SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 342



Cahya dan Aditya dalam perjalanan menuju rumah Adri untuk menitipkan si kembar disana karena mereka nanti akan datang ke acara makan malam Ariel dan tidak memungkinkan membawa Kyra juga Kyros. Dan kebetulan Chika juga sedang berada disana karena hari ini adalah hari libur. Dan mungkin nanti malam mereka juga akan menginap disana karena sudah lama juga mereka tidak kesana.


"Apa Ariel tidak terlalu buru-buru dengan keputusannya??" Tanya Cahya.


"Aku sudah menanyakan itu padanya, tetapi saat ini ibu Maysa datang kesini juga karena Ariel ingin memghindari hal yang buruk, mereka sudah sama-sama dewasa, tentu kau mengerti maksudku kan?"


"Ya aku mengerti berarti itu keputusan yang bagus yang diambil oleh Ariel, mengingat kalian para laki-laki yang tidak pernah bisa menahan hasrat kalian bahkan kalian dulu sering melakukannya dengan kekasih-kekasih kalian walaupun tahu kalian tidak berada dalam ikatan pernikahan" Ucap Cahya dengan nada menyindir Aditya.


"Sayaang....!!! Kenapa membahas masalalu, kau ini...!" Seru Aditya jengkel.


"Memang itu kenyataannya kan??? Kenapa pula kau memprotes ucapanku"


Aditya melirik Cahya dengan tatapan jengkel. Istrinya itu pasti sengaja untuk menyindirnya. "Dan dulu meskipun sudah menikah, kau tidak membiarkanku menyentuhmu, bahkan kau ketakutan sekali melihat aku tanpa memakai baju, kau berteriak dan mendorongku hingga aku terjatuh dari tempat tidur"


Kali ini ekspresi wajah Cahya langsung berganti menjadi memerah karena malu atas ucapan Aditya. Tetapi lelaki itu justru tertawa terbahak-bahak melihat ekspresinya. Cahya menoleh ke Aditya dengan pandangan tajam, bercampur kesal dan juga malu.


"Sudah ku bilang jangan memancingku karena kau akan kalah sendiri" Gumam Aditya sambil terus menertawakan Cahya.


*****


Selepas dari bandara, Ariel berhenti ke sebuah ke toko perhiasan untuk membeli cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Maysa malam nanti. Walaupun dia beberapa hari ini ada di luar kota dan tidak bisa menjemput calon mertuanya, tetapi tentu saja Ariel sudah menyiapkan semuanya dengan baik tanpa sepengetahuan Maysa jika malam nanti dia akan melamarnya dan hanya mengajaknya dan Mamanya makan malam biasa. Ariel juga sudah meminta kepada manager salah satu restorannya agar nanti malam tutup karena dia akan memiliki acara spesial disana. Dia juga meminta Aditya dan Randy serta istri mereka untuk datang juga.


Ariel melihat-lihat puluhan cincin yang ada di etalase, semua terlihat begitu cantik membuatnya sedikit bingung ingin memilih yang mana. Kemudian matanya melirik ke arah cincin dengan berlian besar berwarna biru diatasnya, terlihat sangat elegan dan begitu indah. Ariel meminta pegawai untuk mengambilnya.


Ariel melihatnya dan senyumnya melebar, cincin ini sepertinya sangat cocok dipakai di jari Maysa, dengan kilauan berliannya yang begitu indah. Ariel akhirnya memutuskan untuk memilih cincin itu saja. Tetapi dia juga tertarik ke bagian kalung. Dia meminta agar pegawai menunjukkan kalung yang bagus dan cocok untuk diberikan pada seorang kekasih.


"Bapak menyukai cincin ini kan??? Jika bapak menginginkan kalung juga, kami sebenarnya memiliki satu set perhiasan yang sama dengan cincin yang bapak pilih ini, ada kalung, anting dan gelang juga, jika bapak mau saya bisa menunjukkannya" Ucap pegawai toko perhiasan itu.


"Boleh-boleh, justru bagus jika ada yang satu set, coba tunjukkan"


Pegawai itu mengambil set perhiasan yang dia maksud tadi kemudian menunjukkannya pada Ariel. Ada kalung dengan liontin bulat dihiasi berlian berwarna biru seperti cincin itu, juga gelang serta anting berbentuk sederhana tetapi terlihat begitu cantik. Tanpa pikir panjang Ariel pun mengambil satu set perhiasan itu yang harganya ternyata mencapai ratusan juta karena berliannya. Dan bagi Ariel itu tidaklah seberapa karena yang terpenting adalah keseriusannya pada Maysa.


Ariel keluar dengan perasaan bahagia menenteng tas berisi perhiasan yang baru di belinya. Dia akan langsung ke apartemennya yang satu lagi, dan tidak akan ke apartemen yang ditinggalinya bersama dengan Maysa, karena apartemennya yang satu ini lebih dekat dengan lokasi restoran miliknya yang akan dia gunakan nanti malam untuk melamar Maysa, sekaligus untuk memastikan kondisi disana. Sedangkan Maysa nanti akan berangkat sendiri dengan sang Mama ke restoran itu.


Sementara itu di apartemen Maysa, dia disibukkan dengan kehebohan memilih gaun yang akan dipakainya nanti. Semua pakaian dia keluarga dari lemarinya dan mencobanya satu persatu. Entah kenapa Maysa melakukan ini padahal biasanya saat makan malam bersama Ariel dia biasa saja. Kehebohan itu dilihat oleh Mamanya, dan membuat sang Mama hanya memijit kepalanya, merasa heran melihat tingkah dari putri tunggalnya itu.


"Apakah seperti ini yang kau lakukan saat ingin pergi dengan kekasihmu itu???" Tanya Mama Maysa.


"Entah kenapa aku ingin sekali tampil berbeda dari biasanya Ma, ayolah bantu aku, apa ini cocok??" Tanya Maysa lagi sambil menenteng gaun berwarna merah muda itu.


Belum dijawab Mamanya, Maysa langsung melempar gaun itu di tempat tidurnya sambil bergumam bahwa dia akan tampak seperti remaja yang baru merayakan ulang tahun yang ke tujuh belas dan sangat kekanak-kanakan. Maysa kembali menenteng gaun berwarna ungu muda dan menanyakan ke sang Mama lagi.


"Itu sangat bagus May, kau akan sangat cantik memakainya" Ucap Mamanya.


"Ah tapi aku tidak memiliki anting yang pas dengan gaun ini"


"Hehehehe" Maysa tertawa tetapi kemudian dia menemukan gaun berwarna silver yang sepertinya memang sangat bagus untuk dipakainya. Dia kembali meminta persetujuan dari Mamanya dan Mamanya mengatakan gaun itu memang sangat pas.


*****


Malam tiba, Maysa dan Mamanya turun dari mobil dan memasuki restoran itu. Dengan tatanan rambut serta make up sederhana dan gaun berwarna silver, Maysa terlihat sangat cantik. Ariel tadi sudah memberitahunya dimana meja mereka, akan tetapi saat masuk mereka sudah disambut oleh pelayan kemudian langsung diantar ke meja itu. Sementara Ariel saat ini sudah dalam perjalanan dan akan sampai dalam beberapa menit. Maysa melihat keadaan restoran itu yang sangat sepi, tidak ada pengunjung selain dirinya dan Mamanya.


"May, kenapa tidak ada pengunjung, apa mungkin kau salah tempat??" Tanya Mamanya, ternyata Mama Maysa juga menyadari hal itu.


"Tidak Ma, kalau salah restoran tentu kita tidak akan disambut seperti tadi" Ucap Maysa.


Seorang pelayan kemudian datang menghampirinya dan mengantarkan minuman padahal dia dan Mamanya belum memesan apapun. Maysa heran dan menanyakan hal itu pada si pelayan, tetapi kemudian dia mendapat jawaban bahwa Ariel sengaja mengosongkan restoran dan sudah meminta disiapkan menu istimewa untuknya dan Mamanya. Pelayan itu membuka botol Champagne yang terlihat mewah itu dan menuangnya di gelas. Juga ada orange jus di dalam gelas lainnya.


Maysa tersenyum tidak menyangka jika Ariel melakukan semua ini hanya untuknya dan Mamanya. Padahal Ariel bisa kehilangan banyak uang jika melakukan ini. Maysa menyesap Champagne yang ada di depannya dan terlihat sangat menggoda dengan warna emasnya.


"May, lipstikmu sedikit belepotan, lebih baik kau ke kamar mandi dulu" Gumam sang Mama.


Dengan cepat Maysa mengambil cermin di tasnya dan benar saja, ada sedikit goresan lipstik di ujung bibirnya. "Mama benar, kalau begitu aku ke toilet sebentar, sebelum dia datang, mama mengobrol saja dengannya jika dia sudah datang dan aku belum sampai disini lagi"


Mamanya menganggukkan kepalanya dan Maysa juga berdiri dari kursinya kemudian berjalan menuju toilet.


Ariel akhirnya sampai di parkiran dan dibelakangnya ada mobil Aditya juga mobil bodyguard Aditya dan Cahya. Aditya melempar senyumnya saat melihat penampilan Ariel begitu rapi membuat sahabatnya itu tersipu malu. Ariel menghampiri Aditya dan juga Cahya, kemudian mengajak mereka untuk masuk lebih dulu karena Randy dan Chitra juga sudah ada dalam perjalanan dan sebentar lagi akan sampai.


"Wadoow kau seperti pangeran dari negeri entah berantah" Puji Aditya.


"Berhentilah mengejekku, ayo masuk, mobil Maysa sudah ada disini, dia pasti sudah menunggu"


"Adit benar Iel, kau perfect" Sahut Cahya kemudian.


Ariel menarik napasnya dalam-dalam dan menghelanya, dia benar-benar merasa sangat deg-degan, ini seperti perasaan yang sama saat dia dulu ingin menemui orangtua Elea. Ada sedikit ketakutan tetapi semoga semuanya berjalan dengan lancar. Aditya menepuk pundaknya dan memberikan dukungan pada Ariel. Mereka bertiga kemudian berjalan memasuki restoran itu.


Dan saat masuk, Ariel melihat hanya ada seorang perempuan duduk disana sendirian membelakanginya, tetapi dari perawakannya tentu itu bukan Maysa, mungkin dia adalah Mama Maysa, dan pujaan hatinya itu entah kemana. "Itu mungkin Mama Maysa" Gumamnya pada Aditya dan Cahya.


"Lalu kemana Maysa??" Tanya Cahya.


"Emtahlah, mungkin dia sedang berada di toilet" Jawab Ariel.


"Are you ready Iel???" Ucap Aditya.


"Fuuuuuhhhh...." Ariel menghela napasnya dari mulutnya. "Yosh... Im ready!!"


Perlahan mereka bertiga mendekati Mama Maysa yang sedang duduk sendirian, lalu dengan sopan Ariel menyapanya. "Selamat malam tante, maaf saya sedikit terlam....." Belum selesai berbicara, Ariel di buat terdiam saat wanita itu menoleh ke arahnya.