
Aditya mengendarai mobilnya menuju rumah, kali ini usahanya mempermalukan Cyntia telah berhasil bahkan didepan seluruh tamu undangan. Awalnya dia berencana untuk langsung memberi pelajaran kepada Cyntia sesaat setelah dia menghajar laki-laki yang membakar rumah mertuanya tetapi Aditya teringat jika Cyntia dan Theo akan melangsungkan pernikahan, dengan segera dia menghubungi Ariel dan mengatakan rencananya untuk membalas Cyntia di acara pernikahannya. Dan tadi pagi, Ariel dan Randy membawa lelaki itu ke kantor polisi untuk mengakui semua perbuatannya, dan Aditya juga sudah berada disana menunggu Ariel dan juga Randy.
Aditya masih mengingat jelas bagaimana Cyntia telah memperlakukan istrinya dengan sangat buruk, bahkan juga hampir melenyapkan ibu mertuanya. Jika Cyntia hanya menghina saja mungkin Aditya masih bisa mentoleransi tetapi merencanakan untuk melenyapkan seseorang itu sudah diluar batas.
" Adit, kenapa Cyntia bisa melakukan hal seburuk itu? apa yang aku perbuat, mengenalnya saja aku tidak, aku sangat ingat betul pertama kali aku melihat dia ya saat di pestamu itu" Cahya berucap sedih.
" Saat hati seseorang dilingkupi iri dengki dan kebencian, maka mata serta pikirannya juga akan dibutakan oleh keburukan, aku juga tidak tahu kenapa dia melakukan ini semua padamu"
" Tapi apa yang sudah aku perbuat hingga membuatnya membenciku, aku juga tidak pernah berurusan dengan Theo setelah dia mengakhiri hubungan kami"
" Sudah jangan kau pikirkan lagi, sekarang Cyntia sudah menuai apa yang dia tanam, kau tenang dan percayalah aku selalu mendukungmu dan akan melindungimu sampai kapanpun" Aditya menggenggam tangan istrinya agar dia merasa lebih tenang.
****
Aditya telah memutuskan semua kerjasama dengan Theo dan keluarganya, ini sebagai salah satu cara Aditya untuk memberikan efek jera terhadap Theo. Semua kekacauan ini berawal dari Theo, dan entah apa yang meracuni pikiran Cyntia hingga dia mengusik kehidupan Cahya, sedikit banyak semua titik permasalahan ini berpusat pada Theo. Mungkin dengan ini, kehidupan Cahya akan berjalan dengan baik dan tenang.
Saat ini Cahya sedang makan siang bersama Elea, setelah mengambil cuti beberapa hari, Cahya sangat merindukan bercengkrama dengan Elea.
" El bagaiamana hubunganmu dengan Ariel??"
" Sangat baik, kami sering menghabiskan waktu bersama bahkan dia ingin menemui orang tuaku di Bandung"
" Benarkah El?? Aku turut bahagia, Ariel pria yang sangat baik, Adit sering menceritakannya, bahkan dia juga sudah membantu Adit mengungkap dalang dari kebakaran rumahku"
" Iya Ca, mungkin weekend ini aku akan pulang ke Bandung bersamanya, eh btw Ariel juga sudah menceritakan semuanya padaku, kau tahu tidak apa yang dilakukan Aditya kemarin pada lelaki yang membakar rumahmu itu??" Ucap Elea yang seketika membuat wajah Cahya kebingungan.
" Memang apa yang dilakukan Adit?" Tanyanya penasaran.
" Suamimu itu menghajar habis-habisan pria itu, seolah ingin membunuhnya, bahkan saat Ariel mengirimkan foto lelaki itu yang babak belur sehabis dihajar Aditya, aku merinding melihatnya tetapi kurasa itu sepadan atas perbuatannya, Ariel bilang bisa saja lelaki itu mati ditangan Aditya jika tidak mau memberitahu siapa yang telah membayarnya untuk melakukan itu, setelah mengatakan bahwa Cyntia yang membayarnya, Aditya marah dan menonjok hidungnya sampai tulang hidungnya bergeser, setelah itu Aditya menyuruh Randy untuk menghubungi dokter untuk mengobati lelaki itu"
Cahya meringis mendengar cerita Elea, membayangkannya saja membuatnya sangat ngeri, pantas saja pria itu diseret polisi dalam keadaan yang sudah babak belur, dan benarkah Aditya yang melakukannya. Jika benar pantas saja wajah suaminya itu terlihat berbeda dari biasanya, mungkin karena hal itu. Cahya nanti akan menanyakan hal ini pada Aditya.
*****
Cahya membawakan teh untuk Aditya yang sedang duduk di balkon kamar. Jarang sekali Cahya melihat suaminya menyendiri setelah pulang kerja, biasanya dia selalu sibuk dengan pekerjaannya.
" Istriku memang selalu tau apa yang diinginkan suaminya" Ucap Aditya.
" Aku sudah tau semua dari Elea, katanya kamu memukuli pria yang membakar rumah ibu" Tanya Cahya yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Aditya.
" Kenapa kamu melakukan itu Dit, kenapa tidak langsung menyerahkannya ke polisi?"
" Memang aku sengaja ingin menghajarnya lebih dulu sebelum menyerahkannya kepada polisi" Aditya berucap dengan suara tegas, menandakan bahwa dia merasa puas telah memberi pelajaran pada pria itu dan kemudian Cahya menarik tangannya lalu menggenggamnya lembut.
" Apa aku boleh meminta sesuatu padamu?"
" Tentu saja, kau istriku, apapun permintaanmu akan ku penuhi"
" Sudah cukup jangan pernah lagi melampiaskan kemarahanmu dengan menghajar seseorang, jangan kotori tanganmu dengan melakukan itu. Semarah apapun dirimu aku minta kau tahan emosimu, bisa kan??" Suara Cahya melembut berharap agar suaminya mau mengerti.
Aditya hanya terdiam tidak menjawab permintaan Cahya, dia sudah terbiasa melakukan hal itu jika ada orang yang mengusik kehidupannya dan orang sekitarnya. Bagi dia menghajar orang tersebut adalah hal yang sangat pantas untuk membalas perbuatan mereka.
" Kenapa diam? Kau tidak mau melakukan apa yang aku inginkan?? Maaf jika aku memintamu untuk tidak melakukan ini, aku hanya takut jika mereka menyerangmu balik, aku tidak ingin melihatmu kenapa-kenapa"
Aditya memeluk Cahya untuk menenangkannya, dan berjanji akan memenuhi permintaannya.
***
Disisi lain Theo sedang dilanda kegusaran yang luar biasa, perusahaan Aditya telah memutus kontrak dan bisnis dengan perusahaan milik keluarganya, padahal HS Enterprise adalah perusahaan penting yang selama ini telah bekerja sama dengan perusahaan milik keluarganya, kehilangan kerjasama dengan mereka adalah hal yang sangat merugikan.
Theo sungguh tidak menyangka jika Cyntia melakukan hal senekat itu tanpa sepengetahuannya, sia teringat dengan ucapan Cyntia bahwa dia telah melakukan balas dendam terhadap Aditya yang telah memukulnya beberapa waktu yang lalu.
" Mungkin ini yang dimaksud Cyntia bahwa dia telah membalaskan dendamku pada Aditya dengan mencelakai ibu Cahya dan membakar rumahnya" Theo menggerutu dan menyesalkan semua perbuatan Cyntia. Bagaimana bisa dia melakukan itu semua, padahal Cahya juga tidak mengusikknya, dan sekarang yang terkena imbasnya adalah Theo.
Cyntia seolah tidak mengerti dengan akibat dari perbuatan yang dilakukannya, Theo dan keluarganya sudah dibuat malu dihadapan orang banyak saat pernikahannya, bahkan Cyntia juga ditangkap polisi saat itu juga. Memikirkan semua itu membuat Theo merasa sangat frustasi, istrinya dipenjara dan dia kehilangan rekanan bisnis dari perusahaan Aditya.
Hati Theo sudah sangat hancur menyaksikan pernikahan Cahya yang sangat dicintainya sampai sekarang, dia mengakhiri hubungannya dengan Cahya juga karena desakan orangtuanya lalu memaksanya untuk berhubungan dengan Cyntia, dan sekarang justru Cyntia malah mempermalukan Theo dan keluarganya. Bagaimanapun caranya Theo harus melakukan sesuatu untuk mengakhiri ini.