
Elea menghela napasnya dengan lega karena akhirnya Danist datang juga dan berhasil membawa Theo kesini. Semua tidak menyangka jika Theo datang, Aditya sangat terkejut dibuatnya, dengan dibantu Elea, Cahya mencoba berdiri. Elea berharap kali ini mereka berhasil membujuk Cyntia dengan menghadirkan Theo dimana Elea bisa membaca bahwa sepertinya Cyntia melakukan ini karena dia frustasi kehilangan Theo dan mungkin dengan menghadirkan Theo, Cyntia bisa melunak.
"Bagaimana si brengs*k itu bisa datang kesini" Gumam Ariel.
"Aku yang membawanya, Elea tadi menghubungiku dan memintaku untuk segera datang kesini dengan membawa Theo" Jawab Danist.
"Darimana kau tahu tempat tinggalnya? Dia menghilang begitu saja selama ini" Ucap Randy.
"Beberapa waktu yang lalu tidak sengaja aku dan Elea bertemu dengannya di sebuah Bakery, dia bekerja disana"
"Kerja bagus Dan...!" Puji Randy.
"Kuharap dengan kedatangan si brengs*k itu, perempuan gila itu bisa menyerah kali ini" Gumam Ariel lagi.
Theo berjalan mendekati Cyntia, tetapi Cyntia menahannya dan mulai mengancam lagi, Theo pun menghentikan langkahnya dan memandang Cyntia.
"Kembalikan bayi itu pada Cahya, kali ini aku yang memintanya padamu" Ucap Theo.
"Tidak!!! Aku tidak bisa melakukannya, jika bayi ini ku kembalikan, mereka akan berbahagia, lalu aku akan menderita lagi dan kau tetap akan meninggalkanku"
"Aku mohon Cyntia, hentikan semua kegilaan ini, maafkan aku jika selama ini aku menghilang, aku hanya ingin memperbaiki diriku, sudah banyak kejahatan yang aku lakukan, aku juga mencarimu selama ini kau menghilang begitu saja setelah keluar dari penjara, aku ingin menemuimu dan mengajakmu memulai kehidupan yang baru lagi setelah apa yang sudah kita lakukan kemarin, aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi"
Cyntia diam dan berpikir, dia takut jika ini hanya akalan dari Theo ataupun Aditya untuk memancingnya. "Tidak, kau bohong!!! Aku tidak akan mengembalikan bayi ini, aku tidak akan pernah membiarkan Aditya bahagia"
"Bayi itu tidak bersalah, kau tidak boleh memisahkannya dari orangtuanya, kemarilah aku ingin kau kembali kepadaku dan kita biarkan mereka menikmati kebahagiaannya, kita juga harus mendapatkan kebahagiaan kita sendiri, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, Cyntia sayang kau mau kan memaafkan kesalahanku?" Theo melangkah lagi perlahan mendekati Cyntia.
Sementara Cyntia terlihat sudah mulai meluluh atas ucapan dan janji Theo kepadanya. "Cyntia sayang, dendam tidak akan pernah membuat hidup kita bahagia, lagipula kita yang salah, bukan bayi itu atau Aditya atau Cahya, harusnya kita menyadari kesalahan kita sendiri, ayo kemarilah, kau mau kan kembali kepadaku?? Kita bisa memulai kehidupan kita yang baru, kita belum menikmati masa pengantin, dan sekarang sudah saatnya kita mulai menikmatinya, kemarilah aku ingin memelukmu" Bujuk Theo lagi.
Cyntia akhirnya benar-benar melunak dan mendekati Theo. Cyntia memeluk Theo dan menangis, dia sangat merindukan lelaki itu. Theo yang sangat dicintainya sudah kembali. Theo melepaskan pelukannya lalu mengecup lembut kening Cyntia dan tersenyum kepadanya lalu dengan kelembutan Theo meminta agar Cyntia mau memberikan Kyros padanya. Kelembutan Theo benar-benar mampu menghentikan kegilaan Cyntia, perempuan itu akhirnya menyerahkan Kyros kepadanya.
"Mulai sekarang aku akan terus bersamamu dan menemanimu, jangan lagi kita berusaha menghancurkan kebahagiaan orang lain, itu hanya akan membuat hati kita kotor" Gumam Theo.
Theo kemudian memberikan kode kepada polisi agar mengamankan Cyntia. Theo membalikkan badannya dan berjalan ke arah Aditya dan Cahya sambil membawa Kyros.
Sambil menangis Cahya langsung memeluknya dan menciuminya, tetapi Kyros tidak ada pergerakan sama sekali dan tubuhnya sangat dingin. Cahya langsung mengajak Aditya bergegas membawanya ke rumah sakit. Aditya menyentuh dahi Kyros, tubuh anaknya memang dingin, dan bibirnya membiru. Elea menyuruh mereka untuk ke bawah karena tadi dia sudah memanggil ambulance untuk persiapan jika terjadi sesuatu.
"Thanks Theo, kau sudah menyelamatkan bayiku" Ucap Cahya lalu mengucap permisi dan meninggalkan Theo dan berlari ke menuju tangga untuk membawa Kyros ke rumah sakit.
Elea tersenyum dan menyalami Theo. "Thanks kau sudah mau datang dan menyelamatkan Kyros"
"Aku juga berterima kasih padamu dan suamimu yang sudah memberitahuku tentang kejadian ini, tetapi aku juga tidak menyangka suamimu berbeda dari bayanganku, kupikir kau dulu menikah dengannya" Theo menunjuk ke arah Ariel yang berdiri bersama Randy.
Elea tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku sangat ketakutan bahwa kau tidak mau datang kesini, tetapi sekali lagi terima kasih Theo"
"Tidak perlu, aku harus menemani Cyntia dan aku berjanji akan datang menemui Cahya dan Aditya untuk meminta maaf secara langsung nanti, aku permisi"
Theo meninggalkan Elea dan berlari menuju tangga menyusul Cyntia. Sementara Elea kembali kemudian menyuruh Randy dan Ariel untuk menyusul Aditya dan Cahya di rumah sakit, memastikan keadaan Kyros, karena dia harus mengurus Gienka lebih dulu dan berjanji akan menyusul nantinya.
******
Ambulance sedang dalam perjalanan, Kyros juga sedang di tangani oleh perawat. Cahya duduk sambil terus terisak dalam rangkulan Aditya. Tubuh Kyros sangat dingin, bibirnya membiru dan sangat lemas. Petugas memutuskan melepaskan diapers Kyros karena terasa sudah sangat berat karena penuh. Saat celananya dilepas mereka dikejutkan dengan beberapa lebam membiru di kedua paha Kyros.
"Ini seperti luka bekas cubitan, diapersnya penuh sepertinya ini tidak diganti, dan ini juga yang menyebabkan iritasi, ada banyak bintik merah" Ucap perawat itu.
Saat diapers diangkat, mereka semua dikejutkan dengan noda merah yang ada disana. Itu adalah darah yang menandakan bahwa ada yang salah dengan pencernaan Kyros. Darah itu bisa keluar dari kencingnya atau juga BAB dari Kyros, ini sangat berbahaya, Kyros telah kehilangan banyak cairan. Mereka juga menyimpulkan bahwa sepertinya Kyros tidak mengkonsumsi apapun, baik itu air, susu atau makanan karena perutnya kosong ditambah Kyros juga mengeluarkan darah.
"Kondisinya semakin melemah, pasti ada yang salah dalam tubuhnya, entah apa yang sudah dimasukkan kedalam tubuhnya tetapi perutnya tampak kosong serta dia juga kehabisan cairan, ya Tuhan napasnya mulai tersenggal" Ujar perawat lainnya.
"Pasang oksigen, kita harus segera sampai di rumah sakit untuk mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi"
Mendengar itu Cahya semakin terisak, dia benar-benar ketakutan akan terjadi hal buruk pada Kyros. Sementara Aditya mencoba menahan amarahnya dan mengutuk semua perbuatan Cyntia. Perempuan itu telah berani memukul bayinya hingga meninggalkan bekas luka, bahkan Kyros juga tidak diberi makan ataupun susu, dan entah apa yang sudah diberikan kepada Kyros.
"Sayang, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Ky, aku takut"
"Ky pasti kuat, anak kita pasti kuat, aku tidak akan mengampunimu Cyntia, kau berani sekali membuat penderitaan sekejam ini pada anakku yang tidak berdosa ini" Geram Aditya.