SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 218



Cahya menenangkan Kyra yang menangis, bayi itu menangis saat bangun dari tidurnya sementara kakaknya masih terlelap begitu juga dengan Aditya. Tadi laki-laki sudah bangun dan selesai mandi tetapi dia kembali tidur lagi. Cahya membuka gorden jendela hotel sambil menggedong Kyra, dan mengajak bayi itu untuk duduk di kursi dan melihat pemandangan diluar. Kyra terlihat senang dan tidak lagi menangis. Cahya memuji putrinya karena dia sangat pintar dan mudah untuk ditenangkan saat menangis.


Setelah Kyra tenang, Cahya langsung mengajaknya ke kamar mandi dan memandikannya. Dan saat kembali ke kamar ternyata Aditya sedang membaringkan Kyros yang sudah bangun disebelahnya dan Aditya terlihat masih sangat mengantuk tetapi mencoba untuk tetap menjaga bayinya dengan baik.


Setelah bersiap Cahya dan Aditya turun untuk sarapan, walau sebenarnya Aditya ingin melanjutkan tidurmya tetapi dia tidak boleh egois karena Cahya butuh asupan agar bisa menyusui kedua bayinya dengan lancar. Mereka menaruh Kyra dan Kyros dikursi khusus bayi dan menikmati sarapannya. Ariel memberikan hadiah pada mereka untuk menginap dihotel bintang 5 nya selama 2 hari 2 malam dengan fasilitas termewah yang ada dihotel itu, Aditya sendiri tidak bisa memungkiri jika Ariel memang benar-benar sahabat yang baik, hanya saja mungkin sahabatnya itu saat ini sedikit berubah setelah berpisah dengan Elea. Ya itu terjadi sudah pasti karena Viona yang membuat perubahan itu, entah sihir apa yang dilakukan Viona pada Ariel hingga bisa merubahnya menjadi pria yang seperti saat ini. Aditya hanya berharap Ariel bisa menjadi Ariel yang dulu yang hatinya dipenuhi dengan kebaikan dan penuh cinta.


"Kau ingin menikmati hari ini dikamar saja atau kau ingin kita keluar untuk jalan-jalan??"


"Aku ingin dihotel saja, lagipula aku sedang malas kemana pun"


"Baiklah, aku juga masih sangat mengantuk hehehe" Gumam Aditya sambil tersenyum.


****


Ariel keluar dari apartmentnya membawa hadiah yang sudah dibelinya kemarin untuk Gienka. Hari ini dia akan menengok putrinya itu, diapun akan berusaha untuk tidak membuat kegaduhan lagi karena jika tidak, Elea pasti akan melarangnya untuk datang lagi. Dan juga dia harus menyiapkan mentalnya melihat Elea dan Danist yang sudah menikah, walaupun hatinya sakit akan hal itu tetapi dia tidak bisa begitu saja melupakan tugasnya sebagai seorang Ayah untuk menyempatkan waktu mengunjunginya. Tetapi sebelum itu dia harus mencari sesuatu untuk mengisi perutnya karena dia belum sarapan.


Ariel menghentikan mobilnya disebuah minimarket untuk membeli roti agar bisa mengganjal perutnya. Ariel masuk dan mencari roti juga mengambil kopi sachet dan menyeduhnya ditempat yang sudah tersedia di minimarket itu. Ariel langsung menuju kasir untuk membayarnya dan disaat yang bersamaan, seorang perempuan masuk ke minimarket itu dan menanyakan rokok pada kasir.


Seolah tidak asing dengan suara itu, Ariel pun menengok ke kanan dan menemukan Erica, mantan kekasih Aditya dan yang tak lain dia juga adalah sahabat Viona. Perempuan yang sudah membuatnya meninggalkan Elea dan sekarang dia juga harus kehilangan waktu untuk bersama putrinya. Ariel memandang Erica dengan pandangan sinis dan perempuan itu justru membalasnya dengan senyuman.


"Oh hai tampan, kau ada disini juga ternyata" Erica melirik ke arah roti dan kopi yang ada dimeja kasir dan mengernyit. "Kau membeli roti dan segelas kopi di minimarket apa tidak ada yang mengurusmu? Oh ya ampun kau kan memang saat ini sedang sendiri, tentu saja tidak ada yang mengurusmu, kau menceraikan istrimu dan kau juga dihajar oleh seorang suami karena menjalin hubungan dengan istrinya, dan sekarang kau sendiri dan tidak ada yang mengurusmu, kasihan sekali, emmmm apakah kau ingin aku yang mengurusmu? Itu sangat mudah kau tinggal memberiku sebuah apartment dan menjadikanku kekasihmu maka kau pasti akan ada yang mengurusmu hahaha bagaimana???"


Ariel menggelengkan kepalanya dan membuang muka lalu membayar roti dan kopinya dan pergi meninggalkan Erica yang masih tertawa mengejeknya. Siialan memang perempuan itu, sudah berani menghinanya di tempat umum. Ariel masuk ke mobilnya dengan wajah kesal dan segera meninggalkan tempat itu.


*****


Cahya dan Aditya kembali ke kamar mereka, Aditya menyuruh Cahya untuk tidur karena Cahya tidak berhenti menguap saat sarapan tadi. Sedangkan dia yang akan mengajak si kembar untuk bermain, agar istrinya itu bisa sedikit beristirahat. Aditya merasa dirinya sedikit keterlaluan karena dia dan Cahya menghabiskan waktu istirahat mereka dengan bercinta sampai larut, sedangkan paginya Cahya harus mengurus si kembar sendirian.


Cahya membaringkan badannya diranjang dan ditengahnya ada Kyra dan Kyros, sementara Aditya duduk diatas ranjang mengoceh mengajak kedua bayinya itu mengobrol. Karena memang sangat mengantuk, hanya butuh beberapa menit Cahya langsung memejamkan matanya dan tidur. Aditya harus menjaga kedua bayinya itu dan membiarkan istrinya untuk tidur sebentar.


Disisi lain, Ariel akhirnya sampai dikediaman Elea, dia turun dari mobilnya membawa hadiahnya dan mengetuk pintu rumah itu. Danist muncul dibalik pintu terdiam sejenak melihat kedatangan Ariel lalu menyuruh lelaki itu untuk duduk karena dia akan memanggil Elea dihalaman belakang bersama Mamanya juga Gienka.


"El, Ariel datang, dia sepertinya ingin menemui Gienka, keluarlah dan temui dia"


Elea mengangguk dan membawa Gienka masuk ke rumah untuk menemui Ariel.


Ariel berdiri saat melihat Elea datang dengan putrinya yang sedang digendong Elea, senyum Ariel terpancar dari wajahnya merasa bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Gienka. "Hai El, aku membawa hadiah kecil untuk putri kita, oh iya bagaimana kabarmu??" Sapa Ariel.


"Aku baik, duduklah"


Ariel kembali duduk disofa dan memandang putrinya yang sedang terlelap digendongan Elea. Elea memberikan Gienka kepada Ariel, dia tahu pasti Ariel ingin sekali menggendong putrinya. Ariel menerimanya dan langsung menciumi Gienka dengan lembut serta penuh kasih sayang, memuja kecantikan bayi itu.


Ariel yang sibuk memandangi Gienka langsung teralihkan dengan ucapan Elea. "Dia datang kesini??? Lancang sekali dia dan kenapa tidak memberitahuku lebih dulu" Gumam Ariel mengernyit.


"Dari ucapanmu itu kau sepertinya tidak menghormatinya sebagai Ayahmu?? Padahal dia sangat baik dan penuh kasih sayang tetapi kau justru menganggapnya tidak ada, aku sangat heran kepadamu, bahkan akupun tidak tahu jika dulu aku masih memiliki seorang ayah mertua, kaubtidak pernah membahasnya denganku bahkan mengatakan jika kedua orangtuamu sudah meninggal tapi nyata nya??? Entah setan apa yang ada didirimu sehingga kau bersikap sangat buruk kepada Ayahmu sendiri padahal dia sangat menyayangimu"


Ariel hanya terdiam dan kembali mengalihkan perhatiannya pada Gienka, sedangkan Elea hanya bisa menghela napasnya melihat sikap Ariel.


*****


2 hari kemudian........


Cahya menghabiskan harinya bermain bersama Kyra dan Kyros ditemani oleh mama mertuanya di gazebo halaman belakang kediaman mereka. Aditya pergi ke kantor sedikit lebih awal karena lelaki itu harus menyelesaikan pekerjaannya karena harus melakukan presentasi dengan client dari luar negeri. Cahya sangat berharap saat Aditya pulang nanti, suaminya itu membawa kabar baik hasil meetingnya.


"Ma, Cahya ke dapur dulu ya mau ambil minum"


"Iya sayang, pergilah biar mama yang menjaga mereka"


Cahya melangkah menuju dapur, dan menuang air yang ada di pitcher ke gelas. Cahya melihat ke arah security rumahnya yang berjalan membawa sebuah kotak ke dalam rumah. "Pak, mau kemana?" Tanya Cahya yang membuat securitynya itu menoleh dan tersenyum kepadanya lalu berjalan menghampirinya diruang makan.


"Oh ini bu, ada paket buat ibu"


"Paket??? Untuk saya???"


"Iya bu, ini" Security itu memberikan kotak yang dipegangnya kepada Cahya.


"Oke makasih ya pak???"


"Sama-sama bu, saya permisi kembali ke depan lagi"


Dikotak itu terdapat nama Cahya dan juga alamat rumah ini tetaoi tidak ada nama pengirimnya. Karena penasaran apa isi kotak itu, perlahan Cahya membukanya. Paket itu sangat rapat dan dilapisi lakban yang mengelilinginya. Cahya mengambil gunting yang ada didapur dan mulai mengguntingnya karena tadi merasa kesulitan saat mencoba membukanya dengan tangan kosong. Sampai akhirnya dia berhasil dan membuka kotak itu.


"Aaaaaaaarrrrgggghhhhhh......!!!!" Teriak Cahya dengan keras dan langsung melempar kotak itu.


Teriakan Cahya membuat orang yang ada dirumah itu terkejut. Asisten rumah tangganya yang sedang mencuci pakaian di belakan pun langsung berlari ke sumber suara, kepanikan juga dirasakan oleh Mama Aditya yang sedang bersama kedua cucunya.


Melihat Asisten rumah tangganya berlari, Mama Aditya langsung memanggilnya dan menyuruhnya menggendong salah satu cucunya. Mereka berdua berlari menuju dapur dan menemukan Cahya duduk dilantai dengan menutup wajahnya seperti orang ketakutan. "Ca, kau kenapa sayang??" Tanya Mama Aditya panik.


Cahya menunjuk ke arah dia melempar kotak itu, dan alangkah terkejutnya Mama Aditya juga Tina saat melihat apa yang ada dilantai itu. Bangkai tikus yang tubuhnya terbelah membuat isi perut tikus itu berceceran dilantai, bahkan juga ada beberapa kepala Ayam.


"Ya Tuhan, bagaimana ini semua ada disini???" Seru Mama Aditya.