SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Kunjungan Elea dan Ariel



Melihat Aditya menertawakannya Cahya merasa kesal dan beranjak pergi tetapi Aditya bangkit dari duduknya dan berlari menarik tangan istrinya.


" Kau mau kemana cantik, ayo duduk dan makanlah, kau lapar dan hanya karena kau menjaga imejmu kau mengabaikan perut laparmu, ayo" Aditya mencoba menahan tawanya melihat kelakuan istrinya.


Aditya menyuruh Cahya untuk duduk dan menyodorkan makanan yang dibuatnya. " Makanlah istriku sayang, ini omelete special buatan koki tertampan didunia haha, terserah kau mau masih marah seperti apapun padaku tetapi setidaknya jangan biarkan perutmu kosong"


Cahya kemudian memakan saraoan yang sudah dibuat Aditya untuknya, dia memejamkan matanya merasakan nikmatnya makanan itu tetapi tidak berkata apapun. Sedangkan Aditya hanya tersenyum melihat istrinya menikmati masakannya.


Akhirnya mereka berdua selesai menyantap sarapannya, Cahya mengambil piring dan gelas miliknya dan juga milik Aditya dan membawanya ke wastafel untuk dicuci. Aditya memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipinya, walaupun Cahya sempat sedikit berontak tetapi Aditya tetap tidak melepaskannya.


" Aku minta maaf, aku benar benar tidak bermaksud berbicara seperti itu, please maafkan aku, aku tidak tahan jika melihatmu marah terllau lama padaku" Aditya berbisik ditelinga Cahya.


" Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau berani mengkhianatiku"


" Aku tidak akan pernah melakukannya, istriku sangat cantik dan aku tidak akan pernah bisa berpaling darinya, setiap ada didekatnya aku tidak bisa menahan diriku"


Cahya membilas tangannya setelah mencuci piring dan membalikkan badannya lalu melingkarkan kedua tanggannya dileher Aditya. Mereka saling berhadap hadapan. " Oke aku memaafkanmu dan Akan aku pegang janjimu" Cahya mengancam tetapi kemudian mengecup bibir Aditya dan melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan suaminya itu untuk melanjutkan pekerjaannya membereskan rumah.


****


Aditya duduk bersandar di atas ranjang dan sibuk dengan laptopnya, Cahya masuk ke kamar membawa pitcher berisi air putih, menaruhnya di meja dan dia naik ke ranjang ikut duduk disebelah suaminya.


Aditya mematikan laptopnya dan menutupnya, lalu memeluk Cahya yang langsung menyenderkan keoalanya di dada Aditya. "Bagaimana tentang hadiah kita untuk Elea dan Ariel?" Tanya Cahya.


" Semuanya beres, mereka akan menghabiskan beberapa hari ditujuan mereka setelah itu aku akan menyuruh Roland untuk menjemput mereka dan mengantarnya dihotel yang sudah kita siapkan untuk mereka dan nanti aku suruh mereka untuk mampir kesini kau masak yang enak setelah itu kita ajak mereka jalan-jalan keliling disekitar sini" Aditya mempererat pelukannya dan mengecup lembut kepala Cahya.


" Kenapa kita tidak biarkan mereka menginap disini saja jadi aku bisa mengobrol banyak dengan Elea"


" Cmon Cahya sayang, mereka disini akan bulan madu bukan untuk bercakap-cakap dengan kita, kalau mereka menginap tentu bukan bulan madu namanya, bulan madu itu waktunya bersenang-senang tidak boleh ada yang mengganggu, mungkin Ariel tidak akan membiarkan Elea untuk keluar dari kamar haha seperti kita dulu saat di Maldives"


" Apa para lelaki suka sekali menjadikan istrinya sebagai tawanan" Gerutu Cahya.


Aditya lalu mendorong Cahya kesamping dan mengatur posisinya serta posisi istrinya, lalu menindihnya. " Kami memang suka menjadikan istri kami tawanan, seperti saat ini, kau rasakan itu, dia sudah keras dan ketika dia memasukimu kau tidak bisa lepas darinya" Aditya menggesek gesekkan badannya. Tak menunggu waktu lama Aditya mengangkat pakaian tidur Cahya dan menenggelamkan dirinya disana.


*****


Hari berlalu begitu cepat, Aditya beraktifitas seperti biasa begitu juga dengan Cahya, ketika Aditya pergi ke kantor otomatis Cahya langsung menuruti semua keinginan suaminya untuk tidak membukakan pintu jika Cheryl datang, tetapi nampaknya memang tidak ada kehadiran Cheryl sama sekali.


Tamu yang ditunggu akhirnya tiba, Cahya dan Aditya menyambut mereka didepan rumah. Cahya langsung memeluk Elea dan cipika cipiki lalu segera menyuruhnya dan Ariel untuk masuk. Cahya pergi untuk membuatkan tamunya minuman.


Mereka berempat mengobrol berbagai hal dan sesekali juga bercanda sampai akhirnya pembicaraan itu merembet ke pembicaraan tentang bisnis. Merasa itu adalah pembicaraan para lelaki, Cahya mengajak Elea untuk pergi ke halaman belakang untuk mengobrol.


" El kita pergi ke belakang saja ya, sepertinya para lelaki sedang membahas bisnis kita jangan menganggu mereka"


Cahya membawa Eles untuk duduk di halaman belakang sambil menikmati pemandangan.


"Bagaimana El bulan madumu? Apa kau menyukai negara ini?" Tanya Cahya.


" Ini luar biasa Ca, pemandangannya tidak membuatku merasa bosan, bahkan tempat tinggal kalian juga sangat indah, aku yakin kau juga tidak pernah bosan berada disini walaupun kau sendirian dirumah"


" Kau benar El, aku hanya menghabiskan waktuku untuk memandangi alam disini, berdiam diri disini atau dikamar itu saja sudah membuatku sangat senang, tetapi terkadang aku dan Adit juga berjalan-jalan diluar disekitar sini jika ada waktu luang"


" Aku senang kau dan Aditya terlihat sangat bahagia, disini juga tidak ada yang mengganggu kalian"


Cahya termenung mendengar perkataan Elea, karena akhir-akhir ini ada seseorang yang sedang mengganggu pikirannya, bahkan orang itu juga hampir saja membuat Aditya mengotori pernikahan suci mereka dan sampai sekarang masih saja mencoba menganganggu mereka. Ketakutan Cahya bertambah ketika beberapa waktu yang lalu Aditya mengatakan bahwa dia sudha mendapatkannya kembali dan tidak perlu lagi bertemu dengan Cheryl, jika bukan karena dia mau memperbaiki hubungannya dengan Aditya, mungkin bisa saja Aditya tetap akan berhubungan dengan Cheryl.


" Hei kenapa kau malah melamun? Apa ada sesuatu?" Tegur Elea.


" Ahh tidak El, aku hanya menikmati pemandangannya saja" Cahya mencoba tersenyum agar Elea tidak curiga jika dia merasa khawatir.


Setelah mengobrol cukup lama Cahya mengajak Elea untuk kembali ke depan dan menemui suami mereka.


" Itu dia mereka sudah kembali" Aditya tersenyum melihat Cahya dan Elea datang.


" Maaf kami terlalu asyik mengobrol sampai lupa waktu" Ucap Cahya.


" Sudah kami duga, ya sudah Ca, kita akan membawa mereka jalan-jalan disungai yang kita datangi beberapa waktu yang lalu, aku yakin Elea akan menyukainya" Ujar Aditya dan Cahya langsung menyetujuinya, karena tempat itu memang sangat bagus.


Cheryl membelokkan mobilnya, dia merasa sangat senang melihat ada mobil Aditya dirumah, menandakan jika sang pemilik saat ini berada disana. Cheryl keluar dari mobil bersamaan dengan Aditya, Cahya, Ariel dan juga Elea yang keluar dari dalam rumah.


Aditya memandangnya dengan kesal,l dan Cahya terkejut melihat kehadiran Cheryl. Sedangkan Elea dan Ariel bingung melihat reaksi dari Aditya dan Cahya karena mereka berdua seperti tidak suka dengan kehadiran tamunya. Aditya dan Cahya langsung menghampiri Cheryl.