SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 09



Seorang laki-laki berpakaian hitam datang dan memasuki Rumah mewah berwarna putih itu dan memberikan sebuah amplop berisi foto-foto yang diminta oleh perempuan itu serta melaporkan semua hal yang sudah diamati selama beberapa hari ini. Laki-laki itu melaporkan bahwa Gadis yang selama ini dia ikuti bekerja di sebuah perusahaan penerbitan sebagai Editor, tinggal dirumah sederhana bersama ibu dan adiknya.


Adiknya sepertinya memilik hubungan khusus dengan seorang pria kaya terlihat dari mobil dan motor yang digunakan pria tersebut untuk menjemput dan mengantar gadis itu sedangkan perempuan yang bekerja sebagai editor itu setiap hari berangkat dan pulang kerja selal menggunakan angkutan umum dan tidak pernah tampak dijemput oleh pria sedangkan ibunya setiap hari mengantarkan kue buatannya ke warung-warung disekitar rumahnya sepertinya ibunya itu membuat jajanan untuk dijual diwarung-warung dan tidak ada yang istimewa dari keluarga perempuan itu.


“Bagus kumpulkan semua informasi dia, kalau perlu cari info di lingkungan tempat kerjanya juga lebih detail, ikuti dia lagi” Ucap Cyntia dengan senyum sinis, Cyntia telah mengetahui beberapa fakta tentang Cahya dan akan merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran kepada Cahya.


Hari ini kondisi Aditya sudah membaik, dia sudah bisa turun kebawah untuk bergabung sarapan bersama orang tua dan adiknya, dan juga dia tampak rapi menggunakan setelan jas dan membuat mamanya menggerutkan kening bertanya apakah Aditya mau berangkat kekantor, dan memang benar karena hari ini Aditya ada meeting penting dan tidak bisa ditinggal atau diwakilkan dan menjelaskan kepada Mamanya bahwa setelah meeting selesai dia akan langsung pulang dan beristirahat, mau tidak mau Mamanya mengizinkannya.


“Balik ke Bandung kapan lo Dri” Aditya bertanya kepada Adri.


“Minggu Sore sih kayaknya, kasian Chika kalo aku ajak balik malem”


“ Itu ide yang bagus Nak, ingat pesen Mama jagain Chika dengan baik, jangan sampai bikin dia sedih dan kamu harus lindungi dia, Chika anak yang baik” Pesan seorang ibu kepada anaknya.


“ Iya bener kata Mama, jangan sampe kamu bikin nangis anak orang, awas aja, dan jangan macem-macem” Aditya berucap sambil tertawa yang membuat wajah Adri tambak cemberut.


“Dit, kamu berangkat ke kantor biar diantar Adri ya? Adri kan mau ke rumah Chika searah kantor kamu, Papa dan Mama ijinin kamu ke kantor tapi ga ijinin kamu nyetir sendiri karena Pak Udin supir kamu sedang ijin, sedangkan Mobil papa lagi dibengkel dan hari ini papa ada urusan dan mau ketemu sama pak Darmawan, nanti biar kamu dijemput supir papa kalau papa sudah selesai karena papa juga Cuma sebentar saja, gpp kan?”


“iya Pa gpp, pake aja mobil Adit”


***


Hari ini sangat cerah Cahya tersenyum melihat langit yang biru dan suasana rumah yang tenang, Chika sedang pergi dengan Adri untuk ke Toko buku sedangkan ibunya sedang mengantarkan pesanan kue dan jajanan buatannya ke warung-warung yang sudah menjadi langganannya, hari ini Cahya berencana untuk pergi ke Supermarket untuk belanja beberapa kebutuhan terutama bahan kue dan jajanan ibunya yang dia lihat hampir habis, tadi rencananya mau belanja dipasar tetapi karena semalam dia begadang menyelesaikan membaca novelnya membuat Cahya terlambat bangun dan tidak memungkinkan karena pasar pasti sudah tutup serta ibunya sengaja tidak membangunkannya dengan alasan agar Cahya bisa menikmati cutinya dengan baik. Jadi Cahya memutuskan nanti siang untuk pergi ke Supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah.


Cahya sudah selesai berbelanja semuanya dan dia merasa sangat haus, sebelum pulang dia akan istirahat sejenak di Cafetaria yang ada di luar Supermarket, paling cocok siang-siang meminum milkshake pikirnya. Cahya memilih duduk diluar Cafetaria dan memesan Milkshake untuk meredakan rasa hausnya. Aditya keluar dari Supermarket dan menlepon supirnya untuk segera keluar dari parkir karena dia sudah menunggu diluar tetapi tiba-tiba telinganya berdenging hebat, dan semuanya menjadi berputar membuat Aditya saat itu langsung jatuh pingsan. Disisi lain Cahya melihat seorang laki-laki yang jatuh pingsan tak jauh dari tempatnya duduk, Cahya langsung berdiri dan berlari menolong laki-laki itu, Cahya terkejut mengetahui ternyata laki-laki itu adalah Aditya, ia langsung berteriak meminta bantuan orang sekitar dan orang-orang langsung berkumpul untuk menolong Aditya tak lama Supir Aditya datang dan turun dari mobil dia melihat keramaian dan terkejut melihat tuannya tak sadarkan diri. Cahya langsung bergegas menyuruh supir Aditya untuk segera membawa Aditya ke mobil untk dibawa kerumah sakit, Cahya menyuruh sopir Aditya untuk menunggunya sebentar karena dia mau mengambil belanjaannya dan membayar minumannya. Cahya bergegas berlari lalu kembali dan mengantarkan Aditya segera ke rumah sakit. Dalam perjalanan Aditya sadarkan diri, dia bingung karna dia terbaring dimobil dan diatasnya ada wajah seorang Perempuan yang tidak asing sedang tampak khawatir,.


“Ahhhh ya Allah syukurlah kau sudah sadar” Cahya berucap sambil menghela nafas melihat Aditya sadar dan Cahya membantunya bangun.


“Kenapa kau ada disini dan ya ada apa denganku?”


“Diamlah kau, kami akan membawamu ke rumah sakit karena kau tadi pingsan”


“Ah tidak usah, pak kita kembali saja langsung pulang, aku sudah tidak apa-apa, pulang saja cepat” pinta Aditya ke supirnya memaksa, dia tidak mau Mamanya mengkhawatirkannya kalau sampai dia dibawa kerumah sakit. Sesampainya dirumah, Aditya masih merasa lemas dan Cahya merangkul serta membantunya masuk kedalam rumah, rumah tampak sepi mungkin Mamanya sedang beristirahat pikir Aditya lalu Cahya membantunya untuk berjalan sampai kekamarnya, dan meminta mbak Tina membawakan air untuk Aditya.


“Terima kasih Ca, kamu sudah membantuku”


“Susahlah tidak apa-apa dan apa yang kamu lakukan disupermarket tadi, kau sedang sakit kenapa pergi keluar rumah?”


“Aku ada meeting dikantor sebentar lalu pulang dan memutuskan untuk mampir ,embelikan Teh kesukaan Mama, aku tidak menyangka jika akan pingsan hahaha”


“Kau ini disaat seperti ini masih saja bisa tertawa, makanlah ini dan minum obatmu lalu beristirahatlah, aku akan menelepon Adri agar memanggil dokter untukmu” Cahya berucap sambil menyiapkan mangkuk berisi bubur lalu menyuapi Aditya, Aditya tersenyum karena lagi-lagi Cahya menyuapinya untuk kedua kalinya. Mama Aditya masuk kekamar Aditya dan melihat Cahya sedang duduk dan menyuapi Putranya dan bertanya apa yang terjadi, Cahya menjelaskan bahwa tadi Aditya pingsat dan kebetulan ia ada disitu dan segera menolong Aditya’


“Aditya, Tidak bisakah kau diam dan berhenti melakukan hal yang tidak penting, kau sedang sakit, sayangilah dirimu sendiri nak, Lanjutkan makanmu dan minum obatmu, dan Cahya sayang terima kasih atas bantuanmu” Nyonya Harry menasehati Anaknya dan mengusap pundak Cahya sambil mengucapkan terima kasih.