SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 398



Ariel sampai di apartemen Aditya, dan langsung disambut oleh teriakan Gienka. Bocah itu berlari dan langsung memeluk Ariel. Gienka menciumi seluruh wajah Ariel, sedangkan Ariel hanya bisa meringis menahan senyumnya. Setelah itu Ariel menggendong dan membawa putrinya masuk kembali ke apartemen Aditya.


"Dari mana Iel???" Tanya Aditya.


"Dari rumah....!" Jawab Ariel.


Aditya kemudian mengajak Ariel untuk mengobrol di balkon sebelum mengajak Gienka untuk pulang. Sementara Gienka kembali bermain dengan Kyros dan Kyra.


Tadi dia sudah mendiskusikannya dengan Danist, dan kebetulan saat ini sedang berada di apartemen Aditya, Ariel berniat ingin meminta pendapat juga dari sahabatnya itu juga. Sehingga itu bisa menambahkah keyakinannya. Dan mungkin Aditya juga bisa memberikan pendapat lain mengenai hal ini.


"Dit... Aku ingin meminta pendapat serta saranmu??" Gumam Ariel.


"Pendapatku??? Tentang apa Iel???" Tanya Aditya.


Ariel kemudian menceritakan semuanya kepada Aditya, tentang niatnya, juga hal-hal lainnya. Juga segala konsekuensi yang harus diterimanya ketika niatnya benar-benar tercalai atau tidak.


Dengan bijak Aditya oun memberikan pandangannya, ternyata hal yang diungkap Aditya juga sama seperti yang dikatakan oleh Danist.


★★★★★★


Ariel dan Gienka menekan tombol interkom apartemen Maysa sambil menenteng kotak makanan yang tadi dibawa Maysa ke rumahnya. Ariel sengaja belum memakannya karena ingin menikmatinya bersama dengan Maysa. Tak lama pintu terbuka dan Maysa dibuat terkejut dengan kedatangan Ariel dan Gienka. Ariel tahu bahwa Maysa pasti kembali ke apartement nya dan tadi perempuan itu pasti hanya berpura-pura mengatakan sedang ada keperluan mendesak. Benar saja Maysa saat ini sedang berada di apartemen.


"Hai tante cantik...!" Sapa Gienka sambil melambaikan tangannya.


Maysa tersenyum. "Kalian??? Kenapa tidak memberitahu jika akan kesini??"


"Aku membawa ini" Ariel menunjukkan kotak makan milik Maysa. "Aku belum memakannya dan ingin memakannya denganmu, boleh kami masuk???"


Maysa memundurkan tubuhnya membiarkan Ariel dan Gienka masuk. Maysa mengambil kotak makanan itu dan memindahkannya ke mangkuk dan piring, sementara Ariel sudah duduk di kursi makan bersama dengan Gienka.


"Kenapa tadi kau buru-buru pulang??? Padahal sebelumnya kau bilang akan makan siang denganku??? Apa karena ada Brianna jadi kau langsung memutuskan untuk pulang?"


"Aku tidak ingin mengganggumu, kau pasti sedang sibuk dengan Brianna"


Tidak ingin Maysa salah faham, Ariel pun menjelaskan perihal kedatangan Brianna ke rumahnya karena permintaan dari Danist. Tadi dia hanya mengobrol sebentar dengan Brianna dan menenangkan perempuan itu setelah terisak karena Danist meminta agar hubungan mereka berakhir. Ariel menjelaskan semuanya dengan detail siapa itu Brianna dan fakta bahwa Brianna adalah mantan kekasih Danist.Ariel kemudian meminta agar Maysa tidak lagi marah kepadanya karena antara dirinya dan Brianna tidak ada hubungan apapun lagi.


"Lalu jika kau memiliki hubungan dengannya apa urusannya denganku??? Itu adalah hak mu untuk bisa berhubungan dengan oeremouan manapun" Sahut Maysa.


Ariel hanya menimpali dengan senyuman tetapi sangat tahu bahwa Maysa saat ini sedang kesal. Maysa menyerahkan piring kepada Ariel yang sudah dia isi dengan nasi dan lainnya, sementara Gienka menolak karrna tadi dia sudah makan bersama Kyra dan Kyros. Ariel langsung memakannya dengan lahap mengingat ini sudah sore tetapi dia baru menikmati makan siangnya. Gienka mulai berceloteh menceritakan kegiatannya hari ini bersama dengan Kyra dan Kyros pada Maysa. Gienka pun meminta Maysa agar menemaninya untuk bermain karena Ariel mengatakan bahwa mereka akan pulang malam hari saja, dan akan disini.


★★★★★★


"Jadi apa yang kau bicarakan dengan Ariel tadi??" Tanya Cahya.


"Aku hanya mengingatkannya agar tidak salah memilih jalan setelahnya aku juga berharap dia bisa bersikap agar tidak mengulang kesalahannya lagi" Gumam Aditya.


.


Cahya mengernyit, karena tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Aditya. Sementara suaminya itu terkekeh dan memintanya agar mendoakan yang terbaik untuk Ariel karena Ariel sedang berjuang meyakinkan hatinya setelah itu akan memulai hal yang baru untuk mendapatkan kebahagiaan yang sudah dia lama tunggu.


"Berjuang apa???" Tanya Cahya tetapi tiba-tiba Kyra datang menghampirinya, menenteng buku mewarnainya.


"Amam ...! Aku sudah selesai mewarnainya dan aku mengantuk sekali, kita bobok ya???" Gumam Kyra.


Cahya melihat hasil mewarnai Kyra kemudian tersenyum. "Iya sayang, kita bobok kalau kamu sudah mengantuk, ayo masuk"


Cahyabawa Kyra ke kamarnya sedangkan Aditya masih harus menemani Kyros. Hingga akhirnya sekitar satu jam kemudian, Kyros mulai diserang oleh rasa kantuk sehingga meminta agar Aditya membereskan teleskopnya dan dia akan ke kamar untuk tidur. Aditya mengusap kepala putranya itu dan menciumnya kemudian membiarkannya pergi ke kamarnya.


"Ky sudah tidur???" Cahya mendekati Aditya yang tengah sibuk membawa masuk mainan anaknya itu ke dalam.


"Dia mengantuk berat dan pergi ke kamarnya sendiri"


"Aku penasaran apa maksud ucapanmu tadi?? Ayolah jelaskan..!"


Aditya tersenyum dan mengatakan bahwa jawabannya akan diketahui esok hari.


"Memangnya Ariel merencanakan apa denganmu??? kulihat kalian serius sekali tadi.??"


"Ariel bercerita jika dia ingin kembali lagi bersama Maysa dan akan mengatakan keinginanya itu malam ini!"


Cahya menyimak dengan baik semua ucapan Aditya dan mulai menanyakan perihal keputusan Ariel itu, mengingat apa yang dilakukan Ariel dulu pada Elea, karena sebagaj sesama perempuan tentu Cahya takut jika Ariel melakukan itu lagi kepada Maysa namti. Tetali Aditya mengatakan bahwa manusia itu lasti bisa dan akan berubah, jika masalalu meninggalkan keburukan tentu dia tidak akan mengulanginya lagi.


"Aku berharal Ariel tidak melakukan itu lagi" Gumam Cahya lagi.


Tiba-tiba dengan cepat Aditya menarik Cahya dan membawanya ke sofa lalu memeluknya dari belakang. Aditya duduk diatas sofa sementara Cahya duduk diatas kedua paha suaminya itu. Tangan Aditya mulai menjelajah dan jemarinya meremas dada Cahya. "I need you!" Bisiknya dengan suara parau di telinga Cahya.


Cahya menoleh ke belakang dan Aditya langsung mencium bibirnya. Mereka berdua larut dalam ciuman panas yang cukup lama, hingga keduanya tidak bisa lagi menahan hasratnya. Aditya melepaskan satu persatu pakaiannya juga pakaian Cahya, kemudian membaringkan istrinya itu di atas sofa. Aditya menciumi seluruh tubuh Cahya dari kepala hingga kaki, terus memujanya kemudian berakhir dengan percintaan luar biasa di atas sofa. Cahya dan Aditya larut dalam pusara kenikmatan, Cahya tidak bisa berhenti mengularkan erangan kenikmatan atas sensasi yang diberikan Aditya, suami yang selalu membuatnya tergila-gila setiap hari dan selalu memuaskannya. Mereka berdua selalu berakhir bahagia dan penuh kepuasan setelah melakukannya.


Sementara itu Ariel, Maysa dan Gienka juga sudah menyelesaikan makan malamnya. Maysa sudah menidurkan Gienka dopangkuannya karena bocah itu mengantuk sekali, dan mengatakan jika dia tidak tidur siang karena sibuk bermain dengan Kyra. Ariel hanya menatap Maysa dalam diam. Dia sudah memutuskan hal besar untuk hidupnya nanti bersama dengan Maysa. Dan hari ini dia ingin mengatakan semuanya dan berharap Maysa mau menerimanya kembali.


"Tuhan tolong...!!! Semoga semua berjalan sesuai yang aku mau" gumam Ariel dalam hati.