SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 288



Elea dan Danist kembali melanjutkan perjalanan mereka. Elea masih tidak menyangka dia bisa bertemu lagi dengan Theo. Dan kehidupan lelaki itu sekarang sudah berubah. Entah sikap dan sifatnya sudah berubah atau tidak, atau masih sama seperti dulu. Mungkin sekarang Theo sudah berbahagia dengan Cyntia, mengingat sudah lama juga dia mendengar perempuan itu bebas dari penjara.


"Siapa lelaki itu?" Danist membuka obrolan.


"Dia Theo, mantan kekasih Cahya"


"Dia tampan, tetapi kenapa wajahnya ada bekas luka? Sayang sekali" Gumam Danist.


"Aditya yang melukainya" Ujar Elea datar.


"Pak Aditya?? Masa dia melakukannya??"


"Ya, Adit yang melakukannya, kau ingat ceritaku kemarin tentang kebakaran yang pernah terjadi di rumah Cahya, pelakunya adalah istri Theo, mereka berdua adalah sumber masalah di awal pernikahan Cahya dan Aditya, keduanya kehilangan calon bayi mereka yang masih ada di dalam lerut Cahya karena ulah Theo, dengan dilingkupi kemarahan Aditya akhirnya membuat luka sayatan diwajah Theo menggunakan pisau cutter yang masih baru, sebelum dia menyerahkannya ke polisi"


Danist mengernyit sekaligus merinding membayangkan betapa sakitnya saat luka itu di buat. Dulu dia ingat jika istri Aditya yaitu Cahya pernah mengalami keguguran setelah diculik dan perutnya ditusuk oleh penculiknya, mengingat juga saat itu beritanya menyebar diseluruh staf kantor. Tetapi tidak menyangka jika tadi dia bertemu dengan orang itu secara langsung. Wajar saja Aditya melakukannya, apa yang sudah dilakukan lelaki bernama Theo itu sangatlah fatal dan kejam.


"Sebenarnya apa yang membuat pasangan suami istri tega sekali melakukan hal-hal sekejam itu? Memangnya apa kesalahan pak Aditya dan juga bu Cahya???" Danist bertanya dan berharap mendapatkan jawaban dari istrinya.


Elea kemudian menceritakan semuanya, dari kisah cinta Cahya dan Theo, lalu kejadian di pesta saat itu hingga kedatangan Cyntia di rumah Cahya yang membuat kegaduhan hingga akhirnya demi menjaga harga diri dan kehormatan keluarga Cahya, Aditya memutuskan menikahinya. Tetapi itu bukan akhir dari ulah Cyntia, karena justru Cyntia semakin menjadi-jadi dan kehilangan akal pikirannya sehingga lupa dengan norma yang ada.


Danist hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar semua cerita dari Elea, tidak menyangka jika hal-hal sejahat itu bisa dilakukan oleh pasangan itu. Harusnya Theo bisa menghentikan semua kejahatan Cyntia tetapi malah membiarkannya saja, sungguh aneh. Bahkan masih berani-beraninya menculik dan ingin mengajak Cahya pergi meninggalkan Aditya dengan alasan jika dia sangat mencintai Cahya padahal dia juga sudah terikat pernikahan dengan Cyntia.


******


Danist dan Elea akhirnya sampai di rumah Aditya, mobil mereka langsung dipersilahkan masuk oleh security. Danist menekan bel rumah itu, sementara Elea menggendong Gienka yang tertidur. Dan tidak lama pintu terbuka, mereka dipersilahkan untuk masuk dan diantar ke halaman belakang, karena Cahya berada disana bersama Ibunya serta Chika.


"El....!!! Kau ada disini??? Kenapa tidak memberitahu!" Cahya berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Elea memluk sahabatnya itu.


"Bagaimana keadaan ibu Ca?"


"Ibu baik-baik saja, ayo kesana" Cahya mengajak Elea dan Danist ke taman dimana ibunya sedang duduk bersama Chika disana.


Elea memberikan Gienka pada Danist, dan dia kemudian menyalami serta memeluk Ibu Cahya yang sudah seperti Ibunya sendiri. Dengan penuh kelembutan Elea mengusap punggung Ibu Cahya seraya menyuruhnya agar bersabar serta tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi karena itu adalah sebuah musibah.


"Tidak apa, terima kasih kau sudah datang"


"Sama-sama Bu, oh iya Adit mana? Kenapa hanya kalian yang ada disini??" Tanya Elea.


"Adit ada di kantor polisi, masih ada beberapa hal yang harus dia urus disana, sebentar lagi pasti pulang"


Elea kemudian menanyakan tentang kejadian kebakaran itu dan bagaimana itu bisa terjadi lagi. Tetapi tentu Cahya dan Ibunya juga tidak tahu bagaimana detail awal mula itu bisa terjadi. Dan pemeriksaan juga sudah dilakukan dengan memeriksa saksi serta karyawan karena ditakutkan ada unsur kesengajaan. Cahya hana berharap semoga cepat selesai dan diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebabnya.


Ditengah obrolan Cahya dengan Elea juga yang lainnya, ternyata Aditya sudah pulang bersama dengan Ariel juga Randy. Suasana hening sejenak saat Danist dan Ariel saling berpandangan, tetapi kemudian Aditya tersenyum menghampiri Danist dan menyalaminya. Sedangkan Ariel yang melihat Gienka yang ada di pangkuan Elea sedang melempar senyum kepadanya langsung menghampiri dan mengambil putrinya lalu menggendong dan menciuminya.


"Sayang, lebih baik kau ajak Danist dan Randy mengobrol diruang tamu saja, aku akan mengajak ibu ke kamar, ayo El, biarkan Gienka bersama Ariel" Ucap Cahya.


Aditya kemudian mengajak Danist dan Randy ke ruang tamu, sedangkan Cahya membawa ibunya bersama Chika, Elea dan si kembar naik ke kamar karena ibunya baru saja meminum obatnya dan pasti merasa mengantuk. Mereka semua meninggalkan Ariel dan Gienka yang tadi menjauh ke sisi lain taman, mungkin Ariel butuh privasi untuk bersama dengan Gienka.


******


Karena efek obat, tidak butuh waktu lama Ibu Cahya tidur. Cahya mengajak Elea untuk ke balkon dan mengobrol disana, karena si kembar sedang asyik bermain dengan tante mereka di kamarnya. Cahya mengambil beberapa cokelat dan membawanya ke balkon, makan cokelat sambil mengobrol disana memang sangat cocok sambil menikmati pemandangan.


Cahya dan Elea kompak melihat ke bawah dimana disana tampak Ariel sedang berjalan mondar-mandir mengajak Gienka berkeliling di taman. Bayi itu terlihat sangat senang dan bahagia bersama Ayahnya, dan Ariel juga sangat menyayanginya, keangkuhan serta sikap dinginnya seolah berubah saat bersama Gienka, yang terlihat hanyalah sikap lemah lembut serta penuh kasih sayang untuk bayi itu.


"Adit mengatakan padaku bahwa Ariel datang menemuimu dan Danist di apartemen, apakah dia datang untuk meminta maaf pada kalian???" Tanya Cahya.


"Ya Ca, dia datang dan meminta maaf, aku sangat terkejut saat itu dan tidak menyangka dia melakukannya, dia menghilang cukup lama lalu kembali dalam keadaan seperti ini, aku heran, hal apa yang sudah membuatnya seperti ini" Elea menoleh ke arah Cahya.


"Manusia memiliki masanya sendiri untuk merubah cara berpikirnya El, selain peran dirinya sendiri juga ada peran orang lain dan yang paling sering luput dari pemikiran kita adalah peran Tuhan, cara berpikir Ariel sekarang sudah berubah karena 3 hal itu" Gumam Cahya.


"Berubah karena 3 hal itu? Maksudnya??"


"Kau tahu kemana perginya dia kemarin? Dia pergi ke tanah suci, dia beribadah disana, meminta ampunan kepada Tuhan dan menyesali perbuatannya selama ini kepadamu, ada hal besar yang sudah terjadi hingga membuat hatinya terketuk untuk pergi kesana dan menyadari semua kesalahannya, Ariel sudah menceritakan semuanya kepada Adit dan juga Randy, bahkan dia juga sudah berbaikan dengan Ayahnya, Ariel sudah menjadi pribadi yang baik sekarang, seperti yang ku katakan tadi, ada 3 hal yang sudah membuat Ariel sekarang mau merubah cara berpikirnya, yaitu Tuhan, dirinya sendiri dan yang menjadi prioritasnya saat ini adalah kehadiran Gienka, dia ingin menjadi Ayah yang baik dan tidak ingin merusak kebahagiaanmu karena sudah takdir Tuhan bahwa kalian tidak bisa bersama lagi, takdir itu terjadi karena kesalahannya sendiri, dia sudah mengakui itu"