SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 299



Danist baru saja sampai di rumah, ternyata bersamaan dengan itu Elea juga baru saja pulang bersama dengan Chika. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Mendapati binar kebahagiaan di wajah Danist, Elea pun mengajaknya ke kamar dan ingin sekali tahu berita apa yang dimiliki suaminya, mengingat bahwa Danist dan yang lainnya telah sukses dengan tugas mereka saat di Swiss.


Dengan perasaan bahagia Danist menceritakan bahwa dia ditunjuk sebagai Direktur di kantor perkebunan, dan nanti posisinya akan di gantikan oleh orang lain. Sementata untuk bonusnya, Danist mendapatkan nilai 2X lipat dari yang lainnya, yaitu senilai 200 juta, 50% karena keberhasilannya di Swiss dan 50% nya adalah karena dia berhasil mengembangkan dengan baik seluruh kegiatan yang terkait kantor, hasil perkebunan serta hasil produksi pabrik yang selalu berinovasi. Tentu hal ini hanyalah bonus karena dia dan teman-temannya masih mendapat gaji full saat di Swiss dan juga tentunya mendapatkan jatah bulanan untuk kebutuhan transportasi dan juga konsumsi selama disana.


"Wow!!!! Aku benar-benar speechless, mereka tidak ragu-ragu dalam memberikan itu semua! Karirmu naik lebih cepat dari dugaanku" Gumam Elea yang masih tidak percaya tetapi tidak mungkin juga Danist berbohong.


"Kau tahu sendiri kan berapa kenaikan nilai investasi dan kontrak kerjasama di kantor kita? Nilainnya mencapai hampir mencapai 100 milyar, tentu saja HS Enterprise tidak main-main saat memberikan itu semua"


"Congrats ya....!!!! Akhirnya perjuanganmu membawakan hasil yang luar biasa, aku sangat ingat betapa kacaunya kantor kita saat awal-awal, bahkan aku hampir menyerah saat kau memberikan setumpuk berkas yang harus kita selesaikan dengan segera, diam-diam aku ingin menangis saat itu, tetapi melihat semua usahamu saat itu aku bertekad bahwa kita semua harus bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan itu, dan berkat kegigihanmu akhirnya kita berhasil melakukannya, sekali lagi congrats....!!! Im proud of you!!" Elea memeluk Danist dengan persaan bahagia.


"Aku akan menjamu teman-teman kantor, mereka juga harus diberikan apresiasi atas kerja kerasnya selama ini, dan ya kabar baik lainnya adalah....! Mulai bulan depan gaji kita semua akan dinaikkan mengingat semua hasil yang kita dapatkan sekarang tidak lepas dari kerja keras kita semua, aku akan cari restoran yang bagus dan aku akan menjamu mereka semuanya, tetapi bagaimana kalau nanti malam kita dinner, ya sekaligus testing makanan disana? Kalau cocok kita ajak teman-teman kesana"


"Aku ikut saja, kau mandi dulu, aku akan mengambil Gienka di belakang"


Elea kembali ke kamar bersama dengan Gienka, sementara Danist juga sudah selesai mandi dan terlihat sibuk dengan ponselnya. Danist baru saja mencari referensi restoran terbaik, dan dia sudah mendapatkannya juga sudah melakukan reservasi disana. Restoran mewah berbintang dengan berbagai menu andalan terbaik mereka dan menjadi faforit bagi banyak orang.


"Kau kenapa senyum-senyum???" Tanya Elea.


"Tidak, oh iya aku sudah reservasi untuk dinner kita"


"Sudah reservasi??? Di restoran mana???"


"Rahasia...!!! Nanti kau juga akan tahu, berikan Gienka padaku, dan kau cepat bersih-bersih"


Elea menggelengkan kepalanya karena Danist berusaha membuat kejutan untuknya. Elea kemudian memberikan Gienka kepada Danist. Bayi itu sudah selesai dimandikan oleh Mama Elea dan terlihat sudah cantik. Danist mengajak Gienka bermain diatas tempat tidur selagi menunggu Elea selesai mandi.


*****


"Kenapa tertawa? Kau membaca chat dari siapa?? Selingkuhanmu??" Tanya Cahya.


Kini dia dan Aditya sedang berada di kamar bermain dengan Kyra dan Kyros, sementara Aditya tampak sibuk membalas pesan yang entah dari siapa hingga membuat lelaki itu tertawa.


"Kau ini, sembarangan saja, mana mungkin aku selingkuh, istriku terlalu cantik hingga tidak ada waktu bagiku melirik wanita lain"


Aditya kemudian memebritahu jika Ariel yang mengiriminya pesan mengatakan bahwa dia gugup karena akan dinner dengan Maysa. Dan pencetus ide itu adalah dirinya, dimana dia menjebak Maysa, menyuruh perempuan itu agar datang ke restoran milik Ariel membahas proyek pekerjaan, padahal itu hanyalah alasan agar Ariel bisa bertemu dengan Maysa dan mengobrol lebih lama. Tentu tujuan Aditya adalah agar mereka menjadi semakin dekat, dan siapa tahu ini menjadi awal yang baik untuk keduanya.


Cahya terkekeh dan memuji ide cemerlang Aditya, karena ini adalah hal yang sangat bagus, dan Cahya juga berharap semoga apa usaha Ariel untuk mendekati Maysa berhasil. Semua orang tentu harus berusaha untuk mendapatkan kebahagiaannya, dan tidak boleh selalu terkungkung pada masalalunya terus menerus.


******


Danist dan Elea saat ini sedang dalam perjalanan menuju restoran. Mereka menitipkan Gienka pada Mama Elea dan Chika yang berada di rumah, dimana sebelum berangkat tadi, bayi itu sudah tertidur dengan pulas karena siang tadi dia hanya tidur sebentar. Elea sendiri masih penasaran kemanakah Danist akan membawanya pergi makan malam, karena mereka sekarang sudah keluar dari wilayah tempat tinggal mereka dan menuju ke pusat kota. Danist masih enggan memberitahu kemana mereka akan pergi, tetapi bagi Elea ya sudahlah, kemanapun suaminya membawanya pasti itu adalah restoran terbaik.


Selama perjalanan, mereka mulai membahas persiapan pernikahan mereka. Dimana mereka akan memulai semuanya pekan depan, mendaftar dan mengurus berkas-berkas yang diperlukan. Sedangkan untuk masalah tempat, mereka memutuskan untuk melakukannya di Bandung, dimana kebanyakan keluarga mereka ada disana. Tidak terlalu mewah serta hanya akan dihadiri oleh keluarga dan kolega terdekat saja.


Hingga masuklah mereka ke sebuah restoran, saat mobil Danist memasuki area luar restoran, Elea tertegun dan sangat tidak asing dengan tempat ini. "Infinity resto???" Gumam Elea.


"Ya, dari ekspresimu kurasa kau sudah pernah datang kesini ya???"


Tentu saja Elea pernah datang, dia dulu beberapa kali datang kesini bersama Ariel, dimana ini adalah milik Ariel. Danist kenapa malah mengajaknya kesini, pasti lelaki itu tidak tahu jika ini adalah milik Ariel, jika tahu mungkin Danist tidak akan mau datang kesini. Elea benar-benar tidak menyangka Danist malah mengajaknya kesini, memang tempat ini sangat terkenal dan soal rasa tidak.perlu diragukan lagi karena memang memiliki beberapa chef yang handal mengolah dan menyajikan berbagai makanan dari berbagai negara.


"Sayang...!!! Kenapa diam??? Kau sudah pernah kesini ya???" Tanya Danist lagi.


"Ah ya aku pernah beberapa kali kesini" Jawab Elea dengan cepat, tetapi dia tidak memilih untuk tidak mengatakan jika ini milik Ariel.


"Sudah ku duga pasti kau pernah kesini, ayo turun"


Danist dan Elea turun dari mobil dan langsung berjalan menaiki beberapa anak tangga sebelum masuk ke dalam restoran. Seorang waiters datang dan menyapa mereka, dan Danist mengatakan jika dia sudah melakukan rereservasi. Danist dan Elea kemudian diantarkan ke meja yang sudah mereka pesan. Danist ternyata memilih meja yang berada di dekat jendela karena dengan itu dia dan Elea bisa menikmati makanan sambil melihat suasana diluar.


Setelah melihat-lihat buku menu, mereka mulai memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, Elea dan Danist mengisi waktu mereka dengan mengobrol. Suasana restoran ini begitu menyenangkan dan begitu elegan. Tak kalah cantiknya adala suasana romantis benar-benar bisa dirasakan saat pertama kali memasukinya. Sepertinya tempat ini seolah memang sengaja di peruntuhkan untuk pasangan-pasangan yang ingin menikmati makanan dengan nuansa romantis. Saat tengah asyik mengobrol, tak sengaja Danist melihat seorang perempuan berjalan dari arah parkiran.


"Sayang, lihat itu, itu bukannya sekretarisnya pak Aditya ya???" Gumam Danist dan menunjuk ke arah Maysa yang sedang berjalan.


"Iya, itu Maysa sekretarisnya Aditya, mungkin dia akan makan malam disini"


"Kurasa juga seperti itu"