
Ayah Ariel tersenyum melihat ekspresi terkejut dari Aditya dan Cahya. "Kalian pasti terkejut, ya om pernah menikah sebelum menikahi Mama nya Ariel, tapi om harap kalian jangan menceritakan ini pada Ariel, kalian tahu sendiri kan bagaimana hubungan om dan Ariel sekarang"
"Lalu ada perlu apa om ingin menemui Mama nya Danist" Tanya Cahya tetapi kemudian Aditya menyentuh jemari Cahya seolah menyuruh istrinya itu agar tidak bertanya tentang hal pribadi orang lain.
"Hanya ingin menjalin silaturahim saja, sekaligus ingin meminta maaf jika dulu Om pernah berbuat salah, itu saja, om juga tidak menyangka ternyata mertua Randy adalah mantan tetangga om dulu"
Aditya hanya menimpali Ayah Ariel dengan senyumnya lalu menawarinya untuk makan siang bersama. Walaupun ayah Ariel menolak tapi Aditya memaksanya yang akhirnya membuat Ayah Ariel mau untuk makan siang bersama.
"Ca, siapkan makanan yang tadi kita beli, kita makan siang bersama, oh iya dimana Yongki dan Chika?"
"Mereka ada dibawah, main di sungai"
"Ada-ada saja, panggil mereka"
Cahya pergi ke halaman belakang dan memanggil Chika dan Yongki yang sedang asyik bermain air disungai. Mendengar panggilan Cahya, kedua nya pun langsung beranjak pergi meninggalkan sungai. Cahya lalu ke dapur dan membongkar makanan yang tadi dia beli di restoran saat dalam perjalanan menuju ke Villa dan menyiapkan nasi yang tadi sudah dia masak di rice cooker.
*****
Yongki dan Chika sampai ke rumah dan Chika terkejut melihat ada Ayah Ariel. Chika langsung menyapa dan menyalami nya. Chika kemudian menyusul Cahya di dapur dan membantu nya.
"Dhek, siapin piring dan itu air sirup di pitcher kamu tambahin es ya? Kakak ke atas dulu liat Kyros dan Kyra, sekalian memanggil Adit, kak Yongki dan om Andi untuk makan siang lebih dulu, nanti kau makan bareng kakak aja"
"Iya kak" Jawab Chika.
Cahya bergegas naik ke kamarnya dan melihat kedua bayinya, karena cukup lama dia meninggalkan mereka disana. Cahya lalu menghampiri Aditya dan menyuruh suaminya itu mengajak Yongki dan Ayah Ariel agar ke ruang makan.
Aditya mempersilahkan Ayah Ariel untuk menikmati makan siang alakadarnya yang sudah disiapkan. Ketiga pria itupun makan siang bersama sambil membahas tentang bisnis, sementara Chika naik menyusul Cahya dikamarnya.
Cahya termenung duduk diatas tempat tidur sambil mengayun box bayi Kyros dan Kyra. Pikiran Cahya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan juga fakta yang tadi dia dengar bahwa Mama Danist adalah mantan istri Ayah Ariel. Cahya mulai berpikir apa jangan-jangan Ariel dan Danist adalah saudara, tetapi jika memang iya itu pasti akan mengejutkan semua orang terutama Elea.
Tetapi Cahya juga tidak bisa memastikannya karena dia sendiri tidak tahu baground Mama Danist yang mungkin saja pernah juga menikah dengan pria lain sebelumnya yang kemudian hamil Danist. Cahya benar-benar merasa pusing memikirkan semuanya, baginya ini seperti sebuah circle yang sangat membingungkan.
Chika masuk dan melihat kakaknya sedang melamun membuat dia berniat mengejutkannya. Chika melompat tepat didepan Cahya membuat kakaknya itu setengah menjerit karena terkejut.
"Chika.... Kau ini, bagaimana kalau Kyra dan Kyros bangun?" Ungkap Cahya dengan wajah kesal.
"Hehehe maaf, habisnya kakak kulihat sedang melamun, apa yang mengganggu pikiran kakak?"
"Tidak ada, kau jaga keponakanmu, kakak mau ke kamar mandi dulu"
*******
Yongki masuk ke kamar Cahya dan menemukan Chika sedang mengayun box bayi, sedangkan Cahya tampak sedang sibuk dengan ponselnya. Melihat kedatangan Yongki, Cahya langsung menaruh ponselnya dan menatap kakaknya itu sambil tersenyum.
"Kakak, sudah selesai makan siangnya?"
"Kakak ini, ada-ada saja, ya sudah aku turun dulu untuk merapikan meja makan"
Ponsel Aditya berdering dan dia langsung mengangkatnya, ternyata itu telepon dari staff kantor perkebunan yang memberitahu jika Danist sudah kembali ke kantor. Tadi memang sebelum pergi keluar bersama Ayah Ariel, Aditya sudah berpesan kepada staff disana agar menghubunginya jika Danist sudah kembali. Aditya kemudian memberitahu Ayah Ariel jika Danist sudah tiba di kantor. Disaat yang bersamaan, Cahya turun, segera Aditya memanggil itrinya itu lalu berpamitan untuk mengantar Ayah Ariel.
******
Asitya dan Ayah Ariel sudah sampai di kantor, mereka masuk dan langsung menuju ruangan dimana Danist berada. Elea langsung berdiri dari kursinya menyapa Aditya dan Mantan Ayah mertua nya.
"Siang pak....!!!" Sapa Elea dan dia langsung menundukkan sedikit badannya.
"Siang Elea sayang, bagaimana kabarmu? Paa kau dan bayimu sehat?" Tanya Ayah Ariel sambil mengusap bahu Elea dengan lembut. Bagaimanapun Elea adalah mantan menantunya dan sekarang sedang mengandung cucu nya.
"Kami sangat sehat"
"Syukurlah, jaga dirimu baik-baik, Ayah masuk dulu"
Sampai didepan ruangan Dajist, Aditya mengetuk pintunya lalu mengajak Ayah Ariel untuk masuk. Danist terkejut melihat Ayah Ariel datang lagi ke kantornya, dengan ramah dia menyapa dan mempersilahkan untuk duduk.
"Iya pak Andi? Ada keperluan apa? Kata staff saya anda sejak tadi menunggu saya? Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Maafkan saya sekali lagi pak Danist, kemarin kita kan sempat bertemu di pernikahan Randy"
"Ya benar, kita bertemu disana?" Sela danist.
"Sebenarnya waktu itu saya memanggil dan ingin menyapa ibu anda, belum sempat saya lakukan ternyata kalian sudah pergi"
"Oh iya iya, maafkan kami pak, waktu itu memang kami sedang buru-buru, tetapi kira-kira ada apa ya pak?? Sekali lagi saya meminta maaf jika saat itu sikap kami tidak sopan"
"Bukan seperti itu, saya datang kesini hanya ingin diantar untuk bertemu dengan Sari, ibu anda"
Danist memandang Ayah Ariel dengan pandangan heran. Sementara Aditya hanya diam mendengar obrolan 2 orang yang ada didekatnya.
"Bertemu dengan Mama saya? Memangnya ada perlu apa bapak mencari dan ingin menemui ibu saya?" Tanya Danist penasaran.
"Hanya ingin bertemu dan ada yang ingin saya bicarakan dengannya, apakah anda bersedia mengantar saya menemuinya?"
Danist menggelengkan kepala nya seraya mengatakan tidak bisa jika harus mengantar Ayah Ariel untuk bertemu sang Mama. Tidak bisa bertemu karena sang Mama tadi pagi sudah pergi dari rumah karena mendapat telepon dari saudaranya mengatakan bahwa tante nya sedang sakit yang mengharuskan dia untuk sementara pergi kesana untuk menjaga dan merawatnya.
Mendengar itu, Ayah Ariel langsung terlihat murung, karena usaha nya bertemu dengan Sari mantan istrinya kali ini gagal. Sementara Danist dililuti perasaan bingung dan bertanya-tanya tentang tujuan Ayah Ariel ingin menemui Mama nya, dia memgingat bahwa Sang Mama pernah mengatakan jika dia tidak kenal dengan pria yang ada diahadapannya sekarang. Dansit juga berpikir apakah kedatangan Ayah Ariel ini ada hubungannya dengan kejadian penghinaan yang dilakukan Ariel kemarin saat dirumahnya.
"Kira-kira, Mama mu kembali kapan? Agar saya bisa mengatur waktu saya untuk datang kesini lagi?" Tanya Ayah Ariel.
"Saya tidak tahu pak, mungkin Mama akan kembali jika kondisi tante saya membaik, tapi maaf pak Andi, memang ada perlu apa ya kok anda ingin bertemu dengan Mama saya? Kalau memang ada yang ingin anda bicarakan, anda bisa mengatakannya pada saya dan saya akan menyampaikannya nanti pada mama saya" Ujar Danist