
Setelah melepaskan ciumannya, Aditya merasa sangat kesal, kesal dengan dirinya sendiri kenapa dia harus melakukan itu disaat seperti ini. Cahya pasti akan berpikir bahwa dia sangat egois dan memaksakan kehendakknya, Aditya mengutuk dirinya sendiri.
Aditya lalu mengajak Cahya untuk kembali pulang karena hari sudah menjelang sore. Dan tidak lupa meminta maaf keada istrinya itu atas kekhilafannya tadi tetapi Cahya tidak merespon apapun.
Hari berlalu dan tidak ada yang istimewa, karena Cahya masih tetap sama, tidak banyak bicara, dan tidak berekspresi apapun tetapi dia tetap melakukan pekerjaanya mengurus rumah. Tetapi tetap saja bukan hal itu yang diinginkan oleh Aditya, dia tetap menginginkan Cahya kembali tersenyum dan berbicara banyak hal dengannya.
Hari ini Aditya mulai kerja, perusahaan mengirim supir untuk mengantar dan menjemputnya dikantor. Aditya berharap semoga Cahya tidak ada hal buruk pada dirinya sendiri selama Aditya di kantor.
*****
Jam makan siang pun tiba, Aditya memutuskan untuk makan siang di restoran didekat kantor dan menyuruh supirnya untuk mengantarnya.
Sampailah Aditya disana, dia berjalan sambil sibuk memainkan ponselnya dan tidak sengaja dia menabrak seseorang sampai orang itu hampir terjatuh untung Aditya segera menangkapnya.
" Oh Sorry Sorry, I'm so sorry" Ucap Aditya menyesal.
Seseorang itu mengibaskan rambutnya dan melihat kearah Aditya " Its ok...ay..."
Aditya terkejut saat melihat seorang yang ditabraknya itu, perempuan itu Aditya seperti mengenalnya, begitu juga sebaliknya perempuan itu juga mengenal Aditya.
" Armand??? Armand Aditya??" Ucap perenpuan itu.
" Cheryl......" Aditya menyebut namanya perempuan itu.
" Yes, tepat sekali, apa kabar denganmu kau ada disini sedang liburan ya?"
" Aku baik Cher, tidak aku tidak sedang liburan, aku ada pekerjaan disini jadi untuk beberapa waktu aku tinggal disini"
" Wow kau tinggal disini, tinggal dimana?" Tanya Cheryl
" Aku tinggal di Lungern"
" Wow Nice place, kau sangat pintar memilih tempat tinggal, kau mau kemana sekarang??"
" Aku mau makan siang di restoran ini"
" Kebetulan sekali, aku juga akan lunch disini, karena kau datang kesini aku akan mentraktirmu, jadi jangan menolak oke??"
Aditya dan Cheryl akhirnya makan siang bersama, mereka mengobrol berbagai hal. Cheryl dulu adalah teman 1 kampus Aditya di London, Cheryl sudah lama tinggal diluar negeri karena memang ibunya Cheryl menikah dengan orang Inggris dan mereka harus tinggal bersama Ayahnya. Aditya tidak menyangka jika akan bertemu teman lamanya disini. Dulu Aditya sangat menyukai Cheryl tetapi sayangnya saat itu Cheryl menolak cintanya karena ternyata dia sudah memiliki kekasih padahal Aditya sudah sejak lama menyukainya. Setelah penolakan Cheryl, Aditya memutuskan untuk menjauhinya sampai akhirmya mereka lulus dan Aditya harus kembali pulang ke Indonesia.
Setelah makan siang dengan Cheryl, Aditya bertukar nomor dengannya, dan menyuruh Cheryl kapan-kapan untuk berkunjung ke rumahnya. Cheryl juga tak henti-hentinya meminta maaf pada Aditya atas kejadian masa lalu yang tidak mengenakan yang terjadi pada mereka.
****
Aditya datang dan melihat istrinya sedang melamun lalu dia menghampirinya.
" Apa yang sedang kau pikirkan??" Tanya Aditya.
Cahya hanya menggelengkan kepalanya tidak menjawab dan langsung berbaring ditempat tidur lalu menutup matanya. Sejak kejadian ciuman yang dilakukan Aditya saat itu, Cahya sekarang justru semakin menghindari kontak mata dengannya, membuat Aditya semakin gusar. Jika keadaan terus seperti ini, akan memperburuk situasi rumah tangganya.
Disisi lain Cheryl sangat senang bisa bertemu dengan Aditya lagi, sejak penolakannya dulu, Aditya langsung menghindarinya bahkan sampai mereka lulus. Cheryl sangat menyesali saat itu, karena dia tahu jika sejak lama Aditya menyukainya hanya saja dulu dia tidak menyukainya karena Aditya bukan tipe nya dan terpaksa berbohong pada Aditya mengatakan jika sudah memiliki pacar.
Tetapi saat ini Aditya telah menjadi seorang yang luar biasa tampan dan dewasa. Dia juga pernah mendengar bahwa Aditya telah menjalankan perusahaan keluarganya dengan sangat sukses. Pantas saja saat ini penampilannya menjadi lebih luar biasa daripada dulu.
*****
Aditya sedang didapur dan membuat sarapan, sejak tinggal disini Cahya sering larut dengan pikirannya sendiri, dan jarang memasak untuknya, terkadang dia juga harus membeli makanan diluar untuk makan malamnya, tetapi tidak mengapa bagi Aditya yang terpenting adalah kesehatan Cahya, jika terlalu memaksakan dia takut Cahya akan semakin merasa tidak nyaman dan itu justru semakin memperburuk keadaannya.
Aditya membuat omelet dan jus semangka faforitnya, dia pernah tinggal sendiri saat kuliah dulu jadi bukan perkara yang sulit untuk memasak. Aditya menikmati nya. Setelah semua beres dia membawanya ke meja makan dan langsung menyantapnya sendiri karena dia melihat Cahya masih tertidur.
Setelah sarapan Aditya bersiap untuk pergi ke kantor karena supir sudah menunggunya di luar. Dia menghampiri istrinya dikamar, dan ternyata masih tidur. Aditya mencium kening Cahya lalu berangkat ke kantor.
Cahya terbangun dan melihat rumah sudah dalam keadaan sepi, menyadari sepertinya Aditya sudah berangkat ke kantor. Setelah membersihkan diri, Cahya ke dapur untuk membuat sarapan, tetapi dimeja ada sepiring omelet dan segelas jus. Ternyata Aditya telah membuatkan sarapan untukknya.
Setelah meeting Aditya kembali ke ruangannya, sesaat kemudian ponselnya berbunyi dari nomor yang tidak dikenal, dan langsung mengangkatnya. Ternyata itu adalah Cheryl yang menghubunginya.
" Ya Cheryl ada apa??"
" Apa kau ada janji siang ini? Aku ingin mengajakmu Lunch, kebetulan hari ini ada pembukaan restoran baru temenku, bisa kita pergi kesana?"
Aditya tampak berpikir sejenak dan kemudian menjawab iya dia mau, lalu Cheryl juga mengatakan bahwa dia akan menjemputnya di kantor.
***
Jam makan siang tiba, Cheryl menepati janjinya untuk menjemput Aditya.
" Bagaimana harimu Mr. Armand??" Tanya Cheryl sambil mengemudikan mobilnya.
" Sangat baik" Jawab Aditya singkat.
" Aku pernah dengar jika kau menjalankan bisnis keluargamu sangat sukses disana, aku tidak menyangka seorang Armand Aditya yang dulu sangat cuek dengan pelajaran sekarang bisa jadi CEO perusahaan besar dan sangat terkenal, aku sangat ingat bagaimana dulu kau selalu membuntuti kemanapun aku pergi, apakah sekarang kau masih suka membuntuti wanita??? Haha"
" Sudahlah lupakan itu jangan membahasnya, aku sangat malu jika mengingatnya" Jawab Aditya sambil tersenyum dan diiringi oleh gelak tawa Cheryl.
Dalam perjalanan mereka mengobrolkan banyak hal tentang jaman kuliah mereka dulu, mereka bernostalgia sampai akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju.