SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 134



Mendengar namanya dipanggil, Cheryl mengarahkan pandangannya klmencari sumber suara itu dan benar saja dia menemukan tante dan adik sepupunya Chitra sudah menjemputnya. Cheryl mempercepat langkahnya dan dia langsung memeluk tantenya lalu Chitra sambil menanyakan kabar mereka serta mengucapkan selamat untuk Chitra yang akan bertunangan beberapa hari kedepan.


Chitra mengendarai mobilnya dan Cheryl duduk disebelahnya sedangkan mamanya duduk dikursi belakang. Walaupun merasa tidak nyaman dengan kehadiram Cheryl, tetapi Chitra harus terlihat baik-baik saja padanya.


"Tidak ku sangka kau sudah akan bertunangan, ah astaga Chitra sekali lagi selamat untukmu" Gumam Cheryl dengan penuh semangat.


"Terima kasih atas ucapannya"


"Orangtuaku akan datang saat pernikahan kalian nanti, saat ini mereka masih sibuk dengan pekerjaan jadi mereka meminta maaf dan hanya menitip salam saja untuk kalian"


"Tidak apa-apa Cheryl sayang, Tante sangat mengerti, kau yang datang pun Tante sudah merasa sangat senang" Ujar Mama Chitra.


****


Aditya datang ke kantor Ariel untuk membahas proyek besar yang akan segera mereka kerjakan dalam waktu dekat ini. Ariel dan Aditya sangat serius membahas pekerjaan mereka. Aditya tetap bersikap profesional meskipun dia masih merasa kesal dengan ulah sahabatnya itu, bahkan hingga saat ini Ariel tetap belum mengatakan apapun tentang rumah tangganya seolah menganggap tidak terjadi apapun diantara dirinya dan Elea.


Setelah pembahasan pekerjaan selesai, Ariel mengajak Aditya ke minibar yang ada diruangannya dan mengambilkan softdrink untuk sahabatnya itu. Aditya akan mencoba menggali informasi dan memancing Ariel, dia penasaran bagaimana reaksi yang akan Ariel tunjukkan nantinya.


"Tidak ku sangka si bre*gsek Randy akan bertunangan dan menikah sebentar lagi, dia berjuang dengan sangat keras untuk meyakinkan keluarga Chitra" Gumam Aditya dengan senyum sumringah.


"Kau benar sekali Dit, aku juga tidak menyangka"


"Kau akan datang bersama Elea kan?? Mengingat para istri kita juga menjalin persahabatan seperti kita bertiga, oh iya bagaimana kabar Elea? Sudah lama aku tidak melihatnya, dia juga tidak pernah datang ke rumah?" Tanya Aditya. Seketika Ariel tersedak saat sedang minum ketika mendengar pertanyaan Aditya padanya.


"Tidak.... Aku akan datang sendiri nanti" Jawab Ariel sambil terbatuk-batuk.


"Datang sendiri?? Memangnya ada apa? Elea sakit atau dia sibuk?"


"Apa kau dan Cahya benar-benar tidak tahu? Kurasa Cahya tahu segalanya apa dia tidak mengatakannya padamu"


"Mengatakan apa?? Aku heran denganmu, sejak kemarin kau membahas apakah istriku mengatakan sesuatu padaku atau tidak, aku tidak mengerti sebenarnya apa yang kau maksud mengatakan sesuatu itu, aku membahas apa kau menjawab apa" Aditya menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya aku dan Elea sudah berpisah"


Kali ini Aditya yang tersedak saat minum, walaupun dia hanya berpura-pura melakukannya. "Apa...???? Berpisah..??? Why??" Tanya Aditya pura-pura terkejut.


"Karena kami rasa kami sudah tidak ada kecocokan lagi jadi kami memutuskan untuk berpisah, aku tidak menyukai sikap kekanak-kanakan Elea, aku sudah cukup sabar menghadapinya tetapi dia tidak mau berubah".


"Iel, usia pernikahan kalian masih sangat muda, sifat dan sikap pasangan kita akan berubah seiring waktu, akan ada moment dimana kita akan menyadari satu sama lain, aku dan Cahya pun pernah mengalami masa seperti itu dimana Cahya sangat keras kepala, tidak pernah mau mendengarkan penjelasanku jika terjadi masalah, dia sering pergi dari rumah ketika kami berdebat tapi seiring berjalannya waktu semua bisa teratasi jika kita bisa menyikapi dengan tepat dan benar, apa kau tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan?" Ucap Aditya menatap Ariel dalam.


"Kurasa keputusanku sudah benar, lagipula Elea juga tidak bisa memberiku keturunan, aku sudah cukup sabar menunggunya"


"Keturunan? Pernikahan kalian belum ada 1tahun dan kau meributkan keturunan, astaga banyak pasangan yang sampai bertahun-tahun menunggu dan berhasil,oke baiklah aku tidak mau ikut campur urusan kalian lebih jauh, dan kuharap suatu saat kau tidak akan menyesali keputusan yang sudah kau buat, well aku harus segera pergi, Cahya menungguku dirumah untuk mengantarnya berbelanja kebutuhan bayi kami, aku pergi dulu" Aditya pun beranjak dari tempat duduknya untuk berpamitan pada Ariel.


Ariel meminta Aditya tidak menceritakan hal tadi kepada Cahya jika Cahya belum tahu. Aditya pun mengatakan jika itu bukan urusan istrinya kalaupun Elea bercerita padanya, jadi dia tidak perlu khawatir.


"Aku yakin Iel suatu saat nanti kau akan menangis dna menyesali semua sikap dan keputusan yang sudah kau ambil pada Elea jika kau tahu keadaan Elea saat ini" Gumam Aditya dalam hati. Lalu Aditya tersenyum sambil menepuk bahu Ariel dan berpamitan pada sahabatnya itu.


****


Aditya menjemput Cahya dirumah untuk berbelanja keperluan untuk bayi mereka karena jika tidak saat ini, Aditya khawatir istrinya akan semakin kesusahan dengan perut besarnya. Jadi dia memutuskan mengajak Cahya untuk segera membeli segalanya dan nanti tinggal menyiapkan dan merenovasi kamar mereka lagi karena akan ada kehadiran 2 malaikat kecil yang sudah mereka tunggu-tunggu selama beberapa bulan ini.


Saat Aditya baru masuk, Cahya ternyata sudah bersiap dan mereka langsung berangkat. Dalam perjalanan, Aditya menceritakan kepada Cahya tentang obrolannya dengan Ariel yang sudah mengakui jika dia dan Elea sudah berpisah. Tetapi Ariel tidak mengatakan hubungannya dengan Viona dan justru seolah menempatkan Elea diposisi yang bersalah. Cahya pun menyadari sikap Ariel karena tidak mungkin seseorang akan mengungkapkan aibnya sendiri, tentu dia akan mencari kambing hitam untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


"Sayang, lalu bagaimana jika selamanya Ariel tidak mengetahui kebenarannya??? Tentu selamanya dia tidak akan menyadari kesalahannya, dan yang menjadi korbannya tetap Elea" Gumam Aditya.


"Kau benar, Elea selamanya akan tetap jadi korban keegoisan Ariel tetapi kita tidak akan pernah tahu jalan Tuhan kedepannya seperti apa, dari dulu aku selalu memiliki keyakinan bahwa hukum tabur tuai itu selalu membayangi hidup kita, aku yakin Ariel akan menuai apa yang dia tabur begitu juga Elea, sekarang kita hanya bisa menunggu Tuhan melakukan pekerjaannya dan mereka berdua menuai apa yang mereka tabur, menanam semangka akan berbuah semangka dan rasanya manis, menanam pare juga akan berbuah pare dan rasanya selamanya akan pahit" Ungkap Cahya.


Sekali lagi Cahya juga mengingatkan Aditya agar tidak mengatakan apapun tentang Elea saat ini ataupun selamanya kepada Ariel. Baginya sangat penting memberikan pelajaran untuk Ariel agar tidak sembarangan dalam bersikap. Saat ini Elea sedang berjuang untuk menata kehidupannya kembali, yang dibutuhkannya saat ini hanyalah support dari orang-orang yang sayang dan peduli padanya. Masalah tentang kehamilan Elea biarkan itu menjadi rahasia mereka yang tahu tentang hal itu saja, tetapi jika suatu saat nanti Ariel mengetahuinya entah darimana biarkan saja karena yang pasti Ariel akan menjadi orang yang paling menyesal dengan semua perbuatannya. "Ya jika dia masih memiliki hati dan pikiran dia akan menyesal, tetapi jika tidak ya sudah biarkan Tuhan yang menghukumnya sendiri" Tutur Cahya dengan nada kesal.