu mobilnya mogok, hanya itu tetapi Aditya malah terlalu berlebihan menanggapinya.
"Diamlah kalian berdua dan berhenti mengejekku, aku tidak ada waktu untuk memikirkan sebuah hubungan, aku hanya sekali menolongnya dan kalian malah mengejekku" Gerutu Ariel.
Aditya dan Randy tidak menanggapi dan malah terus menertawakan Ariel. Aditya benar-benar merasa senang jika Ariel memang memiliki kedekatan dengan Maysa sekretarisnya. Sepertinya sudah saatnya Ariel mai move on dari Elea juga melupakankepahitan hidupnya akibat ulah Viona dan Ariel harus memulai hubungan baru lagi agar bisa berbahagia.