SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 314



Aditya membuang muka dan terkekeh mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Mama Cyntia. "Anda menanyakan tentang ajaran sopan santun dari orangtua saya??? Apa saya tidak salah dengar?? Lalu bagaimana dengan Cyntia? Apa dia sudah mendapatkan ajaran sopan santun serta bagaimana cara bersikap baik dari orangtuanya??? Apa yang sudah kalian ajarkan padanya??? Cara membakar rumah orang lain?? Atau cara melenyapkan orang lain? Atau mungkin juga cara menghina dan merendahkan orang lain yang dia pikir tidak sederajat dengannya? Sebenarnya kalian itu mendidiknya atau tidak selama ini, hingga anak kalian memiliki sifat dan sikap yang begitu menakutkan"


Pandangan penuh kemarahan dari Mama Cyntia ke Aditya justru hanya membuat Aditya ingin tertawa melihatnya.


"Kurang ajar kau! Kau anak kecil tetapi tidak bisa menjaga sikapmu pada orang yang lebih tua" Mama Cyntia sudah mengangkat tangannya dan ingin menampar Aditya tetapi dengan cepat suaminya menahannya.


"Begini saja Aditya, jika kau menilak mencabut laporanmu terhadap Cyntia tidak apa tetapi aku memohon kepadamu untuk bisa mengurangi tuntutanmu, kami akan mengganti biaya ganti rugi kebakaran yang terjadi jadi kah bisa menghapuskan tentang hal itu, tetapi permasalahan penculikan bayimu Cyntia akan mendapatkan hukumannya, kau bisa kan??? Kami akan membayar 2x lipat dari kerugian yang sebenarnya, kami sekarang sudah membawa uangnya, kau bisa mengambilnya" Ujar Papa Cyntia.


Aditya mengernyit, ternyata mereka masih belum menyerah juga. Benar-benar orang yang tidak tahu diri, datang tidak meminta maaf tetapi malah bersikap seperti ini.


"Sudah ku katakan itu tidak perlu, hanya dengan sekali menjentikkan jari, aku bisa membuatkan 100 tempat usaha untuk ibu mertuaku dalam waktu yang bersamaan jika beliau mau, perbuatan Cyntia kemarin sudah tidak bisa lagi ku tolerir, ini sudah kesekian kalinya dan tidak akan kubiarkan juga dia bisa lolos dari jeratan hukum seperti waktu itu, entah apa yang sudah kalian lakukan sehingga dia bisa keluar lebih cepat dari yang seharusnya, tetapi kali ini ku pastikan itu tidak akan terjadi lagi, jangan harap hanya dengan uang kalian bisa membungkam keluargaku, tidak akan pernah! Bawa saja kembali uang kalian!!"


"Kau angkuh sekali, kau tidak sadar sedang berurusan dengan siapa? Kami pasti akan membalas kesombonganmu" Ancam Mama Cyntia.


Elea hanya bisa menghela napasnya dan tidak habis pikir jika kedua orang ini tidak jauh berbeda dengan Cyntia, terlebih Mama Cyntia, wanita tua ini benar-benar tidak memiliki urat malu sama sekali. Sudah jelas bahwa anaknya melakukan kejahatan tetapi dia malah masih bersikap angkuh dan menganggap remeh semua perbuatan buruk Cyntia. Jika bisa Elea ingin sekali bisa meremas mulut Mama Cyntia, karena ucapan dan sikap mereka yang semena-mena. Bahkan datang juga tanpa mengucapkan permintaan maaf pada Cahya ataupun Aditya.


Sementara Cahya hanya diam menyaksikan ini, sebenarnya dia ingin sekali menampar Mama Cyntia dan menunjukkan semua hasil perbuatan Cyntia kepada Kyros. Cahya juga ingin sekali memaki wanita itu dan menghentikan kekonyolan yang terjadi saat ini. Kenapa dia jahat sekali meremehkan semua perbuatan Cyntia. Bagi Cahya tentu ini bukan masalah uang ganti rugi atau yang lainnya tetapi nyawa Kyros yang dipertaruhkan. Sayangnya Cahya tidak bisa melakukannya karena dia tidak bisa mengeluarkan suara dan saat ini Kyros sedang tidur di pangkuannya.


"Oh kalian mengancamku??? Kalian pikir aku juga tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa membuat kalian hancur? Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam aku bisa membuat usaha kalian pailit dengan menarik seluruh investor serta seluruh partner perusahaan kalian agar pindah ke perusahaan lain kemudian tidak akan ada lagi yang tersisa yang bisa kalian sombongkan, bersyukurlah kalian, dulu aku hanya membuat perusahaan kalian hancur 50%, dan aku bisa melakukannya lagi jika aku mau, tidak lagi 50% tetapi akan lebih dari 100% persen yang artinya kalian tidak akan memiliki apapun lagi, lakukan saja apa yang kalian inginkan, dan saat itu juga aku bisa menghancurkan kalian tanpa ampun" Geram Aditya.


Kali ini dia benar-benar marah dan tidak bisa lagi menahan diri untuk mengumpat kedua orangtua Cyntia. Sebagai orangtua harusnya mereka bisa tahu diri dan mengakui kesalahan putri mereka, bukan malah datang dengan kesombongan yang justru membuat Aditya semakin murka dan kesombongan itu tentu tidak akan ada artinya untuk Aditya. Sepertinya mereka lupa bahwa Aditya tentu memiliki kekuasaan lebih tinggi berkali-kali lipat dibanding mereka.


Dulu sehari setelah Aditya menjebloskan Cyntia ke penjara, perusahaanya mengalami banyak kerugian karena setengah dari rekanan bisnisnya memutuskan kerja sama dengannya. Tidak lain adalah karena pengaruh Aditya yang begitu besar bagi perusahaan mereka dan Aditya juga yang meminta mereka untuk beralih ke perusahaan lain. Dan sekarang Aditya berniat ingin melakukannya lagi, jika itu terjadi bisa habis semuanya. Bagi Papa Cyntia ancaman Aditya ini tidaklah baik, istrinya sepertinya terlalu berlebihan dan mengentengkan Aditya. Jika dia tidak segera menghentikan semua ini tentu Aditya juga tidak akan segan-segan melakukan ancamannya dengan mudah.


"Ayo kita pergi Ma" Ajaknya sambil menarik tangan istrinya.


Tetapi bukannya menuruti perintah suaminya, Mama Cyntia justru berdiri tepat di depan Aditya dengan pandangan tajam, seolah terus ingin menentang Aditya. Baginya Aditya hanyalah sebuah sampah yang tidak berguna dan dia tidak takut dengan ancamannya. Baginya ancaman Aditya tidaklah akan membawa dampak yang buruk bagi perusahaan milik suaminya, mengingat saat mereka dulu mengalami kesulitan itu bisa langsung mereka atasi, jika Aditya melakukannya lagi tentu bukan hal yang sulit bagi mereka.


"Lakukan apa yang kau mau?? Kau pikir kami takut?? Tanpa perlu kalian mencabut laporan kalian di kepolisian, aku akan menjamin bahwa putriku pasti tetap akan bebas dari penjara dengan segera, kau, istrimu, bayimu dan Ibu mertuamu hanyalah sebuah sampah yang tidak berarti apapun bagi kami" Ucap Mama Cyntia.


"Aku bilang apa tadi?? Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan jika bisa, dan sekarang cepat pergi dari ruangan ini dan jangan mengganggu waktu istirahat anakku! Pergilah! Atau kedua bodyguardku yang akan menyeret kalian keluar dari sini! Lain kali sebelum berbicara dengan orang lain lebih baik kenali dulu siapa lawan bicaramu, dan soal sampah, bukan aku atau keluargaku yang sampah, tetapi anda lah yang sampah, sampah busuk yang dihinggapi banyak belatung, harusnya anda menyadari itu, dasar tidak tahu diri" Geram Aditya lalu terkekeh.


Mama Cyntia semakin terlihat marah kepada Aditya, lalu dia melirik ke atas meja dan meraih botol air mineral kemudian menyiramkannya pada wajah Aditya dan lekas pergi keluar dari ruangan itu bersama dengan suaminya. Cahya, Elea, serta Bodyguard dan Chika terkejut dengan hal itu. Berani sekali Mama Cyntia melakukan hal itu pada Aditya.


Tanpa ekspresi, Aditya mengusap wajahnya yang basah dengan telapak tangannya. Elea yang berdiri langsung meraih tisu dan memberikannya pada Aditya.


"Harusnya dia berterima kasih kepadaku karena aku masih berbaik hati dan hanya mengancam, suaminya terlihat sudah takut dengan itu tetapi sepertinya wanita tua itu lupa sedang berhadapan dengan siapa dan sudah berani menyiram wajahku dengan air, ini bukan masalah bisnis lagi tetapi wanita tua itu sudah meremehkan semua perbuatan Cyntia kepada kita, lihat saja apa yang terjadi besok" Gumam Aditya kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Hallo May"_