SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 179



Ariel melangkah menghampiri Elea dan Danist, dia berhenti tepat dihadapan Elea. "Jadi kau berhubungan dengan lelaki ini? Bagaimana bisa???" Tanya Ariel heran.


"Bagaimana bisa katamu? Tentu saja aku bisa, aku tidak memiliki ikatan pernikahan dengan siapapun, jadi tentu aku berhak menjalin hubungan dengan lelaki manapun termasuk Danist, dia juga tidak terikat dengan pernikahan, bahkan yang sudah terikat dalam pernikahan saja bisa menjalin hubungan dengan orang lain apalagi aku yang tidak terikat dengan apapun"


"Tapi El, kau hamil anakku, hasil buah cinta kita berdua, bagaimana bisa kau mau menikah dengan orang lain?"


"Ingatlah Iel, kau sudah menceraikanku, aku hamil bukan berarti aku tidak bisa menikah dengan orang lain? Kau bisa tenang, aku tidak sejahat dirimu, nanti namamu akan tetap ku cantumkan dalam data bayi ini, tidak akan ku hilangkan karena bagaimanapun kau tetaplah ayah kandungnya walupun kau tidak pernah mengurusnya sejak dia ada didalam rahimku, orang yang selama ini membantuku mengurusnya dialah yang juga akan menjadi ayah keduanya"


"El, ku mohon El kembali lah padaku El, aku berjanji akan menjagamu dan bayi kita, apa kau sudah lupa dengan semua kebahagiaan yang sudah kita jalani dulu, kita menghabiskan waktu berbahagia bersama, apa kau lupa semua itu???"


Elea melepaskan genggamannya dari jemari Danist lalu tersenyum sambil menjentikkan ibu jari dan jari telunjuknya tepat di wajah Ariel.


"Kaulah yang lupa dengan semua itu, kau yang lupaa....!!! Kau yang lupa Iel....!! Kau....." Teriak Elea.


"Kau lupa segalanya, kau lupa bahwa kau pernah berjanji dihadapan orangtua ku bahkan juga dihadapan Tuhan bahwa kau akan menjalankan tugasmu sebagai seorang suami dengan baik, menjagaku, mencintaiku, menerima semua kekuranganku tetapi apa??? Kau lupakan itu semua, kau buta kan matamu padahal Tuhan telah menganugrahimu penglihatan, kau buta karena wanita lain, aku menderita menangisi takdir hidupku, aku selalu bertanya-tanya apa kesalahan yang sudah ku perbuat hingga kau menyakiti diriku dnegan begitu kejamnya, aku selalu menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri dengan baik, aku merawatmu saat kau sakit, aku mengurusmu dengan baik, hanya karena Tuhan belum memberiku kepercayaan untuk hamil, kau sudah melupakan semuanya, kau melupakan cinta kita, hubungan kita, kebahagiaan kita bahkan kau juga melupakan janjimu pada Tuhan dan kedua orangtuaku untuk menjagaku, lalu tiba-tiba kau datang dengan pongkahnya menghajar Aditya juga Danist serta kau juga marah kepada Randy karena kau merasa bahwa mereka telah menghianatimu, kau tidak mengerti Iel, bahwa mereka semua yang ada disini, dihadapanmu saat ini adalah orang-orang garda terdepan yang menolongku dari kehancuran karena ulahmu, mereka yang membuatku bertahan sampai saat ini, jika tidak ada mereka semua, maka hidupku sudah berakhir didunia ini, mulai sekarang aku mohon padamu, tolong jangan mengganggu hidupku lagi, biarkan aku tenang dan jangan kau usik, aku sudah bahagia sekarang, kau juga pasti sudah nyaman dengan hidupmu jadi berhenti mengusikku lagi, please"


Elea lalu meninggalkan Ariel dan mengajak Cahya serta Chika untuk naik ke atas menidurkan Kyra dan Kyros. Ariel membalikkan badannya menatap kepergian Elea. Dia menyadari dan membenarkan segala ucapan Elea tadi, bahwa dia memang telah melakukan kesalahan yang begitu fatal hingga wajar saja Elea saat ini marah kepadanya. Tetapi Ariel tidak akan begitu saja melepaskan Elea, dia akan berusaha untuk meluluhkan lagi hati Elea dan akan membawa kembali perempuan itu pulang bersama nya.


Ariel membalikkan badannya kini berhadapan dengan Danist. Ariel menatap Danist dari kepala hingga kakinya lalu tersenyum mengejek. Bagi Ariel, lelaki yang ada dihadapannya saat ini tidaklah selevel dengannya, yang pantas bersanding dengan Elea, hanyalah dirinya.


"Sorry Dit, Ran atas kekacauan ini, kurasa Elea butuh waktu untuk menenangkan dirinya, lebih baik aku pulang sekarang, sekali lagi sorry". Ariel lalu meninggalkan rumah Aditya dan berpamitan dengan mereka.


*****


Didalam kamar Cahya, tangis Elea pecah. Cahya menaruh Kyros diatas tempat tidur lalu memeluk menenangkan Elea yang terisak. Chitra yang sedang menggendong Kyra juga menenangkan Elea dengan mengusap lembut punggungnya.


Hingga akhirnya beberapa saat kemudian isakan Elea mereda, menandakan bahwa dia sudah cukup tenang. Elea meminta maaf kepada Cahya dan Chitra karena dia menangis didepan mereka, dan tadi sudah membuat keributan dihadapan mereka.


"Tidak apa-apa El, dengan menangis beban yang ada dipundak kita bisa terlepas dan membuat kita merasa lebih baik" Ucap Cahya.


Cahya sudah menidurkan kedua bayinya, dan membaringkan mereka di box bayinya masing-masing. Cahya kembali ke kamarnya untuk bergabung dengan Elea juga Chitra disana. Ketiga perempuan itu pun melanjutkan obrolan mereka sampai akhirmya hari sudah akan sore, Chitra dan Elea pun harus kembali untuk pulang.


"Maaf permisi non Cahya, ini baju non sama tuan muda sudah selesai disetrika"


"Oh iya makasih mbak Tina, tolong langsung ditaruh di lemari ya? Dan kebetulan sekali, Chitra dan Elea mau pulang, mbak Tina tolong jaga anak-anak sebentar ya? Saya mau turun mengantar mereka"


Cahya, Elea dan Chitra pun turunn ke bawah menemui para lelaki yang sedang asyik berbincang disana. Elea berjalan menghampiri Danist, tadi dia sudah menjadikan lelaki itu tameng agar dia bisa terhindar dari Ariel, Elea harus meminta maaf padanya.


"Dan, aku minta maaf atas kelancangan ucapanku tadi di depan Ariel, aku tidak bermaksud apapun, jangan kau anggap ucapanku serius, aku hanya ingin agar Ariel tidak menggangguku lagi, maafkan aku Dan" Gumam Elea.


"Tidak apa-apa El, aku mengerti" Jawab Danist seraya tersenyum kepada Elea.


"Dan, bisakah aku meminta bantuanmu lagi??"


"Kau meminta bantuan apa dariku? Jika bisa aku akan dengan senang hati membantumu?"


Elea hening sejenak kemudian meraih jemari Danist dan menggenggamnya. "Dan, bisakah kau berpura-pura menjadi kekasihku saat dihadapan Ariel? Aku sangat ingin menghindarinya, kau bisa kan membantuku melakukan itu??" Pinta Elea.


Sekali lagi, ucapan Elea membuat semua orang yang ada disitu merasa terkejut, terutama Danist, seketika pria itu langsung memejamkan matanya merasa detik itu juga hatinya serasa tergores oleh pisau. Tadi dia merasa sangat senang saat Elea mengatakan jika mereka akan menikah setelah Elea melahirkan, tetapi saat ini kebahagiaan yang didapatnya ternyata hanya sesaat saja. Elea mengatakan itu hanya untuk menghindari gangguan dari Ariel.


Danist kemudian tersenyum menatap Elea lalu menganggukkan kepala nya. "Tentu saja El, aku bersedia melakukannya untukmu, bahkan aku akan berakting lebih mendalami lagi hingga kau dan semua orang yang melihatnya tidak akan tahu bahwa kita sedang berpura-pura menjadi sepasang kekasih" Ucap Danist.


"Thanks Dan, selama ini kau selalu membantuku, kau sangat baik, aku tidak tahu harus membalas semua kebaikanmu itu dengan apa"


"Kau bisa membalas semuanya dengan cintamu El, dan aku akan merasa sangat bahagia dengan itu" Gumam Danist dalam hati.


Cahya mengarahkan pandangannya ke arah Danist yang sedang tersenyum didepan Elea. Cahya sangat tahu jika Danist sangat menyukai Elea, mendengar ucapan Elea tadi pasti hati Danist sangat hancur walaupun dia mencoba tersenyum dan terlihat baik-baik saja. Ternyata Elea masih belum bisa membaca situasi dna perasaan Danist padanya hingga saat ini.