SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 269



Beberapa hari kemudian akhirnya 5 general manager yang di kirim Aditya ke Swiss sudah menyelesaikan tugas mereka dengan sangat baik selama lebih dari 2 bulan ini. Mereka sukses besar dan membuat Aditya sangat bangga dengan kerja keras mereka semua. Aditya pun sudah menyiapkan banyak hadiah untuk mereka, dan itu di awali dengan menikmati liburan selama 5 hari di berbagai destinasi wisata menarik di negeri yang di juluki tembok eropa ini. Hadiah selanjutnya sudah menanti mereka saat kembali nanti.


Setelah 4 hari menikmati berbagai wisata yang menarik, hari ini adalah hari terakhir untuk berlibur, tujuan mereka adalah sebuah kota kecil yang ada di lereng pegunungan alpen. Tempat ini begitu menarik dan cukup istimewa, karena bebas dari kendaraan bermotor dan hanya di perbolehkan menggunakan kendaraan dengan tenaga listrik atau menaiki kereta kuda saja. Tentu membuat perjalanan wisata kali ini terasa sangat istimewa.


Dan kali ini mereka datang untuk naik kereta gantung setelah itu akan bermain ski lalu berkeliling di pedesaan tua dengan bangunan-bangunan khas abad 18.


Cahya datang menemui Elea di kamarnya, perlahan dia mengetuk pintu kamar sahabatnya itu. Semalam Elea mengatakan padanya jika dia akan tinggal di hotel saja bersama Gienka dan menyuruh Danist agar pergi dengan yang lainnya untuk bermain ski. Cahya tahu bahwa Elea sangat ingin pergi mengingat dulu dia pernah bermain ski dan dia sangat menyukainya serta ingin mengulangnya lagi jika ada waktu tetapi baginya sekarang Gienka lebih penting. Dan kebetulan sekali, hari ini Aditya ada meeting virtual mendadak yang membuatnya terpaksa membatalkan rencana untuk bermain ski, bahkan suaminya itu memutuskan akan menambah waktu menginapnya di hotel ini selama semalam, dan mengganti hari ini dengan besok.


Elea membuka pintu kamar hotelnya dan menemukan Cahya berdiri sambil tersenyum ke arahnya. "Ca?? Kau kenapa ada disini?? Masuklah" Ucap Elea.


Cahya menyapa Danist yang sedang mengajak Gienka bermain. Elea menyuruhnya untuk duduk.


"Ada apa Ca??? Apa kau butuh sesuatu??"


"Tidak El, oh iya hari ini kan jadwal untuk bermain ski, lebih baik kau pergi saja dengan Danist, aku akan menjaga Gienka disini bersama Mama"


"Menjaga Gienka?? Memangnya kau tidak pergi?"


"Tidak! Adit mendadak ada virtual meeting dengan klien jadi terpaksa aku membatalkan untuk bermain ski, tinggalkan Gienka padaku, aku akan menjaganya, kau pergilah dengan Danist" Gumam Cahya.


"Tidak Ca, itu pasti akan merepotkanmu!"


"El, Gienka anak yang sangat pintar dan tenang, dia tidak pernah rewel, lagipula Gienka juga mengkonsumsi sufor, kurasa itu bukan hal yang merepotkan, tinggalkan dia bersamaku dan Mama, kau pergilah, aku dan Adit bisa pergi bermain ski besok karena Adit memutuskan untuk tinggal disini satu malam lagi, pergilah" Cahya menyentuh pundak Elea dengan lembut dan tersenyum kepada sahabatnya.


"Baiklah Ca, terima kasih"


"Kau ini El, seperti siapa saja, nanti antar Gienka ke kamar Mama ya, aku tunggu disana, karena Adit sedang meeting di kamar kami, dan agar tidak mengganggunya, aku akan membawa anak-anak ke kamar Mama, oke aku pergi dulu" Ucap Cahya lalu meninggalkan kamar Elea.


Elea pun mengantar Gienka ke kamar mama Aditya, dan sudah menyiapkan beberapa keperluan bayi itu agar tidak merepotkan Cahya nantinya.


"El, have fun ya??? Jangan pikirkan Gienka, aku akan menjaganya dengan baik, jika terjadi apa-apa aku akan menghubungimu, pokoknya tenang saja oke?" Ucap Cahya.


"Iya El, tante juga akan menjaga Gienka, kau dan Danist happy-happy saja disana" Ujar Mama Aditya.


Elea pun mengucap terima kasih dan mencium Gienka sebelum pergi dengan Danist.


******


Semua terlihat sangat bahagia dan benar-benar menikmati liburan ini. Ini kedua kalinya Elea datang ke tempat ini, kali ini dia datang bersama Danist. Bagi Elea datang ke Swiss lagi tentu dia tidak bisa melupakan begitu saja kenangan yang pernah dibuatnya di negara ini. Dia tidak bisa memungkiri untuk tidak mengingat Ariel, bagaimanapun ingatan itu akan ada, terutama di tempat ini dulu dia pernah menghabiskannya dengan lelaki itu. Dan sekarang dia bersama Danist, kenangannya bersama Ariel akan tertutup dengan kenangan baru yang akan dibuatnya bersama Danist.


Sampai akhirnya setelah puas bermain ski, mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum kembali ke hotel lalu sorenya bersiap lagi untuk ke destinasi selanjutnya sebelum besok kembali ke rumah tempat tinggal masing-masing sambil mempersiapkan kepulangan mereka ke Indonesia 4 hari lagi.


Saat sampai di hotel, Elea dan Danist langsung menjemput Gienka. Ternyata bayi itu sedang asyik tidur siang, dan Cahya mengatakan jika Gienka sama sekali tidak rewel selama Elea dan Danist pergi, justru bayi itu merasa senang karena ada Kyra dan Kyros. Walaupun ada perasaan tidak tenang, tetapi tadi Elea mencoba untuk tetap menikmatinya. Bersyukurnya ternyata Gienka memang tidak rewel dan tidak menyusahkan Cahya dan Mamanya Aditya. Danist pun menggendong Gienka dan membawanya ke kamar mereka seraya mengucapkan banyak terima kasih kepada Cahya dan Mamanya Aditya.


Danist membaringkan Gienka di tempat tidur dan Elea melepas jaket dan sepatunya lalu membaringkan tubuhnya di sebelah putrinya.


"Aku mandi dulu ya?" Ucap Danist.


"Iya, nanti gantian" Jawab Elea.


Elea menatap ke langit-langit kamar hotelnya, dan tersenyum bahagia. Hubungannya dan Danist semakin hari semakin bahagia, dan dia tidak sabar untuk segera pulang dan memulai kehidupan rumah tangga yang normal dengan suasana baru. Orangtuanya pasti akan bertambah bahagia lagi. Bagi Elea sudah cukup menyusahkan mereka karena permasalahannya dengan Ariel dulu. Elea berharap rumah tangganya saat ini akan bertahan selamanya dan tidak ada lagi kejadian-kejadian buruk seperti dulu, dia akan menjemput bahagianya bersama dengan Danist.


"Oh iya, dimana ponselku ya? Aku ingin melihat foto-foto tadi" Gumam Elea dan langsung bangkit dari tempat tidur mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya.


Elea membuka galeri nya dan tersenyum sendiri melihat beberapa fotonya bersama Danist. Elea pun berinisiatif mengunggahnya di laman sosial medianya, sudah lama dia tidak mengunggah foto disana, terakhir itu setelah kelahiran Gienka. Jadi tidak ada salahnya jika dia sekarang mengunggah beberapa fotonya bersama Danist.


Elea mengunggah beberapa foto dan memberinya sebuah caption simple tetapi begitu manis yang dia tujukan untuk Danist.


******


Ditempat lain, Ariel yang baru saja pulang dari kantor, melemparkan tubuhnya ke sofa yang ada di kamarnya dan mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Saat dia sedang ingin meletakkan ponsel itu di meja, tiba-tiba ponselnya bergetar dan dia melihat sebuah notif dari sosial media yang memberitahu jika Elea baru saja mengunggah foto disana.


"Elea mengunggah foto??? Jangan-jangan itu foto terbaru Gienka!" Gumam Ariel dan tanpa pikir panjang Ariel pun langsung membuka notif itu sambil tersenyum bahagia tidak sabar melihat foto terbaru putrinya.


Tetapi senyumnya langsung menghilang saat melihat postingan itu yang ternyata bukan foto Gienka melainkan foto Elea dan Danist. Ariel kemudian membaca caption yang ada disana, sebuah ungkapan sederhana tetapi maknanya juga bagaimana Elea mengekpresikan kebahagiaannya disana dengan senyumnya yang begitu manis.





"Senyuman Elea ini menandakan bahwa dia terlihat sangat bahagia" Gumam Ariel dengan suara yang tampak sedih, dia pun langsung meletakkan ponselnya di meja dan berdiri dari sofa. Ariel melangkah ke kamar mandi sambil menyeka airmatanya dengan segera yang hampir saja menetes di pipinya.