SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 374



Beberapa hari kemudian....


Cahya meletakkan nampan berisi 2 gelas susu cokelat untuk si kembar dan 2 gelas jus semangka untuknya dan Aditya, Cahya kemudian mengoleskan selai cokelat di roti gandum dan meletakkannya di piring Aditya, sementara Kyros dan Kyra menikmati masing-masing semangkuk cereal warna-warni dengan susu. Mereka saat ini sedang menikmati sarapan bersama. Kyra serta Kyros juga sudah rapi dengan seragam sekolah mereka, dan tampak lahap menikmati makanan didepannya.


"Chika tadi meneleponku, mereka akan kembali sore nanti" Ucap Cahya.


"Itu bagus, akhirnya mereka pulang juga!" Gumam Aditya.


"Sepulang dari kantor, langsung jemput aku, Mama memintaku mengantar anak-anak kesana dan menyuruh mereka menginap disana, jadi jemput aku disana sore nanti" Ucap Cahya.


"Aku menjemputmu! Dan kalian berdua, Ky, Kyra...! Ingat selalu pesan Apap dan Amam, jangan nakal saat dirumah Oma dan Opa, jangan membuat mereka pusing, terutama Ky, jangan menanyakan banyak hal kepada mereka tentang benda-benda di langit, mereka akan kesulitan menjawabnya! Janji???"


Cahya tersenyum, itu adalah pesan yang selalu dikatakan Aditya pada Kyros, karena rasa ingin tahu anak itu sangatlah besar, dan pertanyaannya selalu membuat pusing orang-orang yang ditanyainya. Kedua mertuanya sendiri kadang bingung dengan jawaban apa yang harus diberikan pada Kyros, saat anak itu bertanya tentang hal yang berhubungan dengan kesukaannya tentang benda di langit. Bukan hanya mertuanya saja, bahkan Cahya sendiri juga selalu dibuat pusing, itu sebabnya dia lebih suka menyuruh Kyros untuk berdiakusi itu dengan Aditya, walaupun Aditya sendiri kadang harus mencari jawaban di internet saat dia tidak tahu jawaban dari pertanyaan anaknya.


"Ya Apap...! Ky janji...!" Jawab Kyros.


"Good...! Sekarang cepat habiskan sarapan kalian, dan Apap akan mengantar kalian ke sekolah!"


Selesai sarapan, Cahya dan Aditya serta Kyra juga Kyros keluar dari apartemen. Seperti biasa Aditya selalu mengantar anak-anaknya ke sekolah dengan tetap meminta penjagaan dari bodyguard sewaannya. Dan kali ini Cahya ikut mengantar kedua anaknya sebelum nanti Aditya mengantarnya ke rumah Adri dimana Ibunya saat ini tinggal, untuk membantunya menyiapkan kamar si pengantin baru yang akan kembali dari bulan madunya nanti, mengingat semua barang milik Adri dari rumah utama masih berada di dalam koper setelah 2 hari yang lalu baru saja diantar ke rumah Adri sendiri dan belum dikeluarkan.


★★★★★★


Kali ini Aditya datang menemui Ariel ke kantornya. Selain ada pekerjaan yang harus mereka bicarakan, ada beberapa hal lain yang akan Aditya bahas dengan Ariel. Dan Aditya juga membawa sesuatu untuk diberikan pada Gienka dari seseorang yang menitipkannya padanya tadi. Aditya menerimanya dan berjanji akan memberikannya pada Gienka, hanya saja kepalanya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, apakah itu hanya sekedar hadiah atau ada hal lain yang terjadi sebelumnya, dan kenapa Maysa tahu jika dia akan menemui Ariel. Padahal dia tadi baru mengatakan pada sekretarisnya itu jika dia akan menemui Ariel, akan tetapi Maysa langsung mengeluarkan barang dan menitipkan padanya agar diberikan untuk Gienka.


Aditya dipersilahkan masuk oleh sekretaris Ariel. Dengan senyumnya, Ariel menyambut Aditya dan mempersilahkan sahabatnya itu untuk duduk. "Apa yang kau bawa Dit???"


Aditya memandang ke bawah, ke arah tangannya yang memegang paperbag berwarna cokelat, lalu melirik ke Gienka yang sepertinya tengah sibuk mewarnai di playground nya.


"Hai Gie...!!" Sapa Aditya.


Gienka mengangkat kepalanya dan tersenyum manis melihat Aditya. Dia berlari mendekati Aditya dan kemudian dengan sopan mencium tangan Aditya. "Halo uncle...!"


Aditya mengajak Gienka untuk duduk di sofa, dengan lembut dia mengusap rambut dan kepala Gienka.


Dengan senyum sumringah, Gienka menerimanya. "Ini untukku??? Telima kasih uncle...!"


"Bukan Uncle yang memberikannya tetapi tante Maysa yang menitipkannya pada Uncle...!"


"Ini dali tante cantik???" Tanya Gienka dan dijawab Aditya dengan anggukkan kepala. "Tante cantik sangat baik, dia selalu membelikanku hadiah! Oh iya, apa uncle tahu? Tante cantik kemalin tidul belsamaku di hotel milik papa Yel, dia membacakan celita tentang putli dan pangelan!" Ucap Gienka sambil membuka isi hadiah dari Maysa. Kemudian senyumnya semakin melebar saat dia mengeluarkan hadiah itu. Hadiah dari Maysa berupa peralatan masak mainan serta kotak musik.


Aditya menggerutkan keningnya dan melirik ke Ariel yang terlihat salah tingkah serta tiba-tiba wajahnya berkeringat saat mendengar ucapan Gienka. Hal itu membuat Aditya semakin menaruh kecurigaan pada Ariel, sesuatu pasti telah terjadi diantara Ariel dan Maysa, tetapi dia bisa memanfaatkan Gienka yang polos untuk mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya.


"Di hotel??? Kapan??" Tanya Aditya dengan menatap Ariel penuh kecurigaan. Aditya tahu bahwa Gienka pasti akan bercerita dengan jujur nanti, jadi ini kesempatan yang bagus untuk memancing bocah itu.


"Ummmppp...! Setelah pelnikahannya uncle Adli dan untie Chika, papa Yel bilang kaki tante cantik sedang sakit, jadi tante cantik halus menginap di kamal papa Yel"


Aditya tertawa mendengar cerita Gienka, lalu beralih menertawakan Ariel dengan tawa yang mengejek. Ariel memanggil Gienka dan menyuruhnya agar kembali ke tempat bermainnya lagi. Aditya semakin menertawakan Ariel.


Tidak ingin Aditya berpikiran macam-macam tentang hubungannya dengan Maysa, Ariel akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpa Maysa setelah menghadiri acara pernikahan Chika dan Adri. Dan bagaimana dia menolong Maysa yang sedang kesakitan.


Ariel juga bercerita bahwa hubungan dan Maysa semakin membaik sejak malam itu.Mereka kembali berteman. Hanya berteman tidak lebih dari itu. Dan dihotel itu tidak terjadi apapun karena dia tidur di sofa sementara Maysa tidur bersama Gienka di ranjang.


"Lalu apa urusannya denganku, kalau dia tidur bersamamu atau dengan Gienka?? Hahaha"


"Berhentilah tertawa dan mengejekku, aku hanya ingin memperbaiki hubunganku dengan Maysa, itu saja! Karena aku tahu dalam hal ini Maysa kan tidak bersalah"


"Ya itu benar, Maysa memang tidak bersalah, itu juga yang terjadi dengan Danist dan Mamanya, kenapa kau juga tidak melakukan hal yang sama pada mereka berdua, meminta maaf dan membuat hubungan baik dengan mereka, apa kau ingin menunggu selama bertahun-tahun lagi untuk mengatakan hal semudah itu, seperti yang kau lakukan pada Maysa??? Aku tidak mau kau menyesal Iel..! Kau bisa melakukannya sekarang tanpa harus menunggu waktu yang lama, semakin cepat dilakukan bukankah itu semakin baik...!"


Ariel memandang Aditya tetapi memilih diam dan tidak menanggapi perkataan Aditya. Dia merasa sangat malas sekali membahas hal itu. Kalaupun dia meminta maaf pada Danist, itu juga tidak akan merubah apapun. Hubungan mereka akan seperti ini saja, toh yang terpenting baginya, dia bisa tetap menjaga hubungan baik dengan Elea dan itu tidak akan menimbulkan permasalahan dengan perkembangan Gienka.


Ariel mengambil minuman untuk Aditya, dan mulai membicarakan pekerjaan mereka. Agar Aditya tidak terus membahas tentang hubungannya dengan Danist dan Mamanya.


Sementara Aditya juga tahu bahwa apa yang diucapkannya pada Ariel juga tidak akan pernah bisa membuat sahabatnya itu bisa mengerti. Entah sampai kapan Ariel akan bersikap seperti ini, dan sedikit saja bisa mengerti bahwa menjaga hubungan dengan Danist sangalah bagus, karena Danist pun pasti akan merasa bahagia karena terlihat dengan jelas bahwa Danist sangat menghormati dan menghargai Ariel sebagai Adiknya serta punya harapan yang tulus untuk bisa bekerja sama demi kebaikan keluarga mereka yang sejak awal sudah buruk.


"Ah ya Tuhan...!!! Kapan kau bisa melakukan sesuatu yang besar yang bisa membuat Ariel menyadari bahwa Danist sangat ingin berhubungan baik dengannya...! Setidaknya lakukanlah sesuatu untuk menyatukan mereka...!" Gumam Aditya dalam hati.