SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 359



Setelah menghubungi Elea dan mengatur pertemuan dengannya, nyonya Donna akan mengunjungi kediaman Elea dan Danist sekarang, dan dia sedang dalam perjalanan kesana. Dia mengatakan bahwa dia adalah sahabat baik dari Irma Mama Ariel dan beralasan ingin sekali menemui Gienka. Dari suara Elea, dia bisa mengetahui bahwa Elea pasti adalah perempuan yang sangat baik. Selain ingin menemui Gienka, Elea dan Danist, tentu dia memiliki hal lain yang ingin dia bicarakan dengan mereka, terutama pada Danist. Juga akan meminta mereka untuk mengantar ke rumah Ariel yang katanya menjadi tetangga mereka.


Supir menghentikan mobil tepat di depan rumah yang sudah diberitahu oleh Elea. Nyonya Donna turun dari mobil dan perlahan menaiki tangga menuju pintu rumah Elea dan Danist. Setelah menekan bel, tak lama Elea membukanya dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Danist keluar dari kamar bersama Gienka dan turun dari lantai 3 ke lantai 2. Danist melihat sang Mama sedang sibuk membuat minuman untuk tamunya dan Elea. Saat sampai di ruang tamu, Danist menyuruh Gienka untuk menyalami Nyonya Donna, dan dengan langkah gemas, Gienka mendekat kemudian mengulurkan tangannya. Wanita itu tersenyum sambil mencium pipi Gienka dan mengeluarkan hadiah yang sengaja dibawanya untuk Gienka dan Friddie. Wajah bahagia terlihat dari Gienka saat menerima hadiahnya kemudian mengucapkan terima kasih di ikuti semua ciuman manis di pipi Nyonya Donna.


"Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan kalian lagi, juga aku pertama kalinya bisa bertemu dengan Gienka dan Friddie, maaf sekali tante saat itu tidak sempat menyapa kalian di pemakaman"


"Ah iya, aku sempat melihat tante sekilas saat di pemakaman" Ujar Elea.


"Ya, mungkin kau sempat melihatku kemarin"


Mama Danist muncul dari dalam, membawa nampan berisi minuman kemudian menyapa Nyonya Donna.


"Tante Donna, perkenalkan ini adalah Mama mertuaku" Ucap Elea.


Detik itu juga, Nyonya Donna langsung berdiri dan menghampiri Mama Danist. Setelah Mama Danist meletakkan minuman di meja, Nyonya Donna memeluknya dan meminta maaf atas nama Mama Ariel. Karena sahabatnya itu sudah terlalu dalam meninggalkan luka dan menyakiti Mama Danist. Dulu dia sudah menyarankan kepada Almh. Irma agar segera datang menemui Sari dan meminta maaf tetapi belum sempat dilakukan, Irma sudah meninggal dunia.


"Kuharap kau mau memaafkan semua kekhilafan Irma, agar dia bisa beristirahat dengan tenang disana" Gumam Nyonya Donna.


"Aku sudah memaafkannya sejak lama, anda tidak perlu seperti ini"


"Terima kasih, kau begitu baik" Nyonya Donna menyeka airmatanya.


Mereka kemudian mengobrolkan berbagai hal. Nyonya Donna bahkan membawa Friddie dalam pangkuannya, dan Gienka sesekali menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat semua orang tertawa karena kepolosannya. Nyonya Donna juga menanyakan perihal alasan Danist dan Mamanya tidak mengatakan yang sebenarnya pada Ariel, tetapi dia tidak menyangka mendapat jawaban yang begitu bijak dari Danist.


Hingga akhirnya Nyonya Donna mengutarakan keinginannya untuk menemui Ariel, juga menanyakan dimana rumah Ariel, dan nanti dia berniat berbicara dengan Ariel tentang permasalahan yang terjadi diantara mendiang kedua orangtuanya dan Danist serta Mamanya. Danist sempat menolak niat darinya dengan alasan tidak ingin memperumit masalah ini, toh dia dan Mamanya juga tidak terlalu ambil pusing dengan pemikiran Ariel tentang mereka. Sayangnya Nyonya Donna menolak keras dan harus tetap berbicara pada Ariel, karena semua harus di perjelas agar tidak terjadi tuduhan yang salah, juga agar Ariel bisa menerima kenyataan yang ada. Lagipula menurut nyonya Donna, permasalahan ini sudah begitu membesar dan efeknya begitu buruk untuk semua yang sudah terlibat.


Elea pun setuju dengan rencana Nyonya Donna untuk melakukan itu, sebenarnya Elea sudah sering mengatakan hal itu pada Danist tetapi suaminya itu selalu menolak dengan alasan yang sama bahwa dia tidak ingin mengungkit masalalu orang yang sudah meninggal.


"Lalu dimana Ariel tinggal??? Ku dengar kalian bertetangga???"


"Lumah Papa Yel ada disana, di depan lumahku!" Sahut Gienka dengan suara polosnya yang membuat semua orang tersenyum.


"Oh rumah Papa Iel ada di depan ya??? Apakah Gienka sering kesana??" Tanya Nyonya Donna.


"Aku setiap hali kesana, tapi Papa Yel sekalang tidak ada, dia sedang pelgi bekelja"


Nyonya Donna melirik ke arah Elea, dan Elea tersenyum menganggukkan kepalanya. "Ariel sedang berada di luar kota dalam beberapa hari ini, itu yang ku dengar saat tadi sore berbicara dengan Gienka lewat panggilan video, dia pergi siang tadi"


"Baik tante, aku akan menghubungimu nanti" Ujar Elea.


Nyonya Donna kemudian berpamitan untuk pulang dan berjanji akan datang lagi kesini kapan-kapan. Dia juga berjanji pada Gienka akan membawakan banyak hadiah boneka untuknya.


Elea juga mengingatkan agar Nyonya Donna bisa berhati-hati saat berbicara dengan Ariel, karena jika membahas hal itu Ariel akan mudah tersinggung dan juga tidak akan mau mendengarkan apapun.


*******


Beberapa hari kemudian.....


Nyonya Donna sedang berada dalam mobil bersama dengan putranya, dia baru saja kembali dari rumah salah seorang teman. Dan Nyonya Donna merasa lapar sekali sehingga mengajak putranya untuk mencari restoran terdekat untuk makan malam. Mereka berdua menikmati makan malam dengan perbincangan ringan hingga seluruh sajian yang ada di depan mereka habis dan hanya meninggalkan minuman dan dessert.


Hingga perbincangan keduanya terhenti saat 2 orang laki-laki menghampiri mereka. Dan betapa terkejutnya Nyonya Donna saat melihat ternyata salah satu dari mereka adalah Ariel.


"Tante Donna???" Seru Ariel.


"Iel.... Kau ada disini???"


"Ah iya tante, ini restoran milikku, aku bersama manager restoran ini sedang melakukan survei pelanggan, tante apa kabar???"


"Baik, duduklah Iel"


Ariel duduk dan juga menyapa anak dari Nyonya Donna yang sudah lama tidak dia lihat, terakhir bertemu pun dia masih kecil dan sekarang sudah besar. Ariel merasa senang sekali akhirnya dia bisa bertemu dengan sahabat baik mendiang Mamanya, bahkan Nyonya Donna sudah seperti ibu kedua baginya karena wanita itu dulu sering sekali datang ke rumahnya dan bermain bersamanya. Sayangnya saat Mamanya meninggal, Nyonya Donna tidak bisa datang karena saat itu dia berada di luar negeri merawat orangtuanya yang sedang sakit dan tidak bisa meninggalkannya. Tetapi setelah belasan tahun akhirnya Nyonya Donna kembali lagi kesini.


"Apa sudah lama tante ada disini?? Kenapa tidak menghubungiku??" Tanya Ariel.


"Sudah lebih dari seminggu Iel, bagaimana bisa tante menghubungimu, tante tidak melihatmu saat dipemakaman ayahmu, dan setelahnya Tante juga datang ke rumahmu, tetapi kau juga tidak ada disana, kau kemana saat Ayahmu meninggal???"


Ariel terdiam sesaat tetapi kemudian menjawab pertanyaan itu dengan terbata. "Ehhh iya tan, aku sedang berada diluar kota kemarin, dan untuk tempat tinggal aku tidak lagi tinggal disana"


"Kau tinggal dimana Iel???" Nyonya Donna berpura-pura tidak tahu.


"Aku tinggal didekat kediaman mantan istriku, dimana disana aku bisa lebih dekat dengan putriku Tan"


"Putrimu pasti sangat cantik, oh iya Iel, tante ingin berbicara sesuatu denganmu, tentang Mamamu, dulu Mamamu menitipkan pesan pada tante"


"Tentu saja Tan, apa pesan Mama untukku???" Tanya Ariel sambil tersenyum dan tatapannya terlihat sangat penasaran.