
Keesokan harinya Aditya mendapatkan kabar bahwa perusahaan sudah menemukan rumah baru untuknya, dan pengurusan sudah hampir selesai jadi dia bisa pindah dalam 2hari ini. Selain itu kabar baiknya adalah dalam waktu 1bulan kedepan proyek yang ditanganinya akan segera selesai. Jadi dia akan bisa segera kembali pulang bersama Cahya. Aditya sudah tidak sabar untuk memberitahu kan berita baik ini kepada istrinya.
Cahya sedang duduk dihalaman belakang sambil minum kopi, dan dia mendengar suara bel berbunyi. Sontak Cahya terkejut dan langsung masuk ke dalam rumah. Dia berjalan pelan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang karena ini belum waktunya Aditya pulang dari kantor. Belum sampai didepan pintu, Cahya mendengar suara perempuan memanggil namanya, dia menyadari bahwa itu suara Cheryl.
Cahya langsung kembali dan masuk ke dalam kamarnya, bagaimanapun dia tidak boleh membuka pintu rumahnya. Kalau tidak Aditya pasti akan marah besar kepadanya. Cahya langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Aditya. Dalam deringan ketiga panggilannya diterima oleh suaminya.
"Sayang, Cheryl datang kesini, dia terus memencet bel rumah"
"Apa?? Dia datang kerumah?? Lalu kau dimana sekarang?" Tanya Aditya panik, lalu Cahya menjawab jika dia sedang berada didalam kamar.
Seolah mengerti keadaan istrinya Aditya menyuruh Cahya untuk tetap diam dikamar menghindari untuk membuka pintu. Beberapa saat kemudian Cahya tidak lagi mendengar suara bel atau suara Cheryl memanggilnya tetapi kemudian dia mendengar suara Cheryl berteriak seperti sedang tersandung sesuatu atau sedang menginjak sesuatu disamping rumah.
" Dia ada disamping rumah sepertinya" Suara Cahya sangat panik.
" Apa?? Sial....!! Apakah tirai jendela kamar kau buka, jika iya segera tutup karena jika tidak dia bisa mengintipmu dari luar"
Mendengar itu Cahya langsung bergegas menutup tirai jendelanya. Benar saja beberapa saat kemudian ada suara ketukan dijendela kamarnya. Kepanikan mulai dirasakan Cahya, dia benar-benar tidak menyangka jika Cheryl melakukan hal itu bahkan sampai berkeliling mengitari rumahnya.
Cheryl berjalan sampai kebelakang rumah, dia melihat ada sebuah cangkir diatas meja dengan isi kopi yang masih setengah. Cheryl membuka pintu belakang yang ternyata tidak terkunci, dan segera masuk kedalam rumah. Dia yakin jika ada seseorang didalam rumah mengingat ada bekas kopi didalam cangkir.
"Hallo, apa ada orang didalam?" Ucap Cheryl.
Cahya terkejut saat mendengar suara Cheryl seperti berada didalam rumah, dan teringat jika tadi dia tidak mengunci pintu belakang, dia segera memberitahu Aditya. "Ya ampun sayang, kenapa kau teledor sekali, ya sudah cepat kunci kamar kita, aku akan segera pulang, kau jangan panik tetap tenang oke?"
Aditya bergegas untuk segera pulang, dia meminta untuk diantar pulang oleh supir perusahaan karena supirnya sedang mengantar Ariel dan Elea. Dia mencoba tetap terhubung dengan istrinya, dan istrinya mengatakan jika Cheryl sepertinya masih didalam.
****
Aditya datang dalam waktu kurang dari 1jam, dia melihat mobil Cheryl masih ada didepan rumahnya, dan tidak berhenti mengumpat. Sedangkan Cheryl buru-buru untuk keluar saat mendengar suara mobil didepan. Dia berjalan sedikit terburu-buru dan tersenyum melihat Aditya ternyata yang datang.
"Cheryl kenapa kau disini, dan kenapa kau dari belakang rumahku, apa yang kau lakukan?" Tanya Aditya.
"Ah itu aku.... Aku sedang mencari Cahya, aku memencet bel lama tapi tidak ada jawaban jadi aku berkeliling mungkin saja dia tidak mendengar karena sedang berada dibelakang"
Aditya mencoba tetap tenang walaupun dalam hatinya dia ingin sekali meneriaki Cheryl untuk tidak terus datang kerumahnya. "Istriku tidak ada dirumah, dia pergi bersama Elea sahabatnya, dan untuk apa kau mencarinya?"
"Aku hanya ingin mengobrol dengannya saja, baiklah kalau memang tidak ada dirumah, aku permisi"
Cheryl langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi, dia sangat marah karena lagi dan lagi dia gagal menemui Cahya untuk melancarkan aksinya dan sepertinya Aditya juga mulai mencurigainya, kedepannya dia harus lebih berhati-hati.
Setelah kepergian Cheryl, Aditya menghubungi Cahya untuk membukakan pintu dan mengatakan jika Cheryl sudah pergi. Saat pintu dibuka, Cahya langsung memeluk Aditya dengan erat karena merasa sangat lega. "Semuanya baik-baik saja kan??? Oke jangan takut aku sudah ada disini dan sekarang kita masuk"
"Sayang, kau sudah merasa tenang?? Jika sudah bisakah kita kemasi semua barang-barang kita, besok pagi kita pergi dari sini, kita akan pindah besok, aku tidak mau kau mengalami hal seperti ini lagi"
"Kita akan menginap dihotel lagi?"
"Tidak, kita akan pindah, kita sudah mendapatkan tempat tinggal baru, harusnya aku akan mengajakmu pindah lusa tetapi sepertinya kondisi semakin buruk jadi kita pindah besok pagi, sekarang masih ada banyak waktu untuk berkemas"
Aditya membantu Cahya untuk berkemas, dia mengemasi buku-buku dan berkas berkas pekerjaannya sedangkan Cahya mengemasi semua pakaian mereka. Aditya tidak ingin hal yang buruk menimpa keluarga kecilnya karena selama ini sudah banyak hal yang terjadi dan meninggalkan trauma psikis pada istrinya, Cahya sangat lemah dalam mengontrol emosinya serta dia juga mudah diperngaruhi oleh orang lain. Mereka selesai berkemas malam hari dan langsung tertidur karena lelah
***
Keesokan harinya setelah sarapan, Cahya membersihkan semua peralatan dapur yang baru saja dipakainya untuk membuat sarapan, sedangkan Aditya mengemasi semua isi dikulkas dan memasukkannya kedalam kantong plastik. Setelah semua beres, Roland sudah menunggu mereka dan memasukan semua koper ke dalam mobil dan mereka langsung berangkat menuju tempat tinggal yang baru.
Perjalanan ditempuh hanya dalam 30menit, dan sampailah mereka dirumah yang baru, rumah itu lebih besar dibanding rumah yang sebelumnya, dan pemandangan disekitarnya tidak kalah cantik dari sebelumnya. Cahya tersenyum bahagia, lagi-lagi suaminya memenuhi keinginannya.
" Sayang, aku harus segera ke kantor, kau beristirahat saja keluarkan barang yang kau perlukan saja, nanti setelah aku pulang kita akan membereskan semuanya bersama-sama oke?" Aditya mengecup kening Cahya lalu berpamitan untuk pergi.
Cahya berkeliling sebentar melihat semua ruangan yang ada dirumah itu, setelah puas dia harus membereskan semua barangnya, tidak perlu menunggu Aditya, karena pasti suaminya itu merasa kelelahan setelah bekerja. Lagipula ini bukan hal sulit bagi Cahya, barang mereka juga tidak terlalu banyak, dan rumah juga harus segera dibersihkan.
Elea datang beberapa jam kemudian membuat Cahya terkejut dan menanyakan kenapa dia bisa tahu jika hari ini pindah. Elea mengetahui dari Ariel yang sudah diberitahu Aditya, dan setelah mengantar Aditya, Roland datang ke hotel untuk menjemputnya dan Ariel, tetapi sayangnya saat ini Ariel ada meeting mendadak secara virtual membuat Elea sedikit jengkel, kemudian memina ijin untuk datang kerumah baru Cahya agar bisa membantunya berkemas lalu meminta Roland untuk mengantarnya kesini.
Elea membantu merapikan dan membersihkan dapur sedangkan Cahya membersihkan ruang depan dan mengatur ulang posisi meja dan sofa agar lebih cantik. Tidak sengaja Cahya menjatuhkan tas Eles yang berada di meja, beberapa barang Elea keluar segera Cahya memasukkannya kembali lalu menaruh tas itu diatas meja lagi. Cahya tidak sadar jika masih ada satu barang yang tertinggal dan berada disamping kaki meja.
Semua sudah beres, Elea berpamitan karena Ariel sudah memintanya untuk kembali ke hotel. Cahya berterima kasih pada Elea karena sudah membantunya, dan menitip salam untuk Ariel. Cahya merasa sangat lelah, dia duduk disofa untuk beristirahat sebentar, tetapi kakinya menginjak sesuatu dan dia mengambilnya.
"Ini permen siapa?" Tanya Cahya bingung, tetapi kemudian teringat tadi dia menjatuhkan tas Elea mungkin itu adalah milik Elea. Cahya lalu menaruh permen itu diatas meja dan membaringkan badannya disofa karena terlalu lelah Cahya akhirnya tertidur.
Elea datang dan melihat suaminya sedang bermain ponsel lalu menghampirinya dan menciumnya. "Bagaimana kepindahan Cahya dan Aditya?"Tanya Ariel.
"Aku tadi membantu Cahya bersih-bersih dna merapikan beberapa barang, semoga saja dengan ini mereka bisa hidup dengan aman tanpa gangguan"
" Semoga saja, kita cari makan diluar ya sekalian cari oleh-oleh, kau pasti ingin jalan-jalan"
"Oke baiklah suamiku sayang tapi aku harus mandi dulu"
Elea hendak beranjak pergi tetapi Ariel menahannya. "Permen itu masih ada kan?" Bisik Ariel
Elea langsung tersenyum dan mencubit hidung Ariel.
"Sepertinya masih ada satu ditasku, kau membuatku tidak bisa beristirahat dengan permen itu, ya sudah aku mandi dulu dan kita bersiap keluar" Elea lalu meninggalkan Ariel dan pergi ke kamar mandi.