SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 27



Rumah terlihat sangat lengang karena Tuan dan Nyonya Harry sedang ke Singapura untuk check up rutin setiap bulan dan minggu depan baru akan kembali. Aditya sedang berolahraga pagi, sedangkan Cahya sibuk didapur menyiapkan sarapan dan dia harus segera membawa jus semangka dan air untuk Aditya. Cahya membawa nampan berisi minuman itu ke ruang gym tetapi tidak menemukan Aditya tetapi mendengar suara dari kolam renang, dilihatnya ternyata yang dicari sedang berenang, segera dia menghampirinya.


“ Kau memilih berenang dipagi hari ternyata, naiklah dan minum ini” Cahya tersenyum berdiri di tepi kolam dan Aditya keluar kolam menghampirinya.


“ Berenang di pagi hari adalah pilihan yang sangat tepat” Aditya mengambil gelas berisi jus dan langsung meminumnya sampai habis.


“ Pergilah mandi, sarapan sudah aku siapkan”


“ Kau tidak harus menyiapkan sarapan, kita hanya berdua, sarapan roti saja sudah cukup, ah dan ya tadi mbak Tina menelepon sepertinya dia belum bisa kembali dalam beberapa hari ini, anaknya masih sakit jadi kalau kau merasa lelah tidak usah memasak, kita makan diluar saja”


“ Baiklah, dan nanti aku berangkat pukul sepuluh, oh iya semalam kau bilang akan ada meeting perlukah aku menyiapkan setelan untukmu??” Tanya Cahya.


“ Tidak perlu, ini hari libur jadi tidak harus formal”


****


Aditya turun untuk sarapan, dan Cahya sudah menunggunya diruang makan dia tersenyum melihat Aditya memakai pakaian yang dipilihkannya, Tshirt putih dengan Celana pendek warna khaki yang memang sangat cocok jika dipakainya. Selama sarapan, selalu banyak tersenyum melihat Aditya, membuat lelaki itu bingung dan penasaran.


“ Kau kesurupan setan dimana, kenapa selalu menatapku dengan senyuman??” Tanya Aditya.


“ Kau sangat tampan saat memakai Tshirt putih dan celana warna khaki, aku sangat menyukainya” Ucapan Cahya itu membuat Aditya tersedak saat mendengarnya.


“ Apa??? Aku selalu tampan setiap detik, kenapa kau baru memujiku sekarang??”


“ Entahlah, mungkin aku sedang ingin memujimu haha”


“ Astaga kau ini, aku lebih terlihat sangat tampan saat aku tidak memakai apapun dibadanku, sekali-kali kau harus melihatku telanjang, dan sekarang aku akan ke ruang kerja, bawakan aku jus semangka campur dengan daun mint dan tambahkan sedikit perasan lemon” Aditya berlalu dan meninggalkan Cahya yang terkejut dengan ucapannya.


Cahya membawa pesanan Aditya ke ruang kerjanya dan melihat suaminya itu sedang membaca buku lalu menaruh minumannya di meja kerjanya karena melihat tidak ada laptop dihadapannya. Aditya mengambil sebuah papper bag dan diberikan padanya.


“ Ini hadiah untukmu karena tadi kau memujiku tampan, bukalah” Cahya bergegas membuka papperbag itu dan terkejut melihat isinya.


“ Astaga novel ini? Bagaimana kau tau aku menginginkannya?”


“ Aku melihat banyak novel dikamarmu, dan ada satu penulis yang novel-novelnya kau koleksi, aku memastikan bahwa kau sangat menyukai karyanya, dan kebetulan kemarin aku mendapat undangan untuk menghadiri acara pembukaan pameran buku, aku melihat ada novel dari penulis itu dan ku rasa kau belum memilikinya jadi aku membelinya untukmu”


“Aaaahhhhh benarkah?? Padahal aku dan Elea akan pergi ke pameran buku itu nanti dan kau tau kenapa aku sangat menyukai novel karya penulis ini?? Karena novelnya sangat romantis dan kisahnya sungguh indah, yang paling aku suka adalah karyanya yang berjudul My Hero, kisahnya sangat romantis aku bahkan selalu membayangkan bahwa aku ingin diperlakukan seperti perempuan dinovel itu hahaha” Ucap Cahya bahagia dan menerawang, tetapi Aditya tertegun sejenak dan bertanya pada Cahya lagi.


“ Berarti kau tidak jadi pergi?? Karena aku sudah membelikanmu buku ini??”


Cahya berpamitan untuk ke kamar dan meninggalkannya yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi, Aditya mengelus pipi yang baru saja dicium oleh Cahya.


***


Cahya sudah berangkat untuk jalan-jalan bersama Elea, Aditya mengambil ponselnya dan menghubungi Beno untuk segera datang ke rumahnya, dia tidak mau Cahya mengetahuinya sebelum Aditya bisa membereskan semua tentang Theo dan Cyntia. Beno mengatakan akan sampai dalam 30 menit.


Disisi lain Elea sudah menunggu kedatangan Cahya, hari ini mereka akan memborong banyak buku, pameran buku ini selalu mereka tunggu disetiap tahunnya. Yang ditunggu akhirnya datang dengan segera mereka mulai keliling dan memilah buku yang ingin mereka beli. Setengah jam berlalu mereka masih belum memutuskan untuk membeli yang mana, ponsel Elea berbunyi dan dia mengangkatnya, wajah Elea terlihat terkejut saat menerima panggilan itu dan berkata bahwa dia akan segera pulang.


“ Telepon dari siapa El??” Tanya Cahya penasaran.


“ Maaf Ca, aku harus segera pulang, tadi papa menelepon mengatakan bahwa oma ku baru saja terjatuh dari kamar mandi, papa menyuruhku untuk segera pulang ke Bandung sekarang, maaf ya??”


“ Tidak apa-apa kita bisa kesini lain waktu pamerannya juga masih lama, kau segeralah pulang tapi hati-hati jangan mengebut”


“ Kau juga harus pulang Ca, aku ga bisa biarin kamu sendirian nanti Aditya bisa memarahiku”


Mereka berdua akhirnya meninggalkan pameran itu, Cahya juga memutuskan untuk pulang membenarkan perkataan Elea bahwa dia tidak boleh sendirian, tetapi dirumah juga akan sendirian karena Aditya bilang dia ada meeting, tetapi tidak mengapa jika harus dirumah sendirian setidaknya rumah itu membuatnya merasa aman dan akan dia gunakan untuk membaca novel yang tadi diberikan Aditya.


****


Beno sudah berada diruang kerja Aditya dan melaporkan hasil penyelidikannya terhadap Theo dan Cyntia, mengatakan bahwa mereka akan menikah dalam waktu dekat ini, Beno juga mengatakan bahwa Cyntia telah membayar seseorang untuk mengawasi rumah ibu mertuanya, setiap hari lelaki itu mengawasi dari kejauhan, datang pagi dan pergi ketika malam. Mendengar itu Aditya merasa marah, kenapa Cyntia melakukan itu semua apa yang sedang direncanakan olehnya.


Cahya sampai dirumah dan melihat ada sebuah mobil terparkir didepan rumah, mungkin itu Tamu Aditya, berarti menandakan Aditya ada dirumah, Cahya mempercepat langkahnya memasuki rumah tetapi ternyata rumah terlihat sangat lengang, kemana Aditya dan tamunya, tetapi kemudian dia mendengar sayup-sayup ada suara diruang kerja suaminya, menandakan bahwa dia melakukan meetingnya dirumah.


Cahya bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman karena asisten rumah tangganya sedang libur, pasti Aditya tidak terpikirkan untuk menyajikan hidangan dan minuman untuk Clientnya. Cahya menuang sirup kedalam pitcher dan air lalu es batu, serta menyiapkan beberapa gelas kosong karena dia tidak tau ada berapa orang yang datang, tidak lupa menaruh camilan di piring dan membawanya menuju ruang kerja Aditya, Cahya terhenti didepan pintu ruang kerja itu yang sedikit terbuka dan mendengar Aditya sedang berbicara.


“ Ini bayaran kalian kali ini dan jangan lupa segera kirimkan fotonya padaku serta awasi terus rumah ibu mertuaku, ikuti kemanapun dia pergi”


“ Siap bos!!” Beno dan temannya pun segera keluar dari ruangan itu sambil membawa amplop coklat berisi uang dari Aditya.


Saat membuka pintu mereka menemukan Cahya sedang berdiri didepan pintu, mereka menunduk permisi kepada Cahya. Aditya terkejut melihat istrinya terpaku didepan pintu, tidak menyangka bahwa dia akan kembali dengan cepat, dia berpikir Cahya akan menghabiskan waktunya sampai sore.


Cahya berjalan mendekatinya dengan wajah yang sangat marah dan tatapan menuduh, membuat Aditya selangkah mundur seolah menyadari bahwa istrinya akan marah kepadanya apalagi dia melihat 2 preman keluar dari ruangannya, jangan-jangan Cahya mendengar percakapan dia dan preman itu.


“ Loh Ca, kamu kok udah balik? Kamu?? ga jadi ke pameran... buku???” Tanya Aditya yang sedikit terbata, tetapi Cahya tidak menjawabnya dan malah semakin mendekatinya dengan tatapan marah, lalu menaruh nampan yang dibawa nya itu ke meja kerja Aditya.