SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Menghabiskan Waktu denganmu



Cahya sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam sedangkan Aditya sibuk menghias meja dan menyalakan lilin, setelah kegagalan dinner semalam yang disiapkan Cahya, kali ini mereka bekerja sama menyiapkannya.


" Taaaaaraaaa sudah siap, wagyu steak medium rare seperti kesukaanmu dan well done untukku, ah sebentar aku juga membuat salad dan saus jamur untuk pelengkapnya" Ucap Cahya dengan senyuman lalu menyodorkannya pada Aditya.


" Thank you"


" Ah iya ada satu lagi" Cahya berbalik badan dan mengambil sebuah botol yang ternyata adalah red wine.


" Ini sangat cocok dikonsumsi bersama dengan steak" Cahya menuangkannya di gelas.


Mereka akhirnya menikmati makan malam sederhana dirumah, dengan cahaya temaram lilin yang sudah disiapkan. Aditya sangat memuji masakan yang dibuat istrinya, Cahya selalu menyajikan makanan yang enak, apapun yang dibuatnya selalu membuat Aditya senang.


" Besok kita akan jalan-jalan, kita bawa mobil, aku akan mengajakmu melihat sungai jernih dan ada air terjun disana, tempatnya tidak jauh dari sini, kau mau??" Tanya Aditya.


" Tentu saja aku mau, tapi mobilnya kan tidak ada dirumah"


" Besok aku akan menyuruh Roland membawanya kesini"


" Oke"


"Sayang, tidakkah kau merasa bosan sendirian disini saat aku berangkat kerja??"


" Aku rasa tidak, karena disini sangat indah, aku bisa menghabiskan waktuku hanya diam tetapi tidak berhenti mengagumi semua yang ada disini"


" Dan jika kita sudah kembali, apa yang ingin kau lakukan, apa kau ingin kembali bekerja seperti dulu?"


" Jujur aku belum memikirkannya, aku sekarang hanya ingin fokus mengurusmu saja maybe jika nanti kita kembali aku akan dirumah saja untuk sementara waktu, dulu aku terlalu sibuk dengan urusanku sehingga aku jarang ada waktu bersama mama, aku juga masih trauma dengan semua yang terjadi, aku tidak berpikir untuk kemanapun jika sudah kembali"


" Baiklah, lakukan apapun yang ingin kau lakukan"


Mereka berdua melanjutkan makan malamnya. Aditya menatap wajah Cahya dengan rasa iba, istrinya terlalu banyak mengalami kejadian buruk yang diciptakan oleh orang-orang dari masalalu mereka, bahkan mereka berdua juga harus merelakan bayi mereka. Diantara dirinya dan Cahya, tidak ada yang harus disalahkan, karena mereka berdua sama-sama memiliki kesalahan, Aditya yang tidak bisa menjaga keamanan istrinya padahal dia berjanji akan menjaganya, disisi lain Cahya terdorong oleh sikap lembut dan kebaikan hatinya hingga akhirnya mudah dijebak oleh orang lain.


Cahya mengalami trauma yang hebat atas semua yang terjadi, bahkan dia saat ini memutuskan hal yang Aditya yakin itu sangat berat bagi istrinya, karena dia tahu Cahya sangat menyukai pekerjaannya dan perjuangan untuk mendapatkannya bukan hal yang mudah. Tetapi sekarang istrinya sudah tidak ingin lagi melakukan hal yang disukainya, hatinya masih hancur dan trauma itu pasti akan sangat sulit untuk dilupakannya.


Aditya harus memikirkan hal apa yang bisa membuat Cahya kembali bersemangat dengan melakukan hal yang disukainya saat nanti mereka sudah kembali pulang. Semua orang yang mmsudah mengganggu istrinya selama ini sudah disingkarkannya tetapi dia juga harus tetap menjaga keamanan seluruh keluarganya.


*****


Keesokan harinya, Roland supir Aditya mengantarkan mobilnya kerumah karena hari ini dia karena akan mengajak Cahya untuk berkeliling disekitar tempat tinggal mereka. Cahya juga sudah bersiap, Aditya langsung mengajaknya untuk segera berangkat, karena sekalian mereka akan mencari sarapan.


Cheryl datang dengan membawa beberapa buah tangan untuk Aditya dan Cahya. Dia turun dari mobilnya dan memencet bel rumah itu, lama dia menunggu tetapi tidak ada jawaban. Cheryl berpikir apakah sang pemilik rumah tidak ada dirumah hingga tidak ada yang membukakan pintu untuknya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi.


Setelah berkendara hampir 1,5 jam akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju, tadi mereka juga harus mampir untuk mencari sarapan, Cahya segera berlari keluar mobil menuju ke hamparan rumput hijau dan sapi sapi sedang memakan rumput itu dan merasa senang melihat dari kejauhan ada sungai yang mengalir. Air sungai itu sangat bening dan sangat cantik dengan pemandangan gunung menjulang diselimuti salju.


Aditya tersenyum melihat tingkah istrinya dan kebahagiaan sangat jelas diwajahnya. Tempat ini benar-benar sangat indah, selama perjalanan Cahya benar-benar tidak memperdulikannya karena terlalu fokus mengagumi keindahan alam yang dilewati, tetapi bagi Aditya itu tidak masalah yang terpenting adalah kebahagiaan istrinya itu diatas segalanya.


Aditya mengejar istrinya dan langsung berjalan disampingnya.


" Kenapa kau sebahagia ini??" Tanya Aditya.


" Apa kau ingin kita lebih lama tinggal disini?? Aku bisa mengaturnya"


" Tidak, aku ingin kita segera pulang, seindah apapun disini lebih indah kalau kita berkumpul bersama keluarga kita, kau selesaikan pekerjaanmu sampai beres lalu kita bisa segera pulang"



Mereka berjalan bergandengan, melewati jalan kecil di pinggir sungai. Aditya berharap semoga tidak ada lagi orang yang ingin menyakiti istrinya atau keluarganya, dan kebahagiaan ini bisa terus berlangsung selamanya.


****


Mereka akhirnya kembali ke rumah sebelum sore tiba. Setelah mandi dan berganti pakaian, Cahya membersihkan rumah sedangkan Aditya bergantian mandi. Suara bel berbunyi, dan Cahya segera membukanya ternyata Cheryl datang lagi berkunjung.


" Cheryl??? Kau kesini, ada perlu apa??"


" Hai Cahya, aku tadi pagi kesini dan tidak ada siapapun jadi aku kembali lagi, ah ini bawalah masuk" Cheryl membawa 2 paperbag dan memberikannya pada Cahya.


" Ini apa???"


" Hanya oleh-oleh kecil, bolekah aku masuk"


" Ahh sorry silakan masuk"


Cheryl duduk dan Cahya meninggalkannya untuk mengambilkan minum untuk Cheryl. Sampai beberapa menit kemudian Cahya kembali dengan membawa minuman.


" Thanks ya Cahya, kau sedang sendirian dirumah???" Cheryl meminum Teh yang sudah dibuat Cahya.


" Ah tidak, Aditya sedang mandi kamu baru saja sampai dirumah tadi habis berjalan-jalan"


" Jalan jalan??? Kalian jalan jalan dimana??"


" Kami pergi ke Bernese Oberland"


" Wow itu pilihan yang tepat nice place"


Cahya tersenyum dan setuju memang itu tempat yang sangat indah. " Apakah kau kesini untuk bertemu dengan Aditya, tunggulah pasti sebentar lagi dia akan keluar" Ucap Cahya.


" Tidak Cahya, aku kesini ingin meminta maaf padamu"


" Meminta maaf untuk apa??" Cahya terlihat kebingungan dengan apa yang diucapkan Cheryl.


" Aku sebenarnya bukan teman sekantor Aditya, aku adalah temannya dulu saat kami berkuliah di London, dulu Aditya pernah menyatakan cinta padaku tapi saat itu aku menolaknya hubungan kami merenggang sejak saat itu dan beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengannya secara tidak sengaja disini karena sekarang memang aku tinggal disini. Hampir setiap hari kami bertemu dan pergi makan siang bersama. Sampai akhirnya kemarin lusa aku mengundangnya ke apartemenku untuk merayakan ulang tahunnya dan karena sedikit mabuk kami sempat lepas kendali, tapi tidak terjadi apapun, kami hanya berciuman saja mungkin terbawa suasana setelahnitu Aditya langsung pergi meninggalkanku, mungkin karena dia tersadar telah melakukan kesalahan, karena langsung pergi dia meninggalkan jasnya di apartemenku lalu kemarin aku mengantarnya kesini tapi Aku benar-benar tidak tahu jika dia sudah menikah karena dia tidak pernah menceritakan padaku, jika tahu aku tidak akan melakukan itu, aku sangat menyesal, tolong maafkan aku"


Cahya hanya terdiam mendengar cerita itu, dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Aditya padanya dan suaminya itu justru berbohong padanya dengan mengatakan bahwa Cheryl adalah teman sekantornya padahal dulu dia pernah mengejarnya untuk dijadikan kekasih.


Setelah Cheryl berpamitan, Cahya langsung masuk ke kamarnya dan sibuk dengan pikirannya sendiri, sampai kemudian Aditya keluar dari kamar mandi. Cahya langsung menatap tajam ke arah Aditya, membuat suaminya sedikit merasa kebingungan dengan sikapnya.