SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 122



Cahya turun dari kamarnya karena tidak menemukan Aditya dikamarnya. Cahya pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan ternyata Aditya sedang berolahraga ditepi kolam renang. Cahya menghampirinya dan menanyakan apa yang diinginkan Aditya untuk sarapannya pagi ini. Karena masih merasa bersalah dan tidak ingin membuat istrinya kelelahan, Aditya hanya ingin sarapan roti saja agar Cahya tidak perlu repot-repot memasak.


Setelah selesai berolahraga kecil, Aditya pergi ke kamar untuk bersiap ke perkebunan. Sedangkan Cahya membuatkan jus untuk suaminya dan menyiapkan roti dan selai untuk mereka sarapan. Aditya kembali turun setelah mandi dna berganti pakaian, dia langsung menemui Cahya didapur untuk sarapan.


"Sayang, kau tidak apa-apa sendirian disini?" Tanya Aditya, karena tadi Cahya mengatakan jika dia merasa malas untuk kemanapun.


"Iya, kau pergi saja, aku ingin beristirahat seharian, nanti makan siang kau ingin kubuatkan apa?"


"Terserah kau saja, tetapi kalau kau merasa malas nanti kita makan siang diluar saja tidak apa-apa, oke aku berangkat sekarang, kau beristirahatlah jika ada sesuatu kau langsung hubungi aku ya?" Aditya beranjak dari tempat duduknya, dan diikuti oleh Cahya juga.


Cahya mengantar Aditya sampai didepan Villa, Aditya mendaratkan sebuah ciuman dikening Cahya dan berpamitan kepadanya.


Cahya kembali masuk ke villa, dan pergi ke kolam renang untuk bersantai dan menikmati pemandangan. Ponselnya berdering dan terdapat nama Elea disana, Cahya sangat merindukan sahabatnya itu, sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Elea karena kesibukan Elea sehingga dia juga tidak berani mengganggu sahabatnya itu. Bergegas dia mengangkat telepon itu dan langsung menyapa Elea dengan perasaan senang.


"Hai El, apa kabar? Ya Tuhan kenapa kau jarang sekali membalas pesanku"


"Aku baik, maafkan aku Ca aku sangat sibuk, btw aku hari minggu kemarin datang kerumahmu dan security mu bilang bahwa kau dan Adit baru saja pergi ke Puncak dan kalian akan tinggal disana beberapa waktu, apa itu benar?" Suara Elea terdengar pelan dan tidak ceria seperti biasanya.


"Iya El, Adit ada pekerjaan yang harus diselesaikan disini, jika selesai kami akan segera kembali"


"Hari ini aku ingin bertemu kalian, bisakah kau mengirim alamat kalian disana? Aku akan datang"


"Benarkah kau akan datang? Kebetulan sekali aku snagat merindukanmu, baiklah aku akan share lokasi kami, aku menunggumu El"


Setelah menutup telepon Elea, Cahya bergegas mengirim lokasi villanya ke Elea. Cahya sangat senang sekali karena hari ini dia akan segera bertemu dengan sahabatnya. Pasti akan sangat menyenangkan, dia sudah tidak sabar untuk mengobrol dan bercanda dengan Elea.


****


Hari sudah menjelang siang, Cahya harus segera menyiapkan makan siang untuk Aditya. Cahya sedang memotong sayuran dan mendnegar suara bel berbunyi, segera dia berjalan ke depan, sepertinya Elea sudah tiba. Benar saja saat pintu dibuka, Elea tersenyum padanya, Cahya mencoba melirik kanan kiri mencari Ariel, tetapi tidak ada seorangpun yang keluar dari mobil Elea. Cahya lalu menyuruh Elea untuk masuk ke dalam.


"Kau datang sendiri El? Kemana Ariel?" Tanya Cahya.


"Aku datang sendiri Ca, Ariel sedang sibuk, apa kau sendirian sekarang?" Jawab Elea datar, membuat Cahya menggerutkan keningnya karena tidak biasanya Elea bersikap seperti ini, dia selalu terlihat ceria setiap bertemu dengannya.


"Iya, Adit sedang di kantor perkebunan tetapi sebentar lagi akan pulang untuk makan siang, ini aku sedang mau memasak untuknya, sebentar ya aku akan mengambilkan minum untukmu"


"Tidak perlu Ca, aku akan membantumu memasak, bolehkan?"


Masakan sudah siap, Cahya mengucapkan terima kasih kepada Elea karena membantunya. Kini Cahya tinggal menunggu kedatangan Aditya, bahkan Elea juga sama tidak sabar untuk bertemu dengan Aditya dan ingin menanyakan sesuatu padanya. Tak berselang lama, benar saja Aditya sepertinya sudah pulang. Cahya membuka pintu dan menyambut Aditya dengan senyuman.


Cahya masuk kedapur untuk mengambilkan suaminya minum dan juga memberitahu Elea jika Aditya sudah pulang. Cahya keluar dari dapur bersama Elea dan Aditya terkejut melihat ada Elea disini. Aditya menanyakan kabar Elea karena dia juga sudah lama tidak bertemu dengan Elea.


"Adit!" Suara Elea tertelan tapi kemudian menarik napasnya dalam-dalam. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, aku harap kau mau menjawab semua pertanyaanku".


Aditya lalu melirik ke arah Cahya dan mereka berdua bingung dengan sikap Elea, dan penasaran apa yang sebenarnya ingin Elea tanyakan padanya kenapa dia begitu ketakutan dan sikapnya tampak aneh. Cahya lalu menyuruh mereka untuk duduk agar bisa berbicara dengan nyaman.


"Tentu saja El, apa yang ingin kau tanyakan"


Cukup lama Elea diam, dan Aditya juga Cahya hanya saling berpandangan karena bingung. Cahya mengambilkan gelas berisi jus dan memberikannya pada Aditya.


"Adit, apa kau mengenal Viona?" Tanya Elea, yang seketika membuat Aditya tersedak dan batuk-batuk saat minum karena pertanyaan Elea padanya.


"Viona?? Viona siapa El?"


"Adit jawablah pertanyaanku itu, kau jangan pura-pura tidak tahu, dari ekspresimu terlihat jelas jika kau sepertinya mengenalnya, ini fotonya" Elea kemberikan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto perempuan cantik, berambut panjang.


Aditya terkejut melihat foto itu dan dia bingung harus menjawab apa. "Kenapa kau memiliki fotonya El, ada apa sebenarnya?"


"Ada hubungan apa Viona dengan Ariel? Jawablah dengan jujur Adit, aku mohon padamu, aku yakin kau pasti tahu sesuatu tentang mereka"


Aditya mengarahkan pandangannya pada Cahya, bingung harus menjawab apa karena takut Elea akn tersinggung. Cahya tampaknya mengerti apa yang sedang dipikirkan Aditya, dia mengusap paha Aditya lembut meyakinkan suaminya itu agar menjawab pertanyaan Elea.


"Sebelumnya aku minta maaf El, kumohon jangan tersinggung, Viona itu adalah mantan kekasih Ariel entahlah bagaimana aku harus menyebutnya, mereka dulu tidak berpacaran ya hanya saja mereka selalu bersama tanpa ikatan apapun karena memang Viona yang tidak mau menjalin hubungan"


"Lalu hubungan macam apa yang dulu mereka jalani Dit?"


Aditya menarik napasnya "Apa yang bisa ku katakan El, kami para lelaki memang tidak bisa memungkiri kebusukan kami, kau pasti tahu hubungan seperti apa yang biasa kami jalani, jika lelaki dan perempuan saling membutuhkan itu yang kami jalani dulu, berbeda jauh dengan hubungan yang kau dan Ariel jalani, hubungan yang bisa kukatakan sangat sehat, tetapi sebenarnya ada apa sih El? Kurasa kita tidak harus mengulik masalalu pasangan kita, disaat kita sudah terikat pernikahan dengan orang lain, masalalu ya biarkan saja berlalu"


Elea hanya terdiam, tetapi tiba-tiba airmatanya mengalir lalu menangis terisak. Seketika Cahya dan Aditya terkejut, Cahya pun langsung pindah duduk disebelah Elea dan menenangkannya. "El, kenapa? Kenapa kau menangis, ada apa?" Cahya bertanya dengan suara panik.


Elea semakin terisak "Sayangnya masalalu itu menghancurkan semuanya Dit, Ariel membawa perempuan itu ke apartment dan mengabaikanku, bahkan mereka tidur bersama dikamar kami, membiarkanku tidur disofa semalaman, saat pagi dia memberikanku surat perceraian dan memaksaku menandatanganinya"


"Apa....????" Aditya dan Cahya berteriak secara bersamaan, keduanya sama-sama terkejut tidak percaya.