
Akhirnya sampailah mereka ke sebuah hotel, Aditya mengantar Cahya dan menyuruhnya untuk dihotel saja sampai dia kembali dari kantor. Aditya menghindarkan Cahya dari gangguan Cheryl, entah kenapa dia memiliki feeling yang buruk terhadap Cheryl. Kedatangan Cheryl ke rumahnya membuat dia terus bertanya-tanya ada apa, Aditya hanya takut jika Cheryl mengatakan hal buruk tentangnya kepada Cahya dan itu bisa menimbulkan konflik diantara mereka.
Kedatangan Cheryl semalam juga sangat mencurigakan, mengatakan bahwa mobilnya mogok jika memang mogok kenapa justru datang ke rumahnya bukannya menelepon bengkel atau memanggil mobil derek. Jika bukan istrinya yang menyuruhnya untuk menginap, Aditya pasti sudah menyuruh Cheryl untuk pergi membawa mobilnya saja.
Memikirkan Cheryl justru membuat Aditya pusing, itu sebabnya dia memutuskan untuk membawa Cahya pergi dari rumah sementara, untuk menghindari Cheryl. Istrinya itu terlalu baik menjadi orang saking baiknya justru membuat Aditya khawatir, dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada Cahya, seperti kasus dengan Theo dulu. Aditya tidak ingin itu terjadi lagi.
****
Cheryl merasa kesal usahanya semalam kurang berjalan dengan baik. Hari ini dia akan mencoba lagi untuk bisa berbicara dengan Cahya membahas Aditya, bagaimana pun dia harus berhasil. Dia akan datang lagi nanti siang ke rumah Aditya dan bertemu dengan Cahya.
Dan Rama, Cheryl masih bingung kenapa bisa Rama ada disini bahkan tadi bertemu dengan Aditya. Dia sangat berharap Rama tidak membahas apapun tentangnya. Cheryl sangat marah kenapa tadi Cahya harus memanggil namanya saat bertemu dengan Rama.
" Aaaaarrrrggghhhh shiiiit" Cheryl berteriak kencang.
Aditya juga mulai menghindarinya sejak malam itu, dan rencananya untuk membuat Aditya dan istrinya bertengkar juga sepertinya gagal karena dia tidak melihat hal yang biasa terjadi jika suami istri sedang berkonflik, justru Aditya semakin menunjukkan keromantisannya pada Cahya. Saat tadi dimobil, Aditya tidak melepaskan pelukannya pada istrinya sama sekali bahkan Cahya menyandarkan kepalanya di dada Aditya. Cheryl merasa kesal karena itu.
****
Cahya tidak tahu harus berbuat apa, dia seperti disekap oleh suaminya sendiri tetapi tidak apa, setidaknya suaminya itu membuatnya merasa nyaman tanpa gangguan dari Cheryl. Karena merasa bosan Cahy amengambil ponselnya dan akan menghubungi Elea, karena besok adalah hari pernikahan sahabatnya itu dengan Ariel. Cahya merasa penasaran bagaimana persiapan pernikahan mereka.
Cahya mencari nama Elea di ponsel nya dan langsung menghubunginya via panggilan video.
" Hai calon pengantin baru" Sapa Cahya dengan wajah yang sumringah.
" Hai sayangku... Apa kabarmu" Tanya Elea.
" Aku baik, bagaimana apa semuanya lancar persiapan dan yang lainnya?"
" Semua lancar, hanya saja aku sedikit takut hubunganku dengan Ariel baru beberapa bulan tetapi aku tidak menyangka dia ingin menikahiku secepat ini"
" Hei apa yang kau katakan, kau menikah atas dasar saling mencintai lalu bagaimana denganku dan Aditya?? Apa kau lupa? Kami menikah tanpa persiapan apapun, cinta? Apa itu cinta bahkan aku tidak mencintainya saat itu, hubungan kami sangat rumit setelah pernikahan tapi sekarang lihatlah aku sangat bahagia dengannya, El percayalah Ariel adalah laki-laki yang sangat baik, Adit pernah mengatakan padaku bahwa kau sangat beruntung mendapatkan Ariel karena dia sangat mencintaimu, dan dia tidak pernah main-main ketika menjalani sebuah hubungan, percayalah Tuhan mengirimkannya untuk menemanimu"
" Kau benar aku selalu melihat cinta dimatanya, kalau bukan karena kau dan Aditya pasti aku tidak akan pernah bertemu dengan Ariel, dan sekarang aku hanya sedikit nervous Ca" Mata Elea berkaca-kaca dan dia mengibaskan sebelah tangannya agar tidak menangis.
" Semuanya akan baik-baik saja, aku tidak sabar untuk melihat betapa Cantiknya Elea ku dengan balutan gaun pengantin, sayang aku tidak bisa datang secara langsung, tapi aku sudah bicara pada Chika dia akan menghubungiku agar bisa memantau pernikahanmu"
" Aku meminta semua keluargamu untuk datang, karena aku juga menganggap mereka bagian dari keluargaku, Ca aku tidak sabar untuk bertemu denganmu disana"
" Aku juga, aku akan membawamu ke rumah kami disini sebelum kami mengantar kalian ke hotel yang sudah kami siapkan, kau pasti akan sangat menyukainya"
Cahya menutup panggilan videonya dengan Elea, dia merasa sangat bahagia, tidak menyangka jika pertemuannya dengan Aditya dulu juga membawa kisah lain untuk sahabatnya. Cahya berdoa semoga kebahagiaan sellau mengiringi perjalanan cinta 2 sahabatnya itu.
****
Aditya menghubungi Cahya untuk bersiap karena akan mengajaknya makan siang, dan akan dijemput oleh supir segera. Cahya pun bersiap dan benar ternyata supir sudah menjemputnya lalu membawanya pergi menyusul Aditya yang sudah menunggunya.
Akhirnya sampailah Cahya disana dan Aditya melambaikan tangannya. Cahya sangat senang karena jarang sekali mereka makan siang bersama. Keduanya menikmati makanan yang disajikan sambil mengobrolkan beberapa hal , dan Cahya juga memberitahu Aditya jika tadi dia mengobrol dengan Elea.
Disisi lain Cheryl kembali lagi ke rumah Aditya, dia masih ingin melanjutkan misinya untuk bertemu dengan Cahya, bagaimanapun caranya dia harus berhasil. Cahya pasti sudah kembali kerumah karena hari juga sudah siang.
Aditya menatap Cahya dalam dan memegan tangan istrinya seolah ingin mengatakan sesuatu padanya.
" Sayang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Ucap Aditya dengan suara pelan tetapi terdengar tegas, membuat Cahya sedikit ketakutan, karena seperti tidak siap jika apa yang dikatan suaminya itu adalah hal yang tidak ingin dia dengar.
" Mengatakan apa? Kau membuatku takut"
Aditya tertawa melihat ketakutan diwajah istrinya, dan Cahya terlihat semakin bingung kenapa justru suaminya itu tertawa.
" Hahaha jangan takut, aku tidak akan meledakkan bom didepanmu sayang, oke akan aku katakan, aku ingin mengajakmu untuk pindah dari tempat tinggal kita sekarang?"
" Pindah?? Kenapa pindah?"
" Tenanglah dulu, aku mengajakmu pindah karena aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada Cheryl, aku tidak mau dia membual yang tidak-tidak padamu jika aku tidak dirumah, aku sangat tahu kau itu orang yang polos dan mudah sekali dibodohi orang lain karena mereka tahu cara memanfaatkan sikap baikmu, mengingat Cheryl itu sejak dulu adalah orang yang tidak mudah menyerah, aku hanya ingin menghindarkan kau darinya itu saja"
" Tapi aku sangat menyukai rumah kita yang sekarang, tempat itu sangat indah, aku tidak mau pindah, aku bisa bosan jika tidak tinggal ditempat seperti rumah itu"
" Hei dengarkan aku, jangan khawatir aku akan membawamu tinggal ditempat yang lebih indah dari yang sekarang, aku sedang meminta kantor untuk mencarikan tempat yang bagus untuk kita tinggali, aku meminta dicarikan tempat tinggal didekat danau, kau akan lebih suka dengan pemandangannya"
" Benarkah?? Awas saja kalau pemandanga tempat itu tidak seindah pemandangan dirumah yang sekarang, lalu kita akan pindah kapan?"
" Kita butuh waktu beberapa hari hingga sekitar 2minggu paling lama, tidak usah pikirkan itu karena sudah ada yang mengurusnya"
Setelah Cahya menyetujui rencana nya, Aditya sangat merasa senang dan bisa menjauhkan istrinya dari gangguan Cheryl yang bisa saja akan merusak rumah tangga nya. Aditya lalu mengantar Cahya kembali ke hotel sebelum dia sendiri kembali ke kantor.
Cheryl sudah sampai dirumah Aditya, kali ini dia akan beralasan jika mobilnya sudah selesai diperbaiki dan memutuskan untuk berterima kasih pada Cahya karena sudah memberinya tempat untuk menginap. Lalu setelah itu dia akan mencoba mempengaruhi Cahya dengan menceritakan bagaimana dulu perjuangan Aditya saat mengejarnya, karena sepertinya Cahya sangat mudah dipengaruhi. Jika itu berhasil, Cheryl yakin Aditya akan berkonflik dengan Cahya nantinya dan dia bisa masuk diantara mereka.