SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 409



"Gie....!!! Sepertinya aku tidak perlu menjenguk Kyra, aku juga tidak begitu mengenalnya...!"


Gienka tertawa, karena benar saja, Axel sudah ketakutan lebih dulu ketika dia mencoba mengerjainya. Axel memang terkadang seperti itu, akan merasa rendah diri lebih dulu padahal belum mencobanya. Dan kali ini Gienka berhasil mengerjainya. Tentu saja orangtua Kyra tidak sejahat itu atau protektif berlebihan kepada anak-anaknya. Mereka adalah orangtua yang baik, terbuka, ramah dan membiarkan anak-anaknya mengeksplor kemampuannya sendiri tanpa mengekangnya, tetapi tetap saja mereka tidak akan pernah membiarkan kedua anaknya merasa tidak aman ataupun tidak nyaman, sebisa mungkin mereka akan melakukan yang terbaik untuk Kyra ataupun Kyros. Gienka juga tahu apa yang pernah di alami oleh Axel beberapa waktu yang lalu, jadi dia mengerti apa yang ditakutkan oleh lelaki itu saat ini.


"Hei.... Kenapa kau tiba-tiba membatalkan rencanamu?? Aku sudah menyetujui untuk mengantarmu dan kau malah membatalkannya. Axel...! Cmon whats wrong??? Aku hanya bercanda tadi...!" Ucap Gienka.


"Shiiitt ....! Jadi kau bercanda??? Kau ini Gie...! Berarti Kyra bukan anak dari pemilik Hs enterprise donk???"


"Kyra memang putri mereka, semua fakta itu benar adanya hanya saja keluarga mereka bukanlah keluarga yang menakutkan seperti apa yang ada dibayanganmu, kedua orangtua Kyra sangatlah baik, jadi jangan khawatir!!!"


Axel terdiam cukup lama lalu kembali membatalkan rencananya. Bukan karena apa, sebelum ini berlanjut terlalu jauh, dan perasaannya pada Kyra lebih dalam, lebih baik dia menyerah lebih awal. Beberapa tahun yang lalu dia pernah patah hati saat perasaannya pada seorang perempuan dipatahkan karena perempuan itu berasal dari keluarga kaya raya, mereka menganggap Axel hanya akan jadi beban keluarga mereka karena Axel hanya seorang pemain bola dari club yang tidak terlalu besar, dan Axel bukanlah pengusaha seperti yang mereka inginkan. Tetapi berkat keinginannya yang kuat, Axel tidak mau menyerah dan ingin sekali menunjukkan pada mereka yang pernah menyepelekan pekerjaannya dengan menjadi pemain yang punya skil hebat, sehingga bisa memiliki harga tinggi. Dan saat ini dia sudah mendapatkan kontrak untuk bergabung dengan club sepak bola yang bagus dan dibayar sangat tinggi, sehingga tidak ada lagi yang bisa meremehkannya. Hanya saja mengenai Kyra, Axel masih sedikit trauma dengan hal serupa yang pernah dialaminya.


"Ayolah Axel...!!! Sebenanrnya sebelum tadi kau memintaku mengantarmu, aku sudah berniat ke rumah Kyra, dna ketika kau mengatakan itu aku senang sekali karena ada teman" Gumam Gienka kemudian dilanjutkan menjelaskan semuanya tentang Kyra dan Keluarganya yang tidak semenyeramkan yang dibayangkan oleh Axel. Gienka juga mendesak Axel dengan mengatakan bahwa akan bagus jika Axel datang karena disana nanti pasti keluarga Kyra akan mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah memberi pertolongan pertama pada Kyra sehingga luka Kyra tidak terlalu parah.


"Axel...!!! Orangtua Kyra itu seperti orangtuaku, mereka bersahabat, jadi aku tahu betul karakter mereka, andai saja orangtuaku menganut sistem feodal tentu aku juga tidak akan diijinkan Papaku untuk berteman denganmu hahaha, begitu juga dengan keluarga Kyra, mereka tidak seperti itu, kita berangkat besok oke???"


Axel terdengar menghela napasnya panjang kemudian berucap. "Baiklah... Besok aku akan menjemputmu? Kau ingin dijemput dimana???"


"Nah gitu dong.... Aku sekarang ada dirumah Papaku, jemput aku disana saja!"


"Baiklah...!!" Axel kemudian menutup panggilannya.


Axel setuju karena dia sudah terlanjur meminta oada Gienka. Andai saja dia tahu siapa Kyra dari awal tentu saja dia tidak akan berani mengatakannya pada Gienka. Setelah ini Axel tidak akan lagi melanjutkan memiliki ketertarikan pada Kyra, perempuan itu sepertinya terlalu sempurna dan memiliki segalanya. Keluarganya juga tidak main-main, mereka orang besar dan memiliki banyak pengaruh.


Di tempat lain, Cahya sudah selesai membantu Kyra mengganti pakaiannya dan membawa putrinya itu ke tempat tidurnya dan disana sudah ditunggu oleh Aditya. Kemudian Aditya membantu Kyra ke tempat tidur, setelahnya memandang wajah putrinya itu dengan tatapan menuduh. Entah kenapa Aditya merasa ada sesuatu yang tengah disembunyikan oleh Kyra.


"Menyembunyikan sesuatu??? Apa maksud Apap??? Aku tidak sedang menyembunyikan apapun...!" Ujar Kyra seraya meminta maaf kepada Tuhan karena dia sudah membohongi kedua orangtuanya.


Tiba-tiba Kyra ingat sesuatu, dia harus bisa mengalihkan perhatian Apapnya agar tidak terus menanyainya tentang lukanya. "Oh iya, Ky sudah menelepon kalian kan??? Apa yang dikatakannya? Apa dia akan pulang??? Tadi dia menghubungiku tapi Gienka yang mengangkatnya?? Apa yang dikatak Ky kepada kalian..?"


Cahya tersenyum dan mengatakan jika mereka berbicara dengan Kyros hanya sebentar saja, dan Kyros sedang dalam keadaan baik tetapi masih perlu waktu untuk pemulihan. Tidak ada pembahasan apakah Kyros akan pulang atau tidak karena tentu saja setelah kembali, pekejaan lainnya juga sudah menunggu Kyros. Jadi Kyros pasti tidak akan pulang dalam waktu dekat.


"Aku sudah menduganya, pasti dia tidak akan pulang, tetapi bukankah ide bagus jika kita datang saja kesana! Gimana Pap??? Aku sangat merindukannya...!" Ujar Kyra dengan perasaan bahagia.


"Benar kata Kyra, kita sepertinya harus datang kesana untuk bertemu dengan Ky, carilah waktu luang agar kita bjsa kesana??" Kali ini Cahya menimpali ususlan dari Kyra.


"Itu ide yang bagus, tetapi bukan dalam waktu dekat inj, mengingat Ky pasti akan sangat sibuk begitu juga denganku, kalian tahu kan bahwa kita baru saja membeli club sepak bola, dan aku masih harus mengurus segala keperluannya tentang administrasi para pemain yang sudah kita rekrut dan yang lainnya. Kyra sayang...! Apap ingin kau membantu Apa mengurus hal ini"


Kyra tersenyum dan mengangguk. " Iya Pap, tenang saja, aku akan membantu!!"


Ya, Aditya memang baru saja membeli sebuah club sepak bola. Bagi Aditya itu adalah investasi yang cukup tinggi, dan dia tidak ingin stagnan disitiu-situ saja, jadi dia tidak pernah berhenti untuk mencoba hal baru sehingga dia bisa mengetahui mana saja investasi yang cocok dan menghasilkan banyak keuntungan. Dan kali ini dia berharap club sepak bola yang baru di belinya itu bisa menjadi club besar. Dan tidak main-main, Aditya sampai membeli beberapa pemain hebat dari luar untuk memperkuat timnya. Selain itu Aditya juga sedang membangun sekolah sepak bola untuk anak-anak, sehingga kelak mereka juga bisa menjadi bagian dari tim sepak bolanya. Sebelum memutuskan hal itu, tentu Aditya sudah mempertimbangkan semuanya dengan baik, juga sudah meminta saran dari Kyros dan Kyra sebelumnya. Dan kedua anaknya menyetujuinya, jauh dari nilai bisnis, akan banyak manfaat yang akan di dapatkan oleh Aditya nantinya, yaitu bisa menghasilkan anak-anak hebat dalam permainan bola.


"Baiklah, sekarang beristirahatlah, dan besok ketika bangun, panggillah kami, jangan sampai kau banyak bergerak yang akan memperburuk keadaanmu" Aditya mendaratkan ciuman di kening Kyra kemudian melangkah keluar kamar putrinya, begitu juga Cahya.


Kyra tersenyum melihat kepergian orangtuanya, dan terus mengucapkan permintaan maaf kepada mereka karena sudah membohonginya.


Kyra berbaring menatap nyalang ke langit-langit kamarnya. Berbicara tentang sepak bola, dia jadi teringat dengan Axel, laki-laki yang sudah menolongnya tadi. Axel mengatakan kepadanya jika dia adalah seorang pemain sepak bola, dan dari Gienka juga mengatakan bahwa Axel pemilik pesta itu, yang sudah pasti apa yang dikatakannya tadi memang benar jika dia pemain bola. Axel sangat manis, baik dan senyumnya itu masih terngiang-ngiang di ingatan Kyra. Axel sudah membantunya, tetaoi Kyra merasa bahwa ucapan terima kasih saja belum cukup atas apa yanv sudah dilakukan Axel kepadanya, mungkin suatu saat nanti dia akan meminta Gienka mengantarnya untuk menemui Axel dan memberikan sesuatu sebagai ucaoan terima kasihnya pada laki-laki itu.