SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 160



Ayah Ariel masuk ke ruangan dimana Ariel dirawat, terlihat putranya itu terbaring dan memandang nyalang ke langit-langit. Pandangan Ariel teralihkan kearah pintu terbuka, dan terkejut melihat kedatangan Ayahnya, orang yang sudah lama tidak dia lihat dan temui. Ariel mulai berpikir kenapa Ayahnya bisa datang kesini dan siapa yang meberitahunya jika dia sedang dirawat disini.


Ayah Ariel mendekati putranya itu dengan tatapan sedih dan matanya berkaca-kaca melihat kondisi Ariel yang dipenuhi luka dan perban di beberapa bagian tubuhnya. Dia duduk di kursi sebelah ranjang Ariel memegang jemari Ariel sambil menyeka airmata nya, tetapi Ariel justru menyingkirkan tangannya tidak ingin jika Ayahnya itu menyentuhnya. Ariel membuang wajahnya dan tidak ingin menatap wajah Ayahnya, hatinya masih dipenuhi oleh rasa marah, muak dan benci kepada Ayahnya itu.


"Bagaimana keadaanmu?? Dan kenapa ini bisa terjadi kepadamu?"


Ariel diam tidak menjawab pertanyaan Ayahnya itu dan tetap membuang muka. Randy keluar dari kamar mandi dan pura-pura terkejut melihat kedatangan Ayah Ariel. "Om Andi?? Kok ada disini? Sudah lama?" Randy menghampiri Ayah Ariel dan memeluknya.


"Hai Ran, om baru saja datang, bagaimana kabarmu, ku dengar sebentar lagi akan menikah?"


"Saya baik om, hehe iya 2bulan lagi saya menikah, om harus datang ya?"


"Tentu saja jika kau yang meminta om pasti akan datang"


Randy melihat kearah Ariel dan menemukan sahabatnya itu justru memasang wajah kesal dan enggan menatap Ayahnya, Ariel justru melihat kearah langit-langit ruangannya. Ariel tetap saja bersikap sama, masih tidak mau melihat atau bertemu dengan sang Ayah, padahal Ayahnya sangat baik dan sangat menyayanginya.


"Ran, siapa yang memberitahunya jika aku ada disini? Pasti kau ya atau jangan-jangan Adit?" Tanya Ariel.


"Tidak, bukan mereka, Ayah kesini atas keinginan Ayah sendiri setelah mendengar kabar dari orang kepercayaan Ayah jika kau sedang ditimpa musibah" Sahut Ayahnya.


"Aku tidak perlu belas kasihanmu, pergilah dari tempat ini, kehadiranmu justru membuatku muak, pergilah"


"Terserah kau mau memupuk kebencianmu itu sampai setinggi gunung kepada Ayah, kau tetap anak Ayah, istirahatlah"


Randy hanya terdiam melihat perdebatan Ayah dan Anak didepannya. Ariel benar-benar keras kepala dan keterlaluan, dia selalu saja bersikap dingin kepada Ayahnya dan cara bicaranya sangat tidak tidak sopan. Randy hanya menggelengkan kepalanya, entah sampai kapan sahabatnya itu bisa kembali menerima Ayahnya. Untuk menghindari konfrontasi yang lebih jauh, Randy mengajak Ayah Ariel untuk pergi ke kantin rumah sakit membeli makanan sambil mengobrol, karena Ariel sudah meminum obatnya dan pasti sebentar lagi akan tertidur.


****


Aditya sudah sampai dirumahnya, tadi setelah mengantar Ayah Ariel ke rumah sakit dia memutuskan untuk kembali ke kantornya sebentar dan membahas hasil meetingnya dengan para staff nya kemudian dia baru melencur ke rumah Ayah Ariel untuk mengantar kopernya. Aditya langsung naik ke kamarnya agar bisa segera bertemu dengan Kyros dan Kyra, karena setiap dia pergi, dia selalu merindukan kedua bayinya itu dan selalu ingin segera pulang.


Aditya masuk ke kamarnya dan melihat Mamanya dan Cahya sedang mengajak Kyros dan Kyra bermain. Cahya menekan bebek mainan yang bisa mengeluarkan bunyi membuat kedua bayi itu tertawa setiap mendengarkan bunyinya.


"Adit...?? Kau pulang lebih awal? Kau pasti sengaja meninggalkan pekerjaanmu karena ingin segera bertemu dengan anakmu..??" Tanya Mamanya curiga.


Aditya tersenyum mendengar pertanyaan Mamanya. "Bisa dibilang seperti itu tetapi tidak seperti itu juga Ma, tadi setelah meeting aku pergi ke airport untuk menjemput om Andi lalu mengantarnya ke rumah sakit dan aku kembali ke kantor lagi"


"Menjemput Andi? Memangnya dia pulang?"


"Iya Ma, semalam aku menghubunginya dan menceritakan kejadian yang menimpa Ariel dan dia memutuskan untuk pulang dan merawat Ariel"


"Kau melakukan hal yang bagus, jika Papamu sudah kembali Mama akan mengajaknya untuk menjenguk Ariel, dia pasti juga akan senang bertemu dengan Andi, dan kau jangan menyentuh Cucuku dulu sebelum mandi"


Aditya pun langsung pergi ke kamar mandi dan Cahya pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian Aditya. Cahya kembali dan melihat Mama mertuanya sedang membuka pakaian Kyros, memang ini sudah waktunya mereka untuk mandi. Cahya juga akhirnya membuka pakaian Kyra, ketika nanti Aditya sudah selesai mandi, giliran dia memandikan kedua bayinya.


*****


Aditya keluar dari kamar mandi dan melihat Cahya sedang rebahan miring sendirian sambil memainkan ponselnya. Sedangkan kedua bayinya sedang terlelap dihadapannya. Cahya mengalihkan pandangannya pada Aditya yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu bangun dan duduk.


"Akhirnya kau selesai juga, lihatlah ini karena menunggumu terlalu lama dikamar mandi mereka berdua malah tidur padahal ini sudah waktunya mereka mandi" Gumam Cahya sedikit kesal.


Aditya menghampiri Kyros dan Kyra yang sedang terlelap. "Berikan ponselmu...!" Aditya merebut ponsel Cahya dari tangannya dan membuka kamera.


Cekrek......!!!!


Aditya mengambil foto Kyros dan Kyra yang sedang tertidur dengan lelapnya sambil tersenyum.



Cahya melihat ke layar ponselnya dan ikut tersenyum. Aditya masuk ke ruang gantinya untuk memakai pakiannya lalu kembali. Cahya menyuuh Aditya untuk membangunkan kedua bayinya, karena tidak mau jika nanti mereka mandi terlalu sore kalau harus menunggu mereka sampai bangun.


Aditya mengangkat Kyra lalu menciumi putrinya itu agar mau terbangun, sedangkan Cahya pergi keluar kamar untuk memanggil Mama mertuanya.


"Kyra sayang princess nya Papa, ayo bangun sudah waktunya mandi" Aditya terus menciuminya smapai akhirnya usahanya berhasil dan Kyra membuka matanya.


"Anak pintar, kau bangun dan tidak menangis, kita tunggu Mama dan Oma ya, habis itu Kyra langsung mandi" Aditya menimang dan membuai Kyra sampai Cahya dan Mamanya datang.


Cahya mengambil Kyra dari Aditya dan membawa bayinya itu ke kamar mandi diikuti oleh Mama mertuanya. Sementara kini giliran Kyros yang harus Aditya bangunkan.


******


Malam harinya Aditya dan Cahya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Ariel, setelah memastikan kedua bayi mereka tertidur dan dijaga oleh Mama Aditya dirumah. Cahya pun bertanya tentang siapakah orang yang dipanghil Om Andi oleh suaminya itu dan apa hubungannya dengan Ariel.


Aditya pun menjelaskan jika itu adalah Ayah dari Ariel dan mereka terpisah karena Ayah Ariel tinggal diluar negeri dan menjalankan bisnisnya disana.


Sampailah mereka dirumah sakit, Ariel sedang berbaring dan hanya diam tetapi tersenyum saat melihat kedatangan Aditya dan Cahya. Sedangkan Aditya mengarahkan pandangannya ke arah Ayah Ariel yang duduk disofa sambil membaca majalah.


"Om Andi??? Om ada disini?? Kapan datang??" Ucap Aditya. Cahya pun menggerutkan keningnya karena merasa aneh dengan Aditya, bukankah tadi suaminya yang menjemput Ayah Ariel, kenapa Aditya malah menanyakan kapan dia datang.


"Hai Dit, om datang tadi siang, wah ini pasti istrimu ya?"


"Iya om, kenalkan ini Cahya istri saya, sayang kenalkan ini Om Andi Ayahnya Ariel"


Cahya tersenyum dan menyalami Ayah Ariel seraya memperkenalkan dirinya.


"Om minta maaf, karena tidak hadir dipernikahan kalian, itu sangat mendadak sekali, Papamu memberitahuku dua hari sebelum pernikahan kalian sedangkan disaat bersamaan Om ada pekerjaan penting, sekali lagi Om minta maaf"


"Its okay Om, memang semuanya serba mendadak" Jawab Aditya.


"Apa kabar Papamu? Sibuk apa dia sekarang?"


"Papa sangat baik dan sekarang beliau sedang berada diluar kota mengurus proyek perusahaan menggantikanku karena Cahya baru saja melahirkan jadi aku tidak bisa meninggalkannya"


"Om senang mendengar Papamu disibukkan lagi dnegan urusan perusahaan, kau juga sangat luar biasa menjalankan perusahaan itu, pantas saja Papamu selalu memujimu"


Cahya dan Aditya menghampiri Ariel dan menanyakan keadaannya. Ayah Ariel juga menjelaskan pada Aditya jika Ariel harus dirawat sekitar satu minggu jika kondisinya semakin membaik disetiap harinya. Cahya melihat ada yang aneh dengan Ariel dan Ayahnya, seperti ada jarak diantara mereka. Sikap dan cara bicara Ariel kepada Ayahnya sangat dingin dan dia terkesan enggan melihat Ayahnya.


Cahya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, mengingat selama ini Ariel juga tidak pernah membahas tentang orangtua nya sekalipun dia tidak pernah mendengarnya, bahkan Elea juga tidak pernah mengatakan tentang mertuanya.


******


Cahya dan Aditya berpamitan untuk pulang karena tidak bisa meninggalkan bayinya terlalu lama. Saat dalam perjalanan pulang.


"Sayang, ku lihat om Andi sangatlah baik, dia begitu sayang pada Ariel tetapi kenapa Ariel bersikap dingin padanya? Bahkan aku sangat terkejut mendengar ucapan Ariel padanya seperti anak yang tidak punya sopan santun, memanggil Ayahnya dengan sebutan Kau bukan memanggilnya Ayah atau Papa, ada apa dengan Ariel?" Tanya Cahya.


"Ya begitulah, hubungan mereka sebenarnya tidak harmonis, itu sebabnya aku sengaja menghubungi om Andi untuk datang agar merawat Ariel berharap hubungan mereka bisa membaik"


"Bisa membaik, memangnya apa yang menyebabkan hubungan mereka tidak harmonis, selama ini yang kulihat Ariel sangat menghormati orang yang lebih tua lalu kenapa tidak pada Ayahnya?"


Aditya tampak terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan istrinya. "Dulu keluarga mereka sangat harmonis, Ariel hidup dalam limpahan kasih sayang orangtua nya karena memang dia adalah anak satu-satunya, sampai kemudian semua berubah saat Ariel dan Almh Mamanya menemukan fakta bahwa Ayahnya berselingkuh dengan sekretarisnya bahkan dihadapan mereka berdua, Ayahnya membawa sekretarisnya itu pulang ke rumah dan mengajaknya menginap, saat itu Mama Ariel dalam keadaan terbaring sakit dan kondisi nya semakin membuuk setelah kejadian itu"


"What......????? Are you seriously..???" Seru Cahya tak percaya. Dan Aditya menganggukkan kepalanya.