SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 328



Rasa terkejut dan tidak menyangka jika keponakannya menanyakan hal itu padanya, juga tentang foto itu, membuat Om dari Danist bingung bagaimana menjelaskannya, karena tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya. Dia harus mencari alasan yang tidak bisa menimbulkan kecurigaan Danist.


"Oh Andi yang ini? Dia memang teman om dulu, teman kerja, mungkin saat itu Mamamu pikir bukan Andi yang ini, kau tahu kan banyak orang bernama Andi, jadi kau mengenalnya? Apa kabar dia sekarang??"


Danist menatap Om nya dengan tatapan tajam mencoba menilik kebenaran ucapannya karena Danist merasa ada yang aneh. Danist terlonjak saat Elea tiba-tiba muncul didepannya meletakkan nampan berisi teh untuknya. Disaat itulah, Om dari Danist berpamitan untuk masuk dengan alasan ingin pergi mandi, padahal sebenarnya dia ingin menghindari Danist agar tidak terlalu banyak bertanya tentang Andi, karena dia tidak pandai berbohong dan takut Danist akan semakin menaruh kecurigaan padanya.


Danist melihat kepergian Om nya, seperti ada yang aneh dan terlihat dihindari olehnya.


"Sayang, minumlah tehnya??" Ucap Elea.


Danist tidak memperdulikan Elea dan malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Elea pun menepuk pelan pipi suaminya itu agar berhenti melamun. "Kau kenapa??? Minum tehnya. Apa semua baik-baik saja???" Tanya Elea lagi.


"Sikap om Farhan aneh saat aku menanyakan perihal foto hang ku temukan didalam buku waktu itu, kenapa dia seolah ingin menghindar?"


"Kau penasaran sekali sepertinya dengan foto itu, sudahlah jangan terlalu pikirkan, aku sudah mengatakan padamu mungkin mereka dulu punya permasalahan besar dan sampai saat ini mereka saling menghindar, lagipula bukan hak kita untuk ikut campur urusan mereka, itu hanya sebuah foto lama, kau jangan terlalu berlebihan dengan hal itu, jangan sampai om Farhan menjadi marah kepadamu karena merasa kau terlalu ikut campur, sudah lupakan saja!"


Danist mulai membenarkan apa yang diucapkan oleh Elea, sangat tidak baik jika Om nya menjadi marah kepadanya karena terlalu terusik dengan hal itu. Walaupun Danistasih merasa penasaran tetapi jtu tidak akan baik juga untuk hubungannya dengan Om nya. Danist meminum teh buatan Elea, dan mencerktakan tentang semua persiapan pernikahan mereka yang tadi dia lihat.


******


Sementara itu, Maysa datang ke apartemen Ariel membawa makan siang untuknya, tadi Ariel mengatakan jika dia ada pekerjaan penting yang harus dikerjakannya karena besok akan ada meeting, jadi sejak pagi mereka tidak bertemu. Maysa tersenyum saat Ariel membuka pintu apartemennya kemudian menyuruhnya untuk masuk.


"Aku membawa makan siang untukmu, kau pasti belum makan, iya kan???"


"Kau sangat pengertian sekali, aku baru saja selesai mengerjakan pekerjaanku dan tepat sekali kau datang membawa makanan untukku"


"Aku akan menyiapkannya!!" Maysa masuk ke dapur dan menyiapkan makanan yang dibuatnya khusus untuk Ariel.


Mereka menikmati makan siang bersama, Ariel tidak berhenti memuji masakan buatan Maysa. Sementara Maysa hanya tersipu malu mendengar pujian itu. Maysa senang karena Ariel ternyata lelaki yang begitu manis dan penuh dengan perhatian. Kedekatannya dengan Ariel akhir-akhir ini semakin membuatnya merasa bahagia, dibalik sikap tegasnya ternyata Ariel adalah sosok yang sangat humoris, konyol dan selalu bisa mencairkan suasana. Ariel selalu bisa menemukan bahan untuk bisa obrolan atau didiskusikan dengannya sehingga tidak ada rasa bosan saat bersama dengan lelaki itu.


Ariel meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya diatas piring, dia sudah selesai menyantap makan siangnya, dan menatap Maysa dengan penuh cinta. "Thanks untuk makan siangnya, oh iya aku kemarin temanku yang bekerja di Australia pulang, sebelumnya aku memintanya untuk membawakanku red wine faforitku, apa kau mau??? Kita bisa menjadikannya sebagai penutup makan siang kita kali ini, rasanya sangat enak, sedikit manis, kau pasti menyukainya, jika kau mau aku akan mengambilnya"


Maysa mengangguk, tidak ada salahnya mencobanya, sudah lama juga dia tidak minum wine. Biasanya saat meeting dengan klien luar negeri sebagai penghormatan Maysa tidak bisa menolaknya, jika tidak lebih dari 1 gelas dia tidak akan mabuk. Ariel menawarkannya dan pasti lelaki itu tidak akan pernah salah memilih mengingat selera Ariel cukup tinghi,rasanya sudah pasti sangatlah enak.


Ariel masuk ke kamarnya untuk mengambil wine itu, sementara Maysa membersihkan meja makan. Saat baru memasuki kamar, ponselnya berdering, Ariel duduk diatas tempat tidurnya dan mengangkatnya.


Maysa sudah selesai membereskan meja makan tetapi Ariel belum juga muncul padahal tadi dia bilang hanya ingin mengambil wine itu yang ada di kamarnya. Maysa melangkah menuju kamar Ariel yang pintunya tidak dibuka, terlihat lelaki itu sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Maysa pun masuk untuk menghampirinya. Ariel tersenyum saat melihat Maysa masuk.


"Oke aku akan menghubungimu lagi nanti" Ucap Ariel lalu menutup teleponnya.


Maysa dibuat takjub dengan kamar Ariel yang begitu luas, ini pertama kalinya dia memasukinya walaupun sering datang kesini. Kamar itu memiliki pintu kaca yang langsung terhubung dengan balkon dan bisa melihat pemandangan diluar. Karena terlalu fokus dengan apa yang dilihatnya, Maysa tidak sengaja tersandung kaki kursi didepannya. Dan saat itu juga Maysa terhuyung ke depan dan refleks mendorong Ariel yang duduk ditempat tidurnya, membuat lelaki itu langsung terdorong ke belakang, sementara Maysa tengkurap diatas tubuh Ariel.


Ariel hanya tersenyum dan menahan tawanya. Detik itu juga Maysa seolah tersihir dengan ketampanan Ariel yang kini berada tepat didepannya. Ariel memang tampan tetapi ketampanannya semakin bertambah saat menatap wajahnya lebih dekat. Maysa mulai merasakan perasaan hangat yang membanjiri dirinya. Lalu dengan lembut Maysa menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Ariel lembut. Ariel langsung membalas kecupan itu. Membiarkan Maysa merasakan kelembutan bibirnya.


Ariel mengangkat tubuhnya dan duduk diatas tempat tidur dengan posisi Maysa juga duduk dikedua pahanya. Ariel memeluk punggung Maysa, mengusapnya dengan lembut kemudian menciumnya lagi, sambil terus menikmati tautan bibir dan lidah mereka. Ada perasaan lembut yang mengembang dalam pagutan bibir mereka. Ariel menjelajah bibir dan mulut Maysa, mencecap seluruh rasanya, menikmati setiap detiknya. Lama mereka larut dalam ciuman itu, dan entah setan apa yang merasuki Maysa, tiba-tiba dia melepas ciumannya lalu menatap Ariel begitu dalam. Maysa tidak pernah begini sebelumnya, saat ini dia sangat menginginkan Ariel, sangat menginginkannya.


Tanpa banyak bicara dan hanya saling bertatapan, Maysa perlahan mengangkat Tshirt yang dipakai Ariel. Ariel meragu, lelaki itu tidak menyangka Maysa melakukannya. "Jika kau melakukan ini, aku tentu tidak akan bisa mengendalikan diriku, apa kau yakin???" Gumam Ariel.


Maysa tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil berusaha melepaskan Tshirt Ariel. Ariel mengangkat kedua tangannya untuk mempermudah Maysa melakukannya, setelahnya kini giliran Ariel melepaskan gaun yang dipakai Maysa kemudian memeluk perempuan itu, menenggelamkan kepalanya di gundukan dada Maysa. Ariel menciuminya, memujanya, disana terasa begitu hangat.


"Aku tidak memaksamu, tetapi kau sendiri yang memaksaku melakukannya, kuharap nanti kau tidak ketagihan dengan rasanya" Ucap Ariel dengan suata serak, dia kemudian tanpa permisi membuka pengait dan melepaskan penutup dada Maysa kemudian melemparnya ke lantai.


Ariel mulai bermain disana, sudah sangat lama dia tidak merasakan hal seperti ini, setiap hari dia menahan nyeri di tubuhnya karena tidak memiliki tempat untuk meluapkan kebutuhan bathinnya. Ariel memainkan lidahnya dengan ahli di titik berwarna pink milik Maysa. Menghisapnya, menikmatinya secara bergantian dari kiri ke sebelah kanan, dan Maysa hanya bisa mengeluarkan suara-suara desahannya yang tidak bisa dia tahan lagi.


Ariel kemudian membaringkan Maysa, kembali menciumi seluruh wajah perempuan itu, lalu turun ke lehernya, turun lagi ke dadanya kemudian perutnya hingga sampailah diantar kedua paha halus Maysa. Jemari Ariel memainkannya dengan lembut disana.


Maysa mengejang merasakan sensasi aneh yang menyengat di pusat dirinya ketika jemari Ariel bermain di sana. Ariel begitu ahli, mengetahui titiknya yang paling sensitif itu, lalu menggerakkan jemarinya memutar di sana membuat Maysa merasakan kenikmatan aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Sementara itu Ariel merespon gerakan Maysa, miliknya telah begitu mengeras, mendesak celananya. Ingin segera merasakan tubuh Maysaa dan menenggelamkan diri disana tanpa ragu.


"Kau menginginkannya sayang? Jawab aku" Suara Ariel begitu para., "Aku tidak ingin memaksamu, aku ingin kau menyerah karena kau mau" Ariel mengeluarkan miliknya yang mengeras dari celanannya untuk menggantikan jemarinya.


Ariel menunggu, menunggu Maysa menjawab, dia membutuhkan persetujuan Maysa, entah dalam bentuk kata-kata, entah dalam geliatan respon tubuhnya yang menunjukkan bahwa perempuan itu setuju. Dia tidak mau nantinya Maysa merasa ini adalah paksaan.


"Lakukanlah! Beri aku sesuatu yang selama ini tidak pernah aku dapatkan, aku menginginkannya" Ucap Maysa.


"Kau sudah memberiku ijin, aku akan melakukannya, kau tahu sudah berapa lama aku menahan ini? Aku pasti akan meledak dengan cepat tetapi kupastikan kau akan merasa ketagihan"


Ariel mengusapkan miliknya di titik pusat Maysa secara perlahan, membaut Maysa menggeliat bagaikan cacing yang terkena air garam. Hingga akhirnya perlahan Ariel menenggelamkan miliknya didalam tubuh Maysa membuat keduanya mengerang bersamaan. Ariel merasakan kehangatan yang selama ini dia rindukan, sementara Maysa merasa milik Ariel telah memenuhi selurub dirinya hingga membuatnya merasakan denyutan yang luar biasa.


Ariel mulai bergerak dengan ritme pelan, agar bisa menikmati setiap detiknya memasuki tubuh Maysa. Setiap gerakannya membuat Maysa berteriak karena kenikmatan. Pelan tapi pasti dengan ahli Ariel mempercepat gerakannya tetapi terus berusaha membuat Maysa semakin menggila karena dirinya. Ariel sangat merindukan suara-suara menggila dari perempuan yang sedang menyatu dengannya, suara itu seolah lagu penambah kenikmatan untuk percintaan mereka.


Maysa memeluk Ariel dengan erat dan meracau tidak karuan. Sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal seperti ini karena mantan kekasihnya selalu bersikap kasar sehingga dia tidak pernah bisa menikmati percintaan mereka, tetapi kali ini Ariel melakukan hal yang selama ini dia inginkan saat sedang bercinta. Bahkan milik Ariel benar-benar memenuhi tubuhnya. Maysa merasa ini luar biasa. Tetapi kemudian dia tiba-tiba menegang dan berteriak di telinga Ariel sambil melengkungkang punggungnya.


"Ahhhhh.....!!!" Teriak Maysa.


Ariel mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap Maysa. "Kau sudah sampai lebih dulu ternyata, tetapi aku akan menyusulmu"


Ariel semakin mempercepat ritme gerakannya membuat Maysa semakin menggila. Ariel mulai merasakan denyutan yang menandakan dia akan segera mencapai puncaknya, dia oun semakin mempercepat dan saat sudah hampir meledak, Ariel segera menarik miliknya keluar dari Maysa dan melepaskannya di perut Maysa sambil setengah berteriak. Beberapa detik kemudian Ariel memeluk Maysa dan napas mereka berdua tersenggal. Ini penyatuan pertama mereka dan rasanya sungguh luar biasa.