SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 286



"Aku merasa telah terjadi sesuatu disana sampai Aditya meminta Chika agar segera pulang, lagipula kalau untuk masalah mengurus anak-anak Cahya sendiri juga bisa, saat di Swiss kan dia mengurusnya sendirian" Gumam Elea pada Danist.


Saat ini mereka sedang berada di rumah tepatnya di kamar dan Elea sedang menyusui Gienka. Elea dan Danist baru saja kembali dari kantor. Sejak mendengar Adit menyuruh Chika tadi pagi agar segera pulang membuat Elea tidak berhenti memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Mungkin bu Cahya sedang sakit jadi pak Aditya meminta Chika membantu"


"Bisa jadi, tetapi jika memang seperti itu, besok kita kesana saja, sekalian jenguk Chitra juga, mumpung weekend"


"Oke kita kesana besok"


Danist sedang menonton televisi sambil menunggu Elea menyusui Gienka. Televisi sedang menayangkan berita tentang kebakaran yang terjadi di sebuah bangunan yang di jadikan sebagai tempat usaha cathering. Elea pun tampak tertarik juga dan langsung mengarahkan pandangannya ke layar televisi. Tetapi kemudian dia mengernyit saat mendengar lokasi dimana kebakaran itu terjadi, dan lebih berfokus lagi.


"Tempat ini??? Aku seperti mengenalnya??" Gumam Elea tiba-tiba yang membuat Danist langsung menoleh ke arahnya.


"Kau mengenal daerah itu?"


"Sebentar!" Gumam Elea dan mencoba terus menyimak berita itu serta memperhatikan televisi dengan seksama sampai akhirnya berita itu berakhir.


"Aah ya ampun, itu kan daerah tempat tinggal Cahya dulu dan juga Cahya pernah mengatakan padaku bahwa Adit membuatkan ibunya tempat usaha baru di bekas rumah mereka yang terbakar dulu, jangan-jangan tempat itu terbakar lagi"


"Terbakar lagi??? Memangnya dulu pernah terbakar???"


"Pernah, saat itu Cahya baru saja menikah dengan Adit, dan ibu tinggal sendiri karena Chika sedang kuliah di luar kota, rumah itu sengaja di bakar oleh seseorang yang menurutku dia memang sudah tidak waras"


"Yang membakar orang gila???" Tanya Danist.


"Mengerikan sekali dia"


"Aku sendiri tidak menyangka, dia cantik tetapi hatinya sama sekali tidak mewakili wajahnya, dan jika memang yang terbakar tadi adalah tempat usaha yang baru saja diberikan Adit untuk ibu, pasti beliau sangat terpukul sekali sekarang, setidaknya besok kita harus memastikannya"


Elea kemudian menidurkan Gienka di box bayinya dan menyuruh Danist untuk mandi terlebih dulu. Tidak ingin lama-lama didera pertanyaan tentang apa yang terjadi, Elea mengambil ponselnya dan menghubungi Chitra, mungkin sahabatnya itu tahu karena jika dia menghubungi Cahya, Elea takut mengganggunya.


Benar saja, setelah berbincang beberapa saat dengan Chitra, Elea menghela napasnya dan tidak menyangka hal itu bisa terjadi lagi. Cahya dan keluarganya dihadapkan lagi dengan kesulitan seperti ini.


*****


Disisi lain, dia sedang duduk didepan meja riasnya, menatap tajam wajahnya di cermin. Sudah lebih dari satu tahun pasca kejadian itu, kejadian yang sudah menghancurkan seluruh kehidupannya, selain karir kehidupan keluarganya juga ikut terseret, bahkan suaminya kini tidak diketahui keberadaannya. Saat di penjara pun lelaki itu tidak pernah datang menengoknya, bahkan yang dia dengar suaminya sempat menculik serta berusaha membawa kabur perempuan itu, yang akhirnya juga di penjara karena tertangkap. Dan sekarang entah dimana keberadaan lelaki itu.


Kehancurannya dan keluarganya adalah akibat dari orang yang merasa dirinya paling berkuasa hingga bisa melakukan apapun yang diinginkannya. Siapa lagi jika bukan Aditya. Aditya seolah bisa menggenggam dunia ini dengan semua kekayaan serta kesuksesannya, hingga semua orang menaruh hormat kepadanya dan menuruti semua keinginannya. Bahkan dengan mudahnya lelaki itu menghancurkan semua yang dimilikinya, bisnis keluarganya juga berantakan karena banyak yang memutuskan kontrak secara sepihak, lalu karirnya hancur dan dia dijauhi oleh teman-temannya bahkan suaminya juga meninggalkannya begitu saja, dan semua karena Aditya.


Dan karena semua yang sudah dilakukan Aditya padanya selama ini, dia akan membalaskan dendamnya untuk lelaki itu. Aditya harus merasakan kehancuran yang sama seperti dirinya. Dia selama ini sudah hancur dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya tetapi di tempat lain, Aditya selalu menikmati kebahagiaannya bersama dengan keluarganya.


Setelah berjuang dengan segala usaha keluarganya, akhirnya dia bisa keluar dari jeruji besi lebih cepat dari yang seharusnya. Lalu memulai lagi kehidupannya dengan menjauh dari orang-orang dengan memilih tinggal di luar negeri. Dan kembali lagi kesini sekitar empat bulan yang lalu untuk mempersiapkan semua rencana balas dendamnya pada Aditya. Teror paket itu menjadi awal rencananya, tetapi dia memilih berhenti sejenak agar tidak bisa dilacak oleh Aditya. Dan saat dirasa teror itu sudah dilupakan dia akan memulai lagi rencana yang lainnya akan tetapi dia kehilangan jejak Aditya, tetapi dia tidak mau menyerah begitu saja lalu usahanya berhasil dan mulai ada pergerakan lagi dari Aditya.


Kebakaran itu sebenarnya adalah diluar rencananya, akan tetapi saat mengetahui bahwa tempat itu adalah bagian dari keluarga Aditya, maka tercetuslah ide spontan untuk membakarnya. Ternyata itu berhasil, saat ini Aditya dan keluarganya pasti dalam keadaan yang kalut, mengingat usaha itu baru di dirikan beberapa bulan dan sekarang habis terbakar. Tetapi tentu ini bukan akhir dari rencananya untuk menghancurkan Aditya. Selama ini lelaki itu terkenal sangat menyayangi keluarganya, pasti akan menyenangkan jika dia melakukan sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Aditya. Bahkan saat Aditya memiliki anak kembar, sesuatu yang besar sudah dia rencanakan mengenai hal itu, dia yakin bahwa kejayaan Aditya, kebahagiaan serta ketentraman keluarga Aditya akan hancur seketika saat rencananya berhasil dia lakukan. Semua tinggal menunggu waktu yang tepat untuk di lakukan, karena jika tidak, Aditya bisa saja memergokinya sebelum semuanya berhasil, dia harus melakukannya secara hati-hati karena Aditya sangatlah cerdik.


"Aditya, akan ku pastikan kau hancur lalu berlutut di kakiku dan kau akan mencium kakiku untuk meminta maaf kepadaku, aku sangat mencintai suamiku dan saat ini aku tidak pernah tahu dimana keberadaannya, aku dengar kau juga sudah merusak wajah tampannya, semua perbuatanmu harus kau bayar Aditya!!!! Camkan itu baik-baik" Gumamnya lalu mencolokkan rokok yang ada di jarinya pada sebuah foto keluarga dan tepat diwajah Aditya.


Sebuah ketukan pintu membuatnya menoleh dan menyuruh masuk. Seorang pelayan masuk ke kamarnya. "Nona Cyntia, makan malam sudah siap, silakan anda sudah bisa turun" Ucap pelayan itu.