SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 91



2 hari kemudian Aditya dan Cahya mengantarvAriel dan Elea ke airport. Aditya meminta Ariel untuk tetap bisa memastikan semua keluarganya dalam keadaan baik sampai dia kembali nanti. Cahya memeluk Elea erat dan menitip salama untuk semua orang, dia sangat tidak sabar ingin segera pulang.


Saat berpelukan, Ariel lagi lagi menggoda Aditya "Aku akan siapkan banyak permen untukmu nanti jika kau sudag kembali"


"Dan aku akan membunuhmu jika kau membuat aku mengkonsumsinya" Jawab Aditya mengancam. Dan Ariel hanya tertawa mendengarnya. Ariel dan Elea pun akhirnya masuk ke bandara.


Aditya dan Cahya kembali ke mobil untuk pulang tetapi Cahya menolak dia ingin berjalan jalan dulu dan pergi berbelanja karena stok makanan dirumah juga sudah habis. "Selain sayur dan buah, cokelatku juga habis, aku akan membeli banyak" Ucap Cahya.


Aditya memandang istrinya keheranan "Setiap hari kau mengkonsusmsi cokelat, kenapa kau tidak bosan, dan kau juga bisa gemuk, aku tidak tahu kenapa kau sangat terobsesi dengan coklat disini"


"Hanya cokelat yang menemaniku, setiap hari kau mengurungku dirumah disaat kondisiku sudah membaik seperti ini, kehadiran Cheryl membuat semuanya berantakan"


"Baiklah aku minta maaf semua salahku, harusnya aku tidak berteman lagi dengan Cheryl tapi mau bagaimana semua sudah terjadi, mau tidak mau aku juga harus menjamin keamananmu Ca, oke aku janji, setiap weekend aku akan menghabiskan seluruh waktuku untuk mengajakmu berkeliling jadi kau tidak akaan merasa rugi tinggal disini"


"Benarkah??? Baiklah aku akan memegang janjimu, bagaimana weekend depan kita pergi ke tempat bersalju"


"Baiklah tuan putri, aku akan membawamu ke Glalcier 3000 kau bisa menaiki kereta salju yang ditarik oleh anjing, dan naik gondola, bagaimana? Kau mau?"


"Ah iya iya kemarin Elea menunjukkan fotonya saat berada disana, pasti itu sangat menyenangkan"


****


Akhirnya mereka sampai disebuah supermarket dan membeli beberapa bahan makanan, sayur dan buah. Aditya hanya mengikuti kemana arah istrinya pergi, dia hanya pasrah ketika melihat Cahya membeli banyak sekali cokelat dan keju. Cahya begitu terobsesi dengan cokelat dan keju disini, kadang Aditya hanya memandang keheranan saat istrinya itu memotong keju dan memakannya seperti sebuah snack. Dia bahkan membayangkan bagaimana jika mereka pulang nanti, bisa-bisa 1 koper hanya diisi oleh berbagai macam cokelat dan keju.


Disisi lain Cheryl semakin frustasi karena selalu gagal menjalankan misinya untuk memisahkan Aditya dan Cahya. Seolah Aditya sudah bisa membaca keadaan dan menghindarinya saat ini. Kemarin dia baru saja pergi kerumah Aditya tapi lagi lagi dia tidak menemukan satu orang pun disana. Cheryl sangat frustasi dengan keadaannya sekarang.


Setelah puas berbelanja Aditya dan Cahya memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Sesampainya dirumah, Cahya langsung membereskan semua belanjaannya dibantu Aditya. "Mau makan malam apa nanti??" Tanya Cahya.


Aditya menghentikan kegiatannya membongkar belanjaan, dia tersenyum sambil memikirkan sesuatu.


Cahya hanya diam tanpa ekspresi menatap Aditya. "Kau pergi saja mandi sekarang, biar aku yang membereskan semuanya, aku akan membuatkannya untukmu nanti" Jawab Cahya datar yang membuat Aditya sedikit kebingungan apakah ada yang salah dengan ucapannya. Aditya pun akhirnya masuk ke kamar untuk mandi seperti perintah istrinya.


Cahya terdiam memikirkan ucapan Aditya, ternyata benar jika akan ada saatnya suaminya itu akan membahas tentang memiliki anak lagi. Sedangkan dirinya masih belum siap untuk hamil dan masih menyisahkan kepedihan jika mengingat masa sulitnya saat kehilangan bayi pertamanya. Tetapi selama ini dia lupa kenapa tidak terpikirkan untuk memasang alat kontrasepsi atau yang lainnya, mungkin nanti dia akan membicarakannya dengan Aditya, pasti suaminya itu akan mengerti dan memahaminya karena selama ini Aditya selalu setuju dengan semua yang ia inginkan.


****


Setelah selesai makan malam, Cahya membereskan semuanya dan Aditya masuk ke kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Cahya harus segera membereskan piring dan gelas yang dipakai untuk makan malam dan berbicara dengan suaminya untuk membahas keinginanya menunda memiliki anak.


Cahya masuk dan menghampiri Aditya, dia duduk disampingnya dan memegang tangannya. "Jika aku meminta sesuatu padamu, apakah kau akan menyetujuinya?" Tanya Cahya pelan.


"Tentu saja, apapun akan kuberikan jika istriku memintanya"


"Aku minta maaf sebelumnya tetapi bisakah untuk saat ini kita menunda dulu untuk memiliki bayi?"


Sontak Aditya terkejut dan menatap Cahya keheranan, kenapa bisa istrinya berpikir seperti itu. "Apa?? Kenapa harus seperti itu?"


"Untuk saat ini aku belum siap, aku masih merasa terguncang dengan kejadian itu, aku takut aku tidak bisa lagi menjaga diriku jika aku hamil lagi"


"Cahya sayang, apa yang kau katakan, aku tidak akan pernah lagi membiarkan hal buruk terjadi padamu, dan kali ini aku sangat menolak permintaanmu, anak adalah anugrah Tuhan, jika waktunya dia akan memberikannya pada kita mungkin kemarin belum rezeki kita untuk memilikinya tetapi bukan berarti itu menjadikanmu bisa berpikir bahwa itu adalah kesalahanmu karena tidak bisa menjaganya, trust me, semua akan baik baik saja, aku tidak akan lagi berbicara tentang membahas anak tetapi kau juga harus berjanji untuk tidak membahas tentang keinginanmu menunda momongan, kita jangan lagi berkubang dengan keegoisan diri kita masing-masing kenapa? Karena keegoisan itu bisa memberi dampak yang buruk untuk diri kita, ayo kita belajar dari yang terjadi kemarin, kita jalani pernikahan kita ini apa adanya, biarkan Tuhan yang memutuskan bagaimana nantinya, oke??"


Cahya membenarkan ucapan suaminya, dia tidak boleh lagi memutuskan sesuatu yang bisa membuat Aditya marah, dia juga tidak boleh selalu bersikap egois. Cahya berpamitan pada Aditya untuk tidur lebih dulu, sedangkan Aditya masih melanjutkan pekerjaannya.


****


Hari berlalu begitu cepat, Aditya memenuhui janjinya pada Cahya, setiap weekend dia mengajak istrinya untuk jalan-jalan diberbagai tempat indah yang ada dinegara ini. Cahya sangat senang dan bahagia berada disetiap tempat yang dikunjunginya dengan Aditya. Mereka berdua benar-benar menghabiskan seluruh waktu libur Aditya dengan baik dan berbahagia bersama. Cahya tidak akan pernah bisa melupakan setiap moment indah itu, walaupun setiap harinya dia harus berada didalam rumah selama Aditya pergi, tetapi dia tidak pernah merasa bosan, karena suaminya itu tidak main-main ketika memilih tempat tinggal untuk mereka. Tempat tinggal yang menyajikan pemandangan yang luar biasa membuat penghuninya tidak akan pernah merasa bosan atau tidak nyaman.


Proyek Aditya juga sudah selesai, beberapa hari lagi mereka akan kembali untuk pulang. Cahya semakin excited dan mulai mempersiapkan kepulangan mereka. Setelah Aditya pulang, mereka akan berbelanja oleh-oleh untuk semua orang dirumah. Cahya sangat merindukan bercengkrama dengan Mama mertuanya dan juga ibunya, dia juga tidak sabar bertemu dengan Chika yang sebentar lagi akan diwisuda.