
Aditya dan Randy akhirnya sampai di rumah sakit, mereka berdua langsung bertemu dengan orang yang sudah menolong Ariel. Pria itupun menjelaskan kepada mereka tentang bagaimana dia menemukan Ariel dan juga kondisi Ariel saat ini. Dan pria itu memberikan ponsel serta dompet milik Ariel pada Aditya lalu mengucap permisi karena harus segera pulang.
"Terima kasih pak atas bantuannya menolong sahabat kami dan menjaganya semalam" Ucap Aditya lalu menyalami pria itu.
"Sama-sama, semoga pak Ariel segera pulih, dan saran saya jika memang anda berdua ingin mengetahui detail kejadian mungkin bisa mendatangi pihak apartment karena disana ada cctv yang mungkin bisa menjadi petunjuk apakah pak Ariel berkelahi disana atau ditempat lain, kalau begitu saya permisi"
Pria itupun pergi meninggalkan Aditya dan Randy. Saat itu juga ada Dokter yang menghampiri mereka dan menanyakan tentang siapa mereka. Aditya pun menjelaskan bahwa mereka adalah sahabat dari Ariel.
"Pak Ariel harus segera dioperasi, karena lukanya cukup serius, dia mengalami luka lebam akibat pukulan-pukulan keras diseluruh wajah dan tubuhnya, sejak semalam saya menunggu pihak keluarganya datang untuk mendapatkan persetujuan"
"Lakukan saja operasi itu Dok jika itu yang terbaik, sahabat saya itu mandiri dan jauh dari keluarganya dan kami berdua lah yang paling dekat dengannya, lakukan perawatan yang terbaik untuknya, kami yang akan bertanggung jawab penuh atasnya" Ucap Aditya yang kemudian dokter menyuruh Aditya untuk mengurus administrasi dan menandatangani surat persetujuan untuk operasi Ariel.
Setelahnya Aditya kemudian kembali menemui Randy. Aditya merasa sepertinya ada sesuatu yang serius yang sudah terjadi pada Ariel, karena yang mereka tahu selama ini Ariel tidak pernah memiliki musuh atau semacamnya.
"Kurasa penyerangan itu tidak hanya dilakukan oleh satu orang, karena pasti Ariel bisa mengendalikannya sendiri"
"Kau benar Dit, tetapi siapa yang berani melakukan itu pada Ariel? Dan apa kesalahan yang diperbuatnya"
"Kau pergi saja ke apartmentnya dan minta ditunjukkan rekaman cctv semalam, setelah itu kita tunggu kondisi Ariel membaik baru mengambil langkah selanjutnya, aku akan disini mengurus Ariel"
Randy pun pergi menuju apartment Ariel untuk mengecek cctv disana sedangkan Aditya menunggu Ariel yang sedang di operasi. Perasaan Aditya dilingkupi rasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu. Aditya sangat berharap Randy dapat menemukan petunjuk saat nanti kembali.
*****
Randy akhirnya sampai di apartment Ariel dan meminta diantar oleh pihak apartment untuk melihat rekaman Cctv semalam. Butuh waktu cukup lama karena memang Randy sendiri tidak mengetahui kejadian itu terjadi pada pukul berapa. Sampai akhirnya mereka mendapatkannya, dimana Ariel masuk ke apartment nya dan beberapa saat kemudian ada 4 pria yang datang kesana. Setelah melihat rekaman itu, Randy meminta diantar oleh salah satu pegawai disana untuk ke apartment Ariel untuk mengecek keadaan disana.
Disisi lain operasi Ariel akhirnya sudah selesai, dan dia sudah dipindahkan di ruangan rawat inap. Aditya sangat terkejut melihat kondisi sahabatnya itu, wajahnya dipenuhi dengan lupa dan hidungnya juga harus di perban. Bahkan Ariel juga dipakaikan cervical collar dilehernya. Aditya memandang Ariel yang terbaring dengan perasaan kasihan.
Randy akhirnya kembali lagi ke rumah sakit, dilihatnya Aditya sedang tertidur di sofa. Randy duduk disebelah Aditya dan membangunkannya.
"Eh Ran, sorry sorry ketiduran, maklum tiap malam harus bantuin Cahya ngurus anak-anak, gimana dapat sesuatu di apartment Ariel???"
Randy menganggukkan kepalanya. "Di Cctv terlihat ada 3orang pria yang datang kesana, lalu ada seseorang lagi yang menyusul mereka, mereka didalam sekitar 15menit tapi saat mereka keluar mereka membawa seorang perempuan dari dalam"
Aditya menggerutkan keningnya. "Seorang perempuan???"
"Ya, kurasa itu Viona Dit, sebelumnya Ariel datang ke apartment itu bersamanya tetapi selang beberapa menit kemudian 3 pria itu datang"
"Entahlah, mungkin kita akan mencari tahu jawabannya dari Ariel nanti jika kondisinya sudah membaik" Randy menghela napasnya lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.
Kondisi Ariel benar-benar terlihat menyedihkan dan pasti akan butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh. Randy dan Aditya merasa sangat beruntung kaarena Ariel ditemukan diwaktu yang tepat, jika saja saat itu tidak ada yang menemukannya, entah apa yang akan terjadi pada sahabatnya itu.
*****
Akhirnya Ariel sadar, dia terlihat sangat lemah dan mencoba tersenyum saat melihat Aditya dan Randy. Ariel mencoba berbicara tetapi kesulitan, dan malah meringis menahan sakit. Aditya menahan Ariel agar jangan berbicara lebih dulu dan menyuruhnya untuk beristirahat saja.
Malam harinya Aditya sedang duduk dikursi diluar ruangan rawat inap Ariel, dan dia dikejutkan oleh kedatangan Cahya dan Adri ke rumah sakit. Sejak pagi Cahya sangat penasaran dengan keadaan Ariel terlebih Aditya memberitahu nya bahwa Ariel di operasi.
"Sayang...? Kau kenapa datang kesini? Bagaimana dengan Kyros dan Kyra dirumah? Kenapa meninggalkan mereka?"
"Ada Mama dan Ibu yang menjaga mereka, aku juga sudah meninggalkan Asi untuk mereka, bagaimana keadaan Ariel?? Aku sangat cemas saat tadi kau bilang dia harus di operasi"
"Dia sedang beristirahat, ayo masuk jika kau ingin melihat kondisinya" Aditya pun mengajak Cahya dan Adri masuk.
Cahya, Adri dan Aditya berdiri disamping ranjang Ariel. Cahya benar-benar merasa sangat shock melihat kondisi Ariel. "Ya Tuhan, kenapa Ariel bisa seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Siapa yang tega memukuli nya sampai seperti ini"
"Entahlah, pelakunya kebih dari satu orang dan kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi saat kondisinya sudah membaik, dia sangat lemah bahkan untuk berbicara saja dia merasa sangat kesulitan" Ucap Aditya.
"Jahat sekali, kau dan Randy harus melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib, ini tindak kekerasan yang sangat fatal, kalian tidak boleh membiarkannya"
"Aku juga berpikir seperti itu, mungkin besok aku dan Randy akan mengurusnya dan akan meminta persetujuan Ariel"
Cahya mengajak Aditya untuk keluar karena dia tidak tega melihat kondisi Ariel. Aditya termenung duduk disebelah Cahya, Aditya memikirkan siapa yang akan menjaga Ariel disini karena jelas tidak mungkin bisa jika dia dan Randy harus stay disini selama 24 jam. Mereka punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Tetapi Aditya juga merasa khawatir tentang keselamatan Ariel, bisa saja orang-orang itu datang dan menyakiti Ariel.
Randy datang membawa makanan ringan untuknya dan Aditya. Melihat Cahya ada bersama Aditya, Randy langsung menyapa nya.
"Ran, kita tidak mungkin harus disini setiap hari menjaga Ariel, tetapi kita juga tidak bisa membiarkan Ariel sendirian disini" Ucap Aditya.
Randy termenung sejenak lalu menanggapi Aditya. "Kau benar Dit, Ariel selama ini hidup sendirian dan hanya kita yang dekat dengannya, si Viona juga tidak mungkin kita suruh kesini, si brengs*k itu membawanya kurasa memang ada yang tidak beres dengan perempuan itu, sumber masalah ini juga pasti darinya, bagaimana kalau aku menghubungi anak buahku agar menjaga Ariel selama kita pergi bekerja?"
"Bisa juga sih tetapi...????" Aditya tampak memikirkan sesuatu lalu melanjutkan ucapannya. "Ran, Ariel butuh waktu yang cukup lama untuk recovery, dia butuh seseorang untuk merawatnya, bagaimana kalau kita menghubungi nya saja?"
Cahya menggerutkan keningnya dan terlihat terkejut dengan ucapan suaminya "Kau mau menghubungi siapa...???" Tanya Cahya penasaran. Cahya juga menatap Aditya dan Randy dengan tatapan penuh kecurigaan.