SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Membuntuti Elea



Aditya membuka pintu ruangannya dan menyuruh sekretarisnya untuk memanggil security dan menyeret keluar Erica dari ruangannya sebelum amarahnya benar-benar memuncak.


" Stop, kau tidak perlu memanggil security aku akan keluar sekarang, kau lebih tampan jika sedang marah, bye Aditya sayang"


Erica akhirnya pergi, dan Aditya meminta sekretarisnya untuk tidak membiarkan Erica masuk ke kantor lagi, dan menyuruh memberitahu security agar menahannya diluar dan jangan sampai hal ini terjadi lagi. Aditya tersadar jika sekarang sudah hampir pukul 4 dia harus segera pergi untuk menjemput Cahya.


***


Cahya berpelukan dengan Elea dan melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobil. Dari kejauhan seorang laki-laki memotret mereka dan mengirim foto itu pada bosnya mengatakan jika perempuan itu setiap selalu saja keluar kantor bersama dengan Cahya, seperti sengaja untuk terus menemaninya tidak membiarkannya sendirian. Kemudian beberapa saat kemudian ponsel lelaki itu berbunyi dan dia segera mengangkatnya.


" Ikuti perempuan itu dan cari informasi tentang dia"


" Oke siap bos" Jawabnya singkat dan dengan segera dia mulai mengikuti kemana Elea pergi.


Dalam perjalanan Elea merasa ada yang tidak, sejak keluar kantor dia melihat seperti ada mobil yang membuntutinya, perlahan dia mulai mencari cara untuk memastikan apakah mobil hitam dibelakangnya itu membuntutinya atau tidak.


Elea berhenti di sebuah minimarket, pura-pura keluar dan membeli sesuatu, setelah itu masuk kembali ke mobilnya, dilihatnya ternyata mobil itu juga berhenti. Dia menjalankan lagi mobilnya dan lagi-lagi mobil itu mengikutinya, dia coba untuk berbelok dan lagi-lagi mobil itu dari jauh tetap mengikuti kemana dia pergi. Karena semakin curiga dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ariel.


Elea membelokkan lagi mobilnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan kakasihnya itu, mencoba tetap tenang dan fokus. Dia mengendarai pelan karena Ariel juga masih dalam perjalanan. Sampailah akhirnya Elea di kawasan Apartemen tempat tinggal Ariel, dia memarkir mobilnya diparkiran bawah tanah gedung itu, sebenarnya Elea sedikit takut tetapi dia tidak punya pilihan lain.


Dengan cepat dia memarkir mobilnya dan memilih parkir didekat pintu masuk gedung itu agar bisa dengan cepat berjalan masuk menghindari hal buruk yang bisa saja terjadi. Dan benar saja mobil hitam itu juga mengikutinya masuk ke area parkir.


Elea berjalan cepat untuk masuk dan diujung teleponnya masih ada Ariel yang mengarahkannya, Elea memakai handsfree jadi tidak akan ketahuan jika dia sedang menerima arahan Ariel. Saat masuk ternyata pria itu juga buru-buru mengikuti Elea, dengan segera Elea masuk ke dalam Lift dan menutupnya.


****


Setelah mengarahkan Elea ke apartemennya dan dia sedang dalam perjalanan kesana, Ariel menghubungi Randy untuk membantunya karena dia curiga ini ada hubungannya dengan teror yang ditujukan ke Cahya.


Ariel akhirnya sampai diparkiran tetapi tidak melihat sesorang disana, mungkin saja orang itu memutuskan untuk menunggu Elea keluar. Sampai akhirnya Ariel masuk untuk menemui kekasihnya yang sudah menunggunya. Elea sedang berdiri di depan pintu Apartemennya dengan wajah yang cemas dan menghampirinya dan menyuruhnya untuk masuk.


" Are you okay honey???" Tanya Ariel dan memberikan minum pada Elea.


" Im okay, tapi siapa orang itu kenapa dia mengikutiku?"


" Kita tidak tahu dia siapa tapi kita akan mencari tahunya, aku sudah menghubungi Randy agar membantu kita, aku rasa ini juga ada hubungannya dengan teror yang dialami Cahya, mengingat kau adalah orang yang selalu berada didekatnya, aku rasa mereka juga menjadikanmu target"


" Apa??? Mereka benar-benar tidak mau menyerah, kesalahan apa yang sudah diperbuat Cahya sehingga ini semua terjadi, aku tidak habis pikir"


" Tenanglah, kita akan segera mencari tahu, jika benar ini ada hubungannya dengan teror Cahya, dia mengikutimu justru akan sangat memudahkan kita untuk menangkap pelaku nya, dia terlalu bodoh untuk kita semua yang terlalu cerdas, oke aku dan Randy sudah menyusun rencana, dan honey, kau harus ikuti semua arahanku oke???"


Elea mengangguk dan mendengarkan dengan seksama semua ucapan Ariel. Mengikuti semua planning yang sudah disusun oleh kekasihnya itu dan Randy sahabatnya. Setelah mengerti akan semua tugasnya, Elea siap untuk menjalankannya walau sebenarnya dia sedikit ketakutan tapi Ariel meyakinkannya bahwa akan selalu mendampinginya.


***


Disisi lain Aditya sedang duduk bersama Cahya di sofa menonton televisi. Ponsel Aditya berdering mengalihkannya dan disana tertera nama Ariel, segera dia mengangkat ponselnya.


Cahya melihat Aditya sedang diam mendengarkan orang yang sedang menghubunginya itu, tampak wajah suaminya itu serius.


" Oke, gue sekarang akan segera kesana" Aditya menutup teleponnya dan tersenyum pada Cahya yang ada disampingnya.


" Siapa yang menghubungimu, kau terlihat serius sekali" Tanya Cahya penasaran.


" Ah itu Ariel, dia sedang membicarakan pekerjaan, aku harus bersiap dan pergi, kau dirumah saja jangan kemana-mana"


" Pekerjaan apa? Kau baru saja pulang?"


" Jangan banyak pertanyaan dan menurutlah oke? Jika ini selesai aku akan langsung pulang dan nanti aku akan menceritakan semuanya padamu karena aku saat ini belum bisa menjawab pertanyaanmu, sekarang kau dirumah saja bersama Mama"


Cahya hanya memandang diam suaminya, seperti ada yang disembunyikan darinya. Apakah dia akan menghajar seseorang lagi atau apa dia tidak tahu. Melihat tatapan istrinya, Aditya menciba meyakinkannya.


" Semua akan baik-baik saja, aku harus menghentikan kekacauan ini, kau jangan khawatir aku akan berusaha untuk tidak melakukan hal buruk pada seseorang, Do you trust me??"


Cahya mengangguk dan berharap semoga apapun yang Aditya rencanakan berjalan dengan baik, dan suaminya itu tidak melakukan hal yang bisa menyakiti dirinya sendiri. Aditya mengecup keningnya dan berpamitan untuk pergi menemui Ariel.


***


Ariel keluar dari apartemennya sendirian, setelah dari lift dia berjalan ke arah dimana mobilnya diparkir lalu berjalan keluar meninggalkan Apartemennya untuk menemui Aditya.


Selang sekitar 10 menit, Elea juga keluar dari apartemen kekasihnya itu, dia berjalan sedikit ketakutan, takut pria itu masih menunggunya diparkiran itu. Elea masuk ke mobilnya dan menyalakannya lalu keluar meninggalkan parkiran. Dan benar saja setelah dia keluar mobil hitam yang sama masih mengikutinya.


" Honey, dia mengikutiku lagi" Elea berbicara pada Ariel yang ada diujung telepon.


" Oke bagus, kau kemudikan mobilmu perlahan tapi jangan terlalu pelan, aku akan mengikuti mobil itu setelah kalian keluar, tenang dan tetap fokus oke, aku sudah melihat mobilmu dan iya benar dia ada dibelakangmu, fokuslah dan aku juga akan mengikutimu, arahkan ke tempat yang ku suruh, Randy dan Aditya sudah menunggu disana"


Ariel mengemudikan mobilnya di belakang mobil pria itu, dan Elea mengikuti semua arahan dari kekasihnya berharap semoga rencana mereka berhasil dan tidak ada hal buruk yang akan terjadi.


" Ayo El, tenang dan tetap fokus, ada Ariel dibelakangmu" Elea mencoba meyakinkan dirinya.


Melihat Elea mengemudikan mobilnya di jalan yang cukup sepi, Setelah kondisi dirasa cukup sepi, pria ini mulai melancarkan aksinya, dia mempercepat laju mobilnya dan menyalip mobil Elea lalu menghadangnya dan membuat Elea harus mengerem mendadak. Elea panik dan ketakutan, karena ini masih jauh dari tempat yang sudah direncakan. Elea berpikir semua rencana yang disusun akan gagal dan berantakan. Pria itu keluar dari mobilnya dan berjalan ke arahnya, membuatnya panik setengah mati.


" Dimana Ariel kenapa belum muncul juga, apa dia kehilangan jejak"


Elea mencoba menghubungi Ariel lagi karena tidak disangka telepon mereka putus, belum sempat dia menyalakan ponselnya, pria itu menggedor keras pintu mobilnya dan berteriak menyuruhnya keluar. Dengan ketakutan Elea tetap bertahan didalam mobil, tetapi teriakan pria itu semakin menggila.


" Cepat Keluar perempuan brengsek capat ..... Atau aku akan menghabisimu disini"


Elea terpaksa keluar dan dia sangat ketakutan luar biasa. Pria itu kemudian menyerer Elea dan membawanya ke mobilnya. Elea mencoba berteriak meminta pertolongan tetapi tidak melihat siapapun yang lewat.