SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 397



"Brianna sudah pulang ya??? Apa dia baik-baik saja???" Tanya Danist pada Ariel yang baru saja tiba dan menghampirinya yang sedang makan siang bersama dengan Elea.


"Dia baik-baik saja, tadi dia sedikit histeris tetapi aku sudah menenangkannya dan memberinya pengertian, mungkin dia masih butuh waktu untuk menenangkan dirinya, kurasa setelahnya dia akan baik-baik saja" Ungkap Ariel.


"Sedekat apa hubunganmu dengannya dulu? Ku dengar dia teman semasa Sma mu???" Tanya Danist menelisik.


"Tidak terlalu dekat sekali, dia dulu sangat tomboy dan galak membuatku sedikit tidak menyukainya tetapi dia sekarang sangat jauh berbeda dengan dulu...!" Gumam Ariel seraya menuang air ke dalam gelas.


Danist terkekeh, ya diawal pertemuannya dengan Brianna dulu memang perempuan itu sangat tomboy, tetapi lama kelamaan dia mulai berubah sedikit demi sedikit. "Dulu dia pernah menfatakan padaku bahwa saat di sekolah dia sangat menyukai seorang laki-laki teman sekelasnya, hanya saja saat dia mengungkapkan perasaannya lelaki itu menolaknya, kau juga teman sekelasnya kan? Bersama pak Aditya dan pak Randy? Aku yakin kau pasti tahu siapa lelaki itu??"


Ariel langsung tersedak dan batuk-batuk ketika mendengar ucapan kakaknya, karena sudah jelas bahwa laki-laki itu adalah dirinya. Brianna dulu memang pernah mengungkapkan peradaan kepadanya, tetapi dia menolak perempuan itu karena memang Brianna bukanlah tipe nya. Brianna sangat tomboy, cuek tetapi sangat baik, hanya saja sikap tomboy dan cueknya itu yang tidak Ariel sukai.


"Kau tidak apa-apa Iel???" Tanya Elea.


Ariel menggelengkan kepalanya, sedangkan Danist tersenyum tipis melihat ekspresi adiknya yang sepertinya mencurigakan setelah mendengar ucapannya. Danist mulai curiga bahwa bisa jadi lelaki yang dumaksud Brianna itu adalah Ariel, jika mengingat bagaimana dulu Brianna menggambarkan sosok laki-laki yang pernah disukainya dulu.


"Aku rasa laki-laki itu adalah kau...!!" Ujar Danist kemudian lalu tertawa.


"Aku...??? Kenapa aku??? Apa Brianna menyebutkan namaku padamu??" Tanya Ariel dengan suara sedikit gelagapan.


"Dari ciri-ciri yang pernah disebutkan Brianna, semua sepertinya mengarah padamu hahaha"


Wajah Ariel berubah sedikit memerah, tidak ada jawaban apapun dari mulutnya. Danist dan Elea menatapnya dengan senyum tipis, seolah mengerti bahwa lelaki itu memanglah Ariel. Tidak ingin semakin malu, Ariel pun ingat akan tujuannya datang kesini yaitu untuk membahas tentang sesuatu.


"Iel, silakan makan siang saja disini???" Gumam Elea.


"Tidak El, Maysa tadi mengirim makan siang untukku!" Ujar Ariel.


"Lalu dimana dia sekarang???"


"Sudah pulang" Jawab Ariel singkat.


Beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan Friddie, membuat Elea bergegas meninggalkan ruang makan. Hanya berdua dengan Danist, Ariel pun mulai menceritakan tentang Maysa dan meminta saran kepada kakaknya itu. Ariel meminta saran kepada Danist tentang permasalahannya dengan Maysa, dan dia mengaku bahwa cinta untuk Maysa selama ini masih ada di dalam hatinya.


Danist mengerti sekali perasaan dari Adiknya itu, dan memintanya agar tetap mengatakan semuanya pada Maysa. Permasalahan diterima atau ditolak itu menjadi hal nomor sekian, yangbterpenting perasaan itu harus diungkapkan. Hanya saja Danist mengingatkan Ariel dan memintanya untuk berfikir lebih dulu sebelum mengambil keputusan, karena jika dia sudah mengambil keputusan untuk kembali dengan Maysa. Ariel harus bisa bertanggung jawab dan menerima semua kekurangan serta kelebihan Maysa dengan baik, jangan sampai suatu hari ada perkataan buruk lagi tentang kekurangan dari perempuan itu, mengingat perempuan harus benar-benar dihormati dan jangan lagi Ariel mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya, seperti yang pernah dilakukan pada Elea dan Maysa.


"Tentu saja aku tidak akan pernah mengulang kesalahan seperti itu lagi, aku sudah menderita selama ini karena kesalahanku sendiri" Ucap Ariel.


"Iel, kau pasti tahu kan penyebab Maysa bercerai dengan mantan suaminya???" Tanya Danist dengan tataoan penuh keseriusan, mengingat pertanyaan ini adalah poin penting untuk Ariel jika memutuskan untuk benar-benar kembali dengan Maysa.


"Ya aku tahu...!" Jawab Ariel.


"Jika kau memang tahu itu, apakah kau benar-benar bersedia menerima kekurangannya itu??? Well, bukannya aku ingin mengungkit masalalumu, tetapi kau dulu meninggalkan Elea karena kau berpikir bahwa dia perempuan mandul, hanya saja aku tidak ingin kau menyakiti perempuan lagi dengan hal semacam itu, sekarang semua keputusan itu ada pada dirimu sendiri, ingin tetap mengungkapkannya atau kau tetap ingin menjadi sahabatnya saja, pikirkan itu dengan baik"


Ariel terdiam memikirkan semua ucapan dari Danist. Memang benar kekurangan Maysa yang satu itu cukup besar, dan jika nanti dia mengungkapkan perasaannya dan mengajak Maysa kembali, tentu dia harus menerima itu dan tidak boleh menuntut Maysa. Tetapi jika tidak mengungkapkan tentu dia dan Maysa hanya akan menjadi teman saja, dan harus melepaskan perasaan cintanya pada Maysa.


"Aku akan memikirkannya dengan baik Kak... Aku butuh waktu" Gumam Ariel.


"Ya, kau harus pikirkan dengan matang, jangan tergesa-gesa, baik buruknya harus kau pertimbangkan dengan baik Iel"


★★★★★★


Ariel kembali ke rumahnya, dan naik ke kamarnya. Dia duduk di kursi kerjanya dan memandang keluar jendela dalam diam, memikirkan setiap ucapan Danist. Tentang cintanya kepada Maysa, tetapi jika dia memilih untuk kembali tentu dia harus menerima semua kekurangan Maysa termasuk kekurangan perempuan itu yang tidak bisa memiliki anak. Bagaimanapun itu harus diterimanya jika tetap memilih Maysa sebagai istrinya. Tetapi jika dia mundur maka dia harus merelakan perasaannya.


Maysa sudah merebut hatinya sejak lama, tetapi kemarahan dan kesalahannya dulu membuatnya harus kehilangan semua itu. Dan saat ini keadaan sudah kembali seperti dulu walauoun tidak 100% karena Maysa pasti memiliki luka dalam akibat ucapannya dulu.


Ariel beranjak dari kursi tempat duduknya dan pergi ke lemari pakaiannya untuk mengambil pakaian ganti karena dia harus mandi sebelum menjemput Gienka di apartemen Aditya. Tangan Ariel meraih tshirt nya tetapi tiba-tiba.


Bruk......


Sesuatu terjatuh dan ikut tertarik bersama dengan Tshirtnya. Ariel membungkuk dan mengambil sebuah kotak beludru berwarna biru itu. Ariel membukanya dan ternyata kotak itu adalah kotak berisi perhiasan yang dulu ingin dia berikan kepada Maysa tetapi tidak jadi karena pertemuannya dengan Mama Maysa membuat amarahnya memuncak dan membatalkan acara lamarannya. Perhiasan itu akhirnya dia bawa pulang dan dia simpan sampai saat ini, padahal masalah itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu. Dulu dia sangat ingin sekali jika Maysa memakai perhiasan itu tetapi keinginannya itu tidak pernah terwujud.


Ariel meletakkan perhiasan itu diatas tempat tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Ini sudah lewat dari siang, Gienka pasti sudah menunggunya.


Dalam guyuran air shower, Ariel memejamkan matanya, pikirannya masih dipenuhi dengan permasalannya dengan Maysa. Dia harus memikirkan semua konsekuensi yang akan terjadi dengan keputusan yang diambilnya.