
Beberapa minggu kemudian....
Akhirnya Aditya dan Cahya bisa melanjutkan rencana liburan mereka yang sempat tertunda. Dan mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju villa mereka dimana villa itu baru saja dibangun atas bantuan kolega Ariel, serta sesuai dengan apa yang Cahya inginkan. Kedua pasangan itu sangat tidak sabar untuk sampai disana, mereka sudah melihat fotonya tetapi tentu saja mereka tetap ingin melihatnya secara langsung.
Saat memasuki area dimana villa itu berada, Cahya sudah melihat betapa sangat pribadinya villa yang dibangun oleh Aditya ini. Dari awal Aditya sangat menginginkan villa yang sangat nyaman dan sangat tertutu, bahkan villa ini juga memiliki pantai pribadi. Semua untuk konsep, Aditya yang mengatur semuanya menyesuaikan keinginannya sendiri juga pandangan dari Cahya. Mereka mulai memasuki halaman depan villa itu dan ada tembok dengan tanaman menempel disana membuat kesan natural sangat terkihat juga gerbang kayu yang menutupinya, terlalu tertutup hingga tidak semua orang bisa memasukinya dengan mudah.
Mereka kemudian memasuki wilayah dalam dari villa itu, dan keluar dari mobil. Aditya kemudian menyuruh 2 bodyguard yang di bawanya di bantu dengan penjaga villa untuk membawa masuk barang-barang mereka. Sedangkan Aditya dan Cahya membawa masuk Kyra dan Kyros yang masuk.
Saat masuk, Cahya dan Aditya sudah disuguhkan dengan keindahan ruangan utama dengan sofa panjang yang sangat cocok digunakan saat sedang berkumpul bersama keluarga. Juga ruangan lainnya yang tidak kalah luar biasanya. Sebelum berkeliling di semua ruangan yang ada di dalam, Aditya mengajak Cahya ke area belakang dimana disana ada kolam renang besar dengan pemandangan langsung menghadap laut juga tempat bersantai yang tidak akan kalah dengan pemandangan saat mereka di Maldives dulu. Cahya memang meminta agar Aditya memasukkan sedikit suasana hotel yang oernah mereka kunjungi di Maldives. Dan tentu saja Aditya mengabulkan keinginan istrinya itu dengan senang hati dengan membuat infinity pool menghadap ke laut juga beranda untuk bersantai bersama menikmati sarapan, makan siang ataupun makan malam dengan pemandangan laut lepas.
Cahya tersenyum sumringah ternyata memang benar-benar sangat indah. Aditya sengaja meminta untuk di sisakan halaman luas dibelakang yang bisa langsung menuju ke pantai dengan menuruni beberapa anak tangga, juga nanti bisa digunakan untuk sekedar jogging atau mengadakan pesta pribadi. Luas villa yang hampir satu hektar ini sangat memanjakan pemiliknya, karena Aditya memang ingin ini menjadi tempat yang nyaman untuk keluarganya melepaskan kepenatan yang sering melanda mereka karena pekerjaan yang begitu banyak saat di rumah.
Melihat betapa indahnya tempat ini, Aditya merasa tidak rugi harus mengeluarkan uang hampir seratus milyar untuk semua ini. Dan ini dia hadiahkan untuk ulang tahun Cahya beberapa waktu yang lalu. Villa ini langsung Aditya atas namakan Cahya. Bagi Aditya ini hanyalah hal kecil yang bisa dia berikan pada istrinya yang sangat dia cintai. Cahya telah memberikan banyak hal untuknya selama ini, kedua anak yang begitu menggemaskan, sangat tampan juga cantik dan sangat cerdas. Bagaimana perjuangan Cahya saat melahirkan kedua buah hati mereka membuat Aditya tidak akan bisa melupakan begitu saja moment mengharukan dalam hidup mereka. Cahya yang setiap hari menghabiskan waktunya untuk merawat Kyra dan Kyros sendirian tanpa bantuan baby sitter dan betapa lelahnya perempuan itu saat malam hari, selalu membuat Aditya semakin hari semakin mencintainya begitu dalam, bahkan mungkin dia tidak akan bisa hidup tanpa Cahya walaupun sehari saja. Dan semua yang sudah dilakukan Cahya untuknya tidak akan pernah bisa Aditya balas dengan apapun.
"Bagaimana??? Kau sangat menyukainya kan???" Tanya Aditya.
"Ini begitu indah, bahkan aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi, terima kasih!" Gumam Cahya lalu dengan lembut mengecup bibir Aditya yang ada disebelahnya.
"Apa kau ingin sesuatu lagi???"
Cahya menggelengkan kepalanya dan tersenyum menatap Aditya dengan mata berkaca-kaca. Tangan kanannya menyentuh pipi Aditya membuat lelaki itu memejamkan matanya menikmati kehalusan telapak tangan Cahya. "Aku sudah mendapatkan hadiah terindahku dari Tuhan, aku memilikimu, memiliki Ky dan Kyra, juga memiliki keluarga yang sangat mencintai dan menyayangiku, lalu apalagi yang harus ku minta selain aku hanya ingin menghabiskan seluruh hidupku dengan kalian, jangan pernah meninggalkanku dan anak-anak sendirian, kami tidak bisa apapun tanpamu" Gumam Cahya.
"Bagaimana bisa aku meninggalkan kalian, kalian adalah sumber kehidupanku, bahkan mataku hanya akan selalu melihat wajah kalian bertiga"
Aditya mendekatkan tubuhnya dan menunundukkan kepalanya lalu mencium Cahya. Lidah Aditya perlahan menelusup ke dalam mulut Cahya dan lidah mereka saling berjalinan disana. Mereka berdua menikmati kehangatan didalam sana, tidak peduli dengan Kyra dan Kyros yang ada di gendongan mereka. Aditya mencecap seluruh kemanisan bibir Cahya dan larut dalam suasana romantis ini.
Tak di duga Kyros memukul pipi Aditya membuatnya dan Cahya melepaskan bibir mereka dan tertawa.
"Dia memprotes! Kita lupa bahwa ada mereka juga disini, kita berkeliling di dalam melihat ruangan yang lainnya" Ucap Cahya.
Aditya sengaja membawa bodyguard untuk tetap memastikan keamanan istri dan anaknya ketika merwka nanti bepergian keluar villa. Dan tentunya Aditya sudah menyiapkan tempat istirahat mereka diluar villa ini dengan menginap di hotel. Dan akan memanggil mereka ketika dia dan Cahya nanti akan pergi dari villa.
Di kamar utama ini memiliki bed yang cukup besar, sengaja karena Cahya yang memintanya agar bisa ditempati oleh dia dan Aditya juga Kyra dan Kyros. Di kamar utama juga memiliki kolam renang kecil berisi air hangat, juga kamar mandi yang sangat mewah di dalamnya.
Setelah puas berkeliling di dalam rumah, Aditya dan Cahya kembali ke belakang dan mengajak Kyra dan Kyros bermain di beranda sambil menunggu senja tiba. Aditya mengambil karpet lembut untuk alas bermain kedua bayi itu. Tidak butuh lama, kedua bayi itu justru tertidur dengan lelapnya, mungkin karena terkena hembusan angin disini sehingga mereka mengantuk dengan sendirinya. Cahya meraih bantal-bantal di sofa dan meletakkannya di bawah kepala Kyra dan Kyros, membiarkan mereka tidur dibawah saja agar lebih aman.
"Anak-anak sudah tidur, bagaimana jika kita berenang" Ajak Aditya.
"Sudah kuduga kau sejak tadi sudah ingin berenang tetapi menunggu anak-anak tertidur lebih dulu, jaga mereka lebih dulu, aku akan berganti pakaian"
"Pakailah yang sudah ku belikan kemarin untukmu" Aditya setengah berteriak dan mengedipkan sebelah matanya pada Cahya, membuat istrinya itu terkekeh.
Beberapa menit kemudian Cahya keluar dari dalam memakai jubah mandi dengan membawa 2 gelas berisi champagne yang akan sangat pas menemani sore mereka menunggu matahari terbenam sambil berenang. Cahya meletakkannya di sisi kolam renang sementara Aditya sudah berada di dalamnya dan tengah berenang. Cahya melepaskan jubah mandinya dan menyusul Aditya masuk ke dalam kolam dan mulai mengikuti Aditya yang sedang asyik berenang disana.
Aditya menghentikan aktifitasnya dan tersenyum melihat tubuh Cahya yang begitu menggoda dengan bikinii berwarna biru toska yang membungkus area sensitifnya. Aditya dengan cepat menghampirimya dan tidak berhenti memuji istrinya dan menggodanya. Mereka berdua mengitari kolam renang itu dengan perasaan yang begitu bahagia dan sesekali tertawa tetapi tidak lupa tetap mengawasi si kembar yang sedang terlelap di bale.
Cahya mengajak Aditya untuk minum lebih dulu sebelum melanjutkan acara berenang mereka. Keduanya menikmati champagne yang menggoda itu, dengan warna bening keemasannya. Aroma menyenangkan langsung menguar di tenggorokan mereka, rasanya manis dan tidak begitu pekat, sangat cocok dinikmati dalam suasana seperti ini, jika hanya satu gelas tentu tidak akan membuat mereka mabuk.
Cahya berdiri di depan Aditya dan dengan nakal,sesekali Aditya menggoda Cahya dengan sentuhan-sentuhan lembut di dada istrinya itu. Aditya juga terus mengecupi seluruh sisi leher Cahya, hingga akhirnya tangan Aditya menelusup masuk ke wilayah V Cahya. Menggeseknya pelan membuat Cahya memejamkan matanya dan memegang leher Aditya karena merasakan sensasinya yang begitu nikmat.
Suara erangan lirih Cahya di telinganya, membuat Aditya tidak bisa lagi menahan dirinya. Suasana ini terlalu romantis dan sayang untuk dilewatkan. "Aku tidak bisa menunggu lagi" Gumam Aditya, lalu menghentikannya dan menarik tangannya kemudian naik ke tepi kolam renang.
Aditya duduk disana dan menenggelamkan kedua kakinya di dalam air tepat di depan wajah Cahya.
"Kau tau kan apa yang sangat aku sukai, dan kau selalu senang melakukannya??" Gumam Aditya.
Langsung mengerti kemana arah ucapan Aditya, Cahya perlahan menurunkan short pant yang dipakai Aditya tidak sepenuhnya, dan hanya sampai ke lututnya. Kemudian meraih milik Aditya, dan menggerakkan jemarinya disana secara perlahan. Tidak hanya itu, Cahya membuka mulutnya dan melahap habis milik Aditya yang sudah berdiri tegak di depannya tanpa pikir panjang. Cahya menggunakan mulut dan lidahnya untuk bermain dengan milik Aditya membuat lelaki itu semakin meracau karena kenikmatan.
"Terus sayang....!!! Jangan lepaskan dari mulutmu ah.... Hmmmm..... Ya begitu...." Suara Aditya terdengar serak dan kedua tangannya menekan kepala Cahya selama beberapa detik kemudian melepaskannya. Saat itu juga Cahya terbatuk-batuk dan napasnya tersenggal, Cahya mendongakkan kepalanya dan tersenyum menatap Aditya, mendapati suaminya merasa senang karena apa yang dilakukannya.
Mereka berdua larut dalam aktifitas itu hingga akhirnya Aditya merasa sudah akan sampai di ujung. Cahya semakin mempercepat gerakan mulut dan lidahnya, membuat Aditya mencengkram dengan erat rambut Cahya lalu melepaskan mulut istrinya itu dari miliknya. Dengan cepat Cahya berganti menggunakan jemarinya dan bergerak naik turun disana.
"Im coming....!!! Ahhh..." Aditya mengarahkan miliknya di dada Cahya dan menyemburkan cairan hangat disana dan napasnya menjadi terengah tetapi senyum lebarnya mengembang di bibirnya. Aditya membungkukkan tubuhnya dan mengecup bibir Cahya, kemudian menyuruh istrinya itu agar naik.
"Aku selalu menyukainya, kau melakukannya dengan sangat baik sayang! Thanks...!" Gumam Aditya.