
2hari kemudian Cheryl mendatangi kantor dimana Aditya bekerja disana, sayangnya usaha Cheryl sia-sia dikarenakan ternyata Aditya sudah tidak disana karena pekerjaannya sudah selesai beberapa waktu yang lalu. Dan ketika Cheryl menanyakan alamatnya, mereka tidak bisa memberikannya dan bahkan mengatakan bisa saja Aditya sudah kembali ke negaranya. Cheryl menjadi semakin frustasi, belum juga dia memulai rencananya ternyata Aditya sudah melangkah lebih jauh darinya, dan dia sangat menyesal karena baru terpikirkan untuk mendatangi kantor dimana Aditya bekerja.
Aditya dan Cahya sudah bersiap untuk ke airport, dan mengecek lagi barang-barang mereka. Ketika dirasa sudah lengkap mereka bergegas berangkat diantar oleh supir. Selama perjalanan Cahya memandang keluar jendela mobil, tempat yang indah ini akan menjadi kenangan yang luar biasa untuknya. Tempat yang membawanya kembali menjadi dirinya lagi setelah dia sempat merasa hancur karena kehilangan bayinya tapi tempat ini membuatnya kembali memperbaiki hubungannya dengan Aditya. Akhirnya sampailah mereka di Airport, Aditya pun mengucapkan terima kasih kepada Roland supirnya yang selama ini sudah banyak membantunya selama disini.
*****
Setelah menempuh perjalanan yang hampir seharian, akhirnya sampailah Aditya dan Cahya di airport dan supir juga sudah menunggu disana untuk menjemput mereka. Senyum bahagia Cahya tidak pernah lepas dari wajahnya, walaupun dia merasa sangat lelah tetapi tidak sabar untuk bertemu keluarganya. Setelah semua koper dimasukkan, Aditya dan Cahya masuk ke dalam mobil. Belum ada 10 menit mobil jalan, Cahya sudah terlelap di pundak Aditya, membuatnya tersenyum karena jika merasa lelah istrinya itu pasti akan langsung tertidur dengan mudahnya.
Akhirnya Aditya dan Cahya sampai juga dirumah, ternyata Mama dan Papanya sudah menunggu mereka didepan pintu sedangkan Cahya masih terlelap. Merasa tidak tega membangunkannya, Aditya berinisiatif menggendongnya untuk membawanya masuk.
"Pak, tolong semuanya nanti bawa masuk saja" Pinta Aditya pada supirnya. Aditya pun mengangkat kepala Cahya dari pundaknya lalu menyenderkannya di kursi mobil sementara dia keluar terlebih dulu untuk menyalami kedua orangtua nya.
Aditya memeluk Papanya lalu memeluk Mamanya dan mencium keningnya yang terlihat sangat bahagia dengan kedatangannya.
"Cahya mana?" Tanya Nyonya Harry.
Aditya menjawab sambil tersenyum "Dia tertidur Ma, aku tidak tega membangunkannya, aku akan membawanya masuk"
"Pasti perjalanan kalian sangat melelahkan, ya sudah bawa istrimu masuk, Mama akan membawakanmu minum dan camilan ke kamarmu, lalu kalian beristirahatlah"
Aditya lalu menggendong Cahya dan membawanya naik dan masuk ke kamarnya. Kamar itu terlihat bersih dan rapi seperti bukan kamar yang sudah ditinggal dalam jangka waktu yang lama dan mungkin Mamanya sudah menyiapkannya untuk menyambutnya dan Cahya. Aditya lalu membaringkan Cahya ditempat tidur dan melepaskan sepatu yang dipakai istrinya dan menyelimutinya.
Ketukan pintu mengalihkan Aditya, ternyata Mamanya datang membawa nampan berisi minuman dan camilan. Nyonya Harry terlihat sangat bahagia melihat akhirnya putra dan menantunya kembali dengan selamat dan dalam keadaan yang sehat. Kerinduannya sudah terobati setelah berbulan bulan dipisahkan dari mereka.
"Adit sayang, Mama membuatkan jus semangka kesukaanmu, dan ada camilan supaya perutmu tidak kosong, Mama membuatnya hanya untukmu karena menantu Mama sedang tertidur jika dia bangun nanti kau panggil saja Tina agar membawakan minum untuknya" Nyonya Harry pun menaruh nampannya di meja.
"Terima kasih Mama, aku sangat merindukan mama" Aditya sekali lagi memeluk Mamanya erat.
"Mama sangat senang kalian kembali dalam keadaan baik, dan tentunya menantu Mama juga dalam keadaan yang sangat baik tidak seperti saat kalian berangkat, kalian sudah memulai kehidupan baru lagi disana semoga tidak ada lagi orang-orang yang berniat buruk pada kalian"
"Semua karena doa Mama dan Papa dan juga semua orang yanv menyayangi kami sehingga kami bisa mengembalikan apa yang pernah hilang"
"Ya sudah minum jus mu lalu mandi dan beristirahatlah, kau juga pasti sangat lelah"
Nyonya Harry keluar menutup pintu kamar putranya. Aditya meminum habis jus yang dibuat Mamanya lalu bergegas ke kamar mandi dan dia akan langsung istirahat karena badannya sangat lelah.
****
Cahya terbangun dan melihat suaminya sedang tertidur disampingnya, dia terkejut karena sudah sampai dirumah tapi kenapa Aditya tidak membangunkannya.
Setelah bersih-bersih badan, Cahya berganti pakaian dan langsung turun. Dia tersenyum melihat kedua mertuanya yang sedang makan malam.
"Cahya sayang, kau sudah bangun?" Sapa Nyonya Harry yang langsung berdiri dari kursinya dan memeluk menantunya itu.
"Ma Pa, maaf tadi aku tertidur, aku heran kenapa Adit tidak membangunkanku, aku sangat merindukan Mama"
"Kau sangat terlelap sayang, tidak apa-apa kami snagat mengerti, Mama juga sangat merindukanmu"
Nyonya Harry lalu menyuruh Tina membuatkan jus untuk Cahya dan menyuruh menantunya itu untuk bergabung makan malam dengannya. Cahya sempat menolak merasa masih tidak nyaman karena efek dari perjalanan jauh tetapi ternyata mertuanya sudah menyiapkan sup hangat yang pasti akan membuatnya merasa lebih baik. Cahya pun akhirnya mau menyantapnya.
****
Selesai makan, Cahya membawa beberapa buah-buahan takut jika nanti Adit akan bangun dan kelaparan yang akan mengganggu tidurnya. Cahya kembali ke kamar dan melihat Aditya masih tertidur, dia pun lebih memilih duduk disofa dan menyalakan televisi dengan suara lirih agar tidak membangunkan suaminya.
Aditya terbangun ditengah malam dan merasa lapar, tangannya mencoba mencari Cahya tetapi tidak menemukannya. Aditya melihat televisi sedang menyala dan berdiri untuk mematikannya tetapi malah dia melihat Cahya sedang terbaring disofa istrinya itu tertidur saat menonton televisi. Dia berniat membawanya ke tempat tidur tetapi Cahya ternyata terbangun.
"Ya Tuhan aku tertidur disini, dan kau sudah bangun ternyata" Cahya membelai pipi Aditya lembut.
"Aku lapar jadi aku terbangun"
"Aku sudah membawakanmu buah-buahan, aku akan mengupasnya untukmu, atau kau ingin makan yang lain akan aku buatkan"
"Tidak perlu, kau pasti masih lelah, aku makan buah saja" Ucap Aditya.
Cahya lalu mengupaskan jeruk dan memotong apel untuk Aditya. Aditya menerima dan memakannya dengan senang. Cahya memarahi Aditya karena tidak membangunkannya saat sampai dirumah membuatnya jadi merasa tidak sopan kepada Mertuanya.
"Sudahlah jangan marah lagi, lagipula Mama dan Papa juga mengerti kalau kau sedang kelelahan, kemarilah aku ingin memelukmu"
Cahya mendekat ke Aditya dan menyandarkan kepalanya didada suaminya itu. Cahya bersyukur akhirnya bisa kembali lagi ke rumah dan bertemu dengan mertuanya yangs angat dia sayangi, dan besok dia akan mengajak Aditya untuk mengunjungi ibunya yang juga sangat dirindukannya.
"Besok kita harus mengunjungi ibu, aku sangat rindu padanya danningin memeluknya" Gumam Cahya pelan.
"Baiklah tuan putri, besok siang kita kesana, sekarang aku sudah kenyang, mari kita tidur, aku sangat lelah".
Mereka berdua akhirnya kembali ke ranjang dan langsung tertidur lagi dalam posisi saling berpelukan