SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 146



"Ca, aku pergi ke...." Suara Elea tercekat saat dia mengangkat kepalanya dan melihat apa yang ada dihadapannya, langkahnya pun terhenti.


Cahya menunduk sambil memegang keningnya menyadari semua usaha mereka telah gagal dan Elea akhirnya bertemu Ariel, bahkan saat ini Ariel justru membawa Viona. Chika hanya diam tidak tahu harus berkata apa. Elea berdiri terpaku, rasa keterkejutannya sangat jelas terlihat. Elea melihat Viona justru langsung menggenggam jemari Ariel saat melihatnya.Viona juga menyandarkan kepalanya di dada Ariel seolah ingin menunjukkan kepada Elea bahwa dia berhasil mendapatkan Ariel dan Ariel telah mengusirnya pergi dari apartment bahkan menceraikannya.


Beberapa detik kemudian Elea menyadari bahwa dia harus melakukan sesuatu. Elea akhirnya melangkah ke arah sofa dan mengambil tas nya yang ada diatas meja, dia lalu berjalan ke arah Cahya.


"Ca, aku harus pergi sekarang dan kembali ke kantor, ijinku hanya sampai jam 2, Get well soon beib, salam untuk ibu dan Aditya" Elea memeluk Cahya lalu mencium kedua pipi sahabatnya itu.


"Hati-hati dijalan ya, makasih udah jenguk" Ucap Cahya.


Elea juga memeluk Chika lalu mengucap permisi dan pergi meninggalkan ruangan Cahya. Ariel hanya diam menatap kepergian Elea, sampai akhirnya dia tersadar bahwa sepertinya wanita yang kemarin dilift bersamanya adalah Elea setelah dia melihat tas, pakaian dan rambut Elea yang sekarang. Ariel refleks membathin mengatakan bahwa Elea sekarang terlihat lebih cantik.


Cahya seolah mengerti dengan kebohongan yang dibuat Elea untuk pergi dari ruangan rawat inapnya. Cahya melirik ke kanan dan ke kiri mencoba mencari sesuatu agar bisa dia jadikan alasan untuk mengetahui kemana Elea akan pergi, Cahya takut jika terjadi sesuatu dengan Elea setelah bertemu dengan Ariel.


"Chika, bisakah kau keluar membelikan jus semangka untukku, disini ada Ariel dan Viona mereka akan menemaniku, lagipula sebentar lagi ibu juga akan kembali, pergilah cepat, aku sangat menginginkannya" Pinta Cahya sambil memberi kode ke Chika agar segera mengejar Elea.


"Pergilah Chika, kami akan menjaga Cahya, kemauan ibu hamil harus dituruti" Ucap Ariel.


Chika lalu keluar dan berlari mengejar Elea, untunglah Elea masih berjalan di koridor belum masuk lift. "Kak, tunggu aku" Teriak Chika sambil ngos-ngosan.


"Chika, kau kenapa berlari?"


"Kakak mau kemana? Aku ikut" Tanya Chika


"Aku ingin membeli pakaian untuk ganti, kau tahu kan kemarin kita tidak sempat membawa pakaian karena panik, lihatlah dirimu sejak kemarin kita belum berganti pakaian" Elea berucap sambil tertawa.


"Kakak benar sekali, bahkan rasanya sangat tidak nyaman saat aku harus memakainya lagi setelah mandi pagi tadi"


"Beruntungnya semalam di hitel ada jubah mandi jadi aku memakainya saat tidur, ya sudah kita pergi mencari pakaian untuk semuanya juga"


Elea dan Chika pun masuk ke dalam lift, disana Chika mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Aditya.


"Kakak, cepat suruh ibu kembali ke ruangan kak Cahya, disana ada kak Ariel dan kekasihnya bahkan tadi kak Elea bertemu dengan mereka, Kak Cahya menyuruhku pergi mengikuti kak Elea"


*****


Aditya yang baru saja keluar dari ruang ICU untuk menengok adiknya tiba-tiba teralihkan oleh dering ponselnya dan mendapat sebuah pesan dari Chika. Setelah membacanya, Aditya langsung memanggil ibu mertuanya yang sedang duduk mengobrol bersama Mamanya. Aditya langsung mengajak ibu mertuanya untuk kembali ke ruangan Cahya, karena Cahya saat ini sedang bersama Ariel dan Viona. Chika pergi meninggalkan Cahya untuk mengejar Elea yang baru saja bertemu dengan Ariel.


"Baru saja, bagaimana keadaan Adri?"


"Adri baru saja siuman tetapi kondisinya masih lemah jadi tidak boleh diganggu untuk sementara, oh wah ada Viona sudah lama kita tidak bertemu, kalian datang bersama?"


"Ya kami datang bersama Dit, kau sangat benar kita sudah lama tidak berjumpa" Ucap Viona sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya dilengan Ariel.


Tanpa disadari Ariel dan Viona, Cahya mengernyit sambil membuang muka saat melihat Viona melingkarkan tangannya ke lengan Ariel.


"Ca, kemana Adikmu?" Tiba-tiba ibunya bertanya.


"Ah Chika, aku menyuruhnya membeli jus semangka untukku, aku sedang menginginkannya"


*****


Setelah berbelanja, Elea mengajak Chika untuk ke hotel agar mereka bisa bersih-bersih diri dan mengganti pakaian sebelum kembali ke rumah sakit. Chika terlebih dulu pergi ke kamar mandi.


Elea berdiri didepan jendela kamar hotel melihat pemandangan lalu lalang kendaraan yang ada dibawah, tiba-tiba airmatanya menetes mengingat kejadian siang tadi. Dia mencoba kuat dihadapan orang lain tetapi Elea tidak bisa membohongi dirinya bahwa hati dan perasaannya saat ini sangat sakit dan hancur.


Elea menangis sambil mengelus perutnya membayangkan akan bagaimana kehidupan anaknya nanti saat tahu bahwa ayahnya tidak peduli dengannya sejak dia masih dalam kandungan. Dan Elea bingung bagaimana akan menjelaskan jika suatu saat nanti anaknya akan bertanya tentang ayahnya.


"Mama akan selalu menjagamu nak, memastikan semua kebahagiaanmu diatas kebahagiaan Mama, Mama berjanji kau tidak akan kekurangan cinta, ada Mama, Oma, Opa yang akan selalu menyayangimu selalu, apapun yang terjadi kita akan hadapi semuanya bersama, Mama akan kuat demi kamu, terima kasih nak kamu ga pernah nyusahin mama selama ini, kamu harus sehat dan kuat ya" Elea berbicara sendiri sambil mengusap perutnya dan isakkannya terdengar jelas.


Chika yang baru keluar dari kamar mandi tertegun mendengar Elea berbicara sendiri sambil menangis. Chika yang mendengarnya juga ikut menitihkan airmata nya, merasa sangat kasihan dengan nasib Elea. Gadis sebaik dan secantik Elea harus menghadapi cobaan hidup yang berat seperti ini disaat kondisinya sedang hamil. Elea tadi terlihat begitu kuat dan mencoba tegar, tetapi Chika sekarang tahu bahwa itu hanya topeng yang Elea buat untuk membentengi dirinya sendiri, padahal sebenarnya dia benar-benar rapuh dan sangat hancur.


"Kak Elea, aku yakin setelah badai pasti akan ada pelangi yang indah, suatu saat kau akan memetik buah dari kesabaranmu, semoga Tuhan memberimu kebahagiaan hingga kau akan lupa bahwa kau pernah dihancurkan" Bathin Chika sambil menyeka airmata nya yang menetes di pipinya.


*****


Setelah pulang dari rumah sakit, Viona meminta Ariel untuk menurunkannya di jalan dengan alasan dia sedang ada janji dengan temannya. Ariel akhirnya kembali ke apartmentnya sendiri dengan rasa kesal. Viona selalu saja pergi meninggalkannya dengan berbagai alasan dan tidak pernah bisa diandalkan saat dia membutuhkannya.


Saat sampai di apartmentnya, Ariel langsung melemparkan tubuhnya diatas ranjang. Ariel merasa entah kenapa hidupnya kini terasa begitu hampa dan begitu kosong. Ariel memejamkan matanya agar dia bisa tidur dan menghilangkan kekesalannya pada Viona.


Ariel membuka matanya dan memandang nyalang ke atas, tiba-tiba dia teringat pertemuannya tadi dengan Elea. Ariel merasa bahwa sekarang Elea terlihat begitu cantik dan entah kenapa aura Elea semakin terpancar dari wajahnya, badan Elea juga terlihat sedikit berisi membuatnya tampak lebih manis. Dulu Ariel berpikir bahwa Elea akan terus mengganggu hidupnya, mengemis cintanya dan tidak akan bisa hidup tanpanya, tetapi tampaknya Ariel salah, sepertinya Elea sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang. Saat tadi melihatnya, Ariel sebenarnya sangat merindukannya, merindukan tawanya, merindukan sikap manja Elea padanya, merindukan kehangatan saat bersamanya, Ariel sangat ingin memeluknya tadi di tetapi dia tidak bisa melakukannya, dia harus menjaga perasaan Viona.