SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 440



Gienka mendekati Kyros yang sejak tadi sibuk memasang teleskopnya. Kyros mengatakan jika dia sering melakukannya ketika tidak ada pekerjaan, atau hanya untuk sekedar melakukan pengamatan pada objek tertentu dilangit. Selain untuk kepuasannya sendiri, Kyros melakukannya juga untuk mendapatkan serta mencari hal yang nantinya bisa dikulik lebih detail dan lebih jauh lagi. Gienka sangat penasaran dan ingin sekali melihat ada apa dibalik cahaya kerlap-kerlip bintang yang ada di langit itu karena sejauh yang dia tahu, langit memiliki banyak sekali hal yang belum bisa terpecahkan hingga saat ini, dan hal yang bagus juga dia memiliki suami yang bekerja dalam bidang itu.


Gienka mengernyit ketika melihat Kyros menggerakkan ponselnya ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu. "Apa yang kau cari???" Tanya Gienka dan memilih berdiri disebelah suaminya.


Kyros tersenyum. "Aku sedang mencari dimana posisi tepat keberadaan galaksi sombrero. ..!" Jawab Kyros.


"Memangnya bisa hanya dengan ponsel???"


"Tentu saja bisa, setelah menemukannya kita baru akan mengamatinya dengan teleskop, kau mau lihat???"


Gienka tersenyum, menganggukkan kepalanya. Ini pasti akan menyenangkan sekali, dimana selama ini dia hanya melihat kilauan cahaya bintang tetapi tidak tahu bentuk aslinya seperti apa. Dan Gienka tahu bahwa suaminya memiliki teleskop yang canggih untuk bisa melihatnya. Sebuah keuntungan sendiri bagi Gienka. Kyros kemudian melanjutkan mencari, dan setelah menemukan dia mulai mengatur teleskopnya lalu mencari lagi di posisi itu kemudian menemukannya. Kyros terlihat serius mengatur zoom in out nya agar bisa teramati dengan baik. Setelah siap, dia menyuruh agar Gienka duduk dan membungkuk ke teleskop, dan meminta agar tidak membuat gerakan pada teleskopnya supaya tidak bergeser.


Gienka pun melakukannya dan membungkukkan tubuhnya perlahan, kemudian memfokuskan sebelah matanya ke lensa teleskop itu. Gienka terdiam untuk beberapa saat karena fokus, tetapi kemudian dia bergumam pelan mengungkapkan ketakjubannya. "Oh God....!!! Itu adalah sebuah galaksi?? Wow...!"


Kyroa hanya tersenyum tipis dan membiarkan istrinya untuk menikmati pemandangan itu. Hingga akhirnya Gienka mengangkat punggung dan menoleh ke arah Kyros yang ada di sebelahnya. "Sayang...! Apa lagi yang bisa dilihat dengan jelas oleh teleskop ini???" Tanya Gienka lagi.


"Banyak...! Planet di tata surya juga bisa dilihat, nebula, ar others...! Katakan apa yang ingin kau lihat? Coba lihat itu...!"


Kyros menunjuk ke langit dimana disana terlihat ada 3 bintang yang membentuk segitiga. "Itu konjungsi, disana ada Mars, Jupiter dan saturnus, apa kau ingin melihatnya satu persatu???"


Gienka kembali mengangguk dan meminta Kyros agar mengarahkan ke planet jupiter lebih dulu baru ke Saturnus dan Mars. Setelah mengarahkannya dengan tepat, Kyros berdiri lagi dan menyuruh istrinya untuk duduk dan melihat apa yang ingin dilihatnya.


"Wohoooo....! Oh my god.....!!! Itu jupiter? Wow so beautiful.. Oh my God...!!!" Gumam Gienka lagi dengan penuh rasa takjub, baginya itu benar-benar sangatlah indah.


Kyros mencium pipi istrinya dengan gemas. "Bagiku kau tetap yang paling cantik...!" Ujarnya yang langsung mendapat cubitan dari Gienka di pinggangnya.


"Kau ini dasar!!" Gienka kembali berfokus ke teleskop lagi. "Banyak garis-garisnya membuatnya semakin lebih luar biasa. Eh itu ada bulatan, itu apa sayang??" Tanya Gienka lagi.


"Storm...! Great red spot storm...! Itu badai terbesar yang ada di tata surya, dan itu sudah ada selama berabad-abad, besarnya sekitar 16 ribu kilometer, dan memiliki awan berwarna merah, kau bisa bayangkan sendiri bagaimana kekuatan badai sebesar itu!"


"Apa kau ingin melihat gunung api terbesar juga yang ada di tata surya?" Kyros kembali menawarkan hal lain.


"Ah ya aku ingat, aku pernah dengar bahwa di planet Mars ada itu, aku ingin melihatnya, menyenangkan sekali.... Ayo sayang tunjukkan...!"


Dan Kyros kembali mengatur serta mengarahkan teleskopnya sehingga membuat Gienka bisa melihatnya. Setelah puas melihat planet-planet juga permukaan bulan, Kyros kembali menunjukkan sebuah pemandangan diluar angkasa yang menarik seperti nebula dan beberapa bintang katai. Gienka benar-benar menikmati hal baru yang dilakukannya ini bersama dengan Kyros. Gienka juga banyak mendapatkan penjelasan dari suaminya itu, tentang berbagai hal yang ditunjukannya saat ini.


Setelah puas, Kyros mengajak Gienka untuk masuk karena malam semakin dingin dan mereka bisa melakukannya lagi besok. Gienka kembali berdiri dan Kyros langsung sibuk menormalkan teleskopnya sebelum membongkar dan membawanya masuk.


Sementara itu, Camilla yang juga sedang duduk di balkon menikmati pemandangan malam justru dibuat kesal dan jengkel ketika dia malah harus melihat Kyros dan Gienka sedang sibuk dengan kegiatan mereka. Camilla bisa melihat semuanya, bagaimana Kyros terlihat mengarahkan Gienka dan mereka benar-benar seperri orang yang dimabuk cinta. Bahkan Camilla juga melihat sendiri Kyros sempat mencium pipi Gienka dan tangan kirinya tidak lepas dari pundak Gienka. Kyros terus memeluk Gienka, membuat Camilla semakin tersiksa dengan itu semua.


Saat tengah melirik ke sekeliling, tiba-tiba mata Gienka mendapati pemandangan yang sedikit mengejutkannya dimana di sisi kanan apartemen Kyros, dia melihat ada seorang oerempuan duduk sendirian di balkon dan tampak mengawasi mereka. Gienka tersenyum dan tentu saja tabu siapa perempuan itu, itu adalah Camilla. Ya, jarak unit apartemen Kyros dan Camilla hanya dibatasi oleh satu unit apartemen milik orang lain. Dan pembatas balkon juga tidak terlalu tinggi tapi cukup luas, sehingga tentu saja orang bisa melihat aktifitas orang di sekelilingnya. Gienka melempar senyum tipisnya tetapi kemudian memiliki ide yang bagus untuk mengerjai Camilla.


"Sayang....!!!" Gienka memanggil Kyros dengan suara pelan tetapi cukup membuat Kyros menoleh dan melempar senyumnya.


"Ya...!!! Apa kau masih ingin melihat-lihat yang lain lagi?" Tanya Kyros.


Gienka mendekatkan tubuhnya, memegang kedua pipi Kyros dan langsung menciumnya. Mendalati itu, Kyros langsung mengerti dan membuka bibirnya sehingga bibir dan lidah Gienka bisa masuk kesana. Bibir mereka bertautan dalam kecupan dan pagutan-pagutan yang hangat. Jemari Kyros menelusuri lengan Gienka, naik turun di sepanjang lengannya dengan hangat dan penuh kenikmatan. Mereka cukup lama sekali melakukannya. Ketika bibir keduanya terlepas, napasnya pun terengah.


Gienka mengatur napas dengan diam-diam masih melirik ke tempat Camilla dimana perempuan itu masih berada di tempatnya. Gienka mendongakkan kepalanya lalu menarik kepala Kyros, menempelkannya di lehernya. Seolah mengerti Kyros langsung mendaratkan ciuman-ciuman diseluruh leher istrinya dengan bersemangat dan Gienka menikmatinya sambil memastika Camilla. Dan Gienka tersenyum lagi ketika akhirnya Camilla pergi masuk ke dalam apartemennya.


"Stop sayang...! Kita masuk dan lanjutkan didalam saja supaya lebih nyaman dan bebas, bawa masuk teleskopnya dan kita berolahraga malam bersama sebelum tidur...!" Ujar Gienka.


Kyros hanya terkekeh dan menganggukkan kepalanya lalu membereskan teeleskopnya sebelum kemudian menyusul Gienka ke dalam.


Sementara itu, Camilla merasa kesal dan muak sekali. Gienka sudah sangat merusak moodnya akhir-akhir ini. Camilla sangat tahu bahwa Gienka pasti sengaja melakukan itu untuk membuatnya jengkel dan cemburu. Perempuan itu sudah membuat Camilla merasa tidak nyaman sekarang.


"Sekali-kali aku memang harus memberinya pelajaran, agar dia tidak selalu bersikap seenaknya! Apa dia pikir dengan menikah dengan Kyros itu bisa mengikatnya! F*ck .....!!! Tunggu saja Gienka....!" Camilla melempar bantal yang dipegangnya lalu berteriak kesal.