SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 289



"Tetapi bukankah kemarin dia di Swiss???"


"Iya, dia kesana setelah liburan dari Holland dan sebelum itu dia umroh, entahlah detailnya seperti apa, Adit yang lebih tahu"


Elea terdiam, dia tidak menyangka jika alasan Ariel kemarin menghilang adalah karena lelaki itu melakukan perjalanan umroh. Pada akhirnya akan ada masa dimana seseorang akan bisa merubah sikap atau sifat buruknya, Ariel membuktikannya. Pantas saja lelaki itu mengatakan jika dia ingin menjadi Ayah yang baik untuk Gienka, dan ternyata inilah alasan dibalik itu, Ariel benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Elea merasa sangat senang, dan berharap semoga Ariel tidak lagi menjadi seperti kemarin.


Elea tersenyum melihat ke bawah dimana Ariel tampak bahagia mengajak Gienka bermain. Memang tidak bisa di pungkiri Gienka seolah memiliki ikatan bathin yang sangat kuat dengan Ariel. Ariel juga sudah berjanji akan bekerja sama dengannya untuk kebahagiaan Gienka.


"Oh iya Ca, tadi tidak sengaja saat aku dan Danist datang ke sebuah Cafe Bakery membeli kue dan disana aku bertemu dengan Theo"


"Theo????"


"Iya, dia ternyata bekerja disana sebagai pelayan"


"Pelayan???"


"Astaga Ca, kenapa kau mengulang ucapanku, kasihan dia tubuhnya lebih kurus dari yang terakhir saat aku melihatnya, mungkin dia tekanan bathin karena ulah istrinya yang tidak waras itu hahaha"


"Aku pernah bertemu dengannya saat di supermarket, waktu itu aku dan Adit sedang berbelanja, dia mengejarku dan aku ketakutan, akhirnya Adit memarahinya dan hampir memukulnya untuknya pihak keamanan melerai mereka, dan dia diusir dari tempat itu, sejak kejadian penculikan itu aku benar-benar ketakutan dan tidak ingin lagi bertemu dengannya, aku kehilangan janinku karena Theo"


"Aku mengerti yang kau rasakan Ca, semua perbuatan Theo ataupun Cyntia sangat tidak manusiawi, semoga mereka juga segera disadarkan, terutama nenek lampir itu, setiap mengingatnya membuatku muak saja"


Cahya terkekeh mendengar Elea menyebut Cyntia sebagai nenek lampir. Elea memang seperti itu jika dia tidak menyukai seseorang. Mendengar nama Cyntia membuat Cahya teringat bahwa perempuan itu sudah tidak pernah lagi terdengar kabarnya, mungkin saat ini Cyntia sudah berubah dan hidup bahagia dengan Theo.


Hari sudah sore, setelah mengobrol di balkon kamar Cahya, Elea mengajak Cahya untuk turun. Dan mereka bergabung bersama Danist, Randy dan Aditya diruang tamu, tampaknya Ariel juga masih berada di halaman belakang. Tak berapa lama Ariel akhirnya kembali bersama Gienka lalu memberikannya pada Elea, kemudian Randy berpamitan untuk pulang. Mendengar Randy akan pulang, Elea dan Danist juga memutuskan untuk ikut Randy karena selain menjenguk ibu Cahya, mereka juga berniat menemui Chitra yang sebelumnya juga sempat sakit.


*****


Beberapa hari kemudian...


Setelah meeting dengan kliennya di restorannya, Ariel mengemudikan mobilnya menuju kantor Aditya. Dia sudah ada janji bertemu dengan sahabatnya itu untuk membahas proyek besar yang akan mereka tangani. Selain bertemu dengan Aditya, Randy juga akan disana, ini adalah kesekian kalinya mereka bertiga berkolaborasi menjalin kerjasama, menyatukan bisnis mereka yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan.


Ariel mengemudikan mobilnya dengan santai dan tidak mengebut karena masih banyak waktu. Entah kenapa saat ini dia merasa hidupnya lebih ringan, seolah semua beban dan berbagai hal buruk yang sering dia pikirkan kini hilang begitu saja. Hidupnya semakin bahagia walau dia dalam keadaan sendiri, terlebih lagi jika mengingat Gienka, putri kecilnya itu telah membuatnya menyadari semua kesalahannya. Gienka tumbuh dengan sangat baik, dan semakin cantik dan lucu. Ariel sangat tidak sabar saat putrinya memanggil dirinya dengan sebutan Papa, itu pasti akan jadi moment yang membahagiakan, terlebih lagi kemarin Aditya sempat bercerita kepadanya bahwa Kyros dan Kyra sudah bisa memanggilnya bahkan kedua bayi itu memiliki panggilan khusus untuk Aditya dan Cahya. Mendengar itu, dia sangat tidak sabar menunggu Gienka bisa melakukannya padanya suatu hari nanti.


Ariel juga masih berusaha untuk melupakan semua kenangan indahnya bersama Elea, bukan melupakan tetapi merubah itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, mengambil baiknya dan membuang buruknya. Elea hanya bagian dari masalalu indahnya, dan perempuan itu sudah cukup menderita karenanya, membiarkan dia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang adalah kewajibannya agar tidak menimbulkan dampak buruk untuk Gienka nantinya.


Sambil mengemudi Ariel menikmati lagu-lagu yang dia putar dan sesekali bersenandung dengan merdu.


"Hello, it's me, your ex, I called to say not sorry, but I wish you the best, and I don't hold no grudges, promise this ain't a test, we okay, we okay...!!"


Ariel bernyanyi sambil tersenyum, karena sepertinya lagu yang berputar saat ini sangat cocok untuk suasana hatinya sekarang. Dimana lagu itu menceritakan tentang kisah patah hati yang biasanya cenderung emosional berubah menjadi lebih bahagia dan berevolusi. Tidak ingin berkutat pada sakit hati yang mendalam, lagu ini seakan mengajak yang mendengar untuk lebih fokus dan berdamai pada kegagalan hubungan, menjadi diri yang lebih baik dan tidak menyimpan dendam. Bahkan juga mendoakan agar bisa sama-sama mendapatkan kebahagiaannya sekarang.


Ditengah senandungnya, tiba-tiba Ariel melihat seorang perempuan sibuk dengan ponselnya bersandar di sebelah mobil. Ariel melewatinya tetapi kemudian menghentikan mobilnya saat dari kaca spionnya dia melihat bagian depan mobil perempuan itu terbuka yang mengisyaratkan jika sepertinya mobil itu mengalami kerusakan.


Ariel memundurkan mobilnya dan berhenti di depan mobil yang mogok itu. Ariel keluar dan berjalan menghampiri perempuan itu. Melihat kedatangan Ariel, perempuan itu menutup ponselnya dan tersenyum.


"Pak Ariel, selamat siang pak"


"Siang May, ini mobilmu? Kenapa May?"


"Iya pak ini mobil saya, tidak tahu kenapa tiba-tiba mogok padahal saya sedang buru-buru untuk kembali ke kantor" Ujar Maysa.


"Jam segini kamu baru mau ke kantor??"


"Ah tidak pak, saya baru saja meeting dengan klien diluar karena pak Aditya sedang ada kesibukan di kantor jadi menyuruh saya untuk pergi"


"Oke, kalau kau buru-buru ikut saja denganku, kebetulan aku akan menemui Adit dikantornya, masalah mobilmu tinggalkan saja, aku akan menghubungi bengkel kenalanku untuk mengurusnya"


Ariel kemudian mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi seseorang yang sepertinya orang bengkel lalu menyebutkan lokasinya saat ini agar segera bisa datang dan membetulkan mobil Maysa.


"Ayo May, tinggalkan saja disini, mereka sedang dalam perjalanan kesini, ambil barang-barangmu di mobil"


Maysa kemudian mengambil tas dan dokumen-dokumen yang akan di bawanya ke kantor. "Maaf saya merepotkan bapak" Gumamnya sambil menundukkan kepala.


"Tidak merepotkan May, kita kan satu tujuan, ayo silakan" Ariel membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Maysa untuk masuk.